
"Gue izinin Lily karna oma lu. Dan cuma buat hari ini". Ucap Kevin pada Raffa
Tapi Raffa masa bodo dengan ucapan Kevin, apapun alasannya yang penting dirinya bisa bersama Lily hari ini.
"Ayo Ly, kita berangkat". Ucap Raffa
"Aku mau sama Kevin".
"Gapapa sayang. Kamu sama dia aja, aku kan mau ke bengkel". Ucap Kevin
"Sayaang... Aku gak mau". Ucap Lily pada Kevin
"Ayo Lily".
"Gak mau..."
"Kamu jalan duluan deh, aku bawa mobil sendiri. Kasih tau aja rumah sakit mana".
"Huhhh". Raffa membuang nafas kasar
"Oke..."
"Rumah sakit xxx. ruang VVIP anggrek". Ucap Raffa
"Yaudah, kamu duluan aja". Ucap Lily
Raffa mengangguk dan meninggalkan rumah Lily
"Sayang, kamu gak mau temenin aku?". Tanya Lily
"Aku harus ke bengkel sayang". Ucap Kevin sambil mengelus pipi Lily
"Yaudah deh, aku janji ngga lama". Ucap Lily
"Iyaa sayang..."
"Aku jalan ya". Ucap Kevin
Kevin mendekat dan mengecup lembut bibir Lily
"Kamu hati-hati dijalan". Ucap Kevin lalu tersenyum dan berjalan masuk kedalam mobil
"Kamu juga sayang, hati-hati". Ucap Lily dengan suara pelan
Setelah kepergian Kevin dengan mobilnya, air mata Lily tumpah.
Sungguh Kevin sangat berbesar hati telah mengizinkan Lily bertemu dengan keluarga dari mantan pacarnya
Yang Kevin sendiri tahu, kalau mantan pacar istrinya itu masih sangat mengharapkan istrinya
Tetapi Kevin mengesampingkan ego dan cemburunya demi seorang nenek yang sedang sakit.
"Aku tau gimana perasaan kamu Vin". Batin Lily
Dengan malas Lily berjalan menuju kamarnya untuk bersiap. Tidak mau terlihat berlebihan, Lily hanya mengganti pakaiannya dengan yang sedikit tertutup dan memakai pelembap bibir.
Lily segera turun dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit yang dituju.
--
__ADS_1
Dirumah sakit
Lily sudah sampai rumah sakit dan sedang mencari kamar Weni
Saat menemukan kamarnya, Lily segera masuk. Ternyata disana hanya ada Weni dan Raffa
Lily terkejut melihat kondisi Weni saat ini, sudah sangat berbeda saat terakhir bertemu 4 tahun yang lalu.
"Lily, sini nak". Ucap Weni
Lily pun melangkah mendekati ranjang Weni dan duduk dikursi samping Weni
Sedangkan Raffa duduk di sofa tepat dibelakang Lily
"Makin cantik ya kamu.."
"Persis seperti Elisa". Ucap Weni sambil tersenyum
"Oma gimana keadaan oma?".
"Yaaa begini lah oma sekarang, sudah setengah tahun cuma bisa berbaring.."
"Makasih ya nak kamu udah sempatin buat temui oma..."
"Oma... Belum minta maaf atas kejadian waktu itu, saat kecelakaan palsu yang dibuat oleh Antoni...."
"Oma minta maaf sayang, oma gak berbuat apa-apa saat itu". Ucap Weni sambil memegang tangan Lily
"Gak perlu minta maaf oma, ini bukan salah oma..."
"Lagipula Lily udah ikhlas, mungkin Lily emang gak jodoh sama Raffa". Ucap Lily
"Maaf oma, Lily udah gak ada perasaan apa-apa sama Raffa..."
"Lily udah menikah". Ucap Lily
"Menikah? Bagaimana bisa?".
"Iya oma, ayah yang jodohin Lily". Ucap Lily
"Kamu di jodohin? Apa kamu cinta sama suami kamu?".
"Iya, Lily cinta sama suami Lily".
"Raffa, gak ada yang bisa diharapkan lagi dari hubungan kamu sama Lily". Ucap Weni pada Raffa namun Raffa hanya diam
"Lily gak mungkin meninggalkan suami-"
"Gak oma. Lily gak bakal lakuin itu". Ucap Lily
"Yasudah..."
"Tadinya oma sangat berharap kalian bisa bersama lagi, tapi benar kata kamu, kalian gak jodoh..."
"Yaaa...apa boleh buat". Ucap Weni sambil melihat langit-langit kamarnya
"Makasih oma udah ngertiin Lily..."
"Apa Lily boleh pamit oma. Lily harus pulang".
__ADS_1
"Boleh sayang, makasih buat waktunya, oma berharap Lily bisa datang lagi menemui oma".
"Pasti oma, kalau gitu Lily pamit dulu".
Lily bangun dari kursinya dan mencium tangan Weni
"Raffa, antar Lily kedepan". Ucap Weni
Raffa hanya mengangguk dan mengikuti Lily keluar kamar Weni
"Lily tunggu". Raffa mencegah tangan Lily yang hendak melangkah meninggalkan ruangan Weni
"Kenapa?".
"Tolong terima ini". Ucap Raffa sambil mengeluarkan kotak perhiasan
"Ini apa?". Tanya Lily
Raffa membuka kotak perhiasan tersebut dan ternyata isinya adalah kalung
"Tolong terima..."
"Mungkin hubungan kita gak bisa dilanjutin tapi tolong, anggap aku teman, jangan jauhin aku..."
"Dan soal kerjasama perusahaan waktu itu, aku serius, aku janji akan profesional". Ucap Raffa
"Tapi aku gak bisa terima ini". Ucap Lily sambil mendorong kotak perhiasan tersebut
"Ly please terima".
"Gak bisa Raf, tolong ngerti..".
"Aku permisi". Ucap Lily dan langsung meninggalkan Raffa di depan pintu kamar Weni
--
Lily melajukan mobilnya menuju rumahnya, tetapi baru setengah perjalanan mobilnya mati karena kehabisan bensin
"Ya Allah, bisa-bisanya gue gak merhatiin bensin".
"Pom masih jauh lagi, gimana dong". Batin Lily
Lily meraih ponselnya dan menghubungi Kevin
Namun 3x panggilan tidak ada satupun yang dijawab oleh Kevin
"Iihh kemana sih". Batin Lily
--
Bersambung...
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
--
__ADS_1