
Setelah sarapan, mereka berdua kembali menghampiri Anita dan Bastian
"Lily, kamu sudah diberitahu oleh Andika kan kalau mulai Senin kamu masuk kantor?". Tanya Bastian
"Andika? Siapa pah?". Tanya Lily
"Loh kemarin dia gak kesini?".
"Ooh yang kemarin, iya dia kesini pah, emang dia siapa pah?". Tanya Lily
"Tadinya Andika itu sekretarisnya ayah kamu, tapi sekarang udah jadi sekretaris kamu, kamu bisa tanyakan apapun sama dia termasuk jadwal pertemuan kamu dengan klien".
"Papah nih bisa banget deketin Lily sama cowok". Ucap Kevin
"Loh trus gimana? Ini kan soal pekerjaan Vin, lagipula Andika udah bekerja selama 5 tahun masa mau di ganti karna alasan kamu cemburu..lagian dia udah punya istri kok, gak usah cemburu lah". Ucap Bastian
"Oh, ya bagus". Ucap Kevin
"Intinya hari Senin nanti kamu akan melihat sendiri struktur di perusahaan kamu seperti apa, siapa siapa saja orangnya kamu akan tahu nanti". Ucap Bastian pada Lily
"Iyaa siap pah".
"Oh iya sebenarnya kedatangan mama sama papa kesini mau ngajak kalian-"
Tiba-tiba ucapan Anita terhenti karna melihat sosok perempuan yang terlihat lebih tua darinya sedang berjalan bersama seorang perempuan yang terlihat masih muda, mereka berjalan memasuki rumah sambil menarik kopernya masing-masing
"Sayang, itu siapa?". Tanya Anita dengan suara pelan
Lily, Bastian dan Kevin pun menoleh kearah pintu utama
"Tante Eva...." Ucap Lily
Lily segera bangun dan menghampiri tantenya
"Lilyyyy, tante boleh tinggal disini untuk sementara waktu ya, tante lagi ada masalah sama suami om Tio". Ucap Eva sambil memeluk Lily
"Hmmm, duduk dulu tante, Alin, ayo duduk". Lily mengajak Eva dan Alin duduk diruang tamu
Sementara Kevin, Bastian dan Anita hanya memperhatikan dari ruang keluarga
"Bi, tolong bikinin kita minum ya". Ucap Eva pada mbok Minah
Mbok Minah sempat melirik kearah Lily, dan Lily mengangguk menyetujuinya, mbok Minah pun segera kedapur untuk membuat minuman
"Tante bukannya di Singapur?". Tanya Lily
"Iya, tapi tante udah gak kuat disana, om Tio selingkuh terus, dia gak peduliin tante sama Alin, bahkan kita diusir, kita bingung harus kemana Ly, sedangkan tante gak punya uang buat beli atau sewa rumah...."
"Oh iya, mereka siapa?". Tanya Eva sambil melirik kearah ruang keluarga
"Oh. Itu mertua sama suami Lily tante". Jawab Lily
"Hmm jadi bener kamu udah menikah, ayah kamu jahat ya gak ngundang tante". Ucap Eva
"Hehe engga tante, gak gitu".
"Sayang, mama sama papa pamit ya, lain waktu kesini lagi". Ucap Anita
"Eh kok buru-buru, gak ngobrol dulu". Ucap Eva
"Maaf saya harus pergi". Ucap Anita
"Yaudah mama papa pulang dulu ya". Ucap Anita
Lily mengangguk dan mencium kedua tangan mertuanya setelah itu mereka berjalan meninggalkan rumah Lily
Anita yang tidak menahu soal perempuan yang dipanggil tante oleh menantunya tersebut menanyakannya pada Bastian.
"Dia siapa sih pah?". Tanya Anita dengan suara berbisik
__ADS_1
"Seinget ku dia adeknya Rama deh, tapi hubungannya sama Rama kurang baik". Jawab Bastian
"Aku kok baru liat ya".
"Iya soalnya dia gak tinggal di Indonesia, aku lupa dimana". Ucap Bastian
"Hmm aku takut kedatangan mereka malah ganggu anak-anak". Ucap Anita
"Semoga aja engga".
--
"Sayang, aku ke kamar ya". Ucap Kevin saat menghampiri Lily
"Eh bentar dulu...tante ini Kevin suami Lily...Lin ini suami aku". Ucap Lily pada Eva dan Alin
"Alin". Ucap Alin sambil menyodorkan tangannya tetapi Kevin hanya tersenyum tipis dan setelah itu berjalan kearah tangga
"Kok pergi sih, gak sopan". Ucap Eva
"Hehe mungkin lagi capek tante mau istirahat, oh iya tadi tante bilang kesini mau-"
"Tinggal disini..."
"Kan mas Rama udah gak ada, jadi boleh kan tante tinggal disini, cuma sementara sampe tante dapat kerja dan punya uang buat beli rumah, tante gak mungkin balik lagi ke Singapur". Ucap Eva
"Iya Ly, aku juga mau cari kerja disini". Ucap Alin
Lily menghela nafasnya, ia bingung harus menerima tante dan sepupu untuk tinggal disini atau tidak
"Gimana? Boleh kan?". Tanya Eva
"Boleh lah ma, Lily kan baik masa tega sama kita". Sambung Alin
"Hehe iya boleh tante". Ucap Lily
"Yaudah kamar kita dimana, diatas?". Ucap Eva
"Yaudah jadi kamar aku aja Ly". Ucap Alin
"Tante dimana?". Tanya Eva pada Lily
"Adanya kamar tamu tante, gapapa?". Tanya Lily
"Itu apa?". Tanya Eva sambil menunjuk pintu pintu yang terletak disudut ruangan
"Oh itu kamar art tante, dua duanya". Jawab Lily
"Hmm yaudah deh, tante dikamar tamu aja, ada Tv sama Ac nya kan?". Tanya Eva
"Iya ada tante". Jawab Lily
"Yaudah tante mau istirahat dulu ya, capek". Ucap Eva lalu berjalan menarik kopernya menuju ruang tamu
"Yaudah yuk ke atas, aku juga mau ke kamar". Ajak Alin
Lily tersenyum dan mengangguk, mereka pun berjalan beriringan menaiki tangga
"Kamu kenapa Ly?". Tanya Alin
"Hah, gak kenapa-napa kok".
"Itu". Ucap Alin sambil menunjuk kearah perut Lily yang sedang diusap-usap
"Ooh, aku lagi hamil Lin". Ucap Lily
"Hmm selamat ya".
"Hehe makasih".
__ADS_1
"Ini kamar aku?". Tanya Alin
"Bukan, ini kamar ayah, itu kamar aku, dan kamar kamu disana". Ucap Lily sambil menunjuk pintu yang terletak disudut
"Ooh ok, aku kesana ya". Ucap Alin
"Iya".
Lily pun segera masuk ke kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang
"Sayang mereka keluarga kamu?". Tanya Kevin
"Ya gitu deh, adeknya ayah". Jawab Lily
"Lah baru tau aku". Ucap Kevin
"Iya soalnya mereka gak tinggal disini, di singapur, ini aja aku baru ketemu mereka lagi, padahal udah hampir 5 tahun gak ketemu semenjak mereka pindah ke Singapur".
"Trus kenapa mereka kesini?".
"Katanya sih diusir sama suaminya. Mereka minta buat tinggal disini".
"Apa? Tinggal disini?". Tanya Kevin
"Hmm".
"Jangan sayaaang, suruh pergi aja". Ucap Kevin
"Tapi dia kan tante aku, gak enak lah aku ngusir, katanya cuma sementara kok". Ucap Lily
"Oh yaudah deh".
Tok tok tok
"Lily".
Terdengar suara Alin yang memanggil dari balik pintu
Lily segera bangun dari ranjangnya dan membukakan pintu untuk Alin
"Kenapa Lin?". Tanya Lily
"Aku pinjem catokan dong, ada gak?". Tanya Alin
"Emm ada, bentar yaa".
Lily mencari-cari catokannya didalam lemarinya tetapi tidak ada, ternyata catokannya berada di atas lemari, masih terbungkus didalam box nya
Lily pun menarik kursi belajarnya dan hendak menaiki kursi tersebut tetapi dicegah oleh Kevin
"Aduh ngomong dong sayang, jangan naik-naik nanti jatoh". Ucap Kevin
Kevin pun dengan mudahnya meraih box catokan tersebut dan memberikannya pada Alin
"Nih". Ucap Kevin
"Hehe makasih ya". Ucap Alin
Tanpa menjawab Kevin segera menutup pintu kamarnya
"Kalo mau ngambil barang yang tinggi jangan naik sendiri, bilang ke aku nanti aku ambilin". Ucap Kevin
"Iyaa maaf". Ucap Lily
"Sayang, kayaknya dia sama mamanya bakal ngerepotin kamu deh". Ucap Kevin
"Gak boleh gituuuu".
"Cuma feeling sih, yaudah sini boboan lagi, pasti masih capek". Ucap Kevin sambil merangkul Lily menuju ranjang
__ADS_1
--
Bersambung...