
"Besok dirumah aja, gak usah masuk". Ucap Lily
"Gapapa sayang, besok aku praktek". Ucap Kevin
"Hmmm".
"Kamu bawa hp?". Tanya Kevin
"Bawa".
"Sini pinjem, aku mau nelfon Papa buat nyuruh supirnya bawa mobil aku kerumah".
Lily pun memberikan ponselnya kepada Kevin
"Tom, kalo kaya gini sekolah ngambil tindakan ngga? Ini kan termasuk pengeroyokan, kaya ngasih sanksi atau ngelaporin SMA Garuda karna udah ngeroyok anak sekolah lain". Ucap Lily pada Tommy
"Gak lah, ini dendam pribadi hahaha".
"Kok engga sih?".
"Sekolah gak ikut campur Ly, kecuali kalo ada yang nyenggol kegiatan sekolah, misalnya ngerusak pensi, class meeting, pokoknya yang ada hubungannya sama sekolah..kalo ini sih beda urusan".
"Bales dong Tom, gantian pukulin, kesel gue...tadinya gue pengen nonjok mukanya Vicky".
"Kaya berani aja kamu". Ucap Kevin
"Ya makanya itu aku gak berani hehe".
"Hahaha dasar".
"Antara gak berani atau gak enak sama temen". Ucap Tommy
"Dih gue males temenan lagi sama dia". Ucap Lily
"Masaa, di baikin juga luluh kamu". Ucap Kevin
"Udah ah gak usah diomongin, males..."
"Oiyaa kalo mau bales mukulin Vicky sama temen-temennya gue dukung". Ucap Lily
"Dia udah bikin kamu kaya gini, aku gak terima, anak ganteng jadi bonyok mukanya". Ucap Lily sambil mengusap pipi Kevin
Kevin pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke leher Lily, menghirup aroma yang menyeruak dari tubuh istrinya
"Ekhemm". Tommy berdehem melihat Lily dan Kevin yang bermesraan di kursi belakang
"Mobil gue jangan dipake buat mesum". Ucap Tommy
"Oh iya ada yang jomblo, ntar iri". Ucap Kevin pada Lily
"Bacot".
"Hahaha".
--
"Thanks ya Tom". Ucap Lily
"Yoi, sama-sama".
Lily dan Kevin turun dari mobil Tommy dan segera masuk kedalam rumah
Setibanya dikamar Lily mengobati luka lebam yang ada di wajah Kevin dengan hati-hati
"Kamu sih langsung lari aja, aku kan belum ngizinin kamu pergi, jadinya gini deh". Ucap Lily sambil mengobati wajah Kevin
"Kan buru-buru sayang".
"Lagian kamu kok bisa pingsan, emang gak ngelawan?". Tanya Lily
"Ngelawan, tapi mereka rame-rame aku cuma bertiga, curang banget di bekap pake sapu tangan, pada pingsan deh, tinggal aku sendiri..."
"Ni si Vicky kayaknya punya dendam sama aku ya, dia doang yang mukulin aku...mungkin gak terima kamu jadi istri aku makanya dia lampiasin mukulin aku kaya gini".
__ADS_1
"Kamu gak mukulin dia?".
"Sempet, tapi seinget aku, ada yang mukul aku dari belakang".
"Jadi itu yang bikin kamu pingsan?". Tanya Lily
"Kayaknya..."
"Oh iya, tugas aku belum selesai, besok di kumpulin". Ucap Kevin
"Udah aku kerjain".
"Serius?". Tanya Kevin
"Iyaaa".
"Bener semua ngga tuh?". Tanya Kevin
"Yaelah pelajaran kelas 2 mah gampang, pasti bener semua". Ucap Lily sombong
"Awas kalo besok pada salah, aku hukum disitu". Ucap Kevin sambil melirik ke arah ranjang
"Hehehe..."
"Udah nih..bersih-bersih dulu trus tidur". Ucap Lily sambil berjalan kearah kamar mandi diikuti dengan Kevin
Setelah itu, mereka segera naik ke ranjang dan memejamkan mata.
SKIP
--
Pagi hari
Seperti biasa, Lily dan Kevin sedang sarapan bersama di meja makan, setelah itu mereka segera berangkat sekolah
"Aku yang nyetir dong". Pinta Lily sambil merebut kunci mobil ditangan Kevin
"Tumben mau, biasanya nunggu disuruh". Ucap Kevin
Mereka pun segera menaiki mobil dan menuju sekolah.
--
15 menit kemudian mereka sudah tiba di sekolah, Lily menepikan mobil Kevin ditempat biasa.
"Yeayy nyampeee". Ucap Lily sambil melepas seat belt nya
"Buru-buru banget sih, sini aja dulu". Ucap Kevin
"Sebentar lagi bel". Ucap Lily sambil melirik arlojinya
"Cium dulu". Ucap Kevin
"Heh ngaco, ntar ada yang liat".
"Gak adaaa..please..."
Lily menghela nafasnya lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Kevin, namun Lily terkejut karna Kevin menarik tengkuknya, ciuman panas pun terjadi didalam mobil
Kriinggg *bel masuk berbunyi tetapi Kevin tidak mau melepaskan ciumannya, Kevin malah semakin menekan tengkuk Lily
"Eunghh"
"Viinn"
Lily mendorong bahu Kevin dan menjauhkan wajahnya
"Ih gak denger suara bel kali".
"Hahaha panik". Ucap Kevin
Lily segera turun dari mobil dan berlari kecil menuju kelasnya, sementara Kevin berjalan santai dibelakangnya
__ADS_1
"Jangan lariii nanti jatoh". Ucap Kevin
"Bodoo".
Beruntung kedatangan Lily ke kelas berbarengan dengan bu Agnes yang akan mengajar, kalau telat bisa dipastikan Lily akan dihukum lari keliling lapangan
SKIP
--
Istirahat
Seperti biasa, Kevin menunggu Lily di depan kelasnya untuk ke kantin bersama
"Ngapain kesini? Gak main lagi sama cewek?". Tanya Lily
"Dih rese". Ucap Kevin sambil menjitak kepala Lily
"Aduhh sakitt".
"Ayo, mama mau makan apa?". Tanya Kevin
"Eummm, bakso, yang gede". Jawab Lily
"Yang gede?". Tanya Kevin
"Iyaa".
"Aku ada nih yang gede". Bisik Kevin di telinga Lily
"Iihh jangan mulai deh".
"Hahaha".
Sesampainya di kantin, Kevin memilih tempat duduk yang terletak disudut, berbeda meja dengan teman-teman mereka
"Kenapa gak gabung aja sih?". Tanya Lily
"Gak mau, pengen berduaan sama kamu..."
"Tunggu ya, aku pesenin baksonya". Ucap Kevin
"Okeyy".
Tidak perlu waktu lama, Kevin sudah datang membawa nampan berisi 2 mangkok bakso. Tentunya 1 mangkok berisi 2 buah bakso jumbo untuk Lily
"Nih yang paling gede". Ucap Kevin sambil menaruh mangkok bakso untuk Lily
"Yeayy....nasi nya mana?". Tanya Lily
"Hah? Mau pake nasi?". Tanya Kevin
"Ya iyalah, biar kenyang hehe".
"Hahaha yaudah tunggu ya, aku sekalian beli minum".
Kevin kembali memesan 1 piring nasi dan 2 botol air mineral dingin untuk mereka
"Abisin, awas kalo engga". Ucap Kevin
"Hehe iyaa".
Mereka pun menikmati santap siang mereka hanya berdua, di sudut kantin. Sedangkan teman-teman mereka hanya memandangi dari meja yang cukup jauh
"Liat aja tuh, suap-suapan, ngelus-ngelus pipi, dunia serasa milik berdua". Ucap Rian
"Ngiri lu?". Tanya Tommy
"Banget, patah hati gue, si Kevin udah naro bibit lagi, udah gak ada harapan buat gue". Ucap Rian
"Haha gobl*k, kalo pun Lily jomblo dia gak akan mau sama lu, halu aja terus". Ucap Tommy
"Sialan".
__ADS_1
--
Bersambung...