Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Mendapat Kiriman Foto


__ADS_3

Keesokan Harinya


Seperti biasa, pagi hari setelah sarapan, Lily bersiap memakai jas dan sepatu heelsnya, setelah itu ritual singkat sebelum berangkat ke kantor tidak boleh dilewatkan oleh Lily dan Kevin


Kevin mengantar Lily kebawah, melepaskan kembali istri tercintanya kepada supir pribadinya.


"Aku berangkat yaa". Ucap Lily


"Iya hati-hati".


Lily meraih tangan Kevin dan menciumnya. Kemudian masuk kedalam mobil


"Saya permisi boss". Ucap Ammar pada Kevin


"Yang bener nyetirnya, awas kalo istri gue kenapa-napa". Ucap Kevin


"Siap, tenang aja boss".


Ammar pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Lily


"Mar, kemarin liburnya ngapain aja?". Tanya Lily sambil basa-basi


"Hehe gak ngapa-ngapain nona, dirumah aja". Jawab Ammar


"Bapak sehat?". Tanya Lily


"Alhamdulillah sehat nona, bapak kaget waktu tau saya jadi supir nona, malah bapak menawarkan diri buat jadi supirnya nona". Jawab Ammar


"Ih jangan, istirahat aja dirumah, biarin anaknya yang kerja, masih muda gini kok haha..."


"Maaf ya waktu itu saya berhentiin pak Agung, habisnya ayah saya kan udah gak ada, jadi pak Agung mau bekerja buat siapa".


"Iya gapapa nona, bapak gak keberatan kok".


"Tapi pak Andika kok bisa nyuruh kamu buat antar jemput saya?". Tanya Lily


"Iya, karna pak Andika tau kalau saya punya pengalaman sebagai supir..."


"Sekarang giliran saya yang bekerja untuk nona hehe".


"Haha makasih ya".


"Sama-sama nona".


Setelah 15 menit perjalanan. Lily tiba di kantornya, ia pun segera turun dan melangkah masuk ke dalam gedung


"Selamat pagi bu"


"Pagi bu"


Beberapa staff menyapa Lily saat melihat Lily berjalan melewati mereka


Ting


Lift terbuka, Lily segera masuk dan menekan tombol menuju lantai tempat ruangannya berada


--


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Lily baru selesai meeting bersama clien diruangannya


Terlihat Andika sedang merapihkan beberapa berkas di meja sofa, sementara Reyhan lelaki tampan yang baru setahun menjabat sebagai CEO sedang fokus menatap layar laptopnya


"Sudah saya kirim lewat email soft copynya, tinggal kamu print". Ucap Reyhan pada Andika

__ADS_1


"Baik pak Rey".


Reyhan pun menutup laptopnya dan bangun dari sofa


"Saya permisi bu". Ucap Reyhan pada Lily


"Silahkan".


Reyhan pun keluar dari ruangan Lily


"Dika, apa orangnya emang gitu? Datar banget mukanya". Ucap Lily dengan suara pelan


"Ya emang begitu nona, jarang senyum hehe, tapi aslinya baik...aduh kok saya jadi muji ke sesama laki".


"Hahaha, tapi bagus sih kerjanya, bisa menggaet clien dari Amerika". Ucap Lily


"Betul dan juga clien-clien sebelumnya, pak Rey sangat pintar berkomunikasi, makanya pak Rama mengutus Pak Rey menjadi CEO disini".


"Hmm bener juga...oh iya meeting sama pak Adnan jam berapa?". Tanya Lily


"Diundur besok nona, beliau sedang diluar kota". Jawab Andika


"Jadi gak ada meeting lagi?". Tanya Lily


"Tidak ada nona,saya permisi keruangan".


"Okey".


Andika pun keluar dari ruangan Lily


Hufftt


"Pengen pulang ketemu Kevin, dia lagi ngapain ya". Batin Lily


Lily meraih tasnya dan mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan untuk suami yang selalu ia rindukan


Sent


"Eh udah lama gak chatan kaya gini haha". Batin Lily


Ning suara dering notifikasi pesan dari ponsel Lily


Lily tersenyum dan segera membuka pesan masuk dari suaminya


"I miss you more baby"


"Hihi gemes, makin kangen". Batin Lily


Ning, terdengar lagi bunyi pesan masuk di ponsel Lily


"Hmm? Nomer baru? Ngirim foto apa nih". Batin Lily


Lily segera membuka foto yang dikirim oleh nomer baru tersebut


Brak


Seketika ponsel Lily terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai, Lily dibuat terkejut oleh foto tersebut, ia terbelalak sambil menutupi mulut dengan tangannya


"Kev..vin..."


Seolah tak percaya dengan apa yang terpampang pada layar ponselnya, Lily memungut ponselnya dan kembali menatap foto tersebut, ya itu adalah Kevin yang sedang memeluk seorang wanita, wanita yang sedang bersandar pada dada suaminya


"Hikss ini beneran Kevin..sama siapa..."

__ADS_1


"Ya Allah hikss hikss apa lagi ini".


Seketika tubuh Lily terasa lemas, ia meyakini kalau ini adalah Kevin, ia tau betul dengan jaket yang sering dipakai suaminya, belum lagi dengan proporsi tubuh dan rambut pria itu, ia yakin kalau itu adalah Kevin


Tapi bagaimana bisa Kevin memeluk wanita lain yang Lily tidak tahu siapa wanita itu karna rambut yang menutupi wajahnya


Semakin Lily perhatikan foto itu, semakin membuat Lily bersedih, ia berlari kecil memasuki ruangan kecilnya, ia kunci pintunya dan meringkuk diatas ranjang kecil itu.


"Apa selama aku di kantor kamu kaya gini, kamu ketemu sama cewek lain, mesra-mesraan sama cewek lain".


"Oh iya ini siapa yang ngirim".


Lily mendudukkan dirinya, ia menelfon nomer yang mengirimi foto tersebut tetapi tidak bisa, suara operator sambungan mengatakan bahwa nomer tersebut tidak dapat dihubungi


"Ya Allah".


Ning, kembali terdengar suara notif di ponsel Lily, ia melirik dan membaca nama yang tertera di layar


'My Husband ♥'


Lily pun membuka pesan dari suaminya itu


"Nanti aku bawain makan siang ya"


"Gak perlu, aku makan siang diluar sama clien, sekalian meeting"


Sent


Bohong, Lily berbohong, ia hanya tidak mau menemui suaminya, untuk saat ini.


Lily melempar ponselnya ke ranjang, ia kembali menangis, menyembunyikan tangisannya dibalik kedua tangannya


"Tega kamu Vin. Kamu jahat".


"Arghh"


Tiba-tiba kepala Lily mendadak terasa pusing


Tok tok,


"Bu Lily, apa yang terjadi, apa ibu baik-baik aja?".


Terdengar suara Reyhan dari balik pintu ruangan kecilnya


Lily segera menghapus air matanya dan membuka pintu tersebut


"Ibu...nggak apa-apa?". Tanya Reyhan


"Ya, saya gapapa".


"Ada apa Rey?". Tanya Lily


"Saya kesini untuk membahas proposal terkait kerjasama dengan Mister Teddy, beliau meminta diurus secepatnya.


"Hmm baiklah..ayo..duduk..dulu".


Lily tersenyum tipis dan berjalan mendahului Reyhan


"Apa ibu yakin baik-baik aja?". Tanya Reyhan


"Ya...saya baik-"


Bruk

__ADS_1


Akhirnya Lily pun ambruk, Reyhan terkejut dan langsung membopong Lily ke sofa


"Win, ke ruangan bu Lily sekarang. Cepat". Ucap Reyhan pada sambungan telfon internal perusahaan


__ADS_2