
Keesokan Harinya
Seperti biasa Lily dan Kevin menjalankan aktifitasnya sehari-hari, Lily pergi ke kantor dan Kevin ke sekolah
Mulai hari ini Lily mulai didampingi oleh 2 orang pengawal, kedua pengawal duduk dikursi depan sementara Lily di belakang mereka
Sepertinya ini akan sangat membosankan untuk Lily, biasanya sepanjang perjalanan pulang atau pergi ia mengobrol dengan Ammar, tapi kali ini ia hanya diam saja, kedua pria bertubuh besar dan tegap itu hanya diam bagai patung, sama sekali tak berbicara
Setibanya di gedung kantor, pengawal yang duduk disebelah kursi kemudi turun dan membukakan pintu untuk Lily
Setelah itu keduanya mengikuti Lily sampai keruangannya, Lily heran, kenapa mereka mengikutinya sampai kesini, Lily merasa risih dengan keadaan ini.
Reyhan yang kebetulan sedang mengambil file di ruangan Lily hanya menahan tawa melihatnya
"Eum.. Hari ini saya gak kemana-mana, kalian bisa nunggu diluar atau pulang". Ucap Lily
"Maaf bos, kami diperintahkan mas Kevin untuk selalu berada di dekat bos". Ucap salah satu dari mereka
"Haduh Kevin, gak gini juga kali". Batin Lily
"Gapapa, tunggu diluar aja". Ucap Lily
"Baik bos".
Akhirnya mereka pun keluar dari ruangan Lily, entah kemana Lily juga tidak peduli
"Hahahaha Kevin bisa aja". Ucap Reyhan
"Gak usah ketawa Rey".
"Hahaha maaf bu, pasti Kevin nyuruh mereka karna dia tau insiden kemarin kan?".
"Ya gitu lah, sumpah gak seru banget. Kaku kaya kanebo kering.."
"Oh iya tadi kamu di jemput Ammar kan?". Tanya Lily
"Iya. Saya kaget liat dia di depan rumah. Ternyata disuruh ibu haha". Jawab Reyhan
"Iya. Kasian kalo di pecat, jadi saya suruh jemput kamu aja..."
"Andika belum masuk?". Tanya Lily
"Belum, mungkin besok, masih mau nemenin istrinya". Jawab Reyhan
"Anaknya laki-laki atau perempuan?".
"Laki-laki".
"Hmm okey".
"1 jam lagi meeting dengan pak Adnan bu, saya buat materinya dulu. Permisi". Ucap Reyhan
"Iya".
Reyhan pun keluar dari ruangan Lily
"Hmm gue harus chat Kevin nih".
Lily meraih ponselnya dan membuka aplikasi pesan
'My Husbandâ„'
^^^"Sayang masa mereka ngikutin aku sampe kedalem ruangan"^^^
"Wkwk bagus dong"
^^^"Bagus apanya, lebay tau, aku risih"^^^
"Kamu suruh keluar aja dulu"
^^^"Udah tuh. Malah aku suruh pulang"^^^
"Lah jangan, mereka harus ngikutin kamu kemana-mana"
^^^"Tapi aku gak kemana-mana. Meeting di kantor".^^^
^^^"Kamu lagi kosong? Kok bisa chatan?"^^^
"Oh gitu"
"Iya sayang. Pak David cuti. Jadi free"
^^^"Hmm enak, Rian sama Tommy ngapain?"^^^
"Nih *Kevin mengirimkan foto"
^^^"Mabar mulu, belajar woy mau semesteran juga"^^^
"Wkwk dadakan aja belajarnya"
"Oh iya gimana putri kecil aku, anteng kan?"
^^^"Iya, anteng kok, kayaknya masih bobo"^^^
"Hmm...kangen kalian berdua"
^^^"Hehe sama, aku juga kangen"^^^
"Nanti pulang sekolah mau aku bawain apa?"
^^^"Hmm...pisang"^^^
__ADS_1
"Pisang apa? Pisang keju, pisang goreng, pisang naget?"
^^^"NO".^^^
^^^"Pisang nya kamu"^^^
"Hah? Pisang aku? Maksudnya ini?" *Kevin mengirimkan foto
(Foto area intinya yang tertutup celana abu-abu)
^^^"Hahaha sayaaang pake difoto lagi. Jadi pengen"^^^
"Heeeeh?"
"Aku otw wkwkwkw"
^^^"Hahahahaa ngakak, nanti aja dirumah"^^^
"Ok siap, udah aku bungkus pesenan kamu wkwkwk"
Tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari ruangan Lily
"Duh siapa sih". Batin Lily
"Masuk".
Ternyata Reyhan yang muncul dibalik pintu
"Oh Reyhan, kenapa Rey?".
"Pak Adnan sudah menunggu ibu diruang meeting".
"Cepet amat, katanya sejam lagi...."
"Yaudah kamu duluan, saya nyusul". Ucap Lily
"Baik bu".
Reyhan pun keluar dari ruangan Lily
Lily kembali mengirim pesan pada Kevin
^^^"Sayang, aku meeting dulu yaa, love you"^^^
"Love you too, semangat mom"
Lily tersenyum dan segera menaruh ponselnya didalam tas, kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangannya
****
Siang Hari, makan siang
"Enak gak sih makan di awasin gini". Ucap Lily dengan suara pelan
"Hehe kan mereka cuma jalanin tugas. Nanti ibu juga terbiasa". Ucap Reyhan
Lily menghela nafas panjang dan kembali menyuap makanannya
Setelah makan siang, mereka kembali ke parkiran menuju mobil Lily
"Lily!".
Lagi-lagi Eva muncul, para pengawal dengan sigap melindungi Lily dengan tubuh besar mereka, Lily bagai anak kucing yang bersembunyi dibalik seekor singa berbadan besar
"Oh, pake bodyguard kamu? Hebat!". Ucap Eva
"Minggir. Saya mau bicara sama dia!". Ucap Eva dengan tangan yang ingin meraih Lily
"Maaf, anda gak bisa menyentuh bos kami, lebih baik anda pergi". Ucap salah satu pengawal
"Saya gak peduli. Sini kamu!".
Eva berusaha meraih rambut Lily namun gagal, salah satu dari mereka mencengkram tangan Eva sampai Eva meringis kesakitan
"Lepasin!...."
"Awas kamu ya, tante gak akan tinggal diem sampe tante dapetin apa yang tante mau!". Ucap Eva
Eva pun pergi sambil mengusap tangannya yang merah akibat cengkraman kuat dari sang pengawal
Lily bernafas lega. Ia selamat dari serangan Eva, mereka pun kembali berjalan menuju mobil, pengawal membukakan pintu mereka dan setelah itu mereka meninggalkan restoran
****
Jam pulang kantor, Lily bersama kedua pengawalnya sedang berada didalam lift untuk turun ke lobby
Ting, pintu lift terbuka
Lily berjalan diikuti dengan pengawalnya menuju pintu utama
"Nona". Panggil Ammar dari arah samping
"Hey, Ammar". Lily tersenyum dan menghampiri Ammar
"Kenapa nona tiba-tiba pindahin Ammar jadi supirnya pak Reyhan?". Tanya Ammar
"Hehe maaf ya gak bilang dulu, saya sekarang sama mereka". Jawab Lily sambil menoleh sedikit kearah belakangnya
"Hmm nona tau, pak Reyhan itu sangat dingin, kaku, gak cerewet seperti nona hehehe gak asik ".
__ADS_1
"Ehem". Tiba-tiba Reyhan muncul menghampiri mereka
Ammar langsung menunduk seperti ketakutan
"Hahahaha jangan dimarahin Rey, dia anaknya baik kok, seru". Ucap Lily
"Lama-lama juga akrab". Ucap Lily pada Ammar
"Yaudah saya duluan ya Rey, Mar".
"Baik nona".
"Silahkan bu".
****
Dirumah
Sore ini, Lily sedang berendam air hangat didalam bathup, sambil menghirup aroma terapi yang ia teteskan di airnya, ia bersandar dengan mata yang terpejam sambil mengusap-usap perutnya yang terlihat cukup besar
Sangat rileks dan membuatnya tenang
Ceklek
Lily menoleh saat ada yang membuka pintu kamar mandi, Kevin, suaminya sudah tiba dirumah
Sebuah senyuman mengembang di bibir Lily saat melihat suaminya mencondongkan kepalanya kearah dalam
"Oh disini, kirain kemana gak ada suaranya". Ucap Kevin
Kevin kembali menutup pintu kamar mandi
"Lah kok gak kesini". Batin Lily
Tak berselang lama, Kevin kembali masuk kedalam, ternyata ia hanya membuka seragamnya dan kembali masuk dengan tubuh yang sudah polos
Lily menutup matanya saat Kevin berjalan kearahnya
"Hahaha tutup mata segala". Ucap Kevin
Kevin menceburkan dirinya didalam bathup, mengambil posisi di belakang Lily dan memeluk Lily dari belakang
Membenamkan wajahnya di leher Lily sambil mengusap-usap perutnya dengan lembut
"Aku sayang kamu Lily".
Lily tersenyum mendengar ucapan Kevin
"Iya, aku juga sayang kamu Kevin jelek".
"Dih, gak usah pake jelek napa".
"Hehehe".
Kevin terus mengusap-usap perut Lily hingga bayi yang ada diperut Lily memberikan respon dengan bergerak dan melakukan tendangan kecil
Membuat Lily dan Kevin terkekeh
"Hmm putri kecil papa ngajak main ya...."
"Papa main sama mama dulu yaa".
"Hah?".
"Katanya mama minta pisang nih".
"Ih sayaaaang". Ucap Lily sambil mencubit lengan Kevin
"Hahaha gemes".
Kevin mengeratkan pelukannya dan mengecup leher Lily berkali-kali. Membuat sekujur tubuh Lily merinding
"Aduh, apa nih yang nempel dibelakang, keras amat". Ucap Lily
"Hahaha pisang ambon". Ucap Kevin
"Mana coba, mau dong". Ucap Lily
Kevin terkekeh dan mengambil posisi duduk dipinggir bathup, Lily pun juga merubah posisinya menghadap kearah Kevin, dengan posisi wajah tepat berada di depan area inti suaminya
(Selanjutnya bayangin sendiri lah wkwk)
2 kali Kevin mengeluarkan cairannya di atas pay*da*a Lily berkat permainan mulut dan tangan Lily
"Yaah maaf ya sayang, calon adik kamu papa buang". Ucap Kevin sambil mengusap perut Lily
"Hahaha ini aja belum keluar udah ngomongin adik". Ucap Lily
"Haha tapi kamu makin jago deh, makin mantap".
Kevin mengacungkan dua jempol pada Lily
"Hehe udah ah mandi, dingin".
Mereka berdua pun bergegas mandi dan turun kebawah untuk mengisi perut mereka.
******
Bersambung~
.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya