Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Jujur


__ADS_3

Lily dan Kevin berjalan keluar rumah sakit sambil bergandengan tangan, selama perjalanan menuju mobil, Lily terus mengutuk dirinya karena sudah berbohong pada Kevin, suaminya.


Tetapi Lily juga bingung, ia tidak mau terkena marah oleh Kevin apalagi melihat Kevin marah, akan sangat menyeramkan.


"Eumm sayaang". Ucap Lily


Kevin menghentikkan langkahnya dan menatap Lily


"Kenapa?". Tanya Kevin


"Eumm..."


"Kenapa sayang? Laper ya?". Tanya Kevin sambil mengusap pipi Lily


"Iy..iyaaa hehe". Ucap Lily


"Yaudah ayo pulang". Ucap Kevin.


Mereka pun kembali berjalan menuju mobil


"Gue harus jujur, daripada Kevin tau dengan sendirinya, bakal gawat..."


"Tapi ntar aja deh dirumah". Batin Lily


SKIP


--


Dirumah


Lily dan Kevin sudah tiba dirumah, mereka langsung menuju kamar untuk mengganti seragam setelah itu duduk di sofa


"Sayaang kenapa sih diem aja? Hmm? Kamu sakit?". Tanya Kevin


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu". Ucap Lily sambil memegang tangan Kevin


"Apa?". Tanya Kevin


"Hmm lebih tepatnya jujur, aku mau jujur sama kamu..."


"Tapi please, kamu jangan marah". Ucap Lily dengan cemas


"Iyaa sayang".


"Janji nggak marah?".


"Iyaa janji". Ucap Kevin sambil tersenyum


"Maafin aku udah boongin kamu, sebenernya waktu itu aku bukan jenguk ibunya Vicky, tapi..jenguk...Raffa...."

__ADS_1


"Vicky temennya Raffa juga". Ucap Lily sambil menunduk


"Apa? Jenguk Raffa?". Tanya Kevin


Lily mengangguk dengan kepala yang masih menunduk


"Aku minta maaf udah boongin kamu, kamu boleh marah sama aku, kamu boleh bentak-bentak aku, gapapa". Ucap Lily


"Hey liat aku". Ucap Kevin


Dengan perlahan Lily menatap wajah Kevin, menatap kedua matanya


"Aku udah tau kamu boong, aku ini suami kamu, aku ngerasain kalo istri aku lagi boong, tapi aku sengaja diem, aku pengen tau kamu bakal jujur atau engga..."


"Aku ngga marah sama kamu, aku ngerti mungkin kamu cuma nunjukin rasa peduli kamu sama dia, karna gimana pun juga dia pernah jadi bagian dari hidup kamu meskipun sementara". Ucap Kevin sambil membelai rambut Lily


"Ya Allah Kevin ngga marah, bahkan masih ngomong lembut". Batin Lily sambil menahan air matanya


Lily segera memeluk Kevin seerat-eratnya. Lily merasa benar-benar bersyukur memiliki suami seperti Kevin, diusia yang lebih muda darinya Kevin sudah sedewasa ini.


Lily merasa bodoh jika sampai berpaling dari suami seperti Kevin. Jangan dilihat dari pergaulannya, tetapi dilihat dari sosoknya yang notabane-nya seorang suami, Kevin benar-benar suami penyayang, pelindung dan lembut. Meskipun kalau marah menyeramkan,itu manusiawi.


"Makasih sayang kamu gak marah sama aku, aku udah takut banget kamu bakal bentak-bentak aku". Ucap Lily


"Buat apa, jujur aku cemburu, cemburu banget, tapi aku percaya sama kamu, kamu gak mungkin khianatin aku..."


"Janji sama aku, jangan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi, aku pun sama, gak akan tinggalin kamu". Ucap Kevin sambil menangkup wajah Lily


CUP. Kevin mendaratkan ciumannya pada bibir Lily, me-lu-mat bibir Lily dengan lembut dan bahkan menekan tengkuk Lily untuk memperdalam ciuman mereka.


"Eunghh". Tanpa sadar Lily mengeluarkan suaranya


Tok tok tok


"Den".


Tok tok tok


"Den ini mbok den".


Mereka pun melepaskan ciumannya dan saling menatap


"Hahaha si mbok ganggu aja". Ucap Kevin lalu berjalan kearah pintu


"Maaf den, makanannya sudah siap". Ucap mbok Minah


"Hehe iyaa makasih ya mbok".


"Sama-sama den". Ucap mbok Minah dan segera pergi meninggalkan Kevin

__ADS_1


"Sayang, makan yuk". Ajak Kevin


Lily mengangguk dan menghampiri Kevin, mereka pun segera turun untuk mengisi perut mereka.


--


Setelah selesai makan, mereka pun kembali ke kamar untuk mandi bersama, setelah itu duduk bersandar pada ranjang sambil mengobrol


"Nanti malem jadi jalan-jalan?". Tanya Kevin sambil mengusap tangan Lily


"Jadi sayaaang, kamu mau kan?". Tanya Lily


"Iyaa mau, masa aku biarin kamu pergi sendiri".


"Hehe makasih yaa, kamu baik deh". Ucap Lily


"Masa sih? Baikan aku atau Raffa?". Tanya Kevin


"Ya kamu laaahh..."


"Ihh gak usah banding-bandingin. Kamu itu lebih-lebih segalanya dari Raffa". Ucap Lily


"Hmm bisaaa ajaaa". Ucap Kevin sambil mencubit hidung Lily


"Dia sakit apa sih emang? Kok dirawat?". Tanya Kevin


"Koma, gegar otak".


"Hah? Serius? Kok bisa?". Tanya Kevin.


"Iya, kecelakaan di proyeknya".


"Hmmm..kasian juga sih".


*Adzan magrib berkumandang


"Sholat dulu yuk". Ajak Kevin


Lily pun mengangguk dan segera mengambil wudhu. Mereka pun melaksanakan sholat bersama.


--


Bersambung...


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~


__ADS_2