Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Penculik


__ADS_3

Pagi Hari


Sejak kedatangan Eva dan Alin, mereka menghabiskan sarapan dan makan malam bersama, tanpa obrolan yang berarti, hanya obrolan sekadarnya


Eva mencoba memecah keheningan dengan membahas soal tawaran Lily pada Alin semalam, meskipun Eva tahu, Alin tidak akan setuju


"Oh iya Ly, Alin setuju dengan tawaran kamu semalam, dia mau bekerja di perusahaan kamu yang di luar kota". Ucap Eva memecah keheningan


"Mama, Alin gak mau". Sanggah Alin


"Harus mau, kamu mau selamanya numpang disini? Kerja, cari uang". Ucap Eva


"Yaudah, kamu siapin lamarannya aja, cuma buat formalitas, nanti aku yang urus". Ucap Lily pada Alin


Lily pun segera menghabiskan susunya dan kembali ke kamar untuk mengambil tas dan memakai sepatunya


"Nanti siang aku gak bisa ke kantor sayang, mau ke cafe lagi ketemu bang Rizal". Ucap Kevin


"Yaudah gapapa". Ucap Lily


"Kamu makan sama siapa?". Tanya Kevin


"Sendiri, gak tau makan diluar atau diruangan. Dimana aja lah".


"Yaudah, aku kesananya besok ya". Ucap Kevin


"Iyaa sayang".


Setelah berpelukan dan berciuman mesra, Kevin mengantar Lily kebawah dan setelah itu kembali kekamar.


--


Di kantor


Setelah rapat pagi, Lily berjalan menuju ruangannya untuk mengecek dokumen yang sudah diletakkan oleh staffnya diatas meja. Ia baca dengan teliti setelah itu ia tanda tangani satu persatu


"Dika, jam berapa pertemuan dengan Hirasaki Group?". Tanya Lily pada Andika yang sedang duduk disofa dengan laptopnya


"30 menit lagi nona, di kantor beliau". Jawab Andika


"Reyhan gak ikut?". Tanya Lily


"Pak Reyhan sedang di Amerika nona, menemui clien baru". Jawab Andika


"Heumm".


"Nona jangan khawatir, saya sudah mempersiapkan semuanya dengan baik". Ucap Andika


"Hehe okey..."


Tok tok


"Masuk".


"Permisi bu, ada Pak Raffa yang menunggu ibu di Lobby". Ucap Staff tersebut


Lily menatap Andika seolah bertanya, untuk apa Raffa menunggunya dibawah bukan kah pertemuan dengannya terjadwal besok


"Biar saya aja nona..."


"Saya yang akan temui bapak Raffa". Ucap Andika pada staff tersebut


"Maaf pak, beliau meminta ibu Lily yang menemuinya". Ucap Staff tersebut


Lily menghela nafas dan menganggukan kepalanya


"Baik, saya akan kesana. Kamu boleh pergi". Ucap Lily

__ADS_1


"Baik bu, permisi".


"Apa meetingnya dipercepat?". Tanya Lily pada Andika


"Tidak nona, masih sesuai jadwal besok pagi jam 9". Jawab Andika


"Yaudah, saya temui pak Raffa dulu". Ucap Lily


Andika menangguk dan kembali melanjutkan kegiatannya, sementara Lily keluar dari ruangannya untuk menemui Raffa


Ceklek


Belum sempat Lily memutar knop pintu, tetapi Raffa sudah datang lebih dulu, Lily terkejut begitupun dengan Andika yang langsung menoleh kearah pintu


"Lily...aku...". Ucapan Raffa terpotong karna ia melirik ke arah Andika, Andika yang paham pun langsung bangun dari sofa dan meninggalkan ruangan Lily


"Ada apa Raffa? Bukannya besok meetingnya?". Tanya Lily


"Iyaa, aku kesini bukan buat itu, tapi aku mau ngasih tau kalo oma meninggal, barusan". Ucap Raffa


"Hah. Innalillahiwainnailaihirajiun....turut berduka cita Raf". Ucap Lily


"Iya makasih, Kamu mau ikut aku ke makam oma?". Tanya Raffa


"Aku mau Raf, tapi maaf, aku harus berangkat ke kantor clien, ada meeting penting". Ucap Lily


"Hmm yaudah gapapa, aku ngerti...kalo gitu aku pergi ya". Ucap Raffa


"Heum.."


"Jangan sedih, yang sabar...oma udah gak sakit lagi". Ucap Lily sambil memegang bahu Raffa


"Makasih ya.... aku pergi dulu". Ucap Raffa sambil tersenyum dan segera berlalu dari ruangan Lily


Lily menghela nafasnya dan kembali duduk di kursinya


"Yang tenang disana ya oma, oma orang baik, Allah lebih sayang sama oma, makasih oma udah baik sama Lily". Batin Lily


--


Lily dan Andika baru tiba di kantor setelah meeting yang cukup panjang dengan clien asal Jepang


Mereka kembali keruangan Lily untuk mengerjakan proposal yang sudah mereka bahas tadi


"Ya Allah pengen rebahan, pegel banget duduk mulu". Batin Lily


Lily pun menyandarkan tubuhnya di sofa sementara Andika mulai membuka laptopnya dan mengetik proposal


"Nona, apa nona sedang mengandung?". Tanya Andika saat melihat Lily mengusap perutnya


"Hehe iya".


"Apa nona mau diruangan ini saya tambahkan ranjang kecil untuk beristirahat?".


"Bisa saya taruh disudut sana dan saya buat tertutup". Ucap Andika sambil menunjuk kearah sudut ruangan


"Aah.. emang bisa?". Tanya Lily


"Bisa nona, saya tahu bagaimana lelahnya wanita hamil, karna istri saya juga sedang mengandung". Ucap Andika


"Wah, selamat yaaa". Ucap Lily


"Terimakasih, selamat juga untuk nona..."


"Sore ini akan saya buat ruangannya". Ucap Andika


"Hehe terimakasih". Ucap Lily

__ADS_1


"Sama-sama nona". Ucap Andika sambil tersenyum


--


Sore Hari


Sudah saatnya Lily pulang kantor, seperti biasa, Ammar sudah menunggunya di samping pintu mobil


Namun Lily dibuat bingung karna Ammar tidak memasuki mobil, ia malah berjalan kearah parkiran sementara mobil yang ia tumpangi mulai berjalan meninggalkan kantor


"Ya Allah, ini siapa yang bawa mobil". Batin Lily


Seketika Lily panik, ketakutan pun mulai muncul, ia celingukan kearah luar jendela, ia ingin teriak meminta tolong


"Gak usah takut". Ucap orang tersebut


Pria yang memakai topi dan masker hitam itu menoleh sekilas kearah Lily yang duduk dibelakangnya, lalu kembali fokus menyetir mobil


Seketika tubuh Lily menegang, ia mencengkram tas yang ada dipangkuannya dengan kencang


"Kkk.. kam..kamuu...sia..pa". Ucap Lily dengan pelan dan terbata-bata


"Suami kamu". Jawab Pria tersebut


"Hmm?".


Pria tersebut melepas topi dan maskernya lalu menjulurkan lidahnya kearah Lily


"Iih kamuuuu". Lily mencondongkan tubuhnya untuk menjewer telinga Kevin


"Aww sakitt sayang sakiittt".


"Nyebelin, aku kira penculik".


"Iyaa penculik, penculik hati kamu hahahaha".


"Iseng banget sih, kenapa gak bilang kalo mau jemput aku?". Tanya Lily


"Emang ada mau nyulik bilang-bilang dulu".


"Hmm aku udah lemes, ketakutan..nyebelin banget". Ucap Lily


"Haha maaf, tapi kamu seneng kan aku jemput?". Tanya Kevin


"Seneng banget..aku pindah ke depan yaaa". Ucap Lily


"Hayu".


Kevin menepikan mobilnya dan membiarkan Lily keluar untuk berpindah ke sebelahnya


"Makasih sayaaang udah jemput aku". Ucap Lily sambil memegang tangan Kevin


"Sama-sama cinta".


CUP, Kevin mencium tangan Lily dengan lembut


"Mobil kamu gimana?". Tanya Lily


"Dibawa pulang sama Ammar, tukeran dulu hehe". Jawab Kevin


"Ammar gak bilang apa-apa lagi, main pergi aja, ternyata rencana kamu". Ucap Lily


"Hehe bisa diajak kerjasama juga tu anak". Ucap Kevin.


--


Bersambung...

__ADS_1


.


Jangan lupa like guys


__ADS_2