
Setelah mengambil hadiah yang mereka titipkan, mereka segera keluar dari mall dan menuju mobil
Kevin meletakkan semua hadiah dan tas belanja Lily ke kursi belakang.
Setelah itu melajukan mobilnya menuju rumah.
--
Di perjalanan
Kevin sedang fokus menyetir mobilnya sementara Lily sedang memikirkan sesuatu yang baru dia ingat
"Kenapa tadi gue gak beli kado buat Kevin ya,kan mumpung di mall".
"Eh kan masih seminggu lagi".
"Tapi jujur gue bingung mau ngasih apa".
"Jam tangan banyak, baju celana jaket hoodie kemeja banyak,parfum, tas, sepatu banyak".
"Yang lain juga punya semua". Batin Lily
Lily mengusap wajahnya dan menengadah kepalanya keatas sambil mencoba berpikir
"Sayang kamu kenapa?". Tanya Kevin
Lily tersentak dan menoleh kearah Kevin
"Eng..ngga apa-apa sayang". Jawab Lily
"Yang bener?.."
"Kamu laper?". Tanya Kevin
"Hehe iya".
"Iya aja dulu biar gak curiga". Batin Lily
"Hehehe bilang dong. Mau makan dimana?". Tanya Kevin
"Dirumah aja". Jawab Lily
"Yaudah". Ucap Kevin sambil tersenyum dan mengusap kepala Lily
"Aku lagi bingung Vin mau ngasih kado apa nanti ke kamu". Batin Lily
SKIP
--
Dirumah
Lily dan Kevin sudah sampai dirumah. Kevin membawa seluruh barang yang ada dimobil. Sedangkan Lily hanya memeluk teddy bear nya saja.
Mereka pun berjalan menuju tangga dan segera menuju kamar mereka.
"Sayang, kamu kok gak beli apa-apa sih?". Tanya Lily
"Beli apa lagi? udah ada semua". Jawab Kevin
"Ya kan, bener yang gue bilang. Trus gue ngasih apa dong". Batin Lily
Lily mendudukan bokongnya di tepi ranjang sambil terus memikirkan hal yang sama.
"Kenapa sih sayang kok jadi ngelamun terus?". Ucap Kevin yang kini sudah berlutut dibawah Lily
__ADS_1
"Gapapa..."
"Eh sayang...kamu lagi pengen sesuatu ngga?". Tanya Lily
"Hmm apa yaaa...". Ucap Kevin seperti sedang berfikir namun setelah itu raut wajahnya berubah menjadi cerah
"Aku pengen ini". Ucap Kevin sambil menunjuk kearah area in-tim Lily
"Selain ini sayaaang..."
"Jangan mikirin ini dulu". Ucap Lily
"Yaahh..gak ada lagi, apaan coba". Jawab Kevin dengan lesu
Lily membuang nafasnya kasar
"Yaudah deh". Ucap Lily
"Dih aneh, mending mandi yuk". Kevin bangun dan menarik tangan Lily menuju kamar mandi.
Mereka pun mandi sore berdua, hanya mandi biasa. Tidak ada ritual panas.
--
Setelah mandi mereka turun kebawah untuk membuat jus buah naga dan jus alpukat
"Sayang, aku bantuin yaa". Ucap Kevin sambil mengambil pisau
"Boleh".
Kevin pun membantu Lily membelah buah naga dan alpukatnya
Sementara Lily menyiapkan blender, air dan es batu.
"Ini di campur sayang?". Tanya Kevin
"Kamu mau minum dua-duanya?".
"Hehe iyaa, lagi pengen". Ucap Lily
"Ngidam ya?". Tanya Kevin sambil menatap wajah Lily
"Iyaa".
"Hah? Kamu hamil?". Kevin bertanya lagi dan mencondongkan wajahnya kearah Lily
Lily yang terkejut dengan sikap Kevin langsung memundurkan dahi Kevin dengan telunjuknya
"Siapa yang hamil sayang..lagi pengen aja. Emang istilah ngidam buat orang hamil doang ya".
"Eehh kirain".
"Assalamualaikum". Terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam dari pintu utama
"Waalaikumsalam". Lily dan Kevin kompak menjawab dan menoleh kearah pintu
"Mbok Minah....". Lily segera meletakkan gelas dan menghampiri mbok Minah lalu memeluknya
"Mbok udah pulang". Ucap Lily
"Iya non, mbok kepikiran non Lily sama den Kevin disini".
"Ya ampun mbok, Lily sama Kevin baik-baik aja kok..ayo Lily anter ke kamar..."
"Gimana kabar anak mbok, udah sembuh kan?..."
__ADS_1
"Keluarga yang lain gimana mbok?". Ucap Lily sambil menuntun mbok Minah ke kamarnya
"Alhamdulillah non semua baik, anak mbok juga udah sembuh. Semua berkat non Lily".
"Ih bukan mbok, Lily gak lakuin apa-apa kok..."
"Mbok istirahat dulu ya. Pasti capek".
"Non lagi apa? Biar mbok bantu". Tanya mbok Minah sambil menoleh ke meja dapur
"Gak usah mbok, ada Kevin yang bantu Lily. Mbok istirahat aja".
"Baik non, kalo butuh apa-apa bilang mbok ya".
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar Dina terbuka, terlihat Dina keluar dari kamarnya
"Mbak, ini mbok Minah, yang waktu itu Lily ceritain". Ucap Lily pada Dina
"Oh iya, saya Dina bu". Ucap Dina
"Mbok, mbak Dina disini buat bantuin mbok. Biar gak terlalu capek".
"Ya Allah terimakasih non".
"Yaudah mbok sekarang istirahat ya".
"Iya non, mbok masuk dulu".
Lily mengangguk dan tersenyum.
"Ayo sayang, bikin jus nya". Ucap Lily pada Kevin
Mereka berdua pun berjalan kembali ke dapur.
"Udah sayang?". Tanya Lily
"Udah nih".
"Masukin".
"Apanya?". Tanya Kevin
"Ih. Buahnya masukin ke blendeerrr". Ucap Lily sedikit berteriak
"Hahaha ngomong yang jelas dong. Jangan masukin-masukin aja. Kan pikiran aku jadi traveling".
"Udah sengklek emang ni orang, pikirannya kesitu mulu". Ucap Lily sambil menuang susu kedalam blender
"Hahaha gak tau aku juga, gara-gara kamu nih". Ucap Kevin
"Yaudah buruu, aus nih hahaha". Ucap Lily
Mereka pun segera menyelesaikan kegiatan membuat jus nya
--
Bersambung..
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
__ADS_1
--