Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Usaha Lily


__ADS_3

"Arghh". Kevin memukul stir mobilnya


"Sayang kamu dimana". Ucap Kevin yang bersandar pada stir mobil sambil menangis


"Maafin aku sayang, andai aja kita makan dirumah,pasti gak akan kaya gini,pasti kamu masih ada di sisi aku". Batin Kevin


--


Di sisi lain


Lily tersadar dari pingsannya, Lily mengerjapkan mata dan melihat sekeliling tidak ada siapa-siapa


"Gue dimana? Hotel?". Batin Lily


"Astaga!". Lily menge-cek pakaiannya, masih lengkap.


"Bang Devan yang bawa gue kesini? Tapi dia kemana?"


"HP!". Lily teringat pada ponselnya


Lily membuka tas yang berada disampingnya


"Lah hp gue gak ada"


"Trus gimana gue bisa telfon Kevin".


Lily bangun dan berjalan tanpa suara ke depan toilet, Lily memastikan apakah Devan sedang di toilet atau tidak


"Kayaknya gak ada".


Ceklek *suara pintu terbuka


Lily terkejut karena Devan masuk ke kamar.


"Lily, kamu udah bangun? Tidurnya pules banget". Ucap Devan


"Hah gue tidur? ". Batin Lily


Devan berjalan mendekat kearah Lily, Lily perlahan memundurkan langkahnya


"Bang, Lily mau pulang. Kevin pasti nyariin".


"Dia gak nyariin kamu". Ucap Devan


"Kevin pasti nyari Lily bang. hp Lily dimana? "


"Abang gak tau".


Bruk

__ADS_1


Lily terduduk di tepi ranjang


"Ya Allah bantu aku". Batin Lily


"Gak usah takut Lily, abang gak ngapa-ngapain kok".


"Kamu mau minum gak?". Devan menyodorkan botol air mineral kepada Lily


"Engga bang, Lily mau pulang".


"Mau ngapain? Mau balik sama bocah ingusan itu?".


Lily terdiam


Devan kembali melangkah dan duduk di samping Lily


Lily menggeser duduknya menjauhi Devan


"Abang gak bisa kaya gini, Lily ini istri Kevin, abang bisa cari perempuan lain".


"Abang maunya sama kamu".


"Tapi Lily gak mau".


"Tolong bang,biarin Lily pergi".


"Gak".


Devan memegang pundak Lily dan langsung di tepis oleh Lily


"Ly, abang mau kamu tinggalin Kevin".


"Gak mau bang".


"Abang jauh lebih baik dibanding bocah ingusan itu".


"Gak, kalo abang lebih baik abang gak akan kaya gini".


"Maafin abang, harusnya waktu itu abang nerima perjodohan sama kamu".


"Tapi sejujurnya Lily seneng gak dijodohin sama abang".


Devan sontak menoleh kearah Lily


"Lily akhirnya tau sifat abang, suka maksain kehendak sendiri, bertindak semaunya,abang gak pernah ngehargain orang lain dan abang gak suka liat orang lain bahagia".


"Sifat abang beda jauh sama Kevin".


"Lily!!".

__ADS_1


"Abang kaya gitu karena pengen dapetin kamu".


"Kamu terlalu baik buat bocah ingusan kaya Kevin".


"Abang tega ya sama adik abang sendiri".


"Tapi dia bukan adik kandung abang".


"Ya Lily tau, pantes aja sikap abang kaya gini. Abang gak kasian sama Kevin, tega sama Kevin".


Devan mengacak rambutnya


"Ly, abang mohon tinggalin Kevin".


"Gak bang".


"Ya Allah aku harus gimana biar bisa keluar dari sini".


"Ah gue punya ide". Batin Lily


"Hoeekk hoeekk".


Lily akting berpura-pura mual di depan Devan


"Lily, kamu kenapa? ".


"Hoeek"


"Mual bang".


"Ayo kerumah sakit, abang takut kamu kenapa-napa".


"Yesss berhasil". Batin Lily tersenyum


Devan membantu Lily berdiri dan memapahnya keluar kamar


"Gue kabur sekarang apa engga ya".


"Nanti aja deh, diluar aja".


"Mending gue lanjutin akting gue hahhaha". Batin Lily


"Hoeekk"


"Bang Lily mual banget, perut Lily juga kram bang" .


"Iyaa kamu tahan ya Ly".


"Hahaha boleh ngakak gak sih". Batin Lily

__ADS_1


Devan pun terus membantu Lily berjalan menuju lift untuk ke lantai dasar


 


__ADS_2