Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Periksa


__ADS_3

Tommy memutuskan untuk menghubungi dokter langganan keluarganya untuk memeriksa keadaan Lily, Tommy merasa khawatir kalau ada apa-apa dengan kandungan Lily


Setelah menghubungi dokter, Tommy menghubungi Rian untuk minta disambungkan pada Kevin


"Napa?"


"Kevin masih disitu?"


"Masih nih".


"Kasihin, gue mau ngomong"


"Kenapa Tom"


"Balik lu, Lily pingsan"


"Hah kok bisa"


"Jangan banyak tanya, balik cepetan"


"Iya"


-tut Tommy memutuskan sambungan telfonnya


"Den, non Lily gak sadar-sadar". Ucap mbok Minah


"Tunggu mbok, saya udah telfon dokter, mbok tunggu aja dibawah". Ucap Tommy


"Baik den".


Mbok Minah segera keluar dari kamar, Tommy pun meraih minyak angin dan mengolesinya disekitar hidung Lily


"Bangun dong Ly". Ucap Tommy


"Lilyy banguunn".


Tommy terus berusaha membangunkan Lily dengan menepuk pipinya dan menggoyangkan bahunya


Sampai akhirnya Lily sadar sambil memegangi kepalanya


"Pusing". Ucap Lily


"Hoeekk".


"Kenapa? Ada yang sakit? Perut gimana sakit ngga?". Tanya Tommy


"Engga".


Ceklek


Tommy dan Lily menoleh kearah pintu, Tommy segera bangun dari tepi ranjang dan memberi ruang pada dokter yang telah datang untuk mengecek keadaan Lily


"Mas Tommy, pacarnya kenapa?". Tanya Bu dokter


"Bukan bu, ini temen....tadi pingsan, ini baru sadar".


"Ooh maaf yaa, kirain pacar mas Tommy". Ucap bu dokter sambil tersenyum kearah Lily


"Hoeek".


"Eneegg".


"Di periksa dulu ya mbak".


Dokter mulai mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa denyut jantung Lily. Dokter pun juga memegangi perut Lily


"Lagi hamil ya mbak".


"Iyaa bu".


"Ada ngerasain sakit di perut?".


"Gak ada".


"Syukur lah, jangan telat makan ya mbak, ini asam lambung mbak naik jadinya pingsan, ini juga yang menyebabkan mbak mual dan sakit kepala.. jadi jangan sampe telat makan.."


"Sejauh ini aman kok mas, mbaknya cuma telat makan aja". Ucap bu dokter pada Tommy

__ADS_1


"Ada vitamins ngga mbak? Kalau gak ada bisa saya tulisin resepnya".


"Ada kok bu".


"Yasudah, kalo gitu setelah ini makan dan minum vitaminnya yaa, inget perutnya jangan sampai kosong, kasian dedenya". Ucap bu dokter sambil merapihkan alatnya


"Terimakasih bu". Ucap Lily


"Sama-sama, saya permisi ya..."


"Mas Tommy, saya permisi".


"Iyaa bu makasih". Ucap Tommy


Bu dokter keluar meninggalkan kamar Lily diikuti dengan mbok Minah


"Mbok, bawain makanan buat Lily ya". Ucap Tommy


"Baik den".


Tommy pun kembali menghampiri Lily dan membantunya untuk duduk bersandar di ranjang


"Kevin lagi dijalan, tadi gue telfon". Ucap Tommy


"Ih ngapain, gue males ketemu dia, ntar dia kesini sama temennya lagi".


"Lagian kenapa lu biarin Kevin jalan sama temennya?". Tanya Tommy


"Ya mau gimana lagi. Kevin juga gak enak lah sama nyokapnya tu cewek".


"Oh ada nyokapnya".


"Iya, nyokapnya Kevin dirumah sakit, gue sama Kevin kesana, baliknya ketemu dia sama nyokapnya..."


"Eh dia nyelonong aja masuk mobil, gue diturunin depan rumah trus dia langsung pergi lagi gak tau kemana, dia lupa mau nonton sama gue, di telfonin juga gak diangkat-angkat".


"Iya gue juga nelfon ke hp Rian". Ucap Tommy


"Harusnya lu gak usah kasih tau dia, biarin aja dia berduaan sama temennya". Ucap Lily


Ceklek


Seketika Lily mengalihkan wajahnya, dan Tommy bangun dari duduknya


"Gila lu ya, bukannya nemenin Lily malah sama cewek lain". Ucap Tommy


"Ini aja gue tinggal di basecamp Tom". Ucap Kevin


"Kalo mau ninggalin kenapa gak daritadi, tau aku pingsan baru ninggalin dia, daritadi kemana aja". Ucap Lily


"Aku minta maaf sayang". Ucap Kevin


"Kamu gak kenapa-napa kan? Perutnya gak sakit kan?". Tanya Kevin


"Telat, udah ada Tommy yang jauh lebih perhatian daripada kamu". Ucap Lily asal


"Dih sayang, kok gitu sih".


"Hahahaha Lily gak kenapa-napa. Katanya telat makan aja, asam lambungnya naik". Ucap Tommy


"Gue nungguin mau makan dulu sebelum nonton, eh dia malah asik sendiri sama temennya, sampe gue pingsan". Ucap Lily


"Maaf sayang maaf".


"Yaudah gue cabut ya, jagain tuh Lily jangan mentingin orang lain". Ucap Tommy


"Ly gue cabut ya, makan yang banyak, vitaminnya diminum".


"Duuhh Tommy, kamu perhatian banget sih sama aku, hati-hati ya pulangnya, nanti kalo udah sampe rumah kabarin aku yaa". Ucap Lily sambil tersenyum pada Tommy


"Sayaaang apaan sih..."


"Cabut sono lu". Ucap Kevin


"Hahaha iyaa gue cabut".


"Hati-hati Tommy ganteengg". Ucap Lily

__ADS_1


Tommy hanya menahan tawanya sambil berjalan keluar kamar


"Hmm Tommy tuh udah ganteng, baik, perhatian lagi". Ucap Lily


"Sayang jangan kaya gitu, aku cemburu". Ucap Kevin


"Haha kaya gitu aja cemburu, gimana rasanya jadi aku". Ucap Lily sambil menundukkan kepalanya, entah mengapa air mata Lily rasanya ingin tumpah


"Hikss hikss hikss..."


"Hikss hikss".


"Sayaaang maafin aku, maafin aku".


"Hiksss..hikss...kamu gak inget kalo kita mau nonton. Kamu ngajak aku pulang bilangnya mau makan, kamu juga gak beliin aku kebab, bohoong". Ucap Lily


"Gak gitu sayaang, kan aku gak tau kalo kejadiannya kaya gini".


"Kamu lebih mentingin temen kamu, kamu ngebiarin aku nungguin kamu daritadi sampe aku pingsan hikss hikss..."


"Seru banget sampe aku telfon berkali-kali gak diangkat".


"Hp aku ketinggalan dirumah mama sayang". Ucap Kevin


"Bohong, bilang aja gak mau diganggu".


"Ya Allah sumpah sayang, di kantong gak ada, di mobil gak ada, please percaya sama aku...jangan nangis lagi". Ucap Kevin sambil menghapus air mata Lily


Ceklek


"Den, ini mbok bawa kan makanan dan vitaminnya non Lily". Ucap mbok Minah. Kevin pun menerima nampan dari mbok Minah


"Makasih mbok". Ucap Kevin


"Sama-sama den".


"Makan ya sayang".


"Aku bisa makan sendiri".


Lily mengambil piring dari nampannya dan mulai menyuap makanannya


"Kamu jangan disini dong. Gak enak banger diliatin". Ucap Lily


Kevin menghela nafasnya dan bangun dari tepi ranjang, ia melepas seluruh seragamnya dan hanya menyisakan celana pendek yang ia pakai


"Uhukk uhukk".


"Anjirr pake keselek segala ngeliatin Kevin". Batin Lily


Lily segera meraih gelas dan meminumnya


"Pelan-pelan". Ucap Kevin


Kevin naik ke ranjang dan menidurkan dirinya menghadap kearah Lily yang sedang makan


"Nanti malem may nonton?". Tanya Kevin


"Gak". Jawab Lily


"Hmm ngambek...nanti malem aku mau kerumah mama ngambil hp, kamu mau ikut?". Tanya Kevin


"Gak".


"Mau aku beliin kebab ngga?". Tanya Kevin


"Gak..."


"Eumm mauuuu". Ucap Lily sambil menoleh kearah Kevin dengan wajah seperti anak kecil yang sedang memohon


"Hahahahaha lucu banget sih kamuuu". Ucap Kevin


Lily kembali memasang wajah datarnya dan kembali fokus pada makanannya


--


Bersambung..

__ADS_1


.


__ADS_2