
"Baru dateng lu?". Tanya Kevin pada Vicky
"Iyaa, belum lama.. main ngga?". Tanya Vicky sambil menyodorkan stik ps pada Kevin
"Ayo".
Kevin pun menerima stiknya dan mereka bermain PS bersama.
"Haaa semudah itu berteman lagi". Batin Lily
"Nih Vic minum dulu, gue tau lu aus gara-gara tawa mulu". Ucap Lily sambil menaruh gelas minuman dari nampannya
"Hahaha thanks".
"Ini buat Kevin". Ucap Lily
"Makasiihh". Ucap Kevin
"Sama-samaa..."
"Aku ke kamar dulu, ngambil hp". Ucap Lily
"Pelan-pelan naiknya". Ucap Kevin
"Siap".
--
Setibanya dikamar, Lily terkejut melihat Alin yang sedang berada dikamarnya
"Loh, ngapain Lin?". Tanya Lily
"Hehe balikin catokan". Jawab Alin
"Mau kemana? Rapih banget".
"Mau keluar, cari angin...oh iya kamu ada mobil kan, pinjem dong". Ucap Alin
"Ada, tapi kuncinya gak tau kemana, Kevin yang nyimpen". Ucap Lily bohong
"Yahh, tanyain dong, aku pinjem sebentar". Ucap Alin
"Hmm yaudah aku tanya dulu". Ucap Lily, setelah mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, Lily kembali keluar kamar diikuti dengan Alin di belakangnya
"Aduh perasaan gue gak enak, semoga Kevin paham". Batin Lily saat berjalan menghampiri ruang keluarga
"Loh, kamu Vicky yaa?". Tanya Alin
"Heumm". Vicky hanya berdehem lalu memalingkan wajahnya
"Sayang, Alin mau pinjem mobil aku, kuncinya dimana?". Ucap Lily sambil mengedipkan sebelah matanya, berharap Kevin mengerti kode darinya
"Aduhh mobil kamu kan masih mogok belum dibawa ke bengkel. Bawa yang Jeep aja bisa ngga?". Tanya Kevin pada Alin
__ADS_1
Vicky menahan tawanya mendengar ucapan Kevin
"Yahh gak bisa, yaudah deh gak jadi". Ucap Alin lalu berjalan kearah pintu utama
"Hufftt". Lily menghela nafasnya dalam-dalam
"Aku bukannya gak mau minjemin, takut kenapa-napa sama mobil aku". Ucap Lily
"Ya bagus, jangan dikasih kalo dia minjem atau minta yang aneh-aneh". Ucap Vicky
"Lu kenal ama tu cewek?". Tanya Kevin
"Kenal, tapi gak akrab, dari dulu gak srek liat dia sama nyokapnya". Ucap Vicky
"Tuh kan apa aku bilang, Vicky aja ngerasain". Ucap Kevin pada Lily
"Udah jangan diomongin nanti tante Eva denger". Ucap Lily
"Kalo pada ngelunjak lu usir aja". Ucap Vicky
"Iyaa iyaa".
"Kenapa gak lu deketin aja?". Tanya Kevin pada Vicky
"Siapa? Dia? Lu aja sono". Ucap Vicky
"Ya kalo gue jomblo sih gue deketin". Ucap Kevin ngasal
"Hahaha bercanda sayaaang".
"Main lagi gak nih, kalo kaga gue mau cabut ke tongkrongan". Ucap Vicky
"Hahahaha tongkrongan apa kandang ayam berantakan amat". Ucap Kevin
"Tongkrongan yang lama kan lu bakar njirrr". Ucap Vicky
"Hah? Jahat banget". Ucap Lily
"Namanya juga kesel". Ucap Kevin
"Gantian Vic lu bakar basecampnya". Ucap Lily
"Hahaha kapan-kapan dah". Ucap Vicky
"Anji*g, cabut sana lu". Ucap Kevin sambil mendorong-dorong bahu Vicky
"Parah ya laki lu, gue diusir". Ucap Vicky pada Lily
"Siap siap dah, tempat lu bakal angus ditangan gue". Ancam Vicky
"Dih macem-macem gue hajar lu..."
"Cabut lu, gue mau nidurin Lily". Ucap Kevin
__ADS_1
"Buset masih siang gobl*k". Ucap Vicky
"Bodo amat, sirik aja lu".
Lily tepuk jidat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Kevin dan Vicky yang berjalan sambil mengejek dan dorong-dorongan
"Ini sebenernya jadi temenan apa tetep musuhan sih". Batin Lily
Lily menghela nafasnya lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
--
"Hoaamm"
"Ngantuk".
Lily membaringkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit
"Hari Senin kita ke kantor nya kakek sayang, semangat yaa". Batin Lily sambil mengusap perutnya
Ceklek, terlihat Kevin memasuki kamar mereka, ia duduk di tepi ranjang memperhatikan istrinya yang sedang menatap lurus keatas
"Ada apaan sih diatas hahaha". Ucap Kevin
Lily bangun dari tidurnya dan menatap kearah Kevin
"Sayang, nanti sore ke makam ayah sama bunda yaa...aku kangen". Ucap Lily
"Iyaa sayang, kita kesana". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Kamu mau makan?". Tanya Lily
"Engga, nanti aja".
"Yaudah aku juga deh, aku bobo dulu ya sebentar, ngantuk".
"Iya sayangku".
CUP . Kevin mencium kening Lily dan membaringkannya di ranjang
"Tadi kamu berantem sama Vicky?". Tanya Lily
"Hah engga..bercanda doang". Jawab Kevin
"Oohh".
"Yaudah bobo, aku usap-usap".
Kevin memasukkan Lily kepelukannya dan mengusap punggungnya seperti biasa sampai Lily tertidur.
--
Bersambung
__ADS_1