
"Hai Ly, hai Del". Ucap Aldo, mereka hanya membalas dengan senyuman
Sedangkan Rian memperhatikan Aldo dengan seksama.
"Kenapa lu ngeliatin gue?". Tanya Aldo pada Rian
"Kaga, siapa yang ngeliatin lu". Jawab Rian
"Ly, cowok lu ganti?". Tanya Aldo pada Lily
"Ehh engga, dia temennya". Jawab Lily.
"Ohh kirain".
"Do, nanti malem jadikan jalan?". Tanya Hana
"Iya jadi". Jawab Aldo
"Oh, cowok lu kak?". Tanya Rian pada sambil berbisik kearah Hana yang berada di depannya
"Kepo aja nih anak kecil". Sambung Adel
"Lah ,gue nanya kak Hana kenapa lu yang sewot anjiir.... "
"Gue dikata anak kecil lagi". Ucap Rian
--
Sementara di sisi lain.
"Vin, noh temen lu". Ucap Tommy sambil menunjuk kearah Rian
Kevin mengikuti arah yang ditunjuk Tommy
"Loh Lily sama...Aldo??". Batin Kevin
Kevin segera menghampiri meja Lily dan menggeser posisi duduk Rian agar tidak sebelahan dengan Lily
"Woyy Vin, ngapain lu disini?". Tanya Rian
"Lah elu yang ngapain disini". Jawab Kevin sambil duduk
Mata Kevin tertuju pada Aldo yang ada di hadapannya
Sadar karena suasana yang kurang baik, Lily pun mengajak Kevin untuk pindah ke meja lain yang kosong.
"Vin, pindah yuk". Lily segera bangun dan menggandeng tangan Kevin kearah meja yang kosong
Saat Lily berbalik dan melangkah
Braakk
"Aaaaaahhh panaasss".
Lily menjerit karena ia bertabrakan dengan abang kantin yang sedang membawa teko kecil berisi air panas yang tidak di tutup untuk diantar keruang guru
Teko itu terangkat dan tumpah ke seragam Lily lalu jatuh ke lantai
Semua murid yang ada dikantin kompak menoleh kearah Lily
"Bang, jalannnya hati-hati". Ucap Adel
"Maaf neng Adel.. "
"Neng Lily saya minta maaf"
Lily menghiraukan abang kantin tersebut dan berlari menuju toilet karena ingin membasuh dada dan perutnya yang terasa perih
"Sayang". Kevin segera berlari menyusul Lily ke toilet
"Abang nih gimana sih,kasian Lily tuh pasti kepanasan". Sambung Hana
"Maaf neng maaf,gak sengaja".
--
Di toilet
"Aaww perihh banget hikss hikss". Lily menangis merasakan sakit di kulit dada dan perutnya
Lily membuka seluruh atasannya agar lebih mudah membasuhnya dengan air
"Hikss hikss sakiittt".
Tok tok tok
"Sayang, gimana?". Ucap Kevin sedikit berteriak di depan toilet
"Perih Vin hikkss hikkss"
"Ya ampun jangan nangis sayang, ayo keluar. Kita pulang yaa". Ucap Kevin
Adel dan Hana menyusul Kevin ke toilet
"Ly, lu gapapa?". Tanya Adel
"Sakit Del,perihh hikks hikss gak kuat gueee hikkss hikss".
"Gak usah pake apa apa dulu,tunggu gue ambilin switer lu". Ucap Adel meninggalkan Kevin dan Hana di depan toilet
"Lily bawa pulang aja Vin,kasian, nanti gue yang minta izin". Ucap Hana
"Iyaa, thanks". Ucap Kevin.
__ADS_1
"Sayang, aku anterin pulang ya". Ucap Kevin
"Iyaa hikss hikss".
"Jangan nangis lagi sayang".
Tidak lama kemudian, Adel datang membawa switer dan tas Lily
"Ly switer lu nih,yang basah jangan dipake nanti masuk angin, taro tas aja". Ucap Adel
Lily pun meraih switernya dan segera menggantinya
"Del, gue gak pake apa-apa". Ucap Lily sambil memegang seragam, tank top dan bra nya yang sudah ia lepas karna basah
"Yaudah gapapa, lu yang nganter kan?". Tanya Adel pada Kevin
"Iyaa". Jawab Kevin
"Yaudah sana jalan,gue izinin ke guru"
"Thankss ya Del". Ucap Lily
"Iya sana, langsung obatin". Ucap Adel dan segera pergi dengan Hana keruang guru
"Ayo sayang". Ucap Kevin
Lily mengangguk
"Tutupin pake tas". Ucap Kevin melirik kearah dada Lily
"Iyaa iyaa". Lily pun memeluk tasnya di depan dada
"Sakit Vin, malah nempel ke switer".
"Yaudah jangan ditempel yang penting dadanya ketutup".
"Hmmm".
Mereka pun berjalan ke parkiran dan segera masuk ke mobil.
--
Di perjalanan
"Vin, mau lepas ini". Ucap Lily sambil mengangkat switernya
"Ehh jangan disini lah,enak aja ntar ada yang liat".
"Ini perihh kalo ketempelan". Ucap Lily
"Hah? Ketempelan setan?".
"Iihh". Lily mencubit lengan Kevin
"Aww aww pedeess".
"Iyaa buruaannn".
"Iyaa iyaa sayang aku ngebut nih".
Kevin mempercepat laju mobilnya agar segera sampai dirumah
--
Dirumah
Lily segera berlari ke kamar dan melepas switernya.
"Hahh kok masih perih sih". Lily memperhatikan dada dan perutnya yang masih berwarna agak merah
"Coba liat". Ucap Kevin yang menghampiri Lily dan mengamati dadanya
"Ya Allah, kok bisa sampe kaya gitu".
"Iyaa makanya. Oh iya Vin tolong ambilin salep dibawah ya, di kotak P3K".
"Iyaa sayang, tunggu".
Kevin melangkah keluar kamar dan kebawah menuju kotak P3K
"Den,ada yang bisa saya bantu?". Tanya Dina pada Kevin
"Ngga mbak".
Setelah mengambil salep Kevin meninggalkan Dina dan segera menuju kamar.
--
"Bisa pake sendiri?". Tanya Kevin
"Pakein".
Lily sedikit membusungkan dadanya kearah Kevin
"Sayaaaang, jangan bikin khilaf deh". Ucap Kevin
"Hahaha kamu nya aja tuh yang mesum. Buruan pakein biar cepet sembuh".
"Iyaa iya ini".
Kevin mengoleskan salep dari mulai dada sampai ke perut Lily
"Yah susu aku lagi sakit". Ucap Kevin sambil terus fokus mengolesi dada Lily
__ADS_1
Lily hanya tersenyum mendengarnya
"Ini kapan ya sembuhnya?". Tanya Kevin
"Emang kenapa?".
"Kalo sembuhnya lama berarti aku gak bisa main disini dulu dong, langsung kebawah".
"Aa aawww sayaaang ihh". Kevin meringis saat Lily menjewer telinganya cukup kencang
"Perasaan aku salah mulu, tadi di cubit sekarang di jewer". Ucap Kevin
"Buruan gak, langsung balik ke sekolah sana".
"Ih gak mau satu ronde dulu?".
"Keviinn!". Lily sudah mengangkat tangannya bersiap untuk menjewer telinga Kevin lagi
"Ahaha iyaa iyaa ini bentar lagi udah".
Kevin pun segera menyelesaikan tugasnya dan segera kembali ke sekolah
"Aku jalan ya,pulangnya mau nitip apa?". Tanya Kevin
"Hmm gak tau, ntar aku chat". Jawab Lily
"Oke".
Cup
Kedua bibir mereka bertemu dan saling mengecup
"Baik baik yaa dirumah". Ucap Kevin sambil mengacak puncak kepala Lily
Kevin segera kembali ke sekolah sedangkan Lily menidurkan dirinya di ranjang
Membiarkan dadanya terbuka merasakan dinginnya AC
"Ahh adem, gak terlalu sakit".
Tok tok tok *suara ketukan pintu kamar
"Aahh pasti mbak Dina nih,lagi enak-enak rebahan". Batin Lily
"Iyaa sebentar mba". Ucap Lily dari kamar
Lily berjalan menuju pintu
"Ada apa mbak?". Ucap Lily yang hanya menutupi dadanya dengan switer.
Sedangkan Dina yang melihatnya kebingungan
"Pasti mikirnya aneh-aneh nih gara-gara tadi ada Kevin disini". Batin Lily
"Mbak Dina?". Tanya Lily
"Ahh iya non Lily, maaf saya mau nganter ini. Ada bingkisan buat non Lily".
"Ohh, makasih ya mbak".
"Sama-sama non,saya permisi". Dina segera melangkah menuju tangga.
Lily menutup pintu dan kembali ke ranjang untuk membuka bingkisan itu
"Eh gue jadi trauma, gimana kalo ini dari bang Devan lagi?". Batin Lily
"Bismillah". Ucap Lily lalu membuka bingkisan itu
"Eh? Ini kok kaya...."
"Kotak perhiasan?".
Lily semakin mempercepat membuka bingkisan itu
Dan benar saja, itu kotak perhiasan berbentuk hati dengan warna hitam
Lily reflek menutup mulutnya saat melihat isinya. Satu set perhiasan berlian
"Ya Allah,berlian? Ini salah kirim apa gimana?".
Lily segera mengecek bingkisannya mencari info tentang pengirim,penerima atau yang lainnya.
Dan ternyata ada sebuah kartu ucapan didalamnya
*Hy Lily Florensia Atmaja~ Apa kabar? Lama tidak berjumpa*
"Hah?"
"Bener kok ini nama gue. Berarti buat gue?"
"Tapi dari siapa?".
Lily meletakkan bingkisan itu didalam lemari pakaiannya.
Dan kembali menidurkan dirinya diranjang
.
.
.
__ADS_1
Kira-kira dari siapa yaaa><
Jangan lupa like, vote dan hadiahnyaa bestieeee