Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Flashback Raffa


__ADS_3

*flashback on*


Bali


4 tahun yang lalu, Lily menjalin hubungan dengan lelaki yang sangat ia cintai sejak SMP. Raffa Mahendra.


Sayangnya, hubungan Lily yang sudah terjalin selama 3 tahun itu tidak pernah direstui oleh kedua orang tua mereka,


Selain karena alasan status mereka yang masih sekolah,persaingan perusahaan orang tua mereka lah yang memperkuat hubungan keduanya terpaksa harus diakhiri


Karena Rama yang tidak suka dengan orang tua Raffa yang dinilai sangat licik dan selalu mencoba menjatuhkan perusahaan Rama


Dan kedua orang tua Raffa juga beranggap bahwa Rama selalu mencuri client-client penting mereka dan selalu mendapatkan tender jika bersaing dengan perusahaan mereka


Dikamar Rama


"Sayang, sampai kapanpun ayah gak akan pernah ngerestuin kamu pacaran sama anaknya Antoni,mereka itu keluarga licik sayang. Kamu gak inget mereka itu penyebab meninggalnya bunda kamu, gara-gara mereka kita celaka dan kehilangan bunda .


"Hikkss hikss tapi yah,itu kan takdir, dan ayah jangan benci sama Raffa, dia gak tau apa-apa".


"Tetap aja, ayah gak suka kamu punya hubungan sama anaknya, dan ayah gak sudi kalo punya besan kaya mereka".


"Ayaahh hikss hikss Lily sayang sama Raffa".


"Lebih baik kamu fokus sekolah,tinggalin anak itu... "


"Karena ayah akan urus kepindahan kita ke Jakarta".


"Hikss hikss Lily gak mau ayaah, Lily mau tetep sama Raffa".


"Terserah apa katamu".


"Ayah jahat, ayah gak sayang sama Lily!". Lily segera pergi menuju kamarnya


"Ayah sayang sama kamu Ly, ini yang terbaik buat kamu".


--


Di rumah Raffa


"Pah, lupain dendam papah sama ayahnya Lily, mau sampe kapan kaya gini terus".


"Kamu gak usah nasihatin papah, mamah sama papah memang udah lama gak menyukai Rama dan Elisa".


"Kamu tinggalin anaknya itu,masih banyak wanita di dunia ini Fa,lagian kamu masih sekolah,ngapain sih mikirin soal cinta. Masih terlalu dini".


"Raffa gak mau ninggalin Lily, kita saling menyayangi pah".


"Terserah apa kata papah mamah,Raffa dan Lily gak akan putus".


"Jangan bangkang kamu". Mahendra ingin melayangkan tamparan untuk Raffa, tapi tertahan


"Apa? Papah mau tampar Raffa? Tampar pah!".


"Anak ini ya, susah banget dibilangin".


Raffa pergi meninggalkan kedua orang tuanya


--


Walaupun hubungan mereka sudah ditentang oleh orang tua mereka,tetapi Lily dan Raffa tetap menjalin hubungan dan sering bertemu di belakang orang tua mereka


"Sayang, apapun yang terjadi, janji sama aku kalo kita gak akan putus. Janji akan selalu sayang sama aku".Ucap Raffa sambil mengelus pipi Lily


"Iya sayang aku janji, Aku janji akan selalu sayang sama kamu sampai kapanpun". Jawab Lily


Cup


Raffa mencium kening Lily sedikit lama

__ADS_1


"Janji ya, kalo kamu pindah ke Jakarta nanti, tetep kabarin aku, jangan lost contact, aku akan usahain buat tetep ketemu kamu". Ucap Raffa


"Iyaa sayang, aku janji".


"Oh iya, ini buat kamu". Raffa mengeluarkan kotak perhiasan dari dalam tasnya


"Ini apa sayang, perhiasan?". Tanya Lily


"Iya, buka dong"


Lily membuka kotak perhiasan berbentuk hati tersebut


"Waahh,ini berlian,cantik banget". Lily mengamati 1 set berlian itu sampai tanpa sadar meneteskan air mata


"Sayang,kenapa sedih?". Ucap Raffa sambil mengusap air mata Lily


"Berlian cantik ini buat kamu,perempuan cantik yang ada di hati aku".


"Ini beneran buat aku?". Tanya Lily


"Iya sayang,sebenernya itu bukan dari aku, tapi Oma Weni yang beli, buat kamu".


"Ya ampun Omaaaa, sayang aku mau ketemu Oma". Ucap Lily


"Besok ya sayang,ini udah sore. Kita pulang dulu yaa, nanti kamu dicari ayah kamu kalo pulang kemaleman".


"Iyaa sayang".


"Masukin ke tas". Ucap Raffa


Lily memasukkan kotak perhiasan itu kedalam tasnya dan segera pulang


Mereka pulang menaiki taksi masing-masing


--


"Breaking News. Berita duka datang dari salah satu pengusaha terkenal Antoni Mahendra, putra semata wayangnya Raffa Mahendra mengembuskan nafas terakhirnya karena taksi yang ditumpanginya mengalami kecelakaan maut dijalan XXX dalam perjalanan menuju ke kediamannya. Saat ini kedua jenazah sudah dilarikan kerumah sakit X X"


Lily yang kebetulan sedang menonton tv dengan Rama diruang keluarga pun terkejut


"Raffa.. "


"Meninggal.. "


"Engga engga gak mungkin".


"Gak mungkin".


"Aarrrgghhhhh ". Lily teriak histeris dan menangis


"Gak mungkiinn...."


Lily mengambil tas dan segera berlari keluar rumah


"Lilyyy, mau kemana kamu". Ucap Rama namun tak didengar oleh Lily


Lily segera menyetop taksi dan menuju rumah sakit.


--


Dirumah sakit


"Raffa". Lily berlari ke koridor ruang jenazah, disitu sudah ramai keluarga Raffa dan beberapa pengawal


"Raffa".


"Raffa".


"Tante,ini gak bener kan?Raffa gak meninggal kan tante?".

__ADS_1


"Om ini gak bener kan om". Ucap Lily yang mendekat kearah orang tua Raffa


Tetapi Antoni malah mendorong Lily sampai jatuh.


"Ini semua gara-gara kamu. Kamu dan Rama sama aja. Pembawa sial buat keluarga kami". Ucap Antoni


Lily semakin menangis mendengar ucapan Antoni


Oma Weni pun menghampiri Lily dan membantunya berdiri


"Lily, ayo bangun nak".


"Mama,mama ngapain peduli sama anak pembawa sial itu,gara-gara dia cucu mama meninggal". Ucap Farah, istri Antoni


"Omaaa". Ucap Lily


"Lebih baik kamu pergi dari sini. Pergi. Dan inget,jangan pernah menunjukkan muka kamu di pemakamannya,jangan datang!". Ucap Farah


"Pergi!!!".


"Engga tante, Lily mau disini. Mau liat Raffa".


"Ngeyel kamu yaa". Ucap Farah


"Bawa dia pergi". Ucap Antoni menyuruh pengawalnya


2 pengawal mencoba menarik tangan Lily


Lily mencoba memberontak tapi apa daya,tenaganya terlalu kecil untuk melawan 2 orang yang berbadan besar dan kekar


"Lepasin!!"


Lily terseret oleh kedua pengawal itu


"Oke oke,lepasin sebentar..sebentar aja". Lily menepis tangan pengawal tersebut


Mereka pun melepaskan tangan Lily


Lily berjalan menghampiri Weni sambil membuka tasnya


"Oma, Lily mau balikin ini ke Oma". Lily mengeluarkan kotak perhiasan yang diberi Raffa


"Oh hebat kamu ya, kamu minta perhiasan ke Raffa,apalagi selain itu yang kamu minta dari Raffa?!!".


"Cukup Farah. Perhiasan ini mama yang kasih untuk Lily".


"Sayang, kamu ambil aja, ini Oma beli untuk kamu,gak usah dikembalikan".


"Engga Oma, Lily harus balikin ini. Terimakasih Oma. Lily pergi dulu".


Lily melangkah perlahan meninggalkan koridor ruang jenazah.


"Raffa,aku akan selalu sayang sama kamu, sampai kapanpun". Batin Lily sambil menangis


Lily segera meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang sangat hancur.


"Gimana, anak itu udah pergi?". Tanya Antoni pada pengawal


"Sudah boss".


"Bagus, jangan sampai ada yang tahu kalau Raffa masih hidup. Biarkan mereka diluar sana menelan berita yang ada di media. Aku hanya gak mau mereka berhubungan lagi. Ini satu-satunya cara untuk memisahkan mereka". Ucap Antoni


"Kelewatan kamu Ton". Ucap Weni


"Lily, maafkan oma nak". Batin Weni


*flashback off*


--

__ADS_1


__ADS_2