Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Terbayang-bayang Raffa


__ADS_3

"Tapi kenapa bisa kena sih?". Tanya Lily


"Yaa katanya ada besi-besi yang jatuh dari atas, dia lagi dibawah ngobrol sama mandor nya, mandor nya juga kena tapi cuma luka ringan". Jawab Vicky


"Trus kok lu yang bawa dia kesini?". Tanya Lily


"Iya, udah 2 hari ini gue lagi bawa mobilnya dan pas kebetulan gue tadi lagi nungguin dia, mau ngejemput.."


"Lu sendiri ngapain disini?". Tanya Vicky


"Astaga, oh iya Kevin". Batin Lily


"Aduh gue lupa lagi jenguk temen gue dirawat disini". Ucap Lily sambil menghapus air matanya


"Temen lu? Anak Nubang?". Tanya Vicky


"Iya, kecelakaan mobil kemarin..."


"Yaudah gue balik kesana ya..."


"Gue juga takut kalo ada bokap nyokap nya Raffa kesini..."


"Byee Vic". Ucap Lily dan langsung meninggalkan Vicky


"Ly tunggu". Vicky memanggil Lily namun tidak dijawab oleh Lily


"Anak Nubang kecelakaan mobil kemarin? Maksudnya Lily Tommy? Mereka temenan? ". Batin Vicky


--


Sebelum masuk keruangan Tommy, Lily menghapus sisa air matanya agar tidak ada yang curiga.


Setelah itu baru kakinya melangkah masuk ke dalam.


Ceklek


"Sayaang..kok lama?". Tanya Kevin


"Hehe iyaa sakit perut". Jawab Lily bohong


"Eh Rian udah dateng". Ucap Lily


"Udah dong, nunggu kak Lily nih daritadi...."


"Sini duduk kak". Ucap Rian sambil menggeser duduknya di sofa untuk Lily


Lily pun berjalan ke sofa sedangkan Kevin di kursi sebelah Tommy


"Lily kenapa? Kaya abis nangis". Batin Tommy sambil melirik kearah Lily


"Gue kenapa sih masih aja mikirin Raffa, inget Ly inget, lu udah punya Kevin". Batin Lily


"Ly, lu gapapa?". Tanya Tommy. Kevin dan Rian pun juga ikut menoleh kearah Lily


"Tapi jujur gue sedih banget liat kondisi Raffa kaya tadi". Batin Lily


"Sayaang". Kini Kevin yang memanggil Lily namun Lily masih melamun


"Sayaaang!!". Kevin sedikit berteriak memanggil Lily hingga membuat Lily resentak


"Eh iya,iya? Kenapa?". Tanya Lily seperti orang kebingungan


"Yeee malah bengong". Ucap Rian

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?". Tanya Kevin dengan lembut


"Gapapa kok hehe". Jawab Lily


"Mau pulang?". Tanya Kevin dan Lily mengangguk dengan lesu


"Yaudah balik sana..Thanks ya Ly". Ucap Tommy sambil tersenyum


"Hehe sama-sama.. Cepet sembuh ya Tom, gue pengen curhat lagi sama lu". Ucap Lily


"Haha iya iyaa".


"Yaudah gue cabut dulu". Ucap Kevin


"Yoooi hati-hati". Ucap Rian


"Thanks". Ucap Tommy


Lily dan Kevin pun keluar dari kamar Tommy dan berjalan meninggalkan koridor


"Semoga kamu baik baik aja Raf, gimana pun kita sekarang aku tetep sedih liat kamu kaya gini". Batin Lily sambil menoleh ke koridor ruang operasi


--


Di Parkiran


"Kamu kenapa sayang kok diem aja?". Tanya Kevin sambil memakaikan helm pada Lily


"Gapapa, cuma lagi pusing".


"Mau periksa dulu? Mumpung masih disini". Tawar Kevin


"Engga engga, cuma pusing biasa nanti juga ilang, udah yuk pulang".


SKIP


--


"Vicky..Vicky..gimana Raffa?". Ucap Farah yang berlari kecil menghampiri Vicky di depan ruang operasi.


"Vicky belum tau tante, masih didalem".


"Apanya yang luka?". Tanya Farah


"Kepala sama punggungnya".


"Ya Tuhan, liat aja tante bakal tuntut orang yang udah bikin Raffa kaya gini".


Ceklek


Terlihat seorang dokter yang keluar dari ruang operasi Raffa


"Keluarga saudara Raffa?". Tanya dokter pada Farah dan Vicky


"Iya saya ibunya, ada apa dok?". Tanya Farah


"Mari ikut saya". Ucap dokter tersebut lalu berjalan meninggalkan ruang operasi diikuti dengan Farah.


--


Dirumah Lily


Sore hari

__ADS_1


Lily sedang mengerjakan tugas fisika dan matematika nya diatas ranjang, sementara Kevin seperti biasa, bermain game di ponselnya.


"Sayang mending bantuin aku deh daripada ngegame mulu, pusing dengernyaa berisiiiikk". Ucap Lily dengan tatapan tajam kearah Kevin


"Hahaha kalem, bentar lagi selesai".


"Kalem kalem, ganggu tau nggaak". Ucap Lily


"Iyaa iyaa udahan nih". Ucap Kevin lalu menaruh ponselnya di atas nakas


"Nah gitu kek...."


"Bantuin nih, pusing kepala ku".


Kevin pun meraih buku pelajaran Lily dan mengamatinya


"Gak ada yang lebih susah sayang?". Tanya Kevin


"Dihh gayaa, kerjain aja dulu kalo bisa".


Kevin pun mengambil pulpen dan mencoba mengerjakan tugas Lily dengan menghitungnya di kertas coret-coretan.


Lily takjub melihat Kevin yang seperti tidak merasa kesulitan mengerjakan tugas Lily.


"Gini bukan?". Tanya Kevin sambil memberikan kertasnya


Lily pun mengamati hasil hitungan Kevin dengan detail.


"Bener...Kok bisa? Hahaha". Ucap Lily


"Bisa dong, sini aku kerjain semua". Ucap Kevin sambil meraih semua buku tugas Lily


"Yaudah bagus, aku kebawah dulu mau minum". Ucap Lily lalu bangkit dari kasurnya dan berjalan keluar kamar


"Awas aja kalo nanti malem gak dikasih hehe". Batin Kevin sambil tersenyum memperhatikan Lily


--


Malam hari


Lily sedang duduk di sofa, memikirkan hadiah apa yang akan ia kasih untuk ulang tahun Kevin yang tinggal 3 hari lagi.


"Ngasih hadiah atau dinner romantis.."


"Atau kejutan?.."


"Eh gue jadi inget Raffa kalo ngomongin kejutan.."


"Aahh Lily, ini buat Kevin suami lu, kenapa ingetnya Raffa". Batin Lily sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Oh iya Raffa gimana ya keadannya?".


"Gak mungkin banget kalo gue jenguk, ntar macan gue ngamuk". Batin Lily


--


Bersambung..


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


__ADS_2