
3 Bulan kemudian
Pagi ini, Kevin sedang bersiap menuju sekolah untuk melaksanakan ujian terakhir sebagai tugas dan kewajibannya menjadi seorang pelajar SMA Nusa Bangsa
Seperti biasa, Lily dan Keisha mengantar Kevin sampai depan pintu utama
"Semangat ya ujiannya". Ucap Lily
"Pasti, nanti aku jemput kamu ya di kantor". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily
"Iya sayang". Ucap Lily
"Tuan putri, papa pergi dulu ya". Ucap Kevin pada Keisha
Kevin mengecup kening Keisha dan Lily sebelum meninggalkan rumah
"Daaaah..."
"Assalamualaikum". Ucap Kevin
"Waalaikumsalam, hati-hati". Ucap Lily
"Siap sayang". Ucap Kevin sambil berjalan ke mobilnya
Sepeninggal Kevin ke sekolah, Lily kembali membawa Keisha masuk kedalam untuk ia titipkan kepada, Cici, baby sitter yang telah ia percayakan untuk membantunya mengurus Keisha
"Ci, kamu udah sarapan?". Tanya Lily
"Sudah nyonya, nyonya mau ke kantor sekarang?". Tanya Cici
"Iya, ini Keisha nya, saya keatas dulu mau siap-siap". Ucap Lily sambil memberikan Keisha kepada Cici
"Baik nyonya".
****
Lily baru tiba di kantor pukul 8 pagi, ia segera menuju ruangannya untuk bersiap mengikuti meeting harian seperti biasa dan setelah itu kembali ke ruangannya
"Oh iya bu, saya kemarin jenguk Raffa ke kantor polisi, dia nitip surat buat ibu". Ucap Reyhan sambil menaruh selembar kertas diatas meja Lily
Lily hanya melirik sekilas kearah kertas tersebut dan kembali fokus menatap layar komputernya
"Buang aja Rey". Ucap Lily
"Ibu gak mau baca dulu?". Tanya Reyhan
"Engga, buang aja. Paling isinya cuma minta maaf". Ucap Lily
"Hahaha yaudah saya buang ya, ibu gak nyesel kan?". Tanya Reyhan
"Malah saya nyesel kalo baca surat itu". Ucap Lily
"Hahaha ok saya buang". Ucap Reyhan
Reyhan me remas kertas tersebut dan ia lempar ke dalam tempat sampah kecil di sudut ruangan
"Awas, jangan tiba-tiba penasaran trus diambil tuh suratnya dari tempat sampah". Ucap Reyhan sambil tersenyum
"Idih buat apa..."
"Oh iya emang bener bu Farah depresi?". Tanya Lily
"Benar bu, minggu lalu di pindahkah ke RSJ". Jawab Reyhan
"Masa sih hahaha..."
"Kasian ya Pak Antoni, anaknya di penjara, sekarang istrinya di RSJ hahahaha....".
"Kasian tapi ibu puas banget ketawanya". Ucap Reyhan
"Hehe saya cuma seneng mereka dapat balasannya, perusahannya collapse, reputasi juga hancur..."
"Itu akibat ngehina dan nyiksa anak yatim piatu". Ucap Lily
"Ibu yang sabar ya". Ucap Reyhan
"Gapapa...."
"Yaudah yuk siap-siap survey lokasi, keburu panas". Ucap Lily
"Ayo bu, ini biar saya yang bawa". Ucap Reyhan sambil meraih maps diatas meja Lily
"Okey".
****
1 jam kemudian, Kevin yang baru selesai mengerjakan ujian sekolahnya di perkenankan untuk keluar terlebih dahulu ia melangkahkan kakinya menuju kantin,
^^^"Selamat pagi sayang"^^^
"Pagi hehe, udah selesai ujiannya?"
^^^"Udah dong, baru aja"^^^
"Ih hebat, sekarang lagi ngapain?"
^^^"Di kantin, beli es. Kamu ngga sibuk?"^^^
"Engga, aku baru nyampe kantor, abis ke lokasi proyek, kenapa sayang?"
^^^"Gapapa, aku jemput kamu sekarang ya?"^^^
"Sekarang? Hari terakhir ujian gak mau main dulu sama temen-temen?"
^^^"Gak ah, main bisa kapan-kapan, tapi kalo jemput kamu gak boleh kapan-kapan"^^^
"Hehe bisa aja...."
"Oh iya mumpung kamu di kantin, aku pesen bakso mang Ujang dong, udah lama gak makan baksonya"
^^^"Iya sayang aku beliin ya, gak pake toge kan?"^^^
"Iya, makasih sayangku"
^^^"Iya sayang, aku beliin dulu nanti aku langsung ke kantor"^^^
"Hehe iya aku tunggu, hati-hati".
^^^"Iya istriku"^^^
Kevin segera beranjak dari kursinya dan berjalan menuju warung bakso mang Ujang
"Eh Aa Kevin, mau beli bakso?". Tanya mang Ujang dengan senyum sumringah
"Iya mang, satu aja, dibungkus". Ucap Kevin
"Sip atuh".
Mang Ujang bangun dari kursinya dan segera menyiapkan pesanan Kevin, sementara Kevin duduk di kursi tak jauh dari mang Ujang
"Ini tumben di bungkus, gak makan disini aja?". Tanya mang Ujang
"Engga mang, pesenan Lily". Ucap Kevin
"Hah? Neng Lily? Neng Lily yang cantik itu kan? Temannya neng Adel kalo amang tidak salah". Ucap mang Ujang
"Hahaha iya bener mang". Ucap Kevin
"Kalau buat neng Lily sih gak pake toge, baksonya juga yang besar-besar, amang masih inget". Ucap mang Ujang
"Hahahahaha masih inget banget ya mang". Ucap Kevin
"Pasti atuh, pelanggan setia bakso amang dari neng Lily kelas satu hehe...."
"Ngomong-ngomong kamu masih pacaran sama neng Lily?". Tanya mang Ujang
"Masih mang". Ucap Kevin
"Wah, semoga langgeng ya, biar jodoh. Jangan lupa undang saya kalau menikah, nanti saya bawa kan bakso satu panci besar buat tamu-tamu". Ucap mang Ujang
"Haha iya mang". Ucap Kevin
"Ini baksonya". Ucap mang Ujang sambil memberikan kantong makanan kepada Kevin
Kevin pun memberikan uangnya kepada mang Ujang
"Waduh uangnya besar sekali, amang tuker dulu ya sebentar". Ucap mang Ujang
"Eh gak usah mang, ambil aja.... Makasih ya mang". Ucap Kevin
"Heh kamu serius, gak apa-apa?". Tanya mang Ujang
"Iya mang gapapa".
"Makasih banyak atuh".
Kevin pun melangkahkan kakinya meninggalkan warung bakso mang Ujang
"Aa, salam buat neng Lily ya ". Ucap mang Ujang
"Siap mang". Ucap Kevin sambil berjalan
Kevin segera melangkahkan kakinya menuju parkiran
"Gila lu, se-jam doang ngisi jawaban". Ucap Rian pada Kevin
"Beda lah, soal kaya tadi gak ada apa-apanya di banding soal Olimpiade..."
"Bawa apaan lu?". Tanya Gibran
"Bakso, gue mau cabut". Ucap Kevin
"Buru-buru amat". Ucap Tommy
"Nongkrong dulu lah bro". Ucap Rian
"Gak bisa, ni gue bawa bakso pesenan Lily, gue mau ke kantornya". Ucap Kevin
"Tumben, kak Lily ngidam lagi?". Tanya Rian
"Hah? Kak Lily hamil Vin?". Tanya Gibran
"Gak usah di dengerin..."
__ADS_1
"Gue duluan ya". Ucap Kevin
"Ok ok". Ucap Gibran
Kevin segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah.
***
20 menit kemudian, Kevin sudah tiba di kantor Lily, masih tersisa 30 menit lagi menuju jam makan siang
Kevin baru keluar dari lift segera melangkahkan kakinya di lorong menuju ruangan kerja Lily
Ceklek,
Kevin tertegun saat melihat Lily dan Reyhan sedang berdiri berhadapan, dengan se-buket bunga mawar ditangan Lily
Lily dan Reyhan sontak menoleh kearah Kevin, Kevin pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan Lily
"Ngapain bang ngasih bunga ke Lily?". Tanya Kevin pada Reyhan
"Engga Vin, jangan salah paham". Ucap Reyhan
"Rey". Lily memberi kode pada Reyhan agar segera keluar dari ruangannya
Reyhan pun patuh dan melangkah meninggalkan ruangan Lily, setelah itu Lily mengunci pintu ruangannya
"Bang Reyhan ngapain? Dia nembak kamu pake bunga?". Tanya Kevin
"Hahahaha pertanyaannya lucu banget, ya nggak mungkin lah...."
"Ini bunga buat kamu, aku suruh Reyhan yang pesen". Ucap Lily
"Buat aku?". Tanya Kevin
"Iya". Ucap Lily sambil tersenyum
Lily meraih bungkus makanan di tangan Kevin dan menaruhnya diatas mejanya,
"Aku sengaja beliin kamu bunga, hmm hari ini kan hari terakhir kamu ujian, hari terakhir kamu jadi pelajar..."
"Aku mau ngasih kamu bunga, terima ya". Ucap Lily sambil menyodorkan bunganya
"Hahahaha Ya Allah istriku gemesin banget, tumben romantis ngasih bunga...."
"Aku terima, makasih sayang". Ucap Kevin
"Hehehe iya sama-sama, kamu suka ngga?". Tanya Lily
"Aku selalu suka apapun pemberian dari kamu". Ucap Kevin
CUP, Kevin menciumi bibir Lily beberapa menit
"Oh iya aku mau telfon OB dulu buat nganterin mangkok sama sendok". Ucap Lily
"Nanti aja". Ucap Kevin
Kevin menaruh buket bunganya dan kembali memeluk pinggang Lily
"Ada satu bunga lagi yang aku mau". Ucap Kevin
"Bunga apa?". Tanya Lily
"Bunga Lily, aku mau kamu". Ucap Kevin
Lily tersenyum, ia sangat paham apa maksud suaminya ini, Lily melepas tas dan jaket yang Kevin kenakan, lalu ia dudukan Kevin di kursi kerjanya
"Wahh istri idaman, peka banget". Ucap Kevin
"Hahaha jangan digituin napa, malu". Ucap Lily
Lily mengangkat rok nya agar ia bisa duduk di pangkuan Kevin
"Gapapa disini?". Tanya Kevin
"Gapapa, sekali-kali, kan belum pernah hehe".
Kevin melepas jas dan kancing kemeja Lily satu persatu, hingga menyisakan sebuah bra berwarna merah maroon dengan benda kenyal yang menyembul diatasnya, sangat menggoda pandangan Kevin
"Huuhhh...gak tahan lagi". Ucap Kevin
Kevin mengeluarkan kedua benda kenyal itu dan ia lahap satu persatu dengan rakus, sementara Lily menengadah kepalanya sambil menggigit bibirnya agar suaranya tidak terdengar sampai keluar ruangan
10 menit bermain di dada istrinya dan sudah memberikan tanda merah yang sangat banyak, Kevin menghentikan kegiatannya
Ia menatap wajah Lily yang memerah dan nafasnya yang tidak teratur
"Hehehe kamu makin cantik kalo kaya gini". Ucap Kevin
"Hmm ayo, jangan kelamaan". Ucap Lily
"Lah, kok jadi kamu yang gak sabaran". Ucap Kevin sambil memelintir pu ting payu dara Lily
"Sshhh"
"Buruan sayaaang". Ucap Lily
"Yuk". Ucap Kevin
Ia pun segera membuka ikat pinggang dan menurunkan celana abu-abu serta under ware nya, kemudian melepas heels dan bawahan Lily
Pedang tumpul itu sudah mengacung sempurna dan siap masuk kedalam sarangnya,
"AAHHH". Lily melenguh dengan suara yang cukup kencang saat milik Kevin memasuki lubang miliknya
"Sayaaang, jangan kenceng-kenceng". Ucap Kevin dengan suara pelan
"Hehehe maap". Ucap Lily
Kevin mulai menggerakan tubuhnya, sementara Lily sebisa mungkin hanya bisa menahan suaranya agar tidak lolos lagi dari mulutnya,
Ini sangat menyiksa, serangan dari suaminya sangat nikmat ia tidak bisa sepenuhnya menjaga suaranyaa
20 menit berlalu, Lily dan Kevin telah sampai pada pelepasannya, Kevin segera mendudukan bokongnya di kursi kerja Lily, sementara Lily masih berbaring diatas mejanya, mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal
"Besok aku mau nyuruh orang buat pasang peredam suara disini, biar suaraku gak kedengeran". Ucap Lily
"Hahahaha dasar, niat banget". Ucap Kevin
Kevin menyeret kursinya dan meraih beberapa lembar tisu untuk membersihkan area inti Lily yang basah akibat ****** ***** mereka
"Aku bersihin dulu ya". Ucap Kevin
"Iya". Ucap Lily
Kevin mulai membersihkan area inti Lily dengan lembut dan setelah itu beralih membersihkan pedang tumpul miliknya
"Kok roknya gak dipake? Masih pengen?". Tanya Kevin
"Engga, ntar dulu lah. Capek". Ucap Lily
"Perasaan aku yang pengen, tapi kamu yang semangat, eh sekarang bilang capek padahal cuma tiduran doang". Ucap Kevin
"Hahaha jadi malu".
Lily segera bangun dari mejanya dan kembali memakai pakaiannya, sementara Kevin merapihkan meja Lily seperti sedia kala
"Ini baksonya mau dimakan sekarang apa dirumah?". Tanya Kevin
"Oh iya, makan sekarang lah, aku minta mangkok dulu". Ucap Lily
Lily meraih telfon kantornya dan menghubungi OB untuk meminta peralatan makan dan dua gelas minuman dingin
"Temen-temen kamu gak pada ngajak main?". Tanya Lily
"Ngajakin, tapi aku gak mau, mending disini, masukin punya kamu". Ucap Kevin sambil menaikkan kedua alisnya
"Astaghfirullah". Ucap Lily
"Hahaha...kamu gak pernah lupa minum pil nya kan?". Tanya Kevin dari arah sofa
"Engga kok". Ucap Lily
"Bagus lah...."
"Maafin ya buat jutaan calon anak papa, kalian tidak diinginkan untuk saat ini, belum saatnya Keisha punya adik". Ucap Kevin sambil mengusap area intinya
"Dih stress". Ucap Lily
"Weh enak banget ngatain aku stress". Ucap Kevin
"Emang iya!". Ucap Lily
tok tok tok
"Masuk". Ucap Lily
Ceklek
"Permisi bu". Ucap seorang OB
"Silahkan". Ucap Lily
OB tersebut segera menaruh alat makan serta minumannya di meja dan kembali meninggalkan ruangan Lily
"Sini makan, aku suapin". Ucap Kevin sambil menuang bakso kedalam mangkok
"Hore, bakso favorite aku". Ucap Lily
***
Hari Kelulusan Kevin
Di hari Sabtu yang cerah, SMA Nusa Bangsa menggelar acara pelepasan siswa dan siswi mereka pada tahun ajaran kali ini
Kevin sedang bersiap memakai setelan pakaian formal layaknya murid laki-laki pada umumnya saat perpisahan sekolah
"Waaahh suamiku ganteng banget, tinggal pake dasi". Ucap Lily
Lily meraih dasi berwarna hitam dan ia pakaikan dikerah kemeja Kevin
"Kamu tau hal apa yang bakal aku kangenin di sekolah?". Tanya Kevin
"Engga, emang apa?". Tanya Lily
__ADS_1
"Makan bareng sama kamu, nemenin kamu ke toilet, ngeliatin kamu pas upacara, olahraga, sama pulang pergi ke sekolah bareng kamu". Ucap Kevin
"Hmm itu sih namanya kangen aku". Ucap Lily
"Kangen ngabisin waktu sama kamu di sekolah, dan ciuman pertama kita di gudang, kamu inget?". Tanya Kevin
"Inget hehe...."
"Yaudah turun yuk, udah rapih nih. Ganteng maksimal". Ucap Lily
"Kamu juga cantik banget". Ucap Kevin
CUP, Kevin melabuhkan kecupannya di bibir Lily
"Anak papa, kita berangkat yuk". Ucap Kevin sambil menggendong Keisha
"Mama, papa sama bang Devan katanya nyusul". Ucap Lily
"Yaudah gapapa". Ucap Kevin
Mereka segera turun kebawah dan bersiap untuk berangkat ke sekolah
****
20 menit perjalanan, mereka tiba disekolah, kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Rian dan Tommy di parkiran
"Keisha mau ditaro di stoller ngga?". Tanya Lily
"Gak usah sayang, aku gendong aja". Ucap Kevin
"Wih Keisha di ajak, sini om Rian gendong". Ucap Rian sambil menjulurkan kedua tangannya
"Gak gak, tangan lu kotor, nanti anak gue kenapa-napa". Ucap Kevin
"Sialan, yaudah gue gendong mamanya aja deh..."
"Sini kak, gue gendong". Ucap Rian pada Lily
"Gue tonjok lu". Ucap Kevin
"Hahaha..."
"Lu berdua doang?". Tanya Tommy
"Engga, nanti pada nyusul, lu sama siapa?". Tanya Kevin
"Abang gue, tuh lagi ngerokok". Ucap Tommy sambil melirik kearah kakaknya
"Hai Vin, lu bawa ponakan?". Tanya Citra sambil memperhatikan Keisha
"Anaknya lah Cit". Ucap Rian
"Hah? Anak lu Vin?". Tanya Citra pada Kevin
"Iya". Ucap Kevin
"Hahaha bercanda aja lu, ayo ke aula, acaranya udah mau mulai". Ucap Citra
"Duluan aja". Ucap Kevin
Citra pun pergi meninggalkan Kevin cs dan Lily di parkiran
"Hahaha dia gak percaya". Ucap Rian
"Jangan gitu Rian, jangan kasih tau ke orang-orang kalo Keisha anaknya Kevin, belum saatnya...."
"Kamu jangan iya-iya aja, kalo dia nyebar gosip gimana, ini masih di sekolah, ntar kamu di omongin dateng-dateng bawa anak". Ucap Lily pada Kevin
"Iyaa maaf". Ucap Kevin
"Haha udah udah, ayo ke aula". Ucap Tommy
Mereka berempat pun berjalan bersama menuju Aula dan segera duduk di kursi yang telah di sediakan
"Oh iya Tom, abis ini lu kuliah ngga?". Tanya Lily
"Iya, lu mau kuliah?". Tanya Tommy
"Iya, kita bareng ya, sama Kevin". Ucap Lily
"Boleh, Rian juga ada rencana kuliah katanya". Ucap Tommy
"Asik, satu kampus sama kak Lily, bareng sama kak Lily lagi". Ucap Rian
"Satu kampus bukan berarti satu fakultas, gak bisa bareng". Ucap Kevin
"Dih sirik aja lu, emang kenapa sih kalo gue mau bareng sama kak Lily, emangnya lu siapa?". Ucap Rian
"Terserah". Ucap Kevin
Acara pun di mulai, seorang guru membuka dan memimpin jalannya acara. Dan satu persatu rangkaian acara pun berjalan lancar dan hikmat
Sampai tiba saatnya pengumuman untuk para siswa berprestasi. Jika tahun kemarin Lily menyapu bersih 3 kejuaraan tingkat SMA, namun pada tahun ajaran kali ini, 3 kejuaraan tersebut diraih oleh 3 orang siswa, dan Kevin lah salah satunya yang meraih juara 2 saat olimpiade Matematika beberapa waktu lalu dan juga memperoleh raihan nilai tertinggi pada ujian sekolah minggu lalu.
Semua bertepuk tangan saat nama Kevin di sebutkan, Kevin di perkenankan untuk memberikan beberapa patah kata yang harus disampaikan diatas panggung.
***
Setelah hampir 3 jam, acara pun telah dilaksanakan, kini tiba diakhir acara yaitu sesi foto bersama dan foto bebas
Setelah Kevin, Rian dan Tommy berfoto bersama dengan wali kelas dan teman kelas mereka, kini mereka bertiga foto bersama sambil menunjukkan medali yang dikalungkan di leher masing-masing
"Bandelnya bareng-bareng, lulusnya juga bareng-bareng ya... the real best friend". Ucap Lily sambil tertawa kecil
"Sini foto bareng kamu". Ucap Kevin
Lily segera masuk ke tengah-tengah antara Kevin dan Tommy, mereka berempat pun berfoto bersama
"Lagi dong lagi, berasa seangkatan hahaha". Ucap Lily
"Pake nih".
Kevin mengalungkan medali kejuaraanya di leher Lily. Mereka pun kembali berfoto bersama dengan senyum dan tawa ceria di bibir masing-masing.
"Tom, fotoin kita ya". Ucap Devan pada Tommy
"Siap bang". Ucap Tommy
Devan memberikan kameranya kepada Tommy
"Tante, tante kurang mepet". Ucap Tommy pada Anita
"Oh ok ok". Ucap Anita
Dengan posisi Anita dan Bastian yang berada di sisi kanan dan kiri, dan anak anak serta cucu mereka yang berada di tengah, ini terlihat seperti foto keluarga yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh keluarga
"Satu, dua, tiga"
Cekrek
Sebuah potret keluarga bahagia berhasil diabadikan oleh Tommy, Tommy pun tersenyum melihat Lily yang terlihat sangat senang bahagia
...¤¤¤¤¤¤...
Kehidupan Baru
Sudah 3 bulan Lily dan Kevin berkuliah di Universitas yang sama, namun mereka beda fakultas, Lily memilih jurusan manajemen sementara Kevin memilih jurusan desain Interior
Dengan jadwal yang sangat berbeda, mereka tidak terlalu sering bertemu di kampus, bahkan berangkat dan pulang pun mereka lakukan sendiri-sendiri, jarang sekali mereka punya jadwal yang sama,
Di hari Minggu yang cerah ini, Kevin dan Lily sama-sama libur kuliah, setelah Lily mengecek laporan mingguan yang dikirim oleh Andika, Lily menghampiri Kevin yang sedang bermain bersama Keisha diatas karpet bulu bergambar kucing
"Udah selesai sayang?". Tanya Kevin
"Udah..."
"Oh iya besok kan aku masuk siang, pagi nya aku ke kantor dulu sebentar, ada meeting penting sama klien dari Jepang". Ucap Lily
"Hmm, lama ngga? Aku pulang siang, aku ke kantor ya besok, nganterin kamu ke kampus". Ucap Kevin
"Kayaknya sebentar, kalo gak nyampe siang aku pulang dulu, besok aku kabarin kamu". Ucap Lily
"Yaudah".
Kevin menarik Lily ke dalam pelukannya, ia usap-usap kepala Lily dengan lembut dan penuh kasih sayang
"Kamu istri aku yang luar biasa, kamu bisa lewatin semua sampai sejauh ini, kamu ngurus aku, ngurus Keisha, ngurus kantor, kuliah, semua kamu urus, pokoknya istri aku is the best". Ucap Kevin
"Hehe ini semua kan juga di bantu kamu, dibantu mama, papa, yang lainnya..."
"Kamu juga suami aku yang luar biasa, kamu selalu nunjukkin kalo kamu itu suami dan papa terbaik di dunia ini, dan kamu selalu ada buat lindungin aku. Aku bahagia banget bisa jadi istri kamu,". Ucap Lily
"Oh ya? Kamu bahagia jadi istri aku?". Tanya Kevin
"Iya, bahagiaaaa banget hehe, love you Kevin". Ucap Lily
"Love you too Lily, istriku".
CUPP
Mereka saling menautkan bibir, mencurahkan seluruh cinta dan kasih sayang mereka dari dalam hati yang paling dalam
...~SELESAI~...
***
Fyuh akhirnya tamat guys.
Mon maap nih ya kalo dirasa endingnya gantung atau gak srek sama keinginan kalian, ya intinya begini lah wkwk
Otor udah bingung guys mikirin endingnya wkwk
Pokoknya otor berterimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian para readers setia atas dukungan dan masukannya untuk otor, terimakasih banyak 💖😘
Maap juga nih, otor bukan mau promo novel baru kaya otor otor lainnya, tapi otor izin rehat dulu dari dunia pernovelan sampai waktu yang tidak bisa di tentukan, karna otor sibuk ngurus bocil plus lagi hamil muda neh. Lagi mabok-maboknya 😥
Tapi sebisa mungkin, kalau otor ada pencerahan atau ide, otor akan lanjutin lagi. Okey. Jadi untuk sekarang jangan berharap dulu hehe
Love you semua, sampai jumpa lagi, semoga kalian sehat selalu
MUACH MUACH MUACH *anggap aja dicium papa Kevin 😅
__ADS_1