Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Rencana Kejutan


__ADS_3

"Kenapa lagi?". Tanya Kevin saat Lily masuk kedalam mobilnya


"Kamu tau nggak sih? Katanya Airin bukan hamil anaknya Aldo". Ucap Lily


"Masa? Hahaha kenapa ceweknya bilang itu anaknya Aldo?". Tanya Kevin


"Yaa dia boong".


"Kalo cuma ngaku-ngaku doang kan gak mungkin, berarti Aldo dah pernah bikin dede sama dia dong? hahahaha". Tanya Kevin


"Iyaa, Aldo bilang gitu". Ucap Lily


"Dih gak malu ya hahaha kalo kita kan jelas bikin dede juga udah sah hahaha".


"Apaan sih, ayo pulang, tawa mulu". Ucap Lily


Kevin kembali tertawa sambil melajukan mobilnya.


--


Di perjalanan Lily masih memikirkan usul dari Hana untuk mengerjai Kevin dihari ulang tahunnya.


"Ah Hana belum sempet ngomong apa idenya".


"Gimana caranya ya". Batin Lily sambil terus memikirkan rencana untuk mengerjai Kevin


"Yess gue tau..."


"Sayang maaf yaa aku ngerjain kamu, biar seru". Batin Lily sambil tersenyum memperhatikan Kevin


"Kenapa ngeliatin? senyum-senyum lagi?". Tanya Kevin


"Hehe ganteng". Jawab Lily


"Haha gak jelas". Ucap Kevin sambil tersenyum


"Gue harus nyusun rencana dari sekarang nih udah mepet banget". Batin Lily


Lily segera membuka ponselnya untuk menghubungi orang-orang yang akan membantu rencananya nanti.


"Semoga besok lancar". Batin Lily sambil melihat layar ponselnya.


--


Di sisi lain.


Vicky sedang berkumpul bersama teman-temannya di basecamp, seperti hal nya teman-teman Kevin yang nongkrong setiap pulang sekolah


"Vic, anak Nubang yang nabrak trotoar masih hidup?". Tanya salah satu teman Vicky


"Masih, waktu itu kan pada kesini ngeroyok". Jawab Vicky


"Yah anji*g. Gue gak ketemu..."


"Siapa aja? Yuda kesini?".

__ADS_1


"Gak ada, berempat doang, Andre, Kevin, Rian, satu nya lagi gue gak kenal". Jawab Vicky


"Andre? Haha udah lama gak tarung ama dia".


"Eh iya si Kevin cewenya cakep luh". Ucap Daniel


"Cewenya? Lu pernah liat?". Tanya Vicky


"Pernah hahaha gue pernah mepet mobilnya, pengen gue ajakin ribut eehh cewenya keluar anjiirrr cakep banget".


"Kaya apa?". Tanya Vicky


"Ya cakep, kecil, putih".


"Maksudnya Lily? Kemarin kan Kevin bawa Lily pulang, jadi Lily ceweknya Kevin". Batin Vicky


"Gue jadi pengen ama cewenya, dipake enak kali ya". Ucap Daniel dengan pikiran kotornya


"Anji*g gak usah macem-macem lu". Ucap Vicky sambil menendang bangku yang di duduki Daniel


"Lah napa lu, cewenya Kevin boyy...lu juga pengen kalo udah liat orangnya".


"Dia temen gue". Ucap Vicky


"Hah? Lu kenal ama cewenya Kevin?". Tanya Daniel


"Temen gue, sampe lu macem-macem sama dia gue tonjok lu". Ucap Vicky


"Lah bagus. Lu bantu gue lah buat dapetin tu cewek, pake bareng-bareng aja nanti". Ucap Daniel


BUGH


"Anji*g. Lu mukul gue bangs*t". Ucap Daniel


"Brengs*k lu, lu boleh benci Kevin, tapi jangan ganggu cewenya! Dia temen gue, sekali lagi lu ngomong yang enggak enggak gue robek mulut lu". Ucap Vicky dan langsung pergi meninggalkan basecampnya.


"Lah gobl*k, napa dia yang marah". Ucap Daniel


"Berani-beraninya lagi nampol lu Niel hahahaha".


"Anak anji*g emang". Ucap Daniel.


Vicky pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk mengetahui perkembangan dari Raffa


"Jadi itu alesan lu udah gak sayang sama Raffa, karna Kevin".


"Arrghh!". Vicky berteriak sambil memukul stir mobilnya


"Kenapa harus Kevin Ly, kenapa harus Kevin!..."


"Orang yang gue benci!..". Ucap Vicky sambil menahan amarahnya.


--


Dirumah sakit

__ADS_1


Vicky melangkahkan kakinya menuju kamar Raffa, sesampainya disana, ada seorang dokter dan 2 orang suster yang sedang mengecek keadaan Raffa


"Gimana kondisinya dok?". Tanya Vicky


"Perkembangannya cukup bagus, pasien sudah melewati masa kritisnya dan sudah memberi respon melalui gerakan-gerakan kecil pada tubuhnya, dan cedera pada punggungnya juga berangsur pulih, bengkak nya sudah mengecil dan memarnya mulai berkurang".


"Gerak dok?". Tanya Vicky


"Benar, pasien sempat menggerakan jarinya, itu tandanya pasien telah sadar dari komanya".


Seketika Vicky bernafas lega mendengar ucapan dokter tersebut.


"Kalo gitu saya permisi".


"Makasih dok".


"Lily harus tau, dia pasti seneng". Batin Vicky


--


Dirumah


"Sayang bisa gak sih kalo main gak usah berisiikk. Kecilin". Ucap Lily sambil menatap kearah Kevin yang sedang duduk di sofa


"Ih dikacangin".


"Sayaang kecilin please...aku gak bisa konsen...aku lagi ngetik buat besok presentasiiii".


"Kamu lagi ngapain sih?". Tanya Kevin


"Ya Allah daritadi aku ngomong gak denger? Makanya kecilin".


"Hehe iyaa iyaa, aku kecilin". Ucap Kevin sambil tersenyum pada Lily


"Good..."


"Kamu gak ada tugas?". Tanya Lily


"Ada".


"Ya kerjain".


"Hmm nanti deh, aku mau kebawah dulu". Ucap Kevin sambil berjalan keluar kamar


"Hihi gue gak sabar buat besok, gue cek persiapannya dulu ah". Batin Lily sambil membuka ponselnya


--


Bersambung..


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~


__ADS_2