Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Diusir


__ADS_3

"Kenapa kamu ngeliatin saya kaya gitu?!". Tanya Eva pada Kevin


"Maaf tante, mungkin Lily ngebiarin tante tinggal disini karna Lily masih menghormati tante, tapi saya sebagai suaminya gak bisa ngebiarin tante terus-terusan ada disini".


"Kamu ngusir saya??!!".


"Bisa dibilang gitu, saya gak akan ngebiarin tante ngusik Lily".


"Gak usah sok tau, kamu itu cuma orang lain disini!".


"Ma, ada apaan sih".


Tiba-tiba Alin datang dengan kursi rodanya, menghampiri mereka semua


"Muak gue". Ucap Vicky


Vicky menghampiri Alin dan menarik tangannya sampai Alin terbangun dan terhuyung ke depan, dengan sigap Alin pun melangkah untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh


"Tuh lu liat kan, dia bisa bangun, bisa jalan, gak ada kesakitan". Ucap Vicky


"Ya Allah Alin, jadi bener kamu cuma pura-pura". Ucap Lily


"Tante sama Alin kenapa kaya gini sih, sebenernya tujuan tuh apa? Kamu kenapa pura-pura gini Lin? Punya rencana apa?".


"Langsung usir aja sayang". Ucap Kevin


"Jangan Ly, tante minta maaf".


"Aku juga Lily, aku minta maaf, aku disuruh mama".


"Heh ini juga kemauan kamu sendiri".


"Tapi mama yang paksa Alin buat deketin Kevin, mama nyuruh Alin bikin Lily dan Kevin berantem".


"Tapi kan kamu yang mulai, kamu sendiri yang jalanin rencana kamu buat fotoin Kevin sama temennya dan dikirim ke Lily, mama gak tau tuh soal itu".


"Tuh denger sayang, mereka sendiri yang bongkar kebusukannya". Ucap Kevin


"Jadi itu ulah kamu Lin? Kamu kok tega sih, kenapa kamu mau bikin aku berantem sama Kevin, apa untungnya buat kamu? Apa kamu beneran suka sama Kevin?".


"Jujur engga Ly, itu cuma-"


"Cuma apa? Aku gak mau liat kalian lagi, beresin semua barang-barang kamu dan tante...."


"Aku minta kalian keluar dari rumah aku!Sekarang!".


"Lily, tante minta maaf jangan usir kita, kita gak tau mau tinggal dimana lagi".


"Lily gak peduli".


"Maafin tante Ly, tante mohon".


"Udah ketauan gini tante baru minta maaf? Coba kalo semua gak ke bongkar, tante masih lanjutin rencana tante kan?..."


"Sekarang tante pergi, Lily gak mau liat tante disini lagi".


"Tega kamu ya sama tante, tante ini adiknya ayah kamu".


"Justru tante yang tega sama Lily, tante gak anggap Lily ponakan tante, tante punya niat buat jahatin Lily".


"Keterlaluan. Ayo Lin, kita pergi dari sini...."


"Tante sumpahin pernikahan kamu hancur, dan anak yang dikandungan kamu meninggal".

__ADS_1


"TANTE!!"


"Cukup ya!! tante udah keterlaluan!!".


Lily melangkahkan kakinya dengan cepat kedalam kamar tamu, melempar semua barang serta baju milik Eva


Setelah itu beralih ke kamar Art dan melempar semua barang milik Alin.


Mbok Minah yang baru kembali dari supermarket segera menghampiri Lily untuk melihat apa yang terjadi


"Non, ada apa ini non".


"Mbok, mbok tau sesuatu tentang mereka? Apa mbok ada curiga sama mereka selama tinggal disini?". Tanya Lily


"Iy..iya..iyaaa non".


"Apa mbok? Bilang sama Lily, Lily mau tau mereka punya rencana apa lagi".


"Mbok sebenarnya tau kalo mbak Alin cuma pura-pura jatoh, tapi bu Eva ngancam mbok non, bu Eva bilang akan nyakitin mbok kalo mbok ngadu ke non Lily..."


"Dan, maaf non, kemarin mbok pergoki mbak Alin waktu ingin memasukkan obat tidur ke minuman den Kevin".


"Obat tidur? Mbok gak salah?". Tanya Lily


"Benar non, dan mbak Alin juga ngancam mbok supaya gak ngadu ke non Lily...


"Karna sebelumnya mbok mendengar rencana bu Eva dan mbak Alin untuk membuat den Kevin tertidur, dan seolah-olah den Kevin dan mbak Alin tidur bersama non, biar non Lily berfikir kalo den Kevin selingkuh dengan mbak Alin..itu yang mbok dengar".


"Astaghfirullah, segitunya Lin? Kamu bikin rencana buat tidur sama Kevin??!"


Plak, Lily mendaratkan tamparannya yang cukup keras pada pipi Alin


"DIA SUAMI AKU LIN!! SUAMI AKU! KAMU MAU TIDUR SAMA DIA?!!"


"Ya Allah".


Lily tak bisa menahan tangisannya lagi, Kevin dan Vicky yang sedari tadi hanya memperhatikan dari ruang tamu, akhirnya pun menghampiri Lily


"Aku kecewa sama kamu Lin, kita ini sodara, tapi kenapa kamu tega sama aku".


"Udah udah, lu udah capek".


Vicky membawa Lily dan mendudukannya di kursi makan, sementara Kevin mengambilkannya air minum


"Beresin semuanya, pergi dari sini".


Akhirnya mereka pun memasukkan semua barang-barang mereka kedalam koper


"Lebih baik Lily sebatang kara daripada punya keluarga kaya kalian".


"Kamu liat ya, kamu akan kualat".


"UDAH TANTE!!!". Kali ini Kevin yang berteriak


"Ma udah ma...ayo ma kita pergi".


Akhirnya mereka berdua pun keluar dari rumah, mbok Minah masuk kedalam kamarnya sementara Lily, Kevin dan Vicky duduk di kursi makan


"Gak usah dipikirin omongannya, orang stress ya gitu". Ucap Vicky


"Iya, ini juga keputusan yang bagus kamu usir mereka".


"Heumm..."

__ADS_1


"Thanks ya Vic, kalo lu gak ada mungkin kita gak tau kalo Alin cuma pura-pura, dan kebongkar semua rencana mereka".


"Iya sama-sama, yaudah gue cabut ya"


"Omongannya jangan dimasukin ke hati". Ucap Vicky sambil mengusap kepala Lily


"Iyaa".


"Gue cabut Vin".


"Sip..thanks Vic".


"Yoi, ntar malem gue tunggu, bawa semua anak-anak lu". Ucap Vicky sambil berjalan kearah pintu utama


"Dih songong". Ucap Kevin


"Hahaha".


"Beneran mau tawuran?". Tanya Lily


"Pasti". Jawab Kevin


"Kamu jangan ikut yaaa".


"Iyaaa, aku mau nemenin kamu dirumah...yuk ke kamar".


"Iya, aku capek banget".


"Sini aku gendong aja, kasian istri aku udah capek seharian, dirumah marah-marah lagi".


Kevin pun menggendong Lily menuju kamar mereka


****


Malam Hari


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Lily sudah terlelap sedari tadi sementara Kevin masih terjaga dengan ponsel di tangannya, sedang membalas pesan dari Rian


"Kesini lah, bocah rame nih pada ngumpul"


"Gak bisa, gue jagain Lily, kasian ditinggal"


"Yah payah lu, bilang aja suami takut istri..pada nyariin lu nih, banyak abang-abangan ngumpul semua"


"Gak bisa kunyu*k, Lily lagi manja gak mau ditinggal wkwk"


"Bentar aja woy, pada mau jalan nih ke Daniel"


"Gue nitip salam aja buat Daniel"


"Siap dah, mau diapain nih?"


"Lu sobek aja mukanya, biar cakepan dikit"


"Wkwk wokeh, Daniel apa Vicky nih"


"Daniel gobl*k"


"Sip sip"


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2