
"Tadi makan dimana?". Tanya Kevin
"Diruangan, Andika beliin aku makanan". Jawab Lily
"Ohh syukurlah, aku kepikiran takutnya kamu makan diluar sendirian". Ucap Kevin
"Hehe engga, aku mau makan lagi sayaang, yuk makan dulu". Ucap Lily
"Pulang dulu sayang, ini kan mobil kantor, Ammar udah nungguin pasti".
"Oh iya lupa".
--
Setibanya dirumah Kevin pun menghampiri Ammar yang sedang duduk bersama penjaga rumah Lily di teras depan
"Aku masuk duluan ya sayang, aus". Ucap Lily pada Kevin
"Iyaa".
"Gimana boss, besok jadi nganter jemput nona?". Tanya Ammar dengan suara pelan
"Jadi, thanks bro, nih kuncinya". Ucap Kevin
"Siap boss, yaudah saya permisi dulu".
Kevin mengangguk dan segera masuk kedalam rumah.
"Hayo lagi ngapain". Ucap Kevin sambil memeluk Lily dari belakang
"Hmm katanya aus, tapi motong kue". Sambung Kevin
"Hehe ngiler pas ngeliat kue". Ucap Lily
Kevin menyibakkan rambut Lily kesamping dan mengecup lehernya berkali-kali
"Geli sayang".
"Hmm bawaannya nafsu mulu kalo deket kamu".
"Udah ayo ke kamar, tolong bawain tas aku sayang".
"Aku aja yang bawa ini, kamu bawa tas nya". Ucap Kevin sambil merebut gelas dan piring kue di tangan Lily
"Yaudah yuk".
"Naik nya pelan-pelan, pegangan".
"Siap pak".
--
Malam harinya
Pukul 7 malam, Lily dan Kevin bersiap untuk makan malam diluar, Lily meminta makan pecel ayam yang berada di perempatan dekat sekolah mereka
Tentu saja Kevin menurutinya dan segera melajukan mobilnya kesana
Setibanya disana, Kevin segera memesan makanan untuk mereka
__ADS_1
"Ini aja sayang?". Tanya Kevin
"Iyaa".
Kevin pun mengembalikan daftar menu yang tadi diberikan oleh pelayan warung makan
"Tumben kamu mau makan disini". Ucap Kevin
"Hehe lagi pengen, oh iya kamu dirumah ngapain aja sayang? Emang gak bete?". Tanya Lily
"Bete lah, sepi. Harusnya punya 2, yang satu kerja, yang satunya lagi nemenin dirumah". Ucap Kevin
"IIHHH". Lily mendaratkan cubitan kecil tapi menggigit di punggung tangan Kevin
"Aww sakit..sakit.."
"Aku bercanda sayaaang".
"Bercandanya gak lucu, awas aja kalo beneran nyari istri lagi".
"Hehe gak mungkin sayang, satu aja gak abis-abis". Ucap Kevin sambil mencolek dagu Lily
"Permisi mas, mba". Ucap seorang pelayan yang membawa makanan pesanan mereka
"Oh iya aku cuci tangan dulu". Lily berjalan menuju wastafel dan segera kembali ke mejanya, bergantian dengan Kevin
"Kamu makan nya langsung pake tangan?..."
"Gak pake sendok garpu kaya pas makan nasi padang?". Tanya Kevin
"Dih ngeledek".
Setelah selesai makan, mereka segera kembali kerumah untuk beristirahat dan memejamkan mata mereka
SKIP
--
Keesokan harinya
Pagi hari, Lily sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, seperti biasa ritual cap cip cup tidak boleh terlewatkan oleh mereka sebelum keluar kamar.
Setibanya di pintu utama, Lily celingukan mencari keberadaan Ammar dan mobilnya
"Ini hari kerja kan ya, kok Ammar gak ada". Batin Lily
"Ayo berangkat, malah bengong". Ucap Kevin
"Hah? Berangkat kemana?". Tanya Lily
"Lah emang kamu gak ngantor?".
"Ngantor, tapi Ammar mana. Kok gak ada".
"Dia aku suruh libur sehari, ayo".
"Hah?".
"Hah hoh hah hoh, hari ini aku yang nganter jemput".
__ADS_1
Kevin menarik tangan Lily dan memasukannya ke dalam mobil
"Kok gak bilang?". Tanya Lily
"Ya ngapain bilang, emang salah kalo suami mau nganter istrinya hehe".
Kevin menghidupkan mesin mobilnya dan segera mengantar Lily ke kantor.
SKIP
--
Setibanya di kantor, Kevin memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu utama gedung kantor
"Nanti siang aku kesini". Ucap Kevin
"Hehe okey..aku tunggu, makasih ya udah nganterin aku".
"Iya istriku, semangat yaa...semangat juga buat anak papa".
Lily meraih tangan Kevin dan menciumnya, setelah itu ia segera berjalan memasuki gedung.
Hufftt
"Liat aja, baru dateng udah disamperin cowok". Ucap Kevin
Kevin kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
--
"Bagaimana nona?". Tanya Andika
"5 menit lagi kumpulkan seluruh divisi terkait di ruang meeting". Ucap Lily
"Baik nona".
Andika berlalu meninggalkan Lily, Lily pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
Ceklek
Lily menaruh tasnya dan duduk di sofa, ia merasakan kepalanya mendadak pusing saat Andika memberitahu kalau ada masalah yang terjadi di proyek mereka.
Lily segera menyiapkan berkas penting yang akan ia bawa untuk meeting.
SKIP
--
Meeting pun selesai, mereka menemukan akar dari masalah yang menyebabkan proyek mereka berantakan, yaitu ada oknum staff yang bermain curang, memanipulasi data dan melakukan penggelapan dana proyek, yang membuat Lily harus memecat staff tersebut karna telah membuat perusahaannya rugi dan Lily pun merasa malu pada clien terkait.
"Saya sudah mengirim email permintaan maaf kepada Pak Angga". Ucap Andika
"Huft.. pak Angga pasti kecewa, kalau beliau meminta ganti rugi kamu urus ya, berikan saja berapa pun total kerugiannya". Ucap Lily sambil memijat keningnya
"Baik nona".
--
Bersambung..
__ADS_1