
"Sesuai dugaan..."
"Ok gue masuk".
Kevin memutus sambungan telfonnya
"Kenapa? Lily didalem?". Tanya Tommy
"Iya". Jawab Kevin
"Buset, tu orang udah bosen hidup kali ya...."
"Ayo masuk, biar gue gebukin". Ucap Rian bersemangat
Mereka bertiga pun turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Raffa
"Waduh, ada preman coy". Ucap Rian dengan suara pelan
"Takut lu?". Ucap Tommy dengan nada mengejek
"Gak dong, gue mau jadi pahlawan buat kak Lily". Ucap Rian
"Halah, awas aja kalo kabur". Ucap Kevin
"Hey, kalian siapa?!". Tanya seorang penjaga bertubuh besar di depan pintu utama
"Kita temennya Raffi bang". Ucap Rian
"Raffa, gobl*k". Ucap Tommy dengan pelan
"Eh iya maksudnya Raffa". Ucap Rian
Kevin menghela nafas mendengar ucapan Rian, ia takut kalau Rian akan mengucapkan hal yang membuat penjaga ini curiga
"Bos Raffa melarang orang asing memasuki rumahnya". Ucap penjaga tersebut
"Kita bukan orang asing bang, kita temen SMP nya". Ucap Rian
"Kalian jangan mengaku-ngaku".
"Serius bang, kita kesini diundang buat ngopi". Ucap Rian
"Kalau tidak ada kepentingan lebih baik kalian pergi". Ucap penjaga tersebut
"Ck, banyak omong". Ucap Tommy
Bugh
Tommy menendang perut penjaga tersebut sampai terhuyung ke belakang
"Hahahaha si abang, badan doang gede, di tendang dikit udah goyang". Ucap Rian
"Masuk bego, ngapain lu". Ucap Tommy sambil menarik tangan Rian
Mereka bertiga pun berlari memasuki pintu utama dan Tommy segera mengunci pintunya agar si penjaga tidak bisa menarik mereka keluar dari rumah Raffa
"Hey kalian! Buka pintunya!". Ucap penjaga tersebut sambil menggedor-gedor pintu
Raffa dan Vicky sedang duduk diruang tamu, Raffa terkejut melihat kedatangan Kevin dan kedua sahabatnya, sementara Vicky malah menahan tawa
"Lu ngapain kesini?". Tanya Raffa pada Kevin
"Mana Lily?!". Tanya Kevin
Vicky sengaja meminta Raffa untuk menemaninya berbincang untuk mengulur waktunya sambil menunggu Kevin masuk kedalam untuk mencari Lily
"Jadi lu yang nyuruh dia kesini?". Tanya Raffa pada Vicky
"Iya". Jawab Vicky dengan santai
"Engga, gak ada yang boleh ngambil Lily". Ucap Raffa ketakutan
Raffa berlari ke ruang kerjanya untuk menjaga Lily agar tidak diambil oleh Kevin
Kevin pun ikutan berlari menyusul Raffa, sementara Rian dan Tommy bergabung dengan Vicky diruang tamu
"Bantuin Kevin yok". Ucap Rian
"Gak usah, dia bisa sendiri". Ucap Vicky
"Gue gak ngomong sama lu". Ucap Rian
"Lah, cabut sono, lu hadapin tuh preman diluar kalo bisa". Ucap Vicky
"Weh lu ngeremehin gue". Ucap Rian
"Udah diem lu". Ucap Tommy pada Rian
Disiai lain, setibanya diruang kerja Raffa, Kevin dan Raffa tidak melihat adanya Lily disana, salah satu pelayan Raffa datang memberitahu kalau Lily sedang menangis di dalam kamar mandi
Mereka berdua pun segera berlari menuju kamar mandi, Kevin mendobrak pintunya dan melihat Lily sedang terduduk dipinggir bath up dengan baju yang basah kuyup
Lily terkejut sekaligus bahagia, akhirnya suaminya datang untuk menyelamatkannya
"Sayang".
Lily segera bangun dan memeluk Kevin seerat-eratnya, begitu pun dengan Kevin,
Mereka pun berciuman beberapa detik tepat di depan Raffa. Raffa memantung, ia geram dan terlihat sangat kesal, ia mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan tidak suka
"Kenapa basah-basahan sayang, nanti masuk angin". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily
"Dia ngasih aku obat lagi, aku kesini buat mandi, ngilangin efek obat itu". Ucap Lily
"Kamu tau aku ngasih obat ke kamu?!". Tanya Raffa
"Ya aku tau! Kenapa? Kamu marah karna rencana kamu gagal lagi?". Tanya Lily
"Masih berani lu ngasih obat ke Lily!!". Ucap Kevin sambil mencengkram baju Raffa
Bugh, Kevin melayangkan pukulannya tepat di pipi Raffa
"Brengs*k".
Bugh
Bugh
"Arghh"
"Bajing*n!!".
Bugh
Bugh,
Kevin meninju Raffa dan menendang perutnya berkali-kali sampai Raffa terkapar tidak berdaya
Kevin segera melepas jaketnya dan memakaikannya kepada Lily
"Ayo sayang kita pulang, aku pastiin dia bakal dapet ganjaran yang bikin dia kapok".
Kevin menggenggam tangan Lily dan membawanya keluar dari kamar mandi
"Sayang, kamu...gak...boleh...pergi...arrghhh".
Vicky, Rian dan Tommy bangun saat melihat Kevin dan Lily menghampiri mereka
"Loh kak Lily kok basah? Abis mandi?". Tanya Rian
"Gak usah ngeliatin, alihin mata lu". Ucap Kevin
"Iya-iya". Ucap Rian sambil mendengus
"Ayo cabut dulu, ngobrolnya nanti aja". Ucap Tommy
Mereka semua segera berjalan ke pintu utama, saat Tommy membuka kunci pintunya, mereka terkejut melihat preman-preman di balik pintu bertambah banyak, melebihi jumlah mereka yang hanya 4 orang
"Mampus, banyak amat". Ucap Rian
"Maju lah, katanya mau jadi pahlawan buat Lily". Ucap Kevin
"Anjirr..."
"Om berani nya rame-rame nih gak asik". Ucap Rian
"Anak ingusan, kalian mau bawa nyonya kemana?". Tanya salah satu preman
"Ini istri gue, bukan nyonya lu". Ucap Kevin
"Nyonya ini calon istri tuan Raffa, kalian gak bisa bawa nyonya keluar dari sini".
"Bawa Lily ke mobil". Ucap Vicky pada Kevin
__ADS_1
Kevin pun mengangguk dan berjalan membawa Lily melewati preman-preman itu, namun salah satu dari mereka menarik baju Kevin
Bugh
Vicky menghampiri preman tersebut dan melayangkan pukulannya
"Anak ingusan, berani lu sama gue".
"Gue gak takut". Ucap Vicky
"Habisin anak-anak ini...."
"Berani-beraninya dia bawa nyonya pergi".
Mereka pun saling adu kekuatan disana, mereka yang tubuhnya tidak sebesar para preman itu bersusah payah untuk melawan dan kabur dari rumah Raffa
Kevin membawa Lily ke mobilnya terlebih dahulu, setelah itu kembali untuk menolong teman-temannya dan sedang baku hantam dengan para preman suruhan Raffa dan mereka berhasil menjatuhkan beberapa preman disana
"Udah udah tinggalin aja, cabut". Ucap Rian tergesa-gesa
"Hey jangan lari kalian!".
"Hahaha tangkep kita om kalo bisa, wleee". Ucap Rian sambil mengejek
Mereka segera berlari menuju mobil, Kevin membawa Lily sedangkan Rian, Tommy berada di mobil Vicky, mereka pun pergi meninggalkan rumah Raffa
"Haduuhh...bisa patah tulang gue ngeladenin kingkong kaya gitu". Ucap Rian
"Payah". Ucap Vicky
"Lah, lu ngapain disini". Ucap Rian
"Lu ngapain masuk mobil gue?". Tanya Vicky
"Tom, ini kita salah masuk mobil? Gue kira mobilnya Kevin". Ucap Rian pada Tommy
"Bodo amat ah, namanya juga buru-buru". Ucap Tommy
"Yaudah Vic, lu anterin kita kerumah kak Lily". Ucap Rian sambil menepuk bahu Vicky
"Gak usah sok akrab lu". Ucap Vicky
"Gue juga gak mau akrab sama lu". Ucap Rian
"Yaudah turun". Ucap Vicky
"Eh jangan, lu mau kerumah kak Lily kan? Gue nebeng hehe". Ucap Rian
"Hmmm".
Di mobil Kevin
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa keluar dari sana..."
"Oh iya kamu kok tau kalo aku ada disana?". Tanya Lily
"Vicky sih yang ngusulin buat kerumahnya dulu, tadinya cuma mau nyari tau, eh ternyata kamu beneran disitu". Ucap Kevin
"Hehe seneng banget, setelah usaha buat kabur gagal, akhirnya kamu dateng buat nyelamatin aku". Ucap Lily
"Aku janji kejadian kaya gini gak akan keulang lagi". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily
"Iyaa". Ucap Lily
"Oh iya kamu tau dari mana kalo efek obat itu bisa ilang cuma diguyur air?". Tanya Kevin
"Internet, abis kejadian yang pertama, pas kita masih di hotel, aku sempet browsing apa aja cara buat ngilangin efek dari obat kuat atau apa lah namanya tuh, salah satunya mandi air anget". Ucap Lily
"Hmmm..."
"Tapi kok sempet ke kamar mandi? Gak di cegah sama Raffa?". Tanya Kevin
"Engga, waktu aku masih setengah sadar, pelayannya Raffa dateng dan bilang katanya ada Vicky diruang tamu..."
"Yaudah pas Raffa keluar aku ke kamar mandi, waktunya pas banget". Ucap Lily
"Maaf ya, ini gara-gara aku". Ucap Kevin
"Gapapa, lagian aku baik-baik aja..."
"Cuma badan ku pegel-pegel". Ucap Lily
"Yaudah nanti berendem air anget ya, aku pijitin". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Kamu masih inget ngga gimana ceritanya kamu bisa diculik sama Raffa?". Tanya Kevin
"Waktu itu ada orang yang ngetok kaca, aku tanya ada apa, trus tiba-tiba aku gak inget lagi, kayaknya aku pingsan deh, aku sadar pas di gudang..."
"Aku sama sekali gak curiga kalo dia orang suruhan mamanya Raffa". Ucap Lily
"Loh, apa hubungannya sama mamanya?". Tanya Kevin
"Yang nyulik aku bukan Raffa, tapi mamanya....dia marah karna semalem kamu mukulin Raffa". Jawab Lily
"Dih, jadi karna itu? Bener-bener anak manja..."
"Kamu diapain sama mamanya?". Tanya Kevin
"Aku...di pukul". Ucap Lily
"Ya Allah, kamu serius?". Tanya Kevin
"Iya". Jawab Lily
"Aku bener-bener minta maaf ya sayang, aku janji ini gak akan keulang lagi". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily
"Iya sayang, gapapa". Ucap Lily
***
Setibanya dirumah, kedatangan Lily sudah disambut haru oleh keluarga dan kedua sahabatnya, mereka bergantian memeluki Lily sambil menangis
"Oh iya ini siapa sayang?". Tanya Anita sambil melirik kearah Vicky
"Temen Lily ma, temen SMP". Jawab Lily
"Oh kayaknya udah akrab banget ya". Ucap Anita
"Iya ma, udah Lily anggap kaya kakak Lily sendiri hehe". Ucap Lily
"Nama kamu siapa?". Tanya Anita pada Vicky
"Vicky tante". Ucap Vicky
"Oh, yaudah sini gabung, jangan sungkan". Ucap Anita
"Iya makasih tante". Ucap Vicky
"Baju kamu kenapa basah sayang?". Tanya Anita pada Lily
"Nanti Kevin ceritain, biar Lily ganti baju dulu". Ucap Kevin
"Yaudah sana kamu ganti baju gih nanti masuk angin". Ucap Anita
"Iya ma...."
"Anak mama, mama ganti baju dulu ya nanti mama gendong". Ucap Lily sambil mengusap pipi Keisha
Lily segera melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar
"Waaaah Keisha senyum lagi ngeliat mamanya pulang". Ucap Hana
"Bukan cuma Keisha, kita semua juga senyum". Ucap Rian sambil tersenyum semanis mungkin
"Sok imut lu". Ucap Adel
"Bodo amat, dari pada lu, imut engga, serem iya". Ucap Rian
"Hih gue hajar lu". Ucap Adel
"Hush kamu nih ngeledek Adel terus, hati-hati nanti naksir". Ucap Anita
"Waduh, jangan sampe deh tante". Ucap Rian
"Amit-amit". Ucap Adel sambil bergidik
"Hahahaha..."
"Oh iya ceritain sayang, kenapa baju Lily basah gitu? Dan siapa yang udah nyulik Lily? Kamu tau kan?". Tanya Anita
"Tau ma". Ucap Kevin
Kevin mulai menceritakan kejadian dari saat malam ulang tahun Lily sampai kejadian hari ini, dibantu dengan Vicky
__ADS_1
"Jadi semalem Lily sempet diculik juga sama mantannya itu, si Raffa?". Tanya Anita pada Vicky
"Iya tante". Jawab Vicky
"Huh keterlaluan ya dia". Ucap Anita
"Papa gak abis fikir, ternyata dia masih berusaha buat ngerebut Lily ya". Ucap Bastian
"Dan mama baru tau ternyata Raffa itu anaknya Antoni dan Farah ya pah". Ucap Anita
"Iya ma, papa gak bisa tinggal diam, mereka udah kasar sama Lily..."
"Papa akan putus kerjasama dengan mereka dan segera ngasih mereka hukuman, kalau bisa papa jebloskan mereka ke penjara". Ucap Bastian
"Setuju pa, kasihan Lily gak salah apa-apa..."
"Farah ini jahat, dia mukul Lily tanpa beban, gak punya hati". Ucap Anita
"Sabar ma, papa pastikan mereka dapat hukumannya, dan reputasi mereka akan hancur kalau mereka masuk penjara". Ucap Bastian
"Ayo om, Rian dukung om buat jeblosin dia ke penjara, biar kapok". Ucap Rian
"Iya kamu tenang aja, om akan urus..."
"Oh iya Lily kenapa belum turun? Coba kamu susul ke kamar Vin". Ucap Bastian pada Kevin
"Iya pah".
***
Dikamar
Lily sedang fokus berdiri di depan kaca lemari sambil mengolesi salep pada punggungnya yang terluka
"Aarghhh...perih banget".
Ceklek
Kevin membuka pintu kamar, ia berjalan sambil memandangi punggung yang seputih susu itu memar kemerahan dengan ukuran yang cukup panjang
"Ya Allah...ini kenapa sayang?". Tanya Kevin
"Di pukul mamanya Raffa". Jawab Lily
"Astaga..."
"Dipukul pake apa bisa sampe kaya gini?". Tanya Kevin
"Di sabet sih, pake iket pinggang". Jawab Lily
"Udah stress, enteng banget tangannya..."
"Sini sayang aku bantu". Ucap Kevin
Lily memberikan salepnya kepada Kevin, Kevin pun mulai mengolesinya dengan pelan dan hati-hati
"Aku bakal masukin mereka ke penjara. Gak bisa dibiarin lagi..."
"Mereka udah jahat banget, mau aku hajar berapa kali juga gak kapok". Ucap Kevin
"Iyaa". Ucap Lily
"Abis ini kita turun, kamu bilang ke papa kalo ada bekas sabetan di punggung kamu". Ucap Kevin
"Iya sayang". Ucap Lily
"Udah nih, pake bajunya". Ucap Kevin
"Iyaaaa".
"Iya iya mulu, cium nih". Ucap Kevin
"Mau". Ucap Lily sambil memajukan bibirnya
CUP, Kevin menciumi bibir Lily selama beberapa menit
"Hampir seharian pisah sama kamu rasanya kangen banget, nanti malem bikin adek ya buat Keisha". Ucap Kevin
"Hussh gak usah dibahas, ayo turun". Ucap Lily sambil menarik tangan Kevin
"Hahaha iya iya".
***
Di Ruang Keluarga
Semuanya masih terlihat berkumpul disana, berbincang sambil memakan camilan dan minuman
Lily dan Kevin duduk bersama Anita dan Bastian. Sementara teman-teman mereka duduk di sofa lainnya
"Sayang, Farah bener pukulin kamu?". Tanya Anita
Pertanyaan Anita membuat semua orang terdiam, mereka kompak memperhatikan Lily dengan seksama
"Iya ma, disabet pake ikat pinggang, Lily gak bisa menghindar karna posisi tangan dan kaki Lily diiket, Lily gak bisa kemana-mana". Jawab Lily
"Di punggung Lily ada bekas nya ma, merah banget". Ucap Kevin
"Astaghfirullah, kelakuan Farah gak bisa dimaafin, biarpun dia itu rekan bisnis dan teman arisan mama, dia gak sepantasnya kaya gitu...."
"Padahal dia tau kamu ini menantu mama". Ucap Anita
"Selain di pukul ikat pinggang, apa lagi yang dia lakukan?". Tanya Bastian
"Nampar Lily berkali-kali, jambak rambut Lily pah". Jawab Lily
"Dan yang lebih parah, Raffa ngasih obat yang aneh-aneh lagi ke Lily". Ucap Kevin
"Obat apa sayang? Obat perangsa-"
"Iya ma, obat itu". Ucap Kevin
"HAH".
Semua yang ada disana terkejut mendengar jawaban Lily,
"Gak bisa dibiarin, papa akan buat laporan ke kepolisian...."
"Tenang ya sayang, papa pastikan mereka akan di hukum seberat-beratnya, kamu anak perempuan papa satu-satunya...."
"Papa akan lindungin kamu, kita semua disini akan jagain kamu, papa pastikan kejadian ini gak akan terulang lagi". Ucap Bastian
Lily tersentuh dengan ucapan Bastian, Lily berhambur memeluk papa mertuanya itu, ia merasakan hangatnya kasih sayang seorang ayah kepada putrinya yang ia rindukan dari sosok Rama
"Makasih ya pah, Lily sayang sama papa".
"Sama-sama sayang, papa juga sayang sama kamu, kamu anak papa, papa harus lindungin kamu". Ucap Bastian sambil mengusap kepala Lily
"Hmmm beruntungnya jadi Lily, punya suami, mama mertua dan papa mertua yang sayang banget sama Lily". Ucap Hana
"Alhamdulillah". Ucap Lily sambil tersenyum
"Yaudah kita makan dulu yuk sama-sama, Adel, Hana ayo bantu tante siapin makanannya". Ucap Anita
"Iya tante". Ucap Adel dan Hana
"Lily bantuin juga ya ma". Ucap Lily
"Kamu masih capek sayang, kamu disini aja". Ucap Anita
"Engga ma, Lily baik-baik aja, ayo Lily bantuin". Ucap Lily
"Iya...yaudah ayo". Ucap Anita
Setelah acara makan bersama selesai, mereka melanjutkan acara tiup lilin dan potong kue untuk Lily,
Dan acara perayaan ulang tahun yang sempat diawali dengan kepanikan dan kesedihan di hari itu akhirnya berjalan lancar dan menyenangkan
****
Bersambung....
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~
*
*
__ADS_1
Maap guys baru up, aku sibuk, jangan emosi 😚