
Drrtt drrttt
Drtt drrtt
Tiba-tiba ponsel Kevin bergetar di saku jasnya, mereka pun menghentikan kegiatannya sejenak karna Kevin meraih ponsel di sakunya
"Papa nelfon sayang, aku kesana dulu ya, takut gak kedengeran". Ucap Kevin sambil menunjuk ke sudut ruangan ballroom
"Iyaa, aku nunggu disini, sekalian minum". Ucap Lily
Kevin mengangguk dan mengusap kepala Lily, setelah itu pergi untuk menerima telfon dari Bastian
Lily pun berjalan kearah meja minuman, mengambil air mineral yang tersaji diatasnya
"Waaaah". Terdengar beberapa sorakan dari tamu undangan saat lampu di ballroom mendadak redup, bahkan nyaris gelap, tamu undangan yang berdansa semakin menikmati acara saat lampu diredupkan
"Hehe jadi inget pas dansa sama Kevin, gelap, romantis". Batin Lily sambil tersenyum
Grep
Tiba-tiba ada yang melingkarkan tangannya di pinggang Lily, Lily terkejut dan segera menaruh minumannya
"Udah nelfonnya? Lagi yuk, jadi romantis kalo gelap kaya gini hehe". Ucap Lily
Lily menggandeng tangan tersebut ke tengah ballroom, meraba dada pria tersebut lalu mengalungkan tangannya dengan mesra ke leher sosok yang ia kira itu adalah Kevin
Sosok itu pun membalasnya dengan pelukan pada pinggang Lily
(Hayo siapa tuh? wkwk)
Mereka pun mulai berdansa, bergabung dengan pasangan lainnya.
"Aku jadi inget waktu kamu kasih kejutan ke aku, kita dansa kaya gini, romantis". Ucap Lily
Saat mereka baru beberapa menit menikmati dansa, tiba-tiba lampu padam, sangat gelap, semua orang terkejut bahkan ada beberapa yang berteriak
Namun sosok tersebut malah menangkup wajah Lily dan mencium bibir Lily selama sepersekian detik, ciuman singkat namun sangat dalam
Sampai akhirnya sosok itu melepaskan ciumannya dan pergi meninggalkan Lily
"Sayang, mau kemana". Ucap Lily
Lily meraba-raba sosok yang tadi ada di hadapannya tetapi tangannya tidak menangkap apapun
"Kemana lagi sih". Batin Lily
klek
Ruangan kembali terang, lampu-lampu sudah menyala sepenuhnya.
Kedua mc pun kembali naik keatas panggung
"Maaf ya para tamu undangan, ada sedikit kesalahan teknis". Ucap mc pria
"Duh iya nih bikin panik aja hahaha. Tapi tenang, semua udah berjalan normal, gimana kalo kita lanjut ke games selanjutnya nih kaaak". Ucap mc wanita
Mendengar kata 'games', semua tamu undangan kompak melepas topengnya, itu tandanya sesi dansa telah selesai, termasuk Lily, ia juga melepas topengnya
"Sayaaang".
Kevin menghampiri Lily yang masih berdiri di ballroom
"Kamu darimana sih, ninggalin aku mulu". Ucap Lily
"Lah, kan tadi aku bilang mau angkat telfon dari papa dulu, ternyata Nabila yang nelfon, video call, dia ada dirumah papa..."
"Gak mau dimatiin lagi video call nya, lama banget..."
"Maaf ya kamu jadi nunggu lama". Ucap Kevin
Deg
Seketika tubuh Lily lemas mendengar jawaban Kevin
__ADS_1
"Bu..bukannya...kamu..udah..dateng tadi?". Tanya Lily
"Hah? Kapan? Ini aku baru nyamperin kamu, Nabila baru mutusin Vc nya nih".
"Ya Allah..."
"Jadi siapa yang tadi disini, dan nyium.."
"Sayang? Kamu kenapa? Duduk yuk, kamu pegel kan berdiri terus".
Kevin merangkul Lily dan membawanya ke meja mereka sebelumnya
"Kamu tau ngga tadi mati lampu?". Tanya Lily
"Masa sih? Kok bisa?".
"Kamu gak tau?". Tanya Lily
"Engga, aku keluar tadi, dipojok sana masih berisik, jadi gak kedengeran, makanya aku keluar, deket parkiran". Jawab Kevin
"Ya Allah, ternyata bener, bukan Kevin, terus siapa". Batin Lily
Pikiran Lily seketika kacau dan perasaan bersalah menyelimuti dirinya, bagaimana bisa ia berciuman dengan orang lain
Lily berusaha mengingat-ingat sosok yang bersamanya tadi, tiba-tiba ia teringat sesuatu, ia sempat menaruh kedua tangannya diatas dada sosok tersebut sebelum berpindah melingkari lehernya
Dan Lily teringat adanya pocket square yang keluar dari saku jasnya, meskipun saat itu gelap, Lily bisa merasakan adanya kain yang keluar dari saku tersebut,
Seketika pandangan Lily beralih pada Kevin, ia memperhatikan jas yang dipakai suaminya itu, tidak terdapat pocket square di saku jasnya
"Bukan Kevin, trus siapa?...."
Lily harus menemukan siapa sosok yang tadi bersamanya itu, ia harus memberinya pelajaran
Lily mencoba mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, memperhatikan satu persatu jas yang dipakai tamu undangan pria di acara tersebut, ada yang memakai pocket square ada pula yang tidak, ini membuat Lily bingung
"Masa iya sih tu bapak-bapak yang ciuman sama gue, gak mungkin, dia sama istrinya tuh". Batin Lily
Pandangannya beralih pada Reyhan yang sedang berdiri sambil mengobrol dengan seorang lelaki paruh baya, Lily melihat adanya pocket square di saku jas Reyhan
Lily kembali mengedarkan pandangannya, kali ini ia melihat sosok Raffa yang sedang duduk bersama Farah
Lily memperhatikan jas yang dipakai Raffa, terdapat pocket square di sakunya, Lily pun terkejut. Apakah Raffa yang menciumnya
Kalau di pikir oleh logika, siapakah orang yang berani mencuri kesempatan untuk mencium Lily disaat seperti ini, ya meskipun Kevin sering mencuri kesempatan untuk menciumnya, tapi tersangka kali ini bukan Kevin
Lily yakin pasti Raffa lah orangnya, mengingat bagaimana ambisi Raffa untuk mendapatkan cintanya kembali, sudah dipastikan itu adalah Raffa, bukan Reyhan ataupun bapak-bapak yang bersama istrinya tadi
"Sayang, aku ke toilet dulu ya". Ucap Lily
Kevin yang sedari tadi memainkan ponselnya pun hanya menoleh dan tersenyum
"Jangan lama-lama ya". Ucap Kevin
"Iyaa".
Lily segera beranjak dari kursinya, bukan untuk ke toilet, tapi untuk menghampiri Raffa di mejanya
"Ngapain kamu kesini?". Tanya Farah
"Loh Lily ada-"
"Aku mau ngomong sama kamu, ikut aku". Ucap Lily pada Raffa
"Eh apa-apaan kamu". Ucap Farah
Lily menghiraukan ucapan Farah, ia segera berjalan keluar hotel dari pintu samping diikuti dengan Raffa di belakangnya
"Ada apa Ly?". Tanya Raffa
Plak, Lily menjatuhkan tamparannya pada pipi Raffa
"Lily, kamu nampar aku?".
__ADS_1
"Iya, kenapa? Kamu gak terima? Lancang kamu ya. Berani-beraninya kamu cium aku?". Tanya Lily dengan suara pelan tapi penuh penekanan
Lily sudah emosi, batas kesabarannya sudah habis, ia tak bisa menahan amarahnya lagi saat ini
"Kenapa diem? Kamu jahat Raf, kamu jahat. Aku gak nyangka kamu licik kaya gini, kamu curi kesempatan disaat Kevin gak ada buat cium aku? Dimana pikiran kamu?".
"Aku-"
"Bener kamu yang nyium aku?". Tanya Lily
Raffa mengangguk pelan menjawab pertanyaan Lily
"Ya Tuhan..."
"Aku kecewa banget sama kamu Raf, kali ini kamu udah keterlaluan, kapan kamu berhenti gangguin aku? Kamu sampe lakuin ini? Buat apa? Ini semakin bikin aku ilfeel sama kamu".
"Maafin aku".
"Maaf? Itu doang yang bisa kamu lakuin? Kamu udah terlalu sering ngomong maaf, jujur aku bingung Raf, aku udah jauhin kamu, tapi tetep aja kamu kaya gini, gak pernah berubah...."
"Inget Raf inget, aku udah punya suami, harus berapa kali aku bilang? Aku gak akan berpisah sama suami aku, jadi lebih baik kamu lupain aku, hapus perasaan kamu, biarin aku bahagia".
"Aku gak bisa Lily, aku gak bisa!".
Raffa mengusap kasar wajahnya, raut wajahnya sudah berubah, ia seperti orang emosi dilihat dari wajahnya yang me-merah
"Kenapa? Gak usah egois. Kamu kan udah nerima waktu awal kita ketemu, aku langsung jelasin semuanya ke kamu".
"Kapan? Apa aku pernah bilang kalau aku bener-bener bisa lepasin kamu? Engga! Aku selalu bilang akan berusaha, akan berusaha. Tapi ternyata gak bisa Ly, gak mudah buat aku".
"Aku gak tau harus ngomong apa lagi, setelah proyek kita selesai, lebih baik kita putus kerjasama, aku gak mau terlibat hal apapun lagi sama kamu, termasuk kerjaan..."
"Aku baru sadar, kerjasama yang kamu tawarin ke aku itu cara kamu biar bisa deket lagi sama aku kan? Kamu bener-bener licik, kamu gak kaya Raffa yang aku kenal".
"Lily, aku minta maaf, aku bener nyesel Ly, aku nyesel".
Raffa berusaha meraih tangan Lily namun berhasil di tepis kasar olehnya
"Kamu tau Raf? Aku nyesel dateng kesini, tadinya aku menghargai undangan kamu karna kamu rekan bisnis aku, tapi ternyata justru kamu yang gak bisa hargai tamu kamu..."
"Inget ya omongan aku, setelah ini kita putus kerjasama, paham?".
"Sayang?".
Tiba-tiba Kevin keluar dari pintu tak jauh dari tempat mereka berdiri
Lily terkejut melihat Kevin berdiri disana, ia pun langsung berjalan menghampiri Kevin
"Aku nyariin kamu, ternyata disini, sama dia". Ucap Kevin sambil melirik Raffa
"Iya, ngobrol sebentar, yaudah pulang yuk, aku capek". Ucap Lily
"Bentar dulu". Ucap Kevin kemudian ia menghampiri Raffa
"Lu belum nyerah? Sampe kapan lu ngejar Lily? Sadar diri!...."
"Kalo gue ngeliat lu deketin Lily lagi, gue abisin lu ". Ucap Kevin
"Sayang udah, kita pulang". Ucap Lily
Lily menggandeng Kevin menuju parkiran, meninggalkan Raffa yang masih mematung diposisinya
"Apa sama sekali gak ada harapan buat aku Ly? Sedikit aja". Batin Raffa
*****
Bersambung
***
-
-
__ADS_1
(Fyuhh kejar target, pokoknya sebelum 200 bab novel ini harus tamat, maapin kalo ceritanya agak maksa ya wkwkw nikmatin aja, namanya juga dunia halu~)