
Keesokan Harinya...
Disekolah,
Kevin kembali bersitegang dengan Sadewa, entah apa sebenarnya niat Sadewa, sepertinya ia sengaja memulai perkelahian dengan Kevin
Saat jam olahraga tengah berlangsung, permainan sepak bola di lapangan mendadak menjadi tegang dan mencekam saat Sadewa beberapa kali menyikut bahu dan membuat Kevin terjatuh karna kakinya dibuat seolah tersandung oleh Sadewa
Kevin yang sedari tadi berusaha menahan emosinya, akhirnya runtuh saat Sadewa berhasil membahunya sampai Kevin tersungkur kearah murid perempuan yang berjalan di sisi lapangan
"Dewa, lu apa-apaan sih?". Tanya Rian pada Sadewa
"Gak sengaja". Jawab Sadewa sambil berjalan meninggalkan lapangan
Kevin yang terlihat kesal, segera menarik Sadewa agar berhadapan dengannya, dan seketika bogem mentah melayang mengenai sudut bibir Sadewa
Belum sampai disitu, melihat Sadewa yang limbung, Kevin kembali menarik Sadewa, ingin memukulnya untuk kedua kali namun tangannya di tahan oleh Tommy
"Udah nggak!". Teriak Tommy
"Gak usah ikut campur!". Ucap Kevin sambil menepis tangan Tommy
"Apa? Mau mukul gue lagi? Pukul aja". Ucap Sadewa menantang
Kevin tersenyum miring dan mendorong Sadewa sampai jatuh
"Hey hey, ini ada apa sih!". Ucap Pak David
"Dewa! Kevin! Ikut bapak keruang BK!". Ucap pak David sambil berteriak
Sambil memegangi sudut bibirnya, Sadewa bangun dan berjalan menuju ruang konseling, sementara Kevin masih berdiri di posisinya
"Lu sih, gue bilang juga apa, tahan emosi lu". Ucap Tommy
"Lu gak liat daritadi dia yang mulai, sengaja bikin gue emosi..."
"Gue kesana dulu". Ucap Kevin sambil berjalan
***
Diruang Konseling
Kevin duduk berdampingan dengan Sadewa menghadap pak David yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya
"Saya heran, udah kelas 3 loh, masih berantem, kalian udah SMA bukan anak SD, main bola aja ribut". Ucap pak David
"Dia yang mulai". Ucap Kevin
"Kenapa? Memang Dewa melakukan apa?". Tanya pak David
"Dia dorong saya, saya udah nahan emosi tapi lama-lama ni orang keterlaluan". Ucap Kevin
"Benar begitu Dewa?". Tanya pak David
"Gak sengaja pak". Jawab Sadewa
"Gak sengaja lu bilang?...."
"Gak sengaja itu sekali, bukan berkali-kali!". Ucap Kevin sedikit berteriak
"Hei kecilin suara mu Vin...."
"Kalian ini harusnya jadi contoh yang baik buat adik-adik kalian, berantem di tengah lapangan, dilihat yang lain, kalian gak malu". Ucap pak David
"Dia kan udah biasa". Ucap Sadewa
"Maksud lu apa?". Tanya Kevin pada Sadewa
"Udah, kok diterusin ributnya...."
"Dewa, kamu anaknya pak Herman, harusnya contohin yang baik, bukan bikin keributan kaya gini". Ucap Pak David
"Dari kemarin pak, awalnya cuma ngejek saya, besoknya udah berani dorong bahu saya, dan hari ini udah kelewat batas". Ucap Kevin
"Kamu ada masalah pribadi sama Kevin?". Tanya pak David
"Gak ada pak". Jawab Sadewa
"Terus? Kenapa mancing keributan kaya gitu?". Tanya pak David
"Gak apa-apa pak". Jawab Sadewa
"Jawab yang bener, mau gue tonjok lu?". Tanya Kevin
"Vin...Vin...sabar dulu.. Kita dengar apa jawaban Dewa, siapa tau Dewa memang punya masalah sama kamu". Ucap pak David
"Saya kesal pak, ayah saya selalu banding-bandingin saya sama dia, apalagi sejak dia ikut olimpiade itu". Ucap Sadewa
"Ya Tuhan, jadi atas dasar iri kamu bersikap kaya gitu?". Tanya pak David
"Kalo lu iri kenapa lu gak ikut aja?! Gak logis banget jawaban lu, itu kan urusan lu, lu yang ngerasain, kenapa nyari ributnya ke gue?". Tanya Kevin
"Gue gak suka bokap gue muji-muji lu mulu". Ucap Sadewa
"Jawaban apaan kaya gitu, tol*l". Ucap Kevin
"Heh Kevin...dijaga mulutnya..."
"Dewa, kalo pak Herman memang berkata begitu, harusnya kamu ngerti, mungkin bapak kamu sangat berharap kamu ikut olimpiade, tapi kenyataannya kamu gak ikut karna kemauan kamu sendiri kan?...."
"Ya itu pilihan kamu, kamu yang bikin pak Herman jadi membanding-bandingkan kamu dengan Kevin...saya benar kan?". Tanya pak David
"Iya pak". Jawab Sadewa
"Yaudah saya anggap masalah selesai ya..."
"Kamu jangan bikin keributan lagi, kamu harusnya dukung teman-teman kamu yang sedang berjuang mengharumkan nama sekolah". Ucap pak David
"Iya pak". Ucap Sadewa
"Yasudah, kalian kembali ke kelas, awas kalau sampai saya dengar atau saya melihat kalian bertengkar lagi, saya skors kalian". Ucap pak David
"Iya pak". Jawab Kevin dan Sadewa kompak
Mereka pun segera pamit dan berjalan menuju kelas, Kevin berjalan lebih dulu sedangkan Sadewa di belakangnya
Setibanya mereka di kelas, suasana yang tadinya sangat berisik mendadak hening, hampir seluruh murid disana memperhatikan mereka berdua
Dan munculah pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dari teman-teman mereka soal apa yang terjadi diruang konseling tadi
"Dihukum?". Tanya Rian pada Kevin
"Gak". Jawab Kevin
"Kenapa si Dewa ngajak ribut gitu?". Tanya teman Kevin yang lain
"Gak ngerti, tanya aja sendiri". Jawab Kevin
"Udah lah gak usah dibahas, mabar aja yuk". Ajak Tommy
Kevin dan Rian mengangguki ajakan Tommy
***
Hari Minggu telah tiba, hari dimana Kevin harus kembali berjuang mengerjakan rentetan soal Matematika seperti Minggu lalu
Kali ini Kevin sudah cukup tenang, tidak se-nervous saat pertama kali datang ke tempat ini
Masih di temani sang istri, Kevin menggandeng tangan Lily menuju gedung tempat olimpiade di laksanakan
"Makan es krimnya jangan belepotan, gak mungkin kan aku **** disini". Ucap Kevin sambil menghapus sisa es krim di bibir Lily
"Kenapa harus di ****, hapus aja pake tangan". Ucap Lily
"Gemes, pengennya ngemut-ngemut". Ucap Kevin sambil menjilat bibirnya
"Iihh gak usah mesum, sana masuk". Ucap Lily
"Iya cintaku". Ucap Kevin sambil mengecup tangan Lily
Kevin meninggalkan Lily yang masih asik memakan es krimnya di koridor ruangan
30 menit berlalu, Lily beranjak dari kursinya untuk mencari toilet
"Aduh toilet mana sih".
Lily mempercepat langkahnya sambil celingukan mencari keberadaan toilet
"Hay Lily, kamu kesini lagi?". Tanya Elvano
"Eh iya kak, hmmm itu kak...".
"Kenapa? Kamu nyari apa sampe kesini-sini?". Tanya Elvano
"Toilet hehe". Jawab Lily
"Oh, itu Lily, diujung tuh". Jawab El sambil menunjuk
"Yaudah makasih kak". Ucap Lily kemudian berlari kecil menuju toilet
"Hehe lucu banget sih".
Setelah membuang air kecil, Lily segera kembali keruang tempat Kevin ujian
"Dorr!". Lily terkejut saat Elvano berdiri dibalik tembok perpustakaan
"Eh, ngagetin aja, ngapain kak?". Ucap Lily
"Hehehe aku nungguin kamu. Kayaknya kita jodoh ya, buktinya ketemu lagi". Ucap Elvano
"Kak, aku udah punya pacar". Ucap Lily
"Ya kan baru pacar, belum tentu jodoh sampe nikah hahaha bercanda..."
"Ke kantin yuk". Ajak Elvano
"Hmm aku nunggu disana aja". Jawab Lily
"Ngapain? Gak ada temen ngobrol, ayo sambil nunggu pacar kamu". Ucap Elvano
Lily pun mengangguk setuju dengan ajakan Elvano, mereka berdua pun berjalan menuju kantin, duduk berhadapan dan mengobrol seperti biasa
"Di minum dong". Ucap Elvano
"Iya makasih kak". Ucap Lily kemudian menyesap minuman coklatnya
"Oh iya, kak Elvano jurusan apa?". Tanya Lily
"Teknik sipil". Jawab Elvano
"Ooh".
"Kamu beneran gak minat kuliah? Coba aja dulu, kan bisa sambil ngurus bisnis". Ucap Elvano
"Bukan soal bisnis, tapi ngurus anak sama suami". Batin Lily sambil menghela nafasnya
"Hehe iya kak, tahun depan, kalo sempet ya daftar". Ucap Lily
"Nah gitu dong, ngomong-ngomong emang mau ngambil jurusan apa sih?". Tanya Elvano
"Ekonomi bisnis kak". Jawab Lily
"Oh iya, cocok sama kamu soalnya berhubungan sama perusahan juga hehe". Ucap Elvano
Drrtt drrrtt
"Bentar ya Ly, angkat telfon dulu". Ucap Elvano
"Iya kak". Ucap Lily
Elvano menerima telfon di posisinya, membuat Lily mendengar percakapan yang Elvano katakan
"Adik aku mau kesini sama temennya, gapapa kan?". Tanya Elvano
"Oh, yaudah, aku balik kesana aja". Jawab Lily
"Disini aja, ngapain kesana gak ada temennya". Ucap Elvano
"Gapapa kak". Ucap Lily
"Nah itu dia". Ucap Elvano sambil menunjuk kearah belakang Lily, namun Lily tidak berani menoleh, Ia malah menundukkan kepalanya
"Bang, lu sama siapa?".
"Temen baru gue".
"Loh, Lily? Ngapain disini?".
Lily tersentak saat ada yang menyebut namanya
__ADS_1
"Kaya kenal suaranya". Batin Lily
Dengan segara ia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menyebut namanya
"Vicky". Lily buru-buru bangun dan berdiri di sebelah Vicky saat ia melihat sosok Daniel berdiri disebelah Vicky
"Vicky, pergi yuk". Ucap Lily sambil mengayunkan tangan Vicky
"Loh, kok kamu kenal sama Vicky?". Tanya El pada Lily
"Iya kak...
"Ayo Vic, gue takut". Bisik Lily
"Gue cabut dulu ya". Ucap Vicky pada Elvano dan Daniel
Vicky membawa Lily duduk di kursi taman
"Kok lu disini?". Tanya Lily
"Lah, kan gue kuliah disini". Jawab Vicky
"Masa sih...kok gue gak tau". Ucap Lily
"Lu lupa, kan gue pernah bilang..."
"Lu sendiri ngapain disini, berduaan sama El lagi?". Tanya Vicky
"El itu siapa?". Tanya Lily
"Abangnya Daniel". Jawab Vicky
"Hah? Kok bisa". Ucap Lily
"Ya emang begitu, lu ngapain disini Lily?". Tanya Vicky
"Nganterin Kevin, olimpiade". Jawab Lily
"Oh, dia ikut...."
"Lu ngapain sama El? Kalo Kevin tau diomelin lu". Ucap Vicky
"Cuma ngobrol". Jawab Lily
"Keisha sama siapa dirumah?". Tanya Vicky
"Kakaknya Kevin..."
"Lu ada matkul?". Tanya Lily
"Ada, jam 10". Jawab Vicky
"Hmm temenin gue dulu ya disini sampe Kevin selesai". Ucap Lily
"Iya, udah sarapan belum?". Tanya Vicky
"Udah". Jawab Lily
"Ayo temenin gue sarapan dulu". Ucap Vicky
"Yuk". Ucap Lily penuh semangat
Vicky merangkul pundak Lily berjalan menuju kantin,
"Vic, gue gak mau duduk sama Daniel, takut". Ucap Lily
"Emang kenapa? Kok takut?". Tanya Vicky
"Serem". Jawab Lily
"Hahaha dasar, yaudah duduknya jauhan". Ucap Vicky
"Hmmm".
Vicky pun membawa Lily duduk dikursi barisan yang menempel pada tembok, lumayan jauh dari Daniel dan Elvano
"Tunggu ya, gue pesen makanan dulu". Ucap Vicky
"Jangan lama, takut Daniel kesini". Ucap Lily
"Iya iya". Ucap Vicky
Hampir 10 menit Lily menunggu, Vicky belum datang juga, ia gemetar saat melihat Daniel menghampiri mejanya dan duduk di hadapannya
"Emang Kevin ada disini?". Tanya Daniel
Lily tidak menjawab, ia memilih menunduk sambil meremas tangannya dibawah meja
"Heh ngapain lu?". Tanya Vicky pada Daniel
Lily bernafas lega saat melihat Vicky sudah datang menghampirinya
"Apaan sih cuma duduk doang". Ucap Daniel
"Cabut sana, dia takut ama lu bego". Ucap Vicky
"Hah takut? Lu takut sama gue?". Tanya Daniel
Lagi-lagi Lily tidak menjawab
"Cabut gak, gue tendang nih". Ucap Vicky
"Ah ribet lu". Daniel menepuk meja dan pergi meninggalkan meja Lily
"Dia gak ngapa-ngapain kan?". Tanya Vicky untuk memastikan
"Engga, lu sih lama banget, beli apaan sih". Ucap Lily
"Ya maaf, beli sate, kan harus dibakar dulu jadinya lama..."
"Nih makan, makanan kesukaan nona Lily". Ucap Vicky sambil menyajikan makanannya diatas meja
"Sate lilit?". Tanya Lily
"Yup, masih doyan kan?". Tanya Vicky
"Masih, kok ada? Kaya di restoran aja". Ucap Lily
"Iya...apa aja ada...dimakan dong, udah lama kan gak makan ini". Ucap Vicky
"Iya, thank you". Ucap Lily
Lily memulai menggigit makanan favoritenya itu, melihat makanan dihadapannya, membuat Lily teringat dengan seseorang
"Raffa...". Lirih Lily
"Raffa? Mana?". Vicky pun celingukan mencari keberadaan Raffa
"Eh...engga...engga...salah ngomong". Ucap Lily
"Hmmm keinget Raffa ya liat sate lilit hahahaha". Ucap Vicky
"Dah lah gak usah dibahas". Ucap Lily
"Dia udah gak ganggu lu lagi kan?". Tanya Vicky
"Engga, aman". Jawab Lily
"Bagus deh". Ucap Vicky sambil mengunyah makanannya
"Oh iya cobain nih, nasi kebuli, makanan paling enak disini". Ucap Vicky sambil menyendokkan makanan untuk Lily
"Hmm, kan ada daging kambingnya". Ucap Lily
"Iya gue tau lu gak suka daging kambing, makan nasinya aja, niihh". Ucap Vicky
Lily pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Vicky
"Enak kan?". Tanya Vicky
"Iya, tapi....enek....ada rasa...kambingnya..". Ucap Lily sambil mengunyah
"Telen, awas di lepeh". Ucap Vicky
Sambil menahan rasa mualnya, Lily mencoba menelan makanan tersebut dan buru-buru minum
"Hahahaha masih aja gak doyan daging kambing, padahal enak". Ucap Vicky
"Iya bagi lu enak". Ucap Lily
"Yaudah abisin aja satenya, makannya jangan sambil nginget Raffa". Ucap Vicky
"Ih rese lu". Ucap Lily
"Hahaha bercanda Ly". Ucap Vicky
"Oh iya, Andre juga kuliah disini ya?". Tanya Lily
"Ngapain sih nanyain Andre". Ucap Vicky
"Gapapa, nanya doang, pernah denger dari Kevin". Ucap Lily
"Iya, beda fakultas". Jawab Vicky
"Ooh". Lily mengangguk sambil mengunyah makanannya
"Kalo makan di kantin gini jadi inget SMP ya". Ucap Vicky
"Iya, kangen Vic, kapan-kapan ke Bali yuk". Ajak Lily
"Boleh, nunggu gue libur semester". Ucap Vicky
"Nunggu Keisha gede, biar bisa dibawa". Ucap Lily
"Siipp".
1 jam 30 menit telah berlalu, Lily dan Vicky masih berada di kantin, Vicky sedang fokus pada layar laptopnya sementara Lily sedang tertidur dengan jaket Vicky yang ia gunakan sebagai bantalan kepalanya diatas meja
"Vicky?". Vicky terkejut saat mendapati Kevin yang sudah berdiri di depannya
"Eh, udah?". Tanya Vicky
"Udah, Lily tidur daritadi?". Tanya Kevin sambil mendudukan bokongnya di sebelah Lily
"Iya, katanya ngantuk begadang mulu..."
"Gue mau masuk nih, udah telat 15 menit". Ucap Vicky
"Lah, lu telat?". Tanya Kevin
"Iya ngejagain Lily, gak tega banguninnya". Ucap Vicky
"Bukannya bangunin aja daripada telat". Ucap Kevin sambil merapihkan anak rambut yang menutupi wajah Lily
"Gapapa, jaket gue ambilin Vin, dijadiin bantal". Ucap Vicky sambil melirik kearah kepala Lily
"Hahaha". Dengan perlahan Kevin mengangkat kepala Lily untuk mengambil jaket Vicky tapi Lily terbangun karna pergerakan di kepalanya
"Eunghh Vicky...masih ngantuk". Ucap Lily
"Bangun". Ucap Kevin
Lily tersentak saat mendengar suara Kevin
"Hah? Kevin?".
"Dimana-mana tidur, Vicky mau masuk". Ucap Kevin
"Ohh...hehe...ini jaketnya Vic, makasih ya". Ucap Lily
"Iya sama-sama, gue cabut ya". Ucap Vicky sambil membawa laptopnya dan berlari kecil menuju kelasnya
"Thanks Vic". Ucap Kevin dengan suara sedikit lantang
"Yoi". Ucap Vicky
"Anak orang sampe telat gara-gara nungguin kamu tidur". Ucap Kevin
"Hehe aku gak tau, lagian gak bangunin..."
"Kamu udah selesai daritadi?". Tanya Lily
"Baru aja, pulang yuk". Ajak Kevin
"Yuk". Ucap Lily
Mereka berdua pun bangun dan berjalan menuju parkiran
"Jadi daritadi di temenin sama abang kamu?". Tanya Kevin
__ADS_1
"Iya, diajak makan hehe". Jawab Lily
"Bagus deh, daripada sama cowok yang waktu itu". Ucap Kevin
"Elvano, ada kok". Ucap Lily
"Ketemu lagi sama dia?". Tanya Kevin
"Iya, ngobrol sebentar...kamu tau nggak, dia tuh kakaknya Daniel". Ucap Lily
"Hah? Trus ketemu juga sama Daniel? Nggak diapa-apain kan?". Tanya Kevin
"Engga, kan aku duduknya sama Vicky". Jawab Lily
"Bagus, yaudah masuk". Ucap Kevin sambil membuka pintu untuk Lily
"Makasih ganteng...muacchh". Ucap Lily sambil memajukan bibirnya
"Huh minta di gigit". Ucap Kevin
"Hihihi".
Kevin pun segera melajukan mobilnya meninggalkan Universitas tersebut.
***
Setibanya dirumah, Lily bergegas menuju kamarnya karna Kevin tidak mengizinkan Lily bertemu dengan Devan terlalu lama
Sementara Kevin menghampiri Devan yang sedang duduk diruang keluarga
"Bang, lu mau balik?". Tanya Kevin
"Iya, udah ditungguin temen gue". Jawab Devan
"Oh yaudah, thanks ya". Ucap Kevin
"Iya...."
"Om pulang dulu ya baby Kei". Ucap Devan pada Keisha
Devan mengecup lembut kening Keisha dan bergegas meninggalkan rumah Lily karna terburu-buru
"Mbok, bang Devan udah makan?". Tanya Kevin pada mbok Minah
"Sudah den". Jawab si mbok
"Oh yaudah".
"Kita kekamar yuk, papa kangen sama tuan putri". Ucap Kevin sambil menggendong Keisha menaiki tangga ke kamarnya
Ceklek
Kevin memasuki kamar dan membaringkan Keisha di ranjang, dan segera melepas seragam sekolahnya
"Sini aku bantu". Ucap Lily
Lily melepaskan dasi Kevin dan membuka kancing seragamnya satu persatu, sementara Kevin hanya menatap wajah istrinya sambil menaruh tangannya di pinggang Lily
"Kamu makin cantik". Ucap Kevin
"Masa sih?". Tanya Lily
"Iya, imut, gak keliatan kaya udah punya anak". Jawab Kevin
"Hehe bisa aja mujinya, lagi pengen ya?". Tanya Lily
"Engga, aku muji kamu tulus sayang, aku serius, kamu makin cantik". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily
Lily menyunggingkan senyumnya dan mengecup sekilas bibir Kevin
"Istirahat yuk, Keisha nungguin". Ucap Lily
Kevin pun mengangguk dan melepas seragamnya, menyisakan kaos hitam polos dan celana pendek kemudian merangkak keatas tempat tidur
"Hoaaamm". Lily menguap sambil menutup mulutnya
"Udah tidur ditempat olimpiade masih ngantuk aja". Ucap Kevin
"Hehe gak puas tidurnya..."
"Sayang mimi susu yuk, abis itu bobo ya". Ucap Lily pada Keisha
Tanpa berlama-lama, Lily segera menyingkap kaosnya, mengeluarkan sebelah benda kenyalnya untuk menyumpal bibir mungil Keisha
Sementara Kevin berbaring miring sambil memeluk guling, ia memandangi dua putri cantik dihapannya secara bergantian
Ia merasa beruntung, betapa bahagia dan sempurnanya hidup Kevin memiliki dua malaikat cantik di dalam hidupnya, sungguh perjodohannya dengan Lily adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan untuknya
"Lily". Panggil Kevin dengan lembut
"Hmmm?". Lily berdehem sambil menatap Kevin
"Gak jadi". Ucap Kevin
"Haha gak jelas...mau ngomong apa?". Tanya Lily
"Mau ngomong aku cinta kamu, itu aja". Jawab Kevin
"Aku udah tau, selain itu?". Tanya Lily
"Gak ada, cuma itu, aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku cinta kamu". Jawab Kevin
"Hahaha iya iya, mending kamu tidur deh, otaknya mulai error nih abis ngerjain MTK". Ucap Lily
"Hahaha ngeledek, aku tidur ya..."
"Nanti Keisha pindahin, takut ketindihan". Ucap Kevin
"Iya ganteng". Ucap Lily
Dengan posisi yang sama, Kevin mulai memejamkan matanya, sementara Lily masih menyusui Keisha, menunggu sampai sang putri menyusul papanya kealam mimpi.
***
Jam menunjukkan pukul 2 siang, Lily terbangun dari tidurnya karna mendengar suara ketukan pintu dikamarnya
Ceklek
"Loh, om Jun. Ada apa?". Tanya Lily
"Maaf bos, bisa minta waktu bos sebentar, saya perlu bicara". Jawab om Jun
"Oh, iya om, om tunggu dibawah ya, nanti Lily turun". Ucap Lily
"Baik bos". Ucap om Jun
Lily segera membasuh wajah dan merapihkan rambutnya lalu segera menemui Om Jun diruang tamu
"Ada apa om?". Tanya Lily
"Maaf sebelumnya bos, saya ingin berhenti dari pekerjaan saya, karna saya harus mengurus ibu saya yang sakit di kampung halaman". Jawab Om Jun
"Kalo boleh tau ibu sakit apa om?". Tanya Lily
"Stroke bos". Jawab om Jun
"Ya Allah, yaudah kalo itu kemauan om Jun, Lily berterima kasih sama om Jun karna udah kerja buat ayah, buat Lily..."
"Semoga ibunya om cepat sembuh ya". Ucap Lily
"Aamiin...saya juga berterimakasih atas kebaikan tuan Rama dan bos, sudah mempekerjakan saya selama belasan tahun". Ucap om Jun
"Sama-sama om..."
"Om tunggu disini sebentar". Ucap Lily
Lily berlari kecil menuju ruang kerja sang ayah, meraih cek dan menuliskan nominal uang yang cukup besar untuk om Jun
Sebagai balasan untuk jasa dan tenaga om Jun selama bekerja 12 tahun dengan sang ayah
"Om terima ini ya, semoga berguna". Ucap Lily sambil meraih tangan om Jun dan ia letakkan kertas itu di telapak tangannya
"Bos, ini buat apa?". Tanya om Jun
"Buat berobat ibunya om Jun". Jawab Lily sambil tersenyum
Om Jun tersenyum haru, kebaikan dan ketulusan tuan nya sangat tergambar jelas pada sosok bos kecilnya ini,
Selama hampir 10 bulan bekerja untuk Lily, om Jun merasa diperlakukan dengan baik oleh bos kecilnya ini
Diperlakukan layaknya seorang keluarga, sama persis seperti perlakuan Rama padanya dulu.
"Terimakasih banyak bos, terima kasih". Ucap om Jun
"Sama-sama om".
"Kalau gitu saya permisi". Ucap om Jun
"Hati-hati ya om, salam buat ibu dan keluarga yang lainnya". Ucap Lily
Om Jun pun tersenyum dan membungkuk hormat cukup lama kepada Lily, sampai akhirnya tubuh om Jun pergi meninggalkan rumahnya
Lily meneteskan air mata, ia seperti kehilangan sosok paman yang selalu melindunginya
Lily segera menghapus air matanya dan kembali kekamarnya, ternyata Kevin dan Keisha masih tertidur, Lily gunakan waktu senggangnya untuk memompa asi sambil menonton Tv.
***
Hari pengumuman olimpiade
Lagi-lagi, nama Kevin kembali di eluh-eluhkan oleh seluruh murid SMA Nusa Bangsa, karna Kevin lah satu-satunya yang berhasil lolos ke babak final, sementara 2 teman se-perjuangannya harus gagal sampai semifinal kemarin
Kevin cukup membuat heboh satu sekolah, siapa yang menyangka, sosok yang dikenal bandel ini ternyata sangat cerdas dari yang dibayangkan
Seketika image 'buruk' nya hilang, hampir semua murid memuji Kevin, mungkin sebagian ada yang mengatakan kalau ini adalah hoki alias hanya keberuntungan saja
Tapi Kevin tidak peduli, toh mereka tidak tahu seperti apa usaha Kevin hingga dapat melalui tahap olimpiade sampai saat ini
Usaha yang ia tekuni semata-mata untuk menyenangkan hati sang istri rupanya cukup berbuah manis, Kevin hanya berharap, semoga ia masih berlanjut sampai tahap selanjutnya
Tidak peduli juara atau tidak, bisa sampai tahap terakhir saja sudah cukup membuat Kevin bangga pada dirinya sendiri
Ucapan selamat tak henti-hentinya di dapatkan oleh Kevin, dan hadiah-hadiah kecil dari beberapa 'penggemar dadakan' nya sudah memenuhi meja, bahkan sampai ke kap mobilnya
Kevin cukup pusing menanggapi ucapan-ucapan selamat itu, bagaimana bisa ia baru dinyatakan lolos babak final tapi respon siswa di sekolahnya sudah seperti Kevin menjuarai olimpiade peringkat pertama
Hari ini Kevin belajar seperti biasa, bedanya, ia harus pulang dengan membawa beberapa tangkai bunga, coklat, camilan ringan, beberapa minuman botol dari 'penggemar dadakan' nya
Cukup banyak, ia menyimpannya di dalam mobil, lebih baik ia bagikan makanan-makanan ini kepada anak kecil yang berada di lampu merah, ia pikir sayang jika harus dibuang, mengingat dirinya yang tidak terlalu suka 'ngemil' dan Lily yang akhir-akhir ini hanya memakan kue favoritenya
Kevin pun menepikan mobilnya dan turun dengan membawa 2 plastik berukuran besar di tangannya, menghampiri segelintir anak kecil yang sedang duduk dengan ukulele dan botol bekas berisi butiran beras di dalamnya
Kevin menekuk lututnya, bersimpuh sambil mengeluarkan makanan tersebut dan memberikannya kepada anak-anak jalanan
"Nah cantik, ini buat kamu". Ucap Kevin sambil memberikan dua tangkai bunga kepada gadis kecil yang sedang tersenyum sumringah dihadapannya
"Terimakasih kak". Jawab anak tersebut
"Sama-sama". Ucap Kevin sambil mengusap lembut kepala gadis kecil itu
"Ini juga buat kamu". Ucap Kevin kepada gadis kecil yang lain.
Kevin memberikan dua tangkai bunga dan ia selipkan satu di telinga gadis kecil tersebut
"Cantik". Ucap Kevin
Kevin tersenyum manis sambil memegang bahu gadis kecil tersebut
"Makasih kak".
"Iya...sama-sama".
"Kakak, kakak bidadarinya kok gak ada?". Tanya salah satu anak laki-laki disitu
"Iya kak, kok gak ikut?".
Kevin tersenyum, rupanya para bocah ini masih mengingat Lily
"Kakak bidadari ada dirumah..."
"Yaudah kakak pamit ya, dihabisin makanannya". Ucap Kevin sambil mengusap salah satu kepala anak laki-laki yang ada disana
"Terima kasih kak"
"Makasih kak" . ucap bocah tersebut berbarengan
"Sama-sama". Jawab Kevin sambil tersenyum
Kevin pun melangkahkan kakinya menuju mobil lalu segera meninggalkan tempat tersebut dan pulang kerumah
__ADS_1
***
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~