Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Bersatu Kembali


__ADS_3

Sudah pukul 1 malam Kevin belum menemukan Lily


Saat ini, Kevin sedang mengendarai mobilnya menyusuri jalan, kemana saja asalkan bisa menemukan Lily kembali


"Dua kali aku kehilangan kamu kaya gini sayang, aku emang gak becus jadi suami". Batin Kevin


Kevin sudah sangat kacau, dengan mata yang sembab dia terus melajukan mobilnya


Bahkan Kevin terus mengutuk dirinya, menyesali keputusannya yang mengajak Lily makan diluar, padahal Lily sudah meminta untuk makan dirumah saja dengan masakannya.


"TOL*L". Kevin memukul stir mobilnya lagi


--


Lily dan Devan berjalan keluar hotel, menuju parkiran


"Oh dia bawa gue kesini". Batin Lily sambil melirik sekelilingnya


"Gue harus cari waktu yang pas buat kabur".


Devan terus memapah Lily menuju mobilnya


"Kamu masih mual Ly?".


"Iya bang".


"Hoekk"


Devan melepaskan tangannya dari bahu Lily untuk mengambil kunci mobil di waist bag nya


"Ini saatnya". Batin Lily


Lily pun segera berlari sekencang mungkin


"LILY!!!".


Devan tak mau kalah, dia langsung mengejar Lily


"Kamu main-main sama aku? Oke". Batin Devan


Lily terus berlari menghindari kejaran Devan


"Ya Allah sepi banget, ini jam berapa sih". Batin Lily


"Gak ada orang lewat apa". Lily menghentikan larinya sejenak untuk mengatur nafas


"LILY!!" .


Lily berlari lagi sekencang mungkin


"Gue harus kemana".


Dari kejauhan Lily melihat ada cahaya lampu mobil ke arahnya


Lily berlari dan menghadang mobil itu sampai berhenti mendadak


"Woy neng, mau mati ya?". Ucap bapak pengendara mobil tersebut


"Pak tolong saya, saya di kejar penculik pak, bawa saya pergi dari sini pak tolong saya". Ucap Lily tergesa-gesa karna Devan semakin mendekat


"Waduh, ayo naik neng".


Lily segera masuk ke dalam mobil, dan bapak itu melajukan mobilnya dengan kencang melewati Devan


"LILY!!"


"ARGHH SIAL".


"Awas kamu ya, main main sama aku Ly". Batin Devan


Lily menoleh ke belakang, Devan sudah tidak mengejarnya lagi


"Ya Allah makasih udah bantu Lily". Batin Lily


"Pak, terimakasih banyak buat pertolongannya".


"Sama-sama neng, maaf saya gak tau kalo neng tadi dalam bahaya".


"Gapapa pak, sekali lagi terimakasih".


"Oiya pulangnya kemana neng? ".


"Cempaka pak".


"Oh, saya juga mau lewat cempaka neng, kebetulan rumah saya lewatin situ. Saya anter sekalian ya neng. Jam segini mah udah gak ada taksi".


"Alhamdulillah, makasih pak".


"Iya neng".


--


Setengah jam perjalanan, Lily akhirnya sampai di depan rumah


"Berhenti pak". Ucap Lily


"Udah sampe neng?"


"Iyaa ini rumah saya pak".


Lily ingin memberikan sedikit uang untuk bapak itu karena sudah baik menolong Lily

__ADS_1


"Diterima ya pak".


"Waduh neng gak usah neng".


"Gak apa-apa pak, bapak udah selametin saya".


"Jangan neng, saya ikhlas nolongin neng". Bapak itu memundurkan tangan Lily


"Ya Allah, terimakasih pak".


"Sama-sama neng".


Lily segera keluar dari mobil


"Saya permisi non".


"Iya pak".


Bapak tersebut meninggalkan rumah Lily


"Vin, aku pulang". Batin Lily


Lily melangkahkan kakinya menuju gerbang


"Pak, bukain". Lily menggoyang-goyangkan gerbangnya


Pak penjaga membukakan gerbang rumah


"Non Lily".


"Kevin belum pulang pak? ".


"Belum non, mobilnya belum dateng".


"Pak hp saya hilang, bapak tolong telfon Kevin ya kasih tau saya dirumah".


"Baik non".


"Makasih pak". Lily melangkah masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa


"Capek banget lari-lari".


Lily merebahkan dirinya di sofa dan melirik jam dinding


"Hah? Setengah 2? Gila".


"Untung hari ini libur".


Tidak berselang lama Lily mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah


"Kevin".


Dan benar saja, itu Kevin. Kevin berlari ke arah Lily dan Lily segera bangun dari duduknya


Mereka saling berpelukan


"Sayang Alhamdulillah".


"Kamu baik-baik aja kan". Kevin menangkup wajah Lily


"Iyaa sayang aku baik-baik aja".


"Kita ke kamar ya". Ucap Kevin kemudian menggendong Lily di depan


Lily mengalungkan tangannya ke leher Kevin dan mengecup bibir Kevin


Cup


"Kamu abis nangis sayang?". Tanya Lily yang melihat jelas mata Kevin membengkak


"Gimana gak nangis sayang, aku panik, khawatir, takut. Campur aduk".


"Hmmm". Lily menyandarkan kepalanya di bahu Kevin


"Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi". Ucap Lily


"Aku juga sayang". Jawab Kevin sambil berjalan menuju kamar


--


Di kamar


Kevin mendudukan Lily di ranjang


Lalu berlutut di bawah Lily


"Kamu darimana sayang? Kenapa hp kamu gak aktif?". Tanya Kevin sambil merapihkan anak rambut Lily


"Hp aku ilang Vin, aku... dibawa pergi sama..bang Devan".


"APA?!"


"Kamu serius?"


"Iya, bang Devan nungguin aku di depan toilet, trus paksa aku buat masuk ke mobilnya aku udah coba berontak tapi gak bisa. Terus abis itu aku gak inget apa-apa lagi. Tiba-tiba aku bangun udah di hotel".


"Hah? Kamu dibawa ke hotel? ".


"Bangs*t".


"Kamu gak di apa-apain kan sayang? ".

__ADS_1


"Engga, ngga di apa-apain".


"Terus kamu bisa keluar dari hotel gimana ceritanya?". Tanya Kevin


"Hmm aku akting pura-pura sakit hehe..trus bang Devan mau nganterin aku ke rumah sakit yaudah aku manfaatin buat kabur. Tapi aku di kejar-kejar sama bang Devan. Trus jalanan juga sepi,gelap, untung ada bapak baik yang nolongin aku, aku masuk ke mobilnya trus dianterin pulang deh".


Kevin bangun dan mengusap wajahnya


"Ini udah keterlaluan, aku harus kasih bang Devan pelajaran". Kevin melangkah keluar kamar namun di tahan oleh Lily


"Ehh sayang, jangan".


"Kenapa jangan? Ini namanya penculikan sayang, aku gak terima".


"Dia udah nekat culik kamu, besok-besok dia lakuin apa lagi".


"Iya aku tau, tapi aku gak mau kalian berantem... "


"Cuma gara-gara aku". Ucap Lily


"Sayang, kamu itu istri aku, suami mana yang gak marah istrinya dibawa kabur?". Ucap Kevin sambil menangkup wajah Lily


Lily memeluk Kevin


"Tapi kan sekarang aku udah pulang, aku gak mau jadi panjang urusannya".


"Iya yaudah, aku jug minta maaf, ini semua salah aku".


"Iya sayang, yang penting aku udah pulang dan baik-baik aja". Jawab Lily


Lily mengecup bibir Kevin


"Hmm udah mulai berani ya cium-cium aku terus".


"Hehehe"


"Yaudah sana bersih-bersih dulu trus kita tidur". Ucap Kevin


"Oke".


Lily berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju.


Setelah selesai Lily menyusul Kevin ke ranjang.


"Capek ngga kejar-kejaran?". Tanya Kevin


"Ya capek lah sayang, untung aku lari nya kenceng kaya copet". Jawab Lily


"Hahahahha bisa aja... "


"Aku pijitin ya kakinya". Kevin bergeser ke kaki Lily


"Iihh gak usah, kamu kan juga capek. Kita tidur aja".


Lily berbaring dikasur diikuti dengan Kevin


Cup


Kedua bibir mereka bertemu, hanya sekedar kecupan singkat.


"Selamat malam istriku hehehe".


"Hahahha kocak. Kaya aneh dengernya".


"Iih jangan gitu dong". Ucap Kevin


"hahaha"


"Selamat malam...suamiku, kkkkk". Lily menahan tawanya


Mereka berdua pun memejamkan mata sambil berpelukan


--


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Lily baru terbangun dari tidurnya


Lily mendongak keatas melihat Kevin masih memejamkan matanya.


"Aku kebawah dulu ya,mau masak". Bisik Lily


Cup


Lily mencium pipi Kevin


Sepertinya mencuri kesempatan untuk mencium Kevin akan menjadi kebiasaan baru yang sangat menyenangkan untuk Lily.


Lily beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya setelah itu turun kebawah untuk memasak.


--


10 menit setelah Lily turun kebawah, Kevin terbangun karena tidak merasakan adanya tubuh Lily di dalam pelukannya


"Lily ,Lily kemana". Batin Kevin


"Sayaang... sayang". Kevin memanggil-manggil Lily tetapi tidak ada jawaban


"Ya Allah jangan-jangan Lily dibawa kabur lagi". Batin Kevin


Kevin segera bangun dan berlari keluar kamar


--

__ADS_1


__ADS_2