Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Rusuh


__ADS_3

"Abang udah bang!!". Teriak Dina pada lelaki yang sedang melempar piring ke lantai


"Mbak Dina?". Ucap Lily


Dina terkejut melihat Lily dan Kevin yang berdiri di ambang pintu


Pria itu pun juga menoleh ke arah Lily dan Kevin


"Ada bocah sekolah? Siapa nih?". Tanya pria itu sambil menghampiri Lily dan Kevin


Lily pun segera berpindah ke belakang Kevin karna takut pada pria tersebut


"Non Lily sama den Kevin, majikan aku, jangan di apa-apain bang". Ucap Dina


"Majikan lu? Lu kerja sama bocah kaya gini?". Tanya pria itu


"Abang siapa..."


"Ngapain kesini?". Tanya Kevin


"Gue mantan suaminya Dina, gue kesini mau minta duit". Jawab pria itu


"Non tolong bukain mbok". Terdengar suara mbok Minah yang meminta tolong dari dalam toilet


"Sayang, mbok Minah". Ucap Lily pada Kevin dengan suara pelan


"Iya sebentar". Ucap Kevin


"Diem lu disitu, jangan ada yang bukain pintu si nenek tua itu, lu juga". Ucap pria itu pada Lily dan Dina


"Heh bocah, gue minta duit!".


"Abang!! Apa-apaan sih, jangan malu-maluin aku". Ucap Dina sambil berjalan menghampiri mantan suaminya


"Ngapain mikirin malu, pikirin tuh anak lu di rumah, lu malah enak-enakan tinggal disini, rumah bagus, makan enak...."


"Mana! Gue minta gaji Dina dibayar sekarang". Ucap pria tersebut sambil menatap ke arah Kevin dan Lily


"Sayaang kasiihh". Ucap Lily dengan nada ketakutan


Kevin pun mengeluarkan dompetnya dan mencoba menghitung uang yang ada di dalam dompetnya


Tetapi pria itu lebih dulu merebut dompet Kevin dan mengambil uangnya


"Abang keterlaluan!! Gak sopan". Ucap Dina


"Heh ngapain gue sopan sama anak kecil". Ucap pria itu sambil menghitung uang Kevin


"900 ribu..."


"Keren juga lu anak sekolah bawa duit banyak..."


"Tuh dompet lu..". Ucap pria itu sambil melempar dompet kearah Kevin


"Cewek lu bukan nih? Boleh juga". Ucap pria itu sambil menatap Lily

__ADS_1


Lily sontak menyembunyikan wajahnya di punggung Kevin


"Abang jangan macem-macem!". Ucap Dina


"Udah kan? Lu bisa pergi sekarang". Ucap Kevin


"Nanti gue kesini lagi kalo ni duit udah abis". Ucap pria itu sambil mengibas-ngibas uangnya di depan wajah Kevin


"Pergi!". Ucap Kevin sekali lagi


Pria itu tersenyum kecut lalu meninggalkan rumah Lily


Kevin mengusap kasar wajahnya lalu memperhatikan kekacauan yang terjadi di sekitar dapur


"Oh iya si mbok". Ucap Lily lalu berlari kecil menghampiri toilet


"Aduh kunci nya mana". Ucap Lily sambil celingukan mencari kunci toilet


"Den maafin sikap mantan suami saya, saya bener-bener malu". Ucap Dina


Kevin tidak menanggapi Dina dan malah meninggalkannya menaiki tangga menuju kamar


"Aww". Lily meringis saat jarinya terkena pecahan piring saat mengambil kunci kamar yang terjatuh di antara pecahan-pecahan beling


Lily segera membukakan toilet tersebut dan keluarlah mbok Minah dari dalam toilet


"Mbok, mbok gapapa kan mbok".


"Mbok gapapa non, maafin mbok non gak bisa jaga rumah non, mbok udah coba usir non tapi mbok malah dikunciin di toilet". Ucap mbok Minah


"Gak ada non, Supri lagi ke apotik beli obat". Jawab mbok Minah


"Oohh".


"Non ini salah saya, saya minta maaf, saya malu atas kelakuan mantan suami saya". Ucap Dina


"Gapapa mbak..."


"Lily ke kamar dulu". Ucap Lily sambil berjalan menuju tangga


"Keterlaluan, dateng kesini bantingin piring, minta duit ke den Kevin. Kamu gak malu Din? Bersyukur kamu gak di pecat, kamu juga gak dimarahin..."


"Coba kalo kamu kerja sama orang lain, mbok yakin kamu dipecat atau gak digaji, buat ganti rugi". Ucap mbok Minah pada Dina sambil memunguti pecahan piring


Dina hanya diam mendengarkan ucapan mbok Minah


"Harusnya Dina...kamu tuh berpikir, non Lily itu baik, tapi kamu jahatin non Lily".


"Maksud mbok apa?". Tanya Dina


"Saya tau kamu ada hati sama den Kevin kan".


"Engga mbok engga". Dina mencoba menyangkal ucapan Mbok Minah


"Jujur sama saya Din, kamu jangan ganggu rumah tangga orang, non Lily itu udah gak punya siapa-siapa selain den Kevin, kamu mau ancurin pernikahan non Lily?".

__ADS_1


Dina hanya terdiam, tidak mau menjawab ucapan mbok Minah


"Ikut campur aja ni orang tua, apa urusannya sama dia sih". Batin Dina sambil menyapu lantai


--


Di Kamar


Sesampainya dikamar Lily segera melepas sepatunya lalu menjatuhkan tubuhnya diranjang sebelah Kevin


"Haaah paraahh". Ucap Lily sambil menatap langit-langit


"Gila, kaya preman. Tukang malak". Ucap Kevin


"Kamu tumben gak marah-marah. Biasanya juga nonjok". Ucap Lily sambil menoleh kearah Kevin


"Ngapain, aku marah kalo ada yang macem-macem sama kamu...


"Tapi tu gapapa pada pecah sayang?". Tanya Kevin


"Gapapa lah, piring doang, untung bukan guci-guci punya bunda yang di pecahin...."


"Eh mantan suaminya tadi namanya Kevin juga?". Tanya Kevin


"Gak tau". Jawab Lily


"Lah kata kamu semalem denger Dina nangis? Bukan nangisin mantan suaminya?". Tanya Kevin


"Hahahaha aku mana tau sayang, tadi bukannya kenalan dulu". Ucap Lily


"Yakali kenalan". Ucap Kevin lalu bangun dari ranjang dan melepas seragamnya


"Lagian aku juga gak peduli kalo dia suka sama kamu, yang penting kamu nya gak suka sama dia". Ucap Lily sambil memainkan ponselnya


"Hahahaha udah punya yang begini ngapain masih suka cewek lain".


"Begini apanya?". Tanya Lily


"Ya begini, enak banget kalo dikasur hahaha".


"Hiihh mesum". Ucap Lily


Kevin terkekeh sambil melangkahkan kakinya kamar mandi


Sedangkan Lily tetap pada posisinya sambil bermain ponsel


--


Bersambung...


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


__ADS_2