Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Dikerjain Balik


__ADS_3

Sinar matahari pagi mulai menyusup kedalam kamar mereka dan Lily baru terbangun dari tidurnya karna merasa ingin buang air kecil.


Saat melirik kearah jam, Lily terkejut karna jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Hah? Jam 9?!".


"Sayaang..sayang bangun". Ucap Lily sambil mengguncang bahu Kevin


Drrtt drtt


Drrt drrt


Lily menoleh kearah ponsel Kevin yang berdering, diraih lah ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelfon ke ponsel Kevin


"Mama".


Lily pun langsung menerima telfon dari mertuanya tersebut


"Halo sayang, kamu sama Lily gak jadi ikut? Mama nelfon kalian daritadi gak ada yang angkat".


"Eumm jadi ma jadi".


"Loh ini kamu sayang?".


"Iyaa ma Lily baru bangun, Lily mau bangunin Kevin dulu abis itu kita langsung siap-siap ma".


"Hahaha kalian abis begadang yaa, mama, papa sama Devan udah dijalan sayang, kalian nyusul ya".


"Hah bang Devan?". Batin Lily


"Iya, iyaa ma nanti kita nyusul".


"Yaudah kalo gitu, bangunin Kevin trus siap-siap yaa, jangan lupa sarapan dulu".


"Iya ma".


"Oh iya, semua udah beres sayang, jangan sampe Kevin curiga ok?".


"Hehe okey maa tenang aja".


"Yaudah sip, kalian hati-hati ya berangkatnya".


"Iyaa ma".


Anita memutus sambungan telfonnya dan Lily pun kembali membangunkan Kevin


"Sayaaang banguunn kita udah ditinggal mama".


"Sayaang...".


"Hmmm..apaa". Ucap Kevin


"Apaa apaa, bangun udah siaaang". Ucap Lily


"Jam berapa?". Tanya Kevin


"9 lewat".


"Katanya kerumah oma jam 8?". Tanya Kevin


"Kita ditinggaaal...makanya banguunn". Ucap Lily sambil menarik tangan Kevin

__ADS_1


Dengan rasa ngantuk yang masih melanda, Kevin pun bangun dan duduk dengan mata yang masih terpejam


"Hehe masih merem..aku siram nih ya". Ucap Lily


"Iyaa iyaa ini meleekk..ayo mandi". Ucap Kevin sambil melangkah menuju kamar mandi diikuti dengan Lily dibelakangnya


Setelah mandi, mereka pun segera bersiap dan turun kebawah untuk sarapan di restoran yang berada sebelah lobby hotel.


"Mama sama papa udah jalan duluan?". Tanya Kevin


"Udah, sama bang Devan". Jawab Lily


"Hah? Ada bang Devan?".


"Heumm". Lily mengangguk menjawab pertanyaan Kevin


"Yaudah jalan yuk, udah kan makannya?". Tanya Kevin


"Udah, yuk".


"Nih kamu yang nyetir". Ucap Kevin sambil memberikan kunci mobilnya


"Hmmm iyaa iyaaa". Lily pun mengambil kunci tersebut dan mereka berjalan keluar hotel dan menuju parkiran


"Sayaang gendong aku dong". Pinta Kevin


"Hah? Gak mau, aku gak bisaaa".


"Masa gak bisa..katanya nurutin semua kemauan aku". Ucap Kevin


"Iihh rese...yaudah buruuu". Ucap Lily sambil membalikkan badannya


"Hahaha tahan yaa, aku naik nih". Ucap Kevin


"Hahahahahha belum apa-apa udah ngakak aku". Ucap Kevin sambil menaikkan tubuhnya ke punggung Lily


"Udah".


"Astaga berat banget, padahal kurus". Ucap Lily


"Ayoo jalan, pelan-pelan aja".


"Ini gendong sampe mana?". Tanya Lily


"Mobil laahh". Jawab Kevin


"Whaaatt".


"Hahahahaha ayoo jalan terus".


Lily pun terus berjalan dengan raut wajah seperti orang yang tertekan karena menahan beratnya tubuh Kevin di punggungnya.


Sementara Kevin hanya tertawa ngakak melihat istrinya yang susah payah menggendongnya


"Udah nih, turun". Ucap Lily saat mereka sudah tiba di depan mobil


"Hahaha gak mau, emangnya ini mobil aku?". Tanya Kevin


"Lah emang bukan?". Tanya Lily sambil memperhatikan mobil yang ada di hadapannya


"Orang ini mobil kamu kok, sama".

__ADS_1


"Hahahaha mobil aku itu tuh, bawah pohon hahaha emang enak dikerjain". Ucap Kevin sambil menunjuk kearah mobilnya


"Yaaa Allaaahh kenapa gak bilaang".


"Hahahahha sengajaa.. hahaha astagaa ngakak aku.."


"Udah ayoo kesana hahaha". Ucap Kevin sambil tertawa


"Capek sayaaang, jauh banget lagi".


"Dekeett..ayoo hahahaha".


"Sabar Lily sabar.. Kan lu sendiri yang bilang bakal nurutin semua kemauannya". Ucap Lily pada diri sendiri sedangkan Kevin semakin tertawa mendengarnya


Lily pun kembali berjalan sambil mengatur nafasnya karna sudah mulai kelelahan menggendong Kevin


Sesampainya di mobil Kevin, Lily langsung berjongkok karna merasa pegal pada kakinya


"Capek ya sayang, uuh kasian istri akuuu". Ucap Kevin sambil merapihkan anak rambut Lily


"Ini harus aku juga yang nyetir?". Tanya Lily


"Iyaa dong sayaang, ayo silahkan masuk". Ucap Kevin sambil mendorong Lily kearah kursi kemudi


Kevin terkekeh dan berlari kecil menuju kursi yang disamping kemudi.


"Let's go". Ucap Kevin


"Let's go let's go. Ntar dulu. Lemes nih kaki". Ucap Lily dengan nada sewot


"Hahaha sumpah sakit perut ngetawain kamu".


"Yayaya puasin-puasin deh yang ulang tahuuunn".


"Ekhemm sampe aus..."


"Nanti diluar kamu turun yaa beli minum". Ucap Kevin


"Iiyaa siap tuan Kevin yang terhormat". Ucap Lily sambil melajukan mobilnya


"Hahaha udah udaah capek aku". Ucap Kevin


Kevin pun memalingkan wajahnya kearah jendela sambil tersenyum-senyum. Ia tidak mau menatap wajah istrinya karna akan membuatnya tertawa lagi.


"Ini arahnya kemana?". Tanya Lily


"Oh iya bentar". Ucap Kevin lalu membuka ponselnya dan melihat maps


"Nih kesini". Ucap Kevin sambil menunjukkan arah-arah yang akan mereka lewati pada Lily


"Ohh okey".


Lily kembali fokus menyetir mobil sementara Kevin memainkan ponselnya.


--


Bersambung..


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~


__ADS_2