
"Sayaang, Lilyyy..kamu dimana". Ucap Kevin menuruni tangga
Lily yang mendengar suara Kevin segera menghampiri Kevin ke arah tangga
"Vin, kenapa sih teriak teriak".
"Ya Allah". Kevin mengampiri Lily dan langsung memeluk Lily
"Eh...kenapa sayang?". Tanya Lily
"Aku panik, aku kira kamu diculik lagi"
"Hahahahahaha". Lily tertawa kencang
"Ih sayang malah ketawa".
"Lagian langsung panik, bukannya cari dulu". Ucap Lily
"Ya kamu udah gak ada dikasur, aku panik lah".
"Hahaha yaudah sana kamu mandi, aku lagi masak sayang". Ucap Lily sambil mengusap pipi Kevin
"Aku mau minum dulu". Kevin berjalan kearah kulkas dan mengambil minum
Sedangkan Lily melanjutkan masaknya.
"Sayang". Kevin menghampiri Lily dan memeluknya dari belakang
"Apaaa".
"Kamu udah mandi belum. Mandi bareng dong". Ucap Kevin
"Iihh gak mauuu, sana mandi nggak. Aku pukul pake centong nih". Ucap Lily
"Aaahh iya iyaa".
Cup
Kevin mencium pipi Lily dari belakang
"Dadaahh". Ucap Kevin lalu meninggalkan Lily di dapur
Sedangkan Lily hanya senyum-senyum melihat tingkah Kevin.
--
Lily sudah menyelesaikan kegiatan masaknya, ada 5 menu yang lezat tersaji di meja makan
Setelah membersihkan dapur dan mencuci peralatan masak yang kotor Lily segera ke kamar untuk mandi
--
Di kamar
"Sayang, kamu udah mandi?". Tanya Lily
"Udah dong, gak liat udah ganteng gini".
"Hmm yaa yaaa". Ucap Lily sambil memasuki kamar mandi.
Lily dan Kevin sedang menikmati makan pagi mereka
"Kamu kok bisa masak seenak ini,rasanya mirip kaya masakan mama".
"Hahahaha jadi aku boleh masak kan gak di larang lagi?". Tanya Lily
"Hmm, maaf ya sayang. Gara-gara aku gak bolehin kamu masak, jadinya-"
"Udah udah lanjutin makannya". Lily memotong ucapan Kevin
--
Lily dan Kevin sudah selesai makan,Kevin membantu Lily membersihkan meja dan mencuci piring.
__ADS_1
"Ternyata kaya gini aja capek ya,gak kebayang mbok Minah 15 tahun kerja begini,semuanya diurus sendiri". Ucap Kevin
"Hahaha makanya aku sering bantu mbok Minah beres-beres..."
"Apa kita cari art baru ya? Yang masih muda, buat bantu mbok Minah". Sambung Lily
"Hmm boleh, nanti aku minta mama cariin, mama punya kenalan penyalur art yang bagus". Ucap Kevin
"Oke".
"Oh iya, aku pengen main kerumah mama, tapi aku takut ketemu bang Devan".
"Yuk kesana, jangan takut, kan ada aku". Ucap Kevin
"Yaudah, aku ganti baju dulu".
Setelah bersiap, mereka pun segera turun dan menuju mobil untuk ke rumah Bastian.
SKIP
--
Dirumah Bastian
Lily dan Kevin baru tiba dirumah Bastian
"Vin,ada mobil bang Devan".
"Tenang sayang,yuk turun".
Saat mereka turun,mereka berpapasan dengan Devan yang baru keluar dari pintu
Lily segera sembunyi dibelakang Kevin
"Eh lu Vin,masuk sana. Mama sama papa ada di ruang tamu". Ucap Devan
Kevin hanya diam dan membawa Lily masuk
"Kamu tunggu ya Ly". Batin Devan
--
"Oh iya Ly, kalo kamu udah lulus nanti mama boleh kan minta cucu? Mama udah gak sabar". Ucap Anita
"Hehehe mama, tapi Kevin masih sekolah, masa udah punya anak". Jawab Lily
"Ya gapapa sayang, yang penting kan jelas, Kevin punya istri kenapa gak sekalian punya anak juga".
"Bagusss mah, Kevin setuju sama mama". Batin Kevin
"Oh iya Ly, gimana itu Kevin, masih suka kelayapan malem-malem gak? Tawuran tawuran? ". Tanya Bastian
"Engga Pa, Kevin dirumah terus". Jawab Lily
"Papa ni gimana sih, ya udah punya istri betah dirumah lah, masih anget-angetnya pengennya nempel mulu. Ya kan Vin". Ucap Anita
"Hahaha tau aja mama". Jawab Kevin
Sedangkan Lily menoleh sambil menatap tajam kearah Kevin
"Hehe lucu". Batin Kevin
--
Sudah sekitar 2 jam Lily dan Kevin berada dirumah Bastian, mereka pun izin pamit pulang.
"Sayang, besok ikut mama ya, kita shopping, boleh kan Vin mama ajak Lily?".
"Iya boleh ma". Jawab Kevin
"Yaudah ma, Pa, Lily sama Kevin pamit ya".
"Hati-hati sayang". Mereka mencium tangan Bastian dan Anita lalu pergi meninggalkan rumah Bastian.
__ADS_1
--
Di perjalanan
"Oh iya sayang, kita mampir ke toko hp dulu ya, hp kamu kan ilang kemarin. Kita beli yang baru". Ucap Kevin
"Iyaa sayang..."
"Tapi aku curiga deh kayaknya hp aku diambil bang Devan".
"Buat apa bang Devan ngambil hp kamu?". Ucap Kevin
"Iya sih aku juga tadinya mikir gitu, cuma aku bingung aja,kemana dong hp aku".
"Yaudah gapapa,gak ada yang penting kan disitu?". Tanya Kevin
"Ada sih,foto foto mantan aku di hp semua hmmm". Jawab Lily
Kevin sontak menatap kearah Lily
"Sayaaang,emang mantan masih penting ya buat kamu?". Tanya Kevin
"Hahahaha bercanda iihhh,gak ada apa-apa disitu, semua yang penting selalu aku simpen di laptop".
"Hmm kirain".
SKIP
Lily sudah mendapatkan ponselnya yang baru, kini mereka akan segera pulang kerumah.
Setibanya di rumah
Penjaga rumah Lily mengatakan kalau ada seorang kurir yang mengantar paket untuk Lily
"Ini apa isinya ya sayang". Tanya Lily
"Buka buka, aku penasaran".
Lily pun membuka paket yang berukuran kecil tersebut
Saat dibuka, itu adalah lembaran foto-foto Lily yang bersama Devan semalam di hotel
Dengan kondisi Devan yang bertelanjang dada dan Lily yang hanya mengenakan bra namun tertutup selimut sebahu dalam kondisi tertidur.
Lily yang melihatnya sontak melempar lembaran foto tersebut
"Kenapa sayang". Tanya Kevin
Kevin pun mengambil foto itu dan melihatnya
"Kurang ajar Devan!". Kevin meremas foto itu dan segera pergi
Sedangkan Lily sedang menangis sambil memeluk lutut
"Ya Allah, apa yang sebenernya terjadi".
--
Kevin dalam perjalanan menemui Devan, kali ini Kevin sudah sampai pada puncak amarahnya
Kevin meraih ponselnya dan menghubungi Devan
".."
"Dimana lu".
".."
TUT
Kevin memutuskan sambungan telfonnya dan segera menuju tempat yang diberitahu Devan
"Anji*g, mati lu di tangan gue". Batin Kevin
__ADS_1
--