Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Video Skandal?


__ADS_3

Setibanya dirumah, Kevin segera menghampiri Lily yang sedang menonton TV di sofa, ia peluk Lily dengan seerat-eratnya seperti sudah lama tidak bertemu


"Kenapa sayang". Ucap Lily


"Kangen". Jawab Kevin


"Hehehe kaya gak pernah ketemu aja...lepas dulu sepatunya, tas nya, jaketnya". Ucap Lily


"Oh iya".


Kevin pun segera melepas atribut yang ia pakai dan kembali duduk disebelah Lily


Ia pandangi wajah istrinya dengan lekat, ada perasaan bersalah saat mengingat kejadian di perpustakaan tadi, ia merasa Lily tidak boleh tahu kejadian tersebut


"Kenapa sih kok bengong? Capek ya..."


"Minum dulu nih, aku tadi bikin teh anget".


Lily meraih gelasnya dan menyuapi teh hangat untuk Kevin


"Makasih sayang, teh nya manis, kaya kamu". Ucap Kevin sambil tersenyum


"Hehe bisa aja.. brownis nya mau ngga?". Tanya Lily


"Engga...Keisha tidur daritadi?". Tanya Kevin


"Iya, abis mandi, nyusu, tidur deh...enak ujan-ujan tidur hehe..."


"Kamu mau mandi sekarang? Aku siapin air anget ya". Ucap Lily


"Iya, boleh". Jawab Kevin


Lily pun tersenyum dan segera berjalan menuju kamar mandi, sementara Kevin menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa


Menghela nafas panjang sambil mengusap kasar wajahnya


***


Malam hari pun tiba, setelah makan malam, Lily dan Kevin kembali ke kamar untuk mengurus pendaftaran Kevin mengikuti olimpiade matematika yang akan dilaksanakan akhir Minggu ini


"Udah, tinggal serahin foto copy kartu pelajar sama...foto pake seragam identitas, ya kan?". Tanya Lily


"Iya, besok boleh ngga sih? Besok kan pake batik sekolah".


"Besok? Sekarang aja lah, nanggung udah daftar gini, biar sekalian..."


"Aku ambilin dulu seragamnya".


Lily pun bangun dan mengambil seragam sekolah milik Kevin


"Nih pake, aku yang fotoin". Ucap Lily


Kevin pun menurut dan segera memakai seragamnya, sementara Lily membantunya memakai dasi


"Gak biasa pake dasi, aneh jadinya". Ucap Kevin


"Iya juga ya hahaha pake dasinya upacara doang hahaha...yang rapih dong bajunya masukin..."


"Jangan kaya disekolah deh berantakan". Ucap Lily sambil merapihkan seragam ditubuh Kevin


"Udah..nah kalo rapih gini kan makin ganteng".


Lily sedikit merapihkan rambut Kevin kemudian mendorongnya menuju tembok


"Foto disini aja, nanti background nya tinggal diedit..."


"Senyum aja sayang". Ucap Lily yang sudah stand by dengan ponselnya


"Malu ah".


"Malu kenapa sih, senyum dikit aja".


Kevin pun menurut dan sedikit menyunggingkan senyumnya


Cekrek


"Kalo orang ganteng di foto satu kali hasilnya udah bagus ya". Ucap Lily sambil mengamati hasil jepretannya


"Apaan sih...udah kan?". Tanya Kevin


"Udah, seragamnya gantung lagi ya biar rapih..."


"Aku kekamar ayah dulu cetak fotonya". Ucap Lily


"Iya sayang".


***


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Lily sedang berbaring sambil menyusui Keisha sementara Kevin masih sibuk mengerjakan tugas sekolahnya


"Masih banyak tugasnya?". Tanya Lily


"Kimia belum, gila-gilaan tugasnya". Jawab Kevin


"Namanya juga kelas 3 lah, ntar abis nyusuin Kei aku bantuin".


"Hmm".


Setelah menyusui Keisha dan menaruh di box tidurnya, Lily menghampiri Kevin yang sedang duduk di sofa


Ia mengambil posisi duduk bersila di karpet menghadap ke meja sofa


"Sayang, duduknya diatas dong jangan dibawah". Ucap Kevin


"Gapapa, sini bukunya...halaman berapa?". Tanya Lily sambil meraih buku pelajaran Kevin


"98, 1 sampe 10". Jawab Kevin


"Okey".


Lily pun mulai mengerjakan tugas milik Kevin dengan santai namun teliti, tanpa kesulitan sedikitpun


Ia tahu jika suaminya juga bisa mengerjakan tugasnya, tetapi ia hanya membantunya agar tugas-tugasnya cepat selesai dan dapat segera beristirahat


15 menit kemudian, Lily sudah menyelesaikan tugasnya, ia segera merapihkan buku-buku yang ada dihadapannya tanpa menyadari kalau Kevin sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan tidak percaya


"Sayang, udah selesai?". Tanya Kevin


"Udah, cuma 10 soal kan?". Tanya Lily


"Iya sih, tapi cepet banget?".


"Hehe ngapain lama-lama, ngantuk".


"Luar biasa, kayaknya sambil merem juga kamu bisa deh".


"Haha mana bisa sambil merem, gak keliatan...kamu udah selesai belum? Tidur yuk".


"Satu lagi, kamu duluan aja".


"Yaudah, ini aku masukin ke tas ya".


"Iya sayang, sini cium dulu buat istri hebat punyaku".


Kevin mendekatkan kepala Lily dan mengecup kening, kedua pipi serta bibir mungilnya


"Hmm abis deh muka ku dicium semua". Ucap Lily


"Hehe gemes".


Lily pun bangun dari posisinya dan menuju meja belajar, memasukkan buku-buku dan perlengkapan sekolah Kevin, tak lupa juga map yang berisi persyaratan yang harus Kevin serahkan kepada gurunya besok untuk mengikuti Olimpiade matematika


***


Keesokan harinya


Di sekolah, kelas Kevin


Jam pelajaran pun dimulai, bu Agnes selaku guru IPA mulai mengajar seperti biasa, seluruh murid diminta untuk mengumpulkan tugas yang sudah diberikan oleh sang guru kemarin


Sambil murid-murid mengerjakan tugas lainnya, bu Agnes menilai satu persatu tugas yang sudah dikumpulkan


"Oh iya jadi gimana, ada yang minat ikut olimpiade ngga?". Tanya bu Agnes disela-sela kegiatannya


Dari semua murid dikelas, hanya Kevin yang mengangkat tangannya, Kevin pun terkejut, sama hal nya dengan murid yang lain


"Kevin? Kamu ikut?". Tanya bu Agnes


"Iya bu".


"Bawa persyaratannya? Sini kasih ke ibu".


Kevin pun mengeluarkan map dan berjalan kearah meja bu Agnes, menaruh map tersebut kemudian kembali duduk di kursinya


"Cuma Kevin? Yang lain gak ada?". Tanya bu Agnes


"Coba ibu tanya sama murid teladan kesayangan ibu, kenapa dia gak ikut". Celetuk Rian pada murid yang kemarin sempat meledek Kevin, Sadewa


"Oh iya Dewa, kamu gak ikut daftar kaya Kevin? Gapapa loh daftar aja, siapa tau lolos sampe final kan". Ucap bu Agnes pada Sadewa


"Engga bu". Jawab Sadewa


"Haha makan tuh belagu". Ucap Rian pada Sadewa dengan suara pelan


"Ssstt".


Kevin memberi kode pada Rian untuk menyudahi ucapannya yang bisa memancing keributan


***


Hari ini sekolah berjalan lancar, Kevin yang sedari kedatangannya sudah merasa was-was karna teringat tentang CCTV di perpustakaan, sedikit bernafas lega karna hari ini tidak ada masalah yang berkaitan soal insiden kemarin


Ia berharap semoga seterusnya seperti ini, tidak ada yang mengetahui soal kejadian di perpustakaan kemarin


***


Keesokan harinya


Hari ini adalah hari ulang tahun SMA Nusa Bangsa yang ke 20 tahun, dimana pentas seni besar-besaran dirayakan setiap tahunnya pada hari jadi sekolah mereka


Tak lupa pengisi acara dari penyanyi terkenal juga turut andil memeriahkan acara tersebut, dan alumni-alumni pun boleh ikut serta dalam acara tahunan ini, seperti tahun-tahun sebelumnya


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Lily sedang duduk di sofa sambil menoton acara TV, sementara Keisha ia letakkan di bouncer tepat di depan sofa nya


Tok tok tok


"Sayang, ini mama". Ucap Anita dari balik pintu


"Loh mama, ngapain".


Lily segera bangun dan berjalan menghampiri pintu


"Hai cantik, mama boleh masuk ngga?". Tanya Anita


"Boleh, masuk ma".


Lily mencium tangan Anita dan membawanya masuk kedalam,


"Halo cucu oma, lagi nonton TV ya..."


"Oma kangen banget sama kamu sayang". Ucap Anita sambil mengusap lembut pipi Keisha

__ADS_1


"Duduk ma, mau minum apa biar Lily bikinin". Ucap Lily


"Ih gak usah sayang...katanya kamu mau ke sekolah?". Tanya Anita


"Hah ke sekolah? Ngapain ma?". Tanya Lily


"Sekarang ulang tahun sekolah kamu kan? Kamu gak kesana?".


"Loh mama tau darimana?".


"Dari si ganteng".


"Ooh, terus mama kesini-".


"Mama kesini mau nungguin Keisha, udah kamu ke sekolah sana".


"Eh jangan ma, Lily dirumah aja...aduh pasti Kevin yang nyuruh mama kesini ya".


"Hmm emang kenapa sih? Mama gak boleh kesini? Gak boleh ketemu cucu mama?".


"Engga ma bukan gitu, maksud Lily, Lily dirumah aja gapapa, gak ke sekolah, masa ninggalin Keisha sama mama..."


"Lily gak enak".


"Gapapa sayang, asal siapin susu aja yang banyak hehehe..."


"Mama malah seneng bisa sama Keisha terus". Ucap Anita sambil mengangkat Keisha dari bouncer nya


"Keisha sama oma ya, mama nya ke sekolah dulu". Ucap Anita sambil menatap Keisha


"Ma, Lily dirumah aja". Ucap Lily


"Gapapa sayang, itung-itung refreshing, emang gak suntuk dirumah terus? Kewarasan itu harus tetep dijaga biar pun punya anak...sekali -kali nyenengin diri sendiri....ya ngga..."


"Emang kamu gak mau reuni sama temen-temen kamu?..."


"Udah sana siap-siap, pasti si ganteng udah nungguin hehe". Ucap Anita


"Yaudah, tapi Lily gak lama, gak enak sama mama".


"Udah gapapa ih, susu nya ada ngga?". Tanya Anita


"Ada ma, semalem baru pompa". Jawab Lily


"Nah bagus kalo gitu, lagian Keisha anaknya pinter kok, anteng gak rewel ya sayang..."


"Yaudah sana siap-siap sayang". Ucap Anita sekali lagi


"Iya ma".


Lily pun bangun dari sofa dan berjalan menuju lemari pakaian, bersiap memakai pakaian bebas tapi tetap sopan untuk ke sekolahan serta riasan tipis di wajahnya


Tak lupa sepatu kets putih dan sling bag dibahunya


Setelah berpamitan pada Anita, Lily turun kebawah, berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya


"Bos, maaf, mas Kevin melarang bos menyetir sendiri". Ucap om Al


"Kenapa om? Lily mau ke sekolah, mau nyetir sendiri".


"Gak bisa bos, harus kami yang mengantar bos ke sekolah, mari bos".


Lily hanya bisa pasrah dan berjalan mengikuti pengawalnya menuju mobil hitam yang biasa mengantarnya ke kantor


Setibanya di sekolah, om Jun turun dan membuka kan pintu untuk Lily,


"Om gak ikutin Lily kan?". Tanya Lily


"Engga bos, mas Kevin menyuruh kami nunggu disini". Jawab om Jun


"Yaudah ".


Lily pun segera berjalan menuju pintu masuk yang sudah diarahkan oleh seorang panitia acara


Mengisi daftar tamu alumni dan memakai gelang serta menerima sebotol minuman dingin dari mereka


"Makasih ya". Ucap Lily


"Sama-sama kak". Ucap siswa tersebut


Lily berjalan memasuki area sekolah, sambil menoleh ke sekelilingnya kemudian memperhatikan panggung yang berdiri di tengah-tengah lapangan utama


"Lily!".


Lily menoleh ke arah suara di belakangnya


"Aldooo..ya ampun udah lama gak ketemu, lu kesini juga?". Tanya Lily


"Iya, lagi kosong, jadi kesini deh..."


"Ngomong-ngomong makin cantik aja".


"Hehe engga kok, hmm gue kesana dulu ya". Ucap Lily sambil menunjuk kearah deretan kelas 12


"Ngapain? Adel sama Hana juga disini loh, lagi di kantin". Ucap Aldo


"Hah? Lu serius? Gue mau kesana". Ucap Lily kemudian pergi meninggalkan Aldo


Lily buru-buru kearah kantin untuk bertemu dengan kedua sahabatnya


"Heiii...buru-buru banget".


Langkah kaki Lily terhenti saat ada tangan yang memegang pergelangannya, Lily pun menoleh ke sosok yang menahan tangannya tersebut


"Loh, kamu ngapain disini?". Tanya Lily pada Kevin


"Ngapain? Ini kan sekolah, ya aku disini hahaha". Jawab Kevin


"Oh iya hahaha aku ke kantin dulu".


Kevin pun hanya menatap heran kearah Lily dan kembali berjalan menuju toilet,


"Nah itu dia".


Dengan senyum yang sedari tadi mengembang dibibirnya, Lily menghampiri kedua sahabatnya yang sedang duduk di sudut kursi kantin


"Hah...LILY!!!".


Hana menjerit heboh saat melihat kedatangan Lily, dan Adel pun seketika menoleh kearah belakangnya


"Lily, lu dateng?". Tanya Adel


"Iya...aaaahh kangeeen kangeeen!!".


Mereka bertiga berpelukan heboh sambil jingkrak-jingkrak layakya anak kecil


Membuat orang-orang dikantin menatap bingung kearah mereka,


"Aduhh sumpah gue terharu". Ucap Hana sambil mengusap air matanya


"Sama, kangen banget. Gak boong". Ucap Lily


"Kirain lu gak bakal dateng Ly". Ucap Adel


"Hmm iya Ly, soalnya sibuk sama si kecil...oh iya Keisha mana?". Tanya Hana


"Dirumah sama nyokap nya Kevin..."


"Kalian udah daritadi?". Tanya Lily


"Hmm kayaknya baru setengah jam deh, ya?". Tanya Adel pada Hana


"Iya, gak sempet liat pembukaannya, katanya potong kue trus nerbangin balon bareng-bareng". Ucap Hana


"Yah bagus tuh kalo di videoin hahaha". Ucap Lily


"Ya makanya, telat..."


"Eh ke lapangan yuk, ada yang mau ngeband". Ucap Hana


"Siapa?". Tanya Lily


"Aldo". Jawab Hana


"Hah? Aldo ngeband? Gimana ceritanya?". Tanya Lily


"Ih dia perform sama anak ipa 2". Jawab Hana


"Hahaha jadi mereka bikin band? Kok gue gak tau?". Tanya Lily


"Yaelah kemana aja, kan dia emang ekskul band dari kelas 3, lu sih Kevin mulu pikirannya". Ucap Adel


"Ya abisnya dia marah kalo gue mikirin cowok lain hahaha..."


"Yaudah yuk kesana". Ucap Lily


Mereka bertiga pun berjalan meninggalkan kantin menuju lapangan utama


"Gila gila rame banget, banyak alumni yang gue gak kenal mukanya". Ucap Hana


"Kayaknya alumni diatas kita deh". Ucap Lily


"Duhh Aldo mana sih? Katanya mau perform". Ucap Hana


"Kok lu heboh sih? CLBK ya?". Tanya Lily


"Heh enak aja, temenan doang". Jawab Hana


"Ya kalo temenan gue juga temenan sama dia, Adel juga...alesan aja". Ucap Lily


"Hehehe serius". Ucap Hana


"Nama band nya apa sih?". Tanya Lily


"Tambal band". Jawab Adel


"Hahaha ngakak, seriusan Del?". Tanya Lily


"Ya nggak lah, gue gak tau haha". Ucap Adel


"Envil band, genre nya pop rock gitu". Ucap Hana


"Wihhh keren dong". Ucap Lily


"Pastinya, makanya gue gak sabar". Ucap Hana


"Panas banget deh, ngadem yuk". Ajak Adel


"Yah kalo ngadem jauh dong nontonnya, ini kita udah pas posisinya ". Ucap Hana


"Tapi panas Han, padahal belum siang banget". Ucap Lily sambil menadahi kepalanya dengan kedua tangannya


Tiba-tiba dari arah samping ada yang menaruh jaket diatas kepala Lily, melindungi kepala Lily dari teriknya sinar matahari


"Eh kaget...kirain siapa". Ucap Lily sambil menoleh kearah Kevin


"Semangat banget nonton nya paling depan gini, mau liat siapa?". Tanya Kevin


"Hehe engga, cuma nemenin Hana". Jawab Lily


"Han Han, lu mau bikin Lily klepek-klepek ngeliat cowok lu ngeband?". Tanya Kevin pada Hana

__ADS_1


"Eh engga, cuma nonton doang kok...BTW dia bukan cowok gue, gak usah ngaco lu". Ucap Hana


"Pindah, disini panas". Ucap Kevin sambil menggandeng tangan Lily meninggalkan area lapangan


"Lu kali yang kepanasan". Ucap Hana tanpa dijawab oleh Kevin


Kevin pun membawa Lily ke depan kelasnya, duduk bersama Rian, Tommy yang sedang asik bermain game


"Lah tiba-tiba ada kak Lily, nemu dimana?". Tanya Rian pada Kevin


"Tuh depan panggung, nungguin yang mau tampil". Jawab Kevin


"Hahaha mau liat band ya Ly?". Tanya Tommy


"Iya, tapi ditarik kesini". Jawab Lily


"Dari sini keliatan kali kak, ngapain kedepan-depan". Ucap Rian


"Kurang ganteng kalo dari sini". Ucap Kevin


"Apaan sih gak jelas". Ucap Lily


"Ini kak Lily sendirian? Dua ekor lagi kemana?". Tanya Rian


"Hah? Emangnya kucing?". Tanya Lily


"Hehe bukan, maksudnya dua lagi kemana? Gak kesini?". Tanya Rian


"Ada kok, itu depan panggung". Jawab Lily


"Aku ke toilet dulu ya". Ucap Lily pada Kevin


"Mau aku anterin?". Tawar Kevin


"Gak usah, sendiri aja". Jawab Lily


"Masih inget toilet dimana?". Tanya Tommy


"Ya masih lah hahaha". Jawab Lily


Lily segera berjalan kearah toilet yang berada di belakang ruang komputer, toilet yang paling dekat dengan kelas Kevin,


Tak berselang lama setelah kepergian Lily ke toilet, Citra datang menghampiri Kevin di depan kelasnya


"Vin, gue mau ngomong". Ucap Citra


"Lah putri tidur gak siap-siap? Katanya mau tampil?". Tanya Rian pada Citra


"Masih lama..."


"Ayo ikut gue". Ajak Citra pada Kevin


"Kemana sih?". Tanya Kevin


"Ikut aja, ini penting". Ucap Citra


"Kalo Lily nyariin bilang gue ke kantin dulu". Ucap Kevin pada kedua sahabatnya


Mereka berdua pun hanya mengangguk. Sementara Kevin berjalan mengikuti Citra ke belakang kelasnya


"Ngapain kesini?". Tanya Kevin


"Nih, gue mau nunjukin sesuatu ke lu". Ucap Citra sambil menatap layar ponselnya


"Liat". Ucap Citra


Citra menunjukkan foto yang diambil dari video rekaman CCTV di perpustakaan dua hari yang lalu


Kevin pun memfokuskan pandangannya pada layar ponsel Citra


"Ini foto darimana?". Tanya Kevin


"Gue minta ke security". Jawab Citra


"Udah ada yang ngeliat?". Tanya Kevin


"Kata pak Agus sih dia baru ngasih tau ke pak David". Jawab Citra


"Hah? Pak Agus ngasih tau pak David? Bisa jadi masalah dong...videonya gimana?". Tanya Kevin


"Ada sama pak David, sayang banget CCTV samping rusak, ini foto dari CCTV belakang, makanya fotonya keliatan begini". Ucap Citra


"Mampus, lu ada videonya ngga? Gue mau liat". Ucap Kevin


"Kevin...kamu ngapain?".


Kevin mematung saat mendengar suara Lily dari arah belakangnya, Citra yang berada di hadapan Kevin pun menoleh ke balik badan Kevin,


"Vin?".


Lily berjalan mendekati Kevin karna Kevin tidak juga memutar tubuhnya dan tidak menjawab pertanyaannya


"Ngapain disini?". Tanya Lily sambil menatap mata Kevin


"Engga...gak ngapa-ngapain". Jawab Kevin


"Gak ngapa-ngapain? Terus video apa yang dimaksud?". Tanya Lily


"Mati, Lily denger?". Batin Kevin


"Lagi ngobrol apa sama Kevin?". Tanya Lily pada Citra


"Engga kak, bukan apa-apa". Jawab Citra


"Gapapa, kasih tau aja. Video apa yang dimaksud?". Tanya Lily


"Bukan video apa-apa sayang, gak penting". Ucap Kevin


"Sayang? Oh kakak ini ceweknya Kevin?". Batin Citra


"Vin...."


"O ow..ada kak Lily juga". Ucap Rian


Lily, Kevin dan Citra pun kompak menoleh kearah Rian yang muncul dari arah belakang Citra


"Kenapa?". Tanya Kevin pada Rian


"Pak David dateng tuh, katanya lu sama Citra disuruh keruangan pak Herman".


"Hah? Kenapa?". Tanya Lily


"Gak tau kak..."


"Dah sana, ditungguin". Ucap Rian


"Ada apa? Kamu bikin masalah?". Tanya Lily pada Kevin


"Engga...aku gak tau...aku kesana dulu". Ucap Kevin


Kevin pun pergi dari posisinya diikuti dengan Citra dibelakangnya


"Citra siapa?". Tanya Lily pada Rian


"Tuh cewek yang tadi disini...ayo kak duduk lagi".


Akhirnya Lily memutuskan untuk kembali duduk didepan kelas Kevin


"Kevin kenapa dipanggil pak David ?". Tanya Lily pada Tommy


"Gak tau". Jawab Tommy


"Serius? Masa sih gak tau? Dia bikin masalah?".


"Engga Ly, baik-baik aja kok kaya biasa".


"Tadi gue denger Kevin ngomongin video sama cewek itu".


"Cewek? Siapa?". Tanya Tommy


"Tadi pas gue nyamperin si Kevin sama Citra ada kak Lily disitu". Ucap Rian


"Terus? Lagi pada ngapain?..."


"Salah paham lagi sama Kevin?". Tanya Tommy


"Engga... mereka lagi ngobrol serius gitu, ngomongin video, tapi gak tau video apa". Jawab Lily


"Video apaan kak?". Tanya Rian


"Ya ngga tau...tapi kenapa Kevin sama cewek itu dipanggil pak Herman? Apa ada hubungannya sama video yang tadi mereka omongin?". Tanya Lily


"Ya Allah...jangan-jangan...".


Lily mengusap kasar wajahnya, pikirannya sudah menerawang jauh entah kemana, perasaannya pun mulai cemas.


"Video...video apa sih? Mereka berdua...bikin...video...?". Tanya Lily


"Waduh gila, skandal?". Tanya Rian


"Lu yang bener kalo ngomong". Ucap Tommy sambil menendang kaki Rian


"Sakit tol*l, ya trus video apaan...gue yakin pikiran kak Lily udah kemana-mana nih". Ucap Rian


"Ah pusing, jadi takut...kalo beneran video skandal gimana". Ucap Lily


"Gak mungkin lah, lu gak percaya sama Kevin?". Tanya Tommy


"Bukan gitu, tapi kenapa harus Kevin sama cewek itu yang dipanggil? Berarti mereka bikin masalah dong..."


"Kalo ada hubungannya sama video gimana...Ya Allah gak bisa bayangin". Ucap Lily


"Susulin aja kak ke ruang kepsek". Ucap Rian


"Emang boleh asal masuk aja? Kan gak ada urusannya". Ucap Lily


"Yaudah tungguin aja disini, nanti kalo dia balik baru tanyain...."


"Eh ke kantin aja, beli es krim..yuk". Ajak Tommy pada Lily


"Iya daripada galau mikirin yang belum tentu bener, sambil nunggu Kevin, ayo kak". Ajak Rian


"Hmm".


Mereka bertiga pun beranjak dari bangkunya dan berjalan menuju kantin


"Tuh si Aldo lagi tampil, gak mau kesana?". Tanya Tommy pada Lily


"Udah gak mood".


"Yaudah gak usah mikirin yang aneh-aneh dulu, kan belum tau apa masalahnya". Ucap Tommy


"Hmmm"


****


Bersambung....


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya bestihh~


__ADS_2