
"Mau es krim kak?". Tanya Rian pada Lily
"Iya".
"Rasa apa, stoberi? coklat? apa rasa buah?". Tanya Rian lagi
"COKLAT". Ucap Lily dan Tommy kompak
"Hahaha pasti coklat lah gak usah ditanya". Ucap Tommy
"Hahaha beneeerr".
"Yaudah tunggu kak, gue ambil dulu". Ucap Rian
"Hehe makasih manis". Ucap Lily
"Gue biasa dong". Ucap Tommy pada Rian
"Siiipp". Jawab Rian sambil berjalan
"Biasa tuh apaan?". Tanya Lily
"Hmm apa yaaa". Jawab Tommy
"Extra Jo*s? Biar strong". Tanya Lily
"Hahaha bukan Lily...es kopi". Jawab Tommy
"Ooh hahaha".
"Kevin lama amat ya". Ucap Tommy
"Hmm gue mikirin daritadi, kalo bener video yang aneh-aneh gimana?". Tanya Lily
"Gak mungkin, dia itu paling cuek, ditanya sama cewek aja jawabnya ngirit, gimana mau sedeket itu sampe bikin video".
"Emang disini banyak yang naksir ya?". Tanya Lily
"Hmm abis gimana ya, mungkin kalo gue cewek gue juga naksir kali sama dia". Ucap Tommy
"Iih Tommy istighfar".
"Hahahaha bercanda, setau gue gak banyak sih, tapi ada aja...caper-caper gak jelas".
"Hmm wajar sih".
"Iyaa wajar, resiko good looking, bukannya lu juga banyak yang naksir?". Tanya Tommy
"Lu ya salah satunya?". Tanya Lily
Seketika Tommy terdiam mendengar pertanyaan Lily
"Hahahaha Tommy...gue bercanda. Lu kan tau Kevin kaya gimana. Gak ada yang berani naksir sama gue haha". Ucap Lily
"Lu bener Ly...gue emang suka sama lu, tapi dulu...sekarang udah ikhlas karna liat lu bahagia kaya gini".
"Siapa sih yang gak naksir sama Lily, Rian aja masih klepek-klepek hahaha". Ucap Tommy
"Dia cuma ngeledek Kevin, bikin Kevin cemburu hehe". Ucap Lily
"Nih kak es nya". Ucap Rian yang tiba-tiba datang menghampiri nya
"Waaww gede bangeett". Ucap Lily
"Adanya yang itu, gak suka yang pake tempat ya?". Tanya Rian
"Suka kok asalkan coklat hehe...makasih yaa".
"Sama-sama kak".
"Punya gue mana?". Tanya Tommy pada Rian
"Lagi dibikin bro, yang penting kan kak Lily dulu". Ucap Rian
"Hahaha lebay". Ucap Lily
***
Selama hampir 10 menit Kevin dan Citra di introgasi oleh kepala sekolah dan gurunya, kesalah pahaman pun dapat di selesaikan,
Citra diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan kepala sekolah sementara Kevin masih tertahan didalam,
Sepertinya pak Herman dan pak David masih mau berbincang dengan murid yang telah hijrah dari masa kenakalan-nya
"Vin Vin...kamu nih dari dulu paling bisa yang namanya ngejawab omongan saya...gak mau kalah". Ucap pak David
"Ya maaf pak, tapi wajar kan saya gak salah". Ucap Kevin
"Lily datang kesini?". Tanya pak Herman
"Iya".
"Loh bukannya lagi...hamil?". Tanya pak Herman
"Udah lahiran pak, belum lama".
"Waduh, saya masih lajang kamu udah jadi bapak-bapak Vin..kalah saya haha". Ucap pak David
"Kamu ikut olimpiade matematika ya?". Tanya pak Herman
"Iya pak hehe".
"Semoga berhasil ya, jadi murid berprestasi kaya Lily, masa suami kalah sama istrinya, tunjukin, buktiin". Ucap pak Herman
"Hehe iya pak, saya permisi ya pak, takut Lily nungguin". Ucap Kevin
"Iya iya silahkan". Ucap pak David
Setelah mencium tangan pak Herman dan pak David, Kevin segera kembali ke kelasnya untuk menemui Lily
"Lah pada kemana". Batin Kevin
Kevin pun menoleh kearah dalam kelasnya
"Tommy kemana?". Tanya Kevin pada salah satu temannya
"Tadi sih gue liat di kantin". Jawab orang tersebut
"Sama cewek ngga". Tanya Kevin lagi
"Iya, yang alumni kan? Sama Rian juga".
"Thanks".
Tanpa berlama-lama, Kevin segera melangkahkan kakinya menuju kantin
***
"Udah ah kenyang". Ucap Lily
"Emang kenyang cuma makan es krim?". Tanya Tommy
"Iya lah orang es krim nya se-baskom hehehe..gue balik ya, kasian Keisha nungguin". Ucap Lily
"Gak nunggu Kevin dulu?". Tanya Tommy
"Gak ah, dirumah juga ketemu". Jawab Lily
Lily pun bangun dari kursinya sambil memakai sling bag nya
"Thanks ya...kalo Kevin nanyain bilang gue pulang..."
"Bye".
"TITI DJ kak". Ucap Rian
"Hati-hati Ly". Ucap Tommy
"Sip". Ucap Lily sambil berjalan meninggalkan kantin
"Oh iya Adel sama Hana kemana ya, gak keliatan".
"Lily jelek!".
Langkah Lily terhenti saat ada orang yang meneriaki dirinya
"Ih Lily jelek Lily jelek". Ucap Lily
"Hahaha mau kemana?". Tanya Kevin
"Pulang lah, takut Kei rewel".
"Pulang? Nanti aja".
"Kenapa? Disini juga gak ngapa-ngapain, bosen".
"Yaudah pulang sama aku, yaaa".
Lily terdiam mencoba menimang-nimang tawaran dari suaminya
"Hmm yaudah deh".
"Tunggu, aku ngambil tas dulu".
Kevin pun berbalik dan berlari kecil menuju kelasnya
"Eh Kevin tungguin". Ucap Lily sambil menghampiri Kevin
"Kenapa sayang?". Tanya Kevin
"Ikut, aku mau pipis". Jawab Lily
"Yaudah, ke kelas dulu ya".
"Iya".
Mereka berdua pun berjalan menuju kelas Kevin setelah itu beralih ke toilet
"Tungguin jangan kemana-mana". Ucap Lily
"Iya cinta". Ucap Kevin
Kevin pun menunggu di depan pintu sambil memainkan ponselnya
Tak berselang lama, Lily keluar dari toilet, mereka pun segera pergi menuju parkiran.
"Bos, mau pulang sekarang?". Tanya om Al
"Iya, tapi Lily pulang sama Kevin om".
"Baik bos". Ucap om Al
***
Di perjalanan
"Kamu kenapa ikut pulang? Kan acaranya belum selesai". Ucap Lily
"Ya ngapain juga disana kalo kamu nya pulang".
"Kasian om Al sama om Jun udah nungguin, tau gitu aku suruh pulang daritadi".
"Gapapa, sekalian cuci mata liat anak SMA hahaha".
"Cuci mata? Emang ada yang cantik?".
"Bagi aku sih setelah kamu lulus udah gak ada lagi yang cantik".
"Halah".
"Bete ya disekolah?".
"Ya iyalah, ditinggal kamu...kenapa tadi dipanggil?..."
"Kamu bikin video skandal ya sama temen kamu?".
"Hah? Yang bener kalo nanya".
"Trus tadi ngomongin video apa? Kamu pernah mesum sama dia? Trus di videoin?".
"Ya Allah sayang, sadar nanya kaya gitu ke suami kamu?".
"Sadar, namanya juga nanya, apa salahnya".
"Pertanyaan kamu salah, masa aku ditanya pernah mesum sama orang lain, aneh-aneh aja".
"Ya trus video apa, wajar lah pikiran aku kesana..."
"Aku tau kamu dipanggil pak Herman gara-gara video kan, dipanggil berdua lagi sama cewek itu".
__ADS_1
"Iya, gara-gara video sama dia".
"Ih!!! Jadi bener kamu pernah mesum sama dia??!!..."
"IIHH!! IHH!! IHHH!!!!".
Lily berteriak frustasi sambil memukuli dashboard berkali-kali
"Sayang jangan gitu nanti tangannya sakit". Ucap Kevin sambil menggenggam tangan Lily
Lily memalingkan wajahnya kearah jendela, merasakan buliran air yang menetes dari pelupuk matanya
"Hikss hikss".
"Kok nangis".
Kevin pun segera menepikan mobilnya dan mencoba menenangkan Lily yang sedang menangis terisak dibalik tangannya
"Sayaaaang...kenapa nangis". Ucap Kevin sambil berusaha menurunkan tangan Lily
Bugh bugh bugh bugh
"Aww...". Kevin meringis saat Lily memukul lengannya dengan kencang berkali-kali
"Haduuh...nafsu amat mukulnya, kenapa gak jadi petinju aja kamu". Ucap Kevin
"Iihh!!! Jahat!!!".
"Jahat kenapa?".
"Kenapa? Kamu mesum sama cewek lain Vin!!! Gak punya hati!!!".
"Iya aku gak punya hati, soalnya hati aku udah diambil sama kamu".
"Aku serius!!!".
"Heemm gemes banget sih mamanya Keisha..."
"Jangan nangis sayang nanti cantiknya ilang". Ucap Kevin sambil menghapus air mata Lily
"Coba gimana caranya aku mesum sama cewek lain kalo 24 jam aku sama kamu terus?". Tanya Kevin
"Di sekolah, bisa aja kan?".
"Waw, gede banget nyali aku sampe mesum di sekolah..."
"Kalo aku berani kenapa gak kita aja yang mesum disana".
"Ihh bercanda mulu..."
"Tadi kamu bilang kamu dipanggil gara-gara video sama dia, video apa?".
"Huft....ini gara-gara pak Agus nih".
"Pak Agus? Security?".
"Iya, dia yang bikin salah paham, gini sayang..."
Kevin pun mulai menceritakan kejadian nya kepada Lily
Skip
"Enak banget ya ujan-ujan berduaan sama cewek, dicium pula". Ucap Lily
"Dih, gak sengaja sayang...kalo boleh milih mending aku pulang basah kuyup daripada berduaan di perpus...."
"Kan kamu sendiri yang nyuruh aku jangan pulang dulu".
"Kok nyalahin aku?".
"Siapa yang nyalahin kamu...udah kan gak marah lagi?".
"Hmmm".
"Tapi serius kalo kamu masih sekolah aku bawa kamu ke gudang, bikin dede bayi..."
"Haduh kenapa gak kepikiran ya".
"Ih punya pikiran kok mesum".
"Gapapa dong, kan mesumnya sama kamu, halal".
"Udah deh buruan jalan kasian mama sendirian".
"Iya iyaaa".
Kevin pun kembali melajukan mobilnya pulang kerumah
***
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Lily dan Kevin baru tiba dirumah, mereka segera naik ke tangga menuju kamar
"Maaf non, makan siang udah siap". Ucap mbok Minah pada Lily
"Makasih ya mbok, Lily ke kamar dulu ganti baju hehe".
"Baik non".
Mbok Minah segera berlalu dari posisinya sementara Lily dan Kevin kembali melanjutkan langkahnya
"Masih sakit tanganku di pukulin Chris John". Ucap Kevin
"Bodo amat, awas kalo beneran macem-macem aku potong pisangnya". Ancam Lily
"Heh jangan dong, nanti Keisha gak bisa punya adek". Ucap Kevin
"Sstt dah diem". Ucap Lily
Ceklek
"Assalamualaikum ma". Ucap Lily
"Waalaikumsalam...loh udah pulang?". Tanya Anita yang sedang duduk di tepi ranjang
"Iya ma". Jawab Lily
"Emang acaranya udah selesai?". Tanya Anita
"Belum, kepikiran Keisha makanya pulang duluan hehe".
"Anak ganteng ikut pulang juga?". Tanya Anita
"Tau nih ikut-ikutan aja". Jawab Lily
"Iya, pules banget". Jawab Anita
"Ya sama kaya mamanya, kebo". Ucap Kevin
"Apaan sih..."
"Oh iya makan yuk ma, si mbok udah masak". Ajak Lily pada Anita
"Duluan aja, mama lagi asik chatingan digrup hihi..."
"Masih kenyang juga nih si mbok bawain kue banyak banget". Ucap Anita
Tok tok tok
"Permisi non". Ucap mbok Minah dari balik pintu
"Iya mbok..."
"Kamu yang buka dong, aku mau ganti baju". Ucap Lily
Kevin mengangguki ucapan Lily dan segera membuka pintu kamar
"Kenapa mbok?". Tanya Kevin
"Den, dibawah ada yang mencari den Kevin".
"Siapa?".
"Katanya ibu Winda".
"Loh, mamanya Silvi?". Tanya Anita
"Gak tau ma, Kevin kebawah dulu".
"Yaudah".
Kevin pun segera keluar kamar dan menemui seseorang yang sedang menunggunya
"Tante, ngapain kesini?". Tanya Kevin
"Kevin, Silvi sakit Vin".
"Terus?".
"Kamu masih gak mau cabut tuntutan kamu Vin? Kasian Silvi".
"Kalo sakit tinggal berobat".
"Silvi harus dirawat Vin, kata dokter disana tipes".
"Yaudah dirawat lah, kan bisa didampingin polisi".
Disaat Kevin dan Winda sedang berbincang, Lily turun menghampiri mereka
"Tante, ada apa?". Tanya Lily
"Lily, Silvi sakit, dia tipes". Ucap Winda pada Lily
"Padahal tinggal berobat". Ucap Kevin
"Silvi gak mau kerumah sakit, dia gak mau kalau sembuh dan balik lagi ke penjara...."
"Tante gak tega, dia tersiksa di penjara, sakit-sakitan, badannya sampai kurus, tante rasa udah cukup hukuman buat dia". Ucap Winda
"Cukup? Belum ada sebulan tante". Ucap Kevin
"Kamu kok tega sama Silvi, dia kan teman kamu Vin". Ucap Winda
"Temen mana yang tega nyakitin istri temennya". Ucap Kevin
"Maafin Silvi, tante mohon, bebasin dia, biar dia berobat dengan tenang tanpa bayang-bayang penjara". Ucap Winda
"Sayang, kasian Silvi". Ucap Lily pada Kevin
"Gak bisa, aku masih gak terima". Ucap Kevin
Winda pun mendekat dan bersimpuh dihadapan Kevin dan Lily
"Tante, jangan gini...bangun". Ucap Lily sambil mencoba membangunkan Winda
"Engga, tante akan tetep begini sampai Kevin mau bebasin Silvi..."
"Tante mohon Kevin, kasian Silvi, dia tersiksa, tante gak mau dia stres, dia sampai nyakitin dirinya sendiri". Ucap Winda
"Sayang, bebasin Silvi ya". Ucap Lily pada Kevin
"Gak bisa, dia udah keterlaluan sama kamu...wajar gak dia dihukum kaya gini?". Tanya Kevin
"Tapi kasian, aku gak tega". Ucap Lily
Winda semakin mendekat dan memegang kedua kaki Kevin
"Tante mohon Kevin, sekali aja. Tolongin tante". Ucap Winda
"Gak bisa". Ucap Kevin
"Tante...tante bangun ya...jangan kaya gini". Ucap Lily
Dengan bantuan Lily, Winda pun kembali berdiri dihadapan mereka
"Sayang, kasian Silvi, sebagai ibu pasti sedih liat anaknya sakit, tante Winda bener, Silvi bisa stress kalo tertekan gini.."
"Please ya, bebasin Silvi...biarin dia berobat dengan tenang, biar cepet sembuh". Ucap Lily
"Terus kalo udah sembuh dia nyakitin kamu lagi?". Ucap Kevin
"Engga Vin, tante bakal bawa dia keluar kota, dia juga dikeluarin dari sekolah karna Silvi dianggap kriminal". Ucap Winda
"Ya Allah kasian loh sampe dikeluarin...bebasin Silvi ya". Ucap Lily pada Kevin
"Gak ngerti lagi sama kamu, masih mikirin orang yang udah jahat sama kamu". Ucap Kevin
"Aku udah maafin Silvi, gapapa". Ucap Lily
"Kevin mau liat sendiri kondisi Silvi, bener ngga dia sakit? Kalo ini cuma akal-akalan tante liat aja". Ucap Kevin
__ADS_1
"Tante gak bohong, kamu bisa liat sendiri kesana". Ucap Winda
"Ok".
"Tante permisi, maaf udah ganggu kalian". Ucap Winda
Akhirnya Winda harus pergi tanpa sebuah persetujuan pembebasan Silvi dari Kevin, Winda hanya bisa berharap semoga kedatangan Kevin nanti dapat meluluhkan hati Kevin untuk membebaskan Silvi
"Aku gak tega sama tante Winda...kasian...kamu mau kan bebasin Silvi?". Tanya Lily
"Aku liat dulu keadaannya..."
"Jujur aku gak ikhlas kalo dia bebas, dia udah nyakitin kamu, ngebahayain nyawa Keisha..."
"Kamu mau ikut kesana?". Tanya Kevin
"Aku dirumah aja ya, nemenin mama sama Keisha". Jawab Lily
"Yaudah...kita makan dulu, abis itu aku kesana". Ucap Kevin
Mereka berdua pun segera makan siang setelah itu kembali kekamar untuk bersiap
"Ganti baju dulu?". Tanya Lily pada Kevin
"Iya, kaos aja sama jaket". Jawab Kevin
"Mau kemana sayang?". Tanya Anita pada Kevin
"Kantor polisi". Jawab Kevin
"Loh ngapain, tadi mamanya Silvi yang dateng?". Tanya Anita
"Iya ma, katanya Silvi sakit, tante Winda minta Kevin bebasin Silvi". Jawab Lily
"Kevin mau liat dulu beneran sakit apa engga". Ucap Kevin
"Terus keputusan kamu gimana? Kamu mau bebasin Silvi?". Tanya Anita
"Kevin sih gak mau, tapi Lily yang minta, ya terpaksa". Jawab Kevin
"Hmm jadi kamu mau bebasin Silvi?". Tanya Lily
"Iya, aku jalan dulu ya..."
"Kevin berangkat ma".
"Hati-hati sayang". Ucap Anita
****
20 menit kemudian, Kevin sudah tiba dikantor polisi, kedatangannya sudah ditunggu oleh Winda yang sedang duduk seorang diri di kursi tunggu
"Kevin, makasih kamu udah dateng". Ucap Winda
"Silvi nya mana tante?". Tanya Kevin tanpa basa-basi
"Ayo, ikut tante".
Dengan arahan dari sang kepala penjara, Winda membawa Kevin memasuki koridor yang berisi barisan jeruji besi di kanan dan kirinya
Mereka berjalan sampai bilik berpintu besi di ujung ruangan, disana Kevin melihat Silvi yang sedang bersandar sambil menunduk dengan rambut panjang yang berantakan
"Sayang". Winda memanggil Silvi dengan lembut
Silvi pun mengangkat wajahnya dengan perlahan hingga terlihatlah wajah pucat dan lesu serta beberapa goresan merah diwajahnya
"Mama".
"Kevin...Kevin...".
Silvi pun bangun dan menghampiri pintu besi yang menghalangi mereka
"Kevin tolongin aku, keluarin aku dari sini". Ucap Silvi dengan tatapan memohon
"Kamu liat kan sendiri kan keadaan Silvi, Silvi sakit, tante gak tega". Ucap Winda
"Udah tau sakit kenapa gak berobat?". Tanya Kevin pada Silvi
"Gak mau, aku cuma mau keluar dari sini". Ucap Silvi
"Keras kepala".
Kevin pun kembali ke depan untuk mengurus pembebasan Silvi
Setelah mengurus pemberkasan pencabutan tuntutan, Silvi melakukan tanda tangan perjanjian diatas materai, dan Silvi pun dibebaskan dari hukumannya
Kevin segera pamit dan pergi meninggalkan kantor polisi
"Kevin".
Kevin menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Silvi
"Apa lagi?".
"Aku lega bisa keluar dari sini, makasih ya".
"Kalo bukan karna Lily gue gak bakal mau bebasin lu".
"Hmm...jadi Lily yang minta?".
"Iyalah, bersyukur Lily masih baik".
"Hmm...iya...maaf...boleh nggak aku ketemu Lily, mau minta maaf dan bilang terimakasih".
"Gak usah".
Kevin pun berbalik dan kembali melangkahkan kakinya
"Vin".
Grep
Lagi-lagi Silvi menahan langkahnya. Kini Silvi memberanikan diri untuk memeluk Kevin dari belakang
"Lepas ngga". Ucap Kevin
"Sebentar aja, aku mau pindah, mungkin kita gak bakal ketemu lagi".
"Bagus deh, lepas Sil, lu gak mau kan gue kasar?".
"Silvi, lepasin Kevin, sayang". Ucap Winda pada Silvi
Dengan perlahan Silvi pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Kevin pergi
"Maa, Kevin pergi". Ucap Silvi
"Biarin, lupain Kevin, dia udah punya keluarga, kamu gak boleh punya perasaan sama dia.."
"Ayo kerumah sakit, periksa kondisi kamu...kamu pucet banget loh". Ucap Winda
Mereka berdua pun juga pergi meninggalkan kantor polisi, dan hari ini adalah hari terakhir bagi Kevin dan Silvi saling bertemu,
Silvi sangat menyayangkan pertemuan terakhirnya dengan Kevin yang bisa dibilang tidak berkesan, sedangkan Kevin menganggap perpisahan dengan Silvi adalah yang terbaik demi keluarga kecilnya.
***
Drrtt drrtt
Ponsel Kevin bergetar. Ia meraih ponsel dari saku jaketnya, terlihat ada sebuah pesan dari istri mungilnya
"Sayang kamu masih lama ngga?"
Kevin tersenyum membaca pesan dari Lily. Tanpa berlama-lama ia segera membalas pesan dari Lily dengan satu tangan memegang kemudi
^^^"Udah dijalan mau pulang, kenapa? Kangen ya?".^^^
"Ih pede, aku nitip lasagna dong hehe".
^^^"Hmm ternyata mau nitip makanan".^^^
"Hehe iya, beliin ya".
^^^"Iya cintaaa"^^^
"Hehe love you".
^^^"Love you nya kalo ada maunya doang hahaha love you too"^^^
Kevin kembali memasukkan ponselnya dan segera melaju ke restoran khas Italia yang tak jauh dari posisinya
***
"Woy, ngapain lu?".
Tiba-tiba Vicky menepuk pundak Kevin yang sedang duduk menunggu pesanan makanannya
"Eh, beli makanan lah ngapain lagi". Jawab Kevin
"Lily mana?".
"Dirumah".
"Tumben biasanya lengket kemana-mana... gak mau gabung dulu?".
"Mana?". Tanya Kevin
"Tuh pojok". Jawab Vicky sambil menoleh kearah teman-temannya
Kevin pun juga menoleh kearah yang sama
"Daniel lagi, muak ngeliatnya". Ucap Kevin
"Hahaha santai aja kali". Ucap Vicky
"Pesanannya kak". Ucap pelayan kepada Kevin
"Makasih mbak". Ucap Kevin sambil meraih bungkus makanannya
"Gue cabut dulu". Ucap Kevin
"Eh gabung dulu lah". Ajak Vicky sekali lagi
"Lu mau bikin gue ribut sama temen lu?". Tanya Kevin
"Hahaha gak gitu, yaudah sana balik".
Tanpa merespon ucapan Vicky, Kevin pun keluar dari restoran
"Bocah tengil ngapain?". Tanya Daniel pada Vicky
"Beli makanan lah gobl*k". Jawab Vicky
"Bukannya lu tahan, mumpung sendirian". Ucap teman Vicky yang lain
"Ah gue gak ikutan dah kalo Kevin, kalo temen-temennya gapapa". Ucap Vicky
"Yaelah bilang aja gak enak ama ceweknya kan..."
"Dia nih 'besfren' ama ceweknya Kevin". Ucap Daniel pada teman-temannya
"Hahaha payah, gara-gara cewek nyali jadi ciut". Ucap temannya yang lain
"Yoi..terpaksa damai...takut dimusuhin sama 'besfren' hahaha". Ucap Daniel
"Terserah lu mau ngomong apa". Ucap Vicky
"Dah lah gue cabut, ada kelas". Ucap Daniel sambil berjalan keluar restoran sementara Vicky dan yang lainnya masih didalam.
***
Kevin segera melajukan mobilnya pulang kerumah, dengan kondisi jalan yang lengang, Kevin membawa mobilnya dengan kecepatan yang lebih kencang dari biasanya
TIN TIN TIN
Suara klakson dari arah belakang Kevin membuat Kevin sedikit melambatkan laju mobilnya. Kevin memicingkan matanya kearah spion mobilnya
Terlihat ada sebuah mobil yang mengikuti dibelakangnya
"Siapa".
Sambil terus berjalan, Kevin menurunkan kaca mobilnya dan sesekali menoleh ke kaca spion, memperhatikan mobil tersebut sampai mobil tersebut beriringan di sebelahnya
Seseorang di dalam mobil itu juga menurunkan kacanya dan tersenyum menyeringai sambil mengacungkan jari tengah kepada Kevin
****
Bersambung...
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~