
Malam hari pun tiba, pukul 7 malam Lily dan Kevin sudah bersiap
"Kenapa kamu gak bilang kalo mau ngajak aku dinner".
"Hehe sengaja...ayo jalan".
Kevin menyikukan lengannya, dan Lily pun melingkarkan tangannya di lengan Kevin
Keduanya berjalan menuruni tangga, sangat cantik dan sangat tampan, bagai putri dan pangeran yang akan pergi ke pesta
**
Di restoran
Kevin membawa Lily untuk menduduki kursi yang sudah ia pesan, dengan meja yang sudah tertata rapih dibagian diatasnya, ada setangkai mawar merah dan beberapa lilin berwarna merah juga yang membuat kesan romantis semakin terasa
"Kamu suka ngga?". Tanya Kevin
"Suka hehe..."
"Tapi kenapa cuma kita berdua? Gak ada orang lain?". Tanya Lily sambil menoleh ke sekelilingnya
Sangat sepi, tidak ada pengunjung lain di restoran ini selain mereka berdua
"Iya, karna aku gak mau ada orang lain di antara kita".
CUP, Kevin mengakhiri ucapannya dengan sebuah kecupan manis ditangan Lily
Lily pun tersenyum mendengar ucapan suaminya, hingga membuat pipinya bersemu merah
"Tunggu sebentar ya, aku ke toilet dulu".
"Yaudah jangan lama-lama..aku sendirian".
"Iya cinta, sebentar kok".
Kevin mengusap kepala Lily dan berlalu untuk pergi ke toilet
"Gak nyangka Kevin bisa romantis gini hehe jadi makin sayang". Batin Lily sambil tersenyum
"Permisi nona, ada surat untuk anda". Ucap seorang pelayan resto yang membawa baki nampan dengan amplop berwarna biru cerah diatasnya
Sejenak Lily merasa bingung melihat amplop tersebut, akhirnya ia pun mengambil amplop itu dan segera membaca isi surat tersebut
****
Untuk istriku
Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang sudah kamu berikan padaku, terimakasih karna sudah menerimaku untuk menjadi suamimu
__ADS_1
Aku minta maaf karna aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu, aku minta maaf karna sering lalai dalam menjaga kamu dan aku juga minta maaf kalau aku masih jauh dari harapan kamu, tetapi aku akan belajar dan terus berusaha untuk jadi suami yang terbaik buat kamu
Istriku, aku ingin kamu tau, aku tidak pernah menyesali takdir ini, takdir yang sudah mempersatukan kita, takdir yang mengikat kita dalam sebuah pernikahan, aku sangat bahagia atas takdir ini
Aku tau, sudah banyak kesalahan yang aku lakukan padamu, sudah banyak tetes air mata yang mengalir dari kedua mata indahmu, tapi ketahuilah, aku tak pernah menginginkan itu, tak pernah ada sedikitpun niatku untuk membuatmu sedih dan terus menangis
Aku berjanji akan terus berusaha menjadi suami terbaik untukmu dan menjadi sosok ayah yang bijaksana untuk anak-anak kita,
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Berjanjilah agar kita selalu bersama, membangun keluarga yang bahagia. Dan aku berjanji akan menjaga kalian, karena kalian adalah separuh nafasku, bagian dari hidupku dan pelengkap kebahagiaanku.
Dari suamimu, Kevin Wildiansyah
**
Tes
Tes
Satu persatu bulir air mata jatuh dari pelupuk mata Lily, Kevin kembali mengingkari janjinya, Kevin kembali membuat Lily menjatuhkan air matanya,
Tetapi bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan, air mata penuh haru, air mata yang membuat hati seorang wanita cantik bernama Lily terenyuh sekaligus berbunga-bunga
Surat cinta, surat cinta dari suaminya mampu membuat Lily menangis haru
Lily bangun dari duduknya, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok suaminya yang belum kembali menghampirinya
"Kevin". Lirih Lily
Lily terkejut dan dibuat bingung, ada apa ini. Dimana suaminya
Dan perlahan demi perlahan, terdengar suara alunan musik yang sangat lembut, membuat siapapun yang mendengarnya seketika ingin berdansa romantis bersama pasangannya
Dari cahaya lampu yang redup, datanglah sosok Kevin, ia berjalan dan tersenyum menghampiri istrinya
Lily pun berhambur memeluk Kevin, begitupun sebaliknya, Lily semakin menangis tersedu-sedu, ia tak menyangka kalau sang suami menyiapkan ini semua untuknya, Lily terharu, Lily sangat bahagia.
"Heeeey, kok nangis".
Kevin menangkup wajah Lily dan menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya
"Jangan nangis, nanti cantiknya ilang".
"Mau dansa?".
Lily mengangguk sambil tersenyum
Kevin semakin mendekat dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Lily dengan satu tangan melingkar di pinggang Lily dan satu tangannya menggenggam jemari lentik milik Lily
Mereka pun mulai menikmati alunan musik dansa, sambil bergerak kesana kemari selangkah demi selangkah
__ADS_1
"I love you istriku".
"I love you more suamiku".
Mereka terus menikmati alunan musik dansa, dan ditutup dengan ciuman lembut diantara mereka
Saling melingkarkan kedua tangannya, merekatkan diri dan memperdalam ciuman mereka cukup lama
Namun dengan perlahan Lily melepaskan tautan mereka karna mulai kehabisan nafas
Kevin pun tersenyum dan mengusap lembut pipi Lily
"Cantik". Puji Kevin
Kevin menggandeng tangan Lily menuju meja mereka,
Tak berselang lama beberapa pelayan restoran pun muncul, sambil mendorong meja troli berisi beberapa menu hidangan makan malam untuk sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu
"Makasih buat semuanya sayang. Makasih udah bikin aku bahagia". Ucap Lily sambil mengusap tangan Kevin
"Iya..aku akan lakuin apa aja yang bikin kamu bahagia...."
"Aku punya sesuatu buat kamu". Ucap Kevin
"Apa?".
Kevin merogoh saku outernya, mengeluarkan kotak kecil dengan pita berwarna pink sebagai pengikatnya
Sekali lagi, Lily dibuat terharu, ia pun segera menarik pita tersebut dan membuka penutup dari kotak kecil itu
Cincin, sebuah cincin dengan batu permata kecil berwarna biru diatasnya
"Kamu suka?". Tanya Kevin
"Iya, aku suka. Cantik". Jawab Lily
"Secantik kamu".
Kevin meraih cincin tersebut dan memakaikan nya di jari manis tangan kiri Lily
Cup, Kevin kembali mengecup tangan Lily usai memakaikan cincinnya
Bahagia, terharu, dan berbunga-bunga, itu lah 3 kata yang menggambarkan perasaannya malam ini
Seusai makan malam, Kevin membawa Lily ke sebuah hotel untuk melanjutkan kegiatan romantis mereka malam itu, menyatukan tubuh mereka diatas ranjang dengan taburan kelopak mawar merah diatasnya
Malam yang sangat indah, malam yang sangat panjang, sepanjang suara mereka saat mencapai puncak pelepasan bersama
--
__ADS_1
Bersambung