Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Gara-Gara Lily


__ADS_3

"Ini rumahnya?". Tanya Lily.


"Iya".


"Rumah pak Rt bukan sih?". Tanya Lily


"Masa sih".


"Eh kayaknya yaa, aku lupa, masuk dulu yuk".


Mereka menaruh sepedanya di depan gerbang dan masuk ke halaman rumah Tia


"Maaf mbak, mau cari siapa?". Tanya seorang art dirumah itu


"Hmm Tia, Tia ada bi?". Tanya Lily


"Oh ada mbak, silahkan masuk, saya panggilkan dulu".


"Iya makasih bi".


Mereka pun dipersilahkan masuk dan duduk diruang tamu


Lily melirik ke sekitarnya ruangan tersebut, ternyata benar ini rumah pak Rt, Lily pernah kerumah ini sewaktu memberikan Fotocopy kartu keluarga guna pencatatan data penduduk


"Ini rumah pak Rt sayang". Ucap Lily dengan suara pelan


"Oh, dia anak Rt?".


"Iya kayaknya".


"Loh mbak Lily ya".


Pak Wisnu selaku pemilik rumah dan ketua Rt pun datang menghampiri Lily dan Kevin


"Iya pak saya Lily".


"Dan ini..suaminya kan mbak, saya ingat waktu datang ke pengajian mendiang pak Rama, saya melihat mas ini".


"Iya pak saya suaminya Lily".


"Ada perlu apa mbak, mas? Apa ada keluhan soal keamanan atau kebersihan sekitar komplek?".


"Bukan pak, sebenarnya masalah pribadi, aduh saya gak enak ngomongnya". Ucap Lily


"Ada apa mbak? Masalah pribadi dengan siapa?". Tanya Wisnu


"Tia pak". Jawab Lily


"Waduh, Tia kenapa mbak?".


"Maaf pak sebelumnya, saya kesini ingin menegur Tia karna Tia udah bersikap gak baik sama suami saya pak".


"Loh gimana ceritanya mbak?".


Lilu dan Kevin menjelaskan semua kejadiannya pada Wisnu


"Aduh bikin malu aja, saya benar-benar minta maaf mbak Lily mas Kevin".


"Bibii!! Bibiii!". Wisnu berteriak memanggil-manggil artnya


"Ada apa pak".


"Panggilin Tia, suruh turun sekarang".


"Maaf pak, non Tia nya tidur".


"Bangunin sekarang, ada hal penting yang mau saya omongin".


"Baik pak".


Tak lama kemudian Tia pun turun menghampiri mereka, ia tersenyum cerah melihat kakak kelas idamannya datang kerumahnya, namun senyumannya seketika luntur saat melihat Lily disamping Kevin


"Kak Kevin kesini".


Tanpa basi-basi Wisnu merebut ponsel Tia dan menghapus foto pernikahan Lily dan Kevin yang ada disana


"Papa kok dihapus sih".


"Sikap kamu bikin papa malu, mau taro dimana muka papa kalo warga tau anak papa berusaha mendekati suami orang..."


"Ini mbak Lily loh Tia, kamu lupa papanya mbak Lily pernah bantu kita waktu usaha meubel papa bangkrut.."


"Kok sikap kamu ke mbak Lily kaya gini".


"Apa? Jadi yang bantu papa tuh papanya mbak ini?".


"Iya, dan kamu balas itu semua dengan deketin suaminya mbak Lily? Kamu malu-maluin papa..."


"Apa gara-gara mengambil hp milik mas Kevin kamu di skors?".


"Iya pah"


"Berubah Tia, gak baik deketin laki-laki yang sudah beristri. Lebih baik kamu fokus belajar, gak usah mikirin cinta-cintaan".


"Tia cuma suka sama kak Kevin pah. Tia kagum tiap liat kak Kevin di sekolah, Tia pengen deket sama kak Kevin, main sama kak Kevin, itu aja".


"Gak boleh begitu! Mas Kevin udah punya istri, sikap kamu tu gak pantas. Buruan minta maaf!".


"Hmmm...Tia minta maaf ya kak". Ucap Tia pada Kevin


"Minta maaf juga sama mbak Lily". Ucap Wisnu


"Iya mbak, Tia minta juga minta maaf".


"Gapapa, yaudah kalo gitu Lily sama Kevin pamit ya pak, maaf udah ganggu waktunya".


"Saya yang harusnya minta maaf mbak, aduh saya benar-benar gak enak sama mbak Lily dan mas Kevin".


"Yaudah gapapa pak, yang penting masalahnya udah selesai, kami permisi ya pak"


"Iya mbak".


Setelah bersalaman, mereka berdua segera kembali menuju rumah sambil menggoes sepeda dengan santai


****


Satu bulan telah berlalu, Lily dan Kevin menjalankan keseharian mereka tanpa gangguan dari siapapun lagi, hubungan mereka pun semakin harmonis

__ADS_1


Apalagi ditambah tinggal hitungan 2 minggu lagi Lily akan melahirkan, tentunya membuat Kevin semakin protektif menjaga dan melindungi Lily serta calon anak mereka


"Aduh sayang ada-ada aja mintanya, kenapa gak dari semalem, aku takut telat nih".


Kevin buru-buru memakai celana dan sepatunya, ia dibuat kewalahan karna Lily meminta morning *** 2 kali sebelum Kevin berangkat sekolah


Kevin pun menuruti keinginan istrinya meskipun waktunya sudah mepet menuju bel masuk sekolah,


Setelah siap Kevin segera menyambar kunci mobilnya tak lupa ia mengecup kening dan perut istrinya sebelum berangkat


"Awas ya kalo papa telat, nanti malem mama kamu harus dihukum". Ucap Kevin pada perut Lily


"Hahaha dah sana berangkat, 10 menit lagi bel".


"Baik-baik ya sayang". Ucap Kevin sambil berlari keluar kamar


"Iyaa".


"Loh Kevin mama kira udah berangkat dari tadi". Ucap Anita


"Kesiangan ma, berangkat dulu ya".


Kevin mencium tangan Anita lalu kembali berlari keluar rumah menuju mobilnya


"Tu anak pagi-pagi udah keringetan, abis olahraga kali ya". Ucap Anita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Sudah hampir seminggu Lily dan Kevin menginap dirumah Anita karna permintaan Lily, itung-itung Anita menjaga dan menemani Lily selama masa istirahatnya menunggu persalinan


"Ma, buburnya nih. Lily nya mana?". Tanya Devan


"Di kamar, panggil aja". Ucap Anita


Devan pun segera menuju kamar tamu untuk memanggil Lily


Tok tok tok


"Lily, buburnya nih dek". Ucap Devan dari balik pintu


"Iya bentar bang".


Lily yang sedang memakai baju buru-buru keluar kamar untuk memakan bubur pesanannya


"Mana baaang".


"Nih, sesuai pesanan".


"Hehe makasih bang Dev".


"Iyaa sama-sama, abisin ya". Ucap Devan sambil mengusap kepala Lily


"Iya, abang gak beli juga? Emang abang udah sarapan?". Tanya Lily


"Kan tadi udah, trus abis itu beli bubur buat kamu".


"Oh iya lupa hehe".


"Yaudah, abang mau ke kampus".


"Hmm, semangat bang".


Lily melahap bubur ayamnya dengan semangat, makanan yang sejak semalam terbayang-bayang di pikirannya, untungnya pagi ini sang kakak ipar mau membelikan untuknya


"Hehe bang Devan baik deh".


Lily senang karna Devan sudah berubah, Devan sudah melupakan kejadian yang sempat memanas antara dirinya dengan Kevin saat memperebutkan Lily


Devan sudah menerima kenyataan kalau hanya adiknya yang pantas mendapatkan wanita seperti Lily.


Dan ia juga akan berusaha menjadi kakak yang baik untuk Kevin dan Lily


****


Disisi lain, di depan gerbang sekolah terlihat ada seorang siswa yang sedang memohon-mohon kepada security untuk di bukakan pintu gerbang


Siswa itu adalah Kevin, ia telat karna ulah istrinya yang tadi berbuat usil pada junior nya hingga terjadilah olahraga panas yang mengakibatkan ia telat masuk sekolah


"Kalo gak boleh masuk saya pulang deh pak". Ucap Kevin pada security


"Yaudah pulang aja".


Kevin mendengus kasar dan berbalik kearah mobilnya


"Hey hey, itu siapa yang telat".


Kevin menoleh saat mendengar suara dari arah gerbang, ternyata pak David,


"Loh Kevin Kevin, kamu telat?". Tanya pak David


"Iya pak, macet". Jawab Kevin bohong


"Trus kamu mau kemana?".


"Pulang".


"Enak aja kamu pulang, masuk masuk, tapi sebelum ke kelas kamu sapu halaman perpus ya, banyak daun kering yang jatuh-jatuh".


Tanpa menjawab Kevin segera masuk ke dalam mobil dan menepikan mobilnya di parkiran kemudian berjalan ke belakang perpustakaan, ia terkejut memperhatikan dedaunan yang berserakan dibawah,


"Gila, tau gitu mendingan gue balik".


"Woy, sini lu".


Kevin memanggil murid laki-laki berkaca-mata yang baru keluar dari perpustakaan


"Mau kemana?".


"Kelas kak".


"Ada guru?".


"Gak ada kak".


"Yaudah sini, bantuin gue nyapu, ntar gue kasih duit jajan. Buru".


"Iya iya kak".


Murid itu pun segera mengambil sapu lidi dan mulai menyapu halaman belakang perpustakaan

__ADS_1


Sementara Kevin hanya berjongkok sambil memainkan ponselnya, mengirim pesan kepada tersangka yang telah membuatnya telat ke sekolah


^^^"Aku telat, awas ya nanti malem kamu aku bales berkali-kali lipat".^^^


Sent


"Hahaha sukurin, trus dihukum ngga?".


^^^"Iyalah, suruh nyapuin belakang perpus *Kevin mengirim foto"^^^


"Lah, itu siapa yang nyapu?"


^^^"Anak kelas 1, males banget nyapu segitu banyaknya"^^^


"Ya ampun, itu sih namanya bukan dihukum, orang kamu nyuruh orang lain, dasar kakak kelas kejam"


^^^"Tapi kan gara-gara kamu aku telat, pokoknya tungguin aja pembalasan nanti malem".^^^


"Bodo, aku tidur duluan haha"


^^^"Yaudah, tetep aku masukin"^^^


"Heh stupid"


^^^"Wkwk udah ah, mau akting dulu megang sapu"^^^


"Hati-hati cctv mengintai"


^^^"Cctv nya rusak woy wkwk gak tau ya?"^^^


"Oh rusak haha yaudah sana, aku mau bikin cookies sama mama"


^^^"Jangan capek-capek sayang, siapin tenaga buat nanti malem"^^^


"Haha jangan harap"


^^^"Wkwk kita liat aja"^^^


"Udah selesai kak". Ucap murid tersebut saat menghampiri Kevin


"Eh, udah?".


Kevin memperhatikan sekelilingnya yang ternyata memang sudah bersih


"Cepet amat".


Kevin merogoh saku seragamnya, mengeluarkan uang 2 lembar 100 ribuan dan memberikannya pada murid itu


"Nih ambil"


"Ini banyak banget kak"


"Gapapa, buat nraktir cewek lu makan seblak".


"Tapi saya gak punya pacar kak"


"Bodo amat lah, ambil nih. Cabut sana"


"Iya kak, makasih ya kak". Murid itu pun mengambil uang dari tangan Kevin dan segera pergi ke kelasnya


Kevin pun juga pergi dari tempat itu dan berjalan menuju kantin, membeli minum sambil menunggu pergantian jam pelajaran yang tinggal 10 menit lagi


SKIP


***


Di kelas Kevin


"Lu kenapa telat bro?". Tanya Rian


"Biasa Lily". Jawab Kevin


"Wah kak Lily meresahkan ya". Ucap Rian


"Emang lu tau Lily ngapain?". Tanya Tommy pada Rian


"Yaelah Tom polos amat, lu liat aja ni muka temen lu, muka-muka mesum, ya pasti lah dia telat gara-gara anu". Ucap Rian


"Hahaha sok tau lu". Ucap Kevin


"Eh iya bro, balik sekolah disuruh ke basecamp sama si Andre". Ucap Rian


"Ngapain?". Tanya Tommy


"Gak tau, katanya ada masalah sama Daniel". Jawab Rian


"Lagian gobl*k, kampus kan banyak, kenapa milih disitu, ketemu lah sama Daniel, Vicky". Ucap Kevin


"Kan gak lucu njir kalo duel satu kampus". Ucap Rian


"Makanya". Ucap Kevin


"Palingan Daniel yang mulai. Anak monyet suka nyari masalah". Ucap Tommy


"Masih dendam lu ama dia?". Tanya Rian


"Jelas, belum puas kalo dia gak kecelakaan kaya gue". Jawab Tommy


"Sikat lah, lu masukin rumah sakit". Ucap Kevin


"Ntar gue bales". Ucap Tommy


"Ayo balik sekolah ke basecamp dulu". Ajak Rian


"Gue ngga deh, kasian Lily ditinggal". Ucap Kevin


"Yaelah bentar doang Vin, kalo si Andre ngajak turun lu gak usah ikut". Ucap Rian


"Udah gak usah, lu balik aja nemenin Lily". Ucap Tommy


"Sip". Ucap Kevin


"Gak asik lu". Ucap Rian


******


TBC

__ADS_1


__ADS_2