Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Baikan


__ADS_3

Disisi Lain


Vicky membawa Lily ke suatu tempat, entah tempat apa yang pasti ini adalah kali pertama bagi Lily mengunjungi tempat ini, tempat yang sangat sepi, namun cukup indah, banyak pohon dan bunga-bunga serta ada beberapa kursi panjang di sekitar tempat tersebut


"Ngapain bawa gue kesini?". Tanya Lily


"Gak mau turun?". Tanya Vicky


"Nggak. Gue mau pulang". Jawab Lily


"Ly, gue cuma butuh maaf dari lu, itu aja, gue gak mau jadi kaya gini". Ucap Vicky


"Kan lu sendiri yang bikin kaya gini, lu yang mulai".


"Iya iya ini salah gue, gue minta maaf". Ucap Vicky sambil memegang kedua tangan Lily


"Gue sayang sama lu, gue sedih kita jadi kaya gini". Ucap Vicky


"Udah lah Vic, gue capek bahas ini terus, gue mau pulang". Ucap Lily


"Please Lily, gue yakin lu juga gak mau kan kita kaya gini, gue yakin lu gak serius waktu bilang gak mau temenan sama gue lagi, ya kan".


"Gue serius, lu jahat, lu gak bisa terima gue jadi istrinya Kevin".


"Oke oke, gue terima, gue juga gak bisa apa-apa, kalo lu bahagia sama Kevin oke yaudah".


Vicky melepaskan tangan Lily dan menarik Lily kedalam pelukannya, ia membelai rambut Lily dengan lembut


"Maafin gue Ly, gue janji gak bakal ngusik Kevin lagi, gue bakal lupain dendam gue sama dia. Gue cuma takut lu patah hati lagi, lu sedih lagi kaya waktu hubungan lu sama Raffa".


"Tapi Kevin gak seburuk yang lu pikir, Kevin jauh lebih baik dari Raffa, Kevin nyembuhin luka gue, Kevin bikin gue ngerasain jatuh cinta lagi, Kevin juga selalu berusaha bikin gue bahagia, lu gak usah khawatir".


"Iyaa...iyaa gue minta maaf, sekarang gue cuma bisa dukung hubungan lu sama Kevin, lu mau kan maafin gue, kita baikan lagi".


Lily mengangguk dan membalas pelukan Vicky, bagi Lily Vicky sudah seperti saudara kandungnya, Vicky lah yang selalu ada untuk Lily disaat hari-hari terberat Lily dalam hidupnya, walau sempat berpisah dengan Vicky karna menuruti keinginan sang ayah untuk pindah sekolah, tapi siapa sangka kalau mereka akan bertemu lagi, bagaimana pun juga Lily menyayangi Vicky yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


"Yaudah, anterin gue pulang, gue laper". Ucap Lily sambil mengusap perutnya


"Oh iyaa...bentar lagi gue bakal jadi om dong, gak kebayang kalo cewek, bakal ada dua Lily yang cengeng dan manja".


"Iihh nyebelin". Ucap Lily sambil mencubit lengan Vicky


"Aww...sumpah yaa kalo nyubit sakit banget". Ucap Vicky sambil mengusap lengannya


"Oh iya, maafin temen gue udah nendang itu lu, dia panik".


"Haha gapapa, yaudah ayo pulang, kasian ponakan gue laper". Ucap Vicky sambil tersenyum


Saat Vicky ingin melajukan mobilnya, tiba-tiba mobil Kevin dan Gibran datang menghadangnya


"Itu Kevin kan?". Tanya Vicky


"Iyaa, jangan emosi". Ucap Lily


"Iyaa tenang".


Mereka berdua pun turun dari mobil begitu pun juga dengan Kevin dan teman-temannya


"Rame banget". Ucap Vicky


"Sini lu anji*g". Ucap Andre sambil menarik kerah Vicky


"Andre jangan!!". Ucap Lily


"Kamu diapain sama dia?". Tanya Kevin

__ADS_1


"Gak diapa-apain, cuma ngobrol". Jawab Lily


"Abisin aja ni, mumpung sendirian". Ucap Gibran


"Jangan!". Bentak Lily pada teman-temannya Kevin


"Vicky, lu pergi aja". Ucap Lily pada Vicky


Vicky mengangguk dan segera memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Aneh lu Ly, malah lu suruh pergi". Ucap Andre


"Biarin, dia gak ngapa-ngapain kok". Ucap Lily


"Ayo pulang". Ucap Lily sambil memegang tangan Kevin dan membawanya ke dalam mobil


Sementara yang lain satu mobil dengan Gibran


--


Di perjalanan pulang, Kevin terus mengintrogasi Lily soal dirinya yang dibawa pergi oleh Vicky


"Jadi kamu maafin dia?". Tanya Kevin


"Iya".


"Tuh kan, di baik-baikin juga kamu pasti luluh orangnya". Ucap Kevin


"Ya terus gimana, jujur hati aku ngerasa gak enak, ada yang ganjel semenjak aku marah sama Vicky, kita gak pernah kaya gini sebelumnya".


"Segitunya banget". Ucap Kevin


"Gimana ya, kamu kan punya kakak, meskipun bukan kakak kandung, sama kaya aku ke Vicky, tapi kamu ngerasa gak enak kan pernah berantem sama bang Devan?".


"Aku juga sama, aku gak peduli kamu sama dia musuhan kaya gimana, aku cuma perbaikin hubungan aku sama dia, dia juga bilang gak bakal ngusik kamu lagi, gak tau deh bener apa engga". Ucap Lily


"Haha demi kamu dia sampe lakuin itu".


"Ya bagus dong, kalian bisa jadi temen". Ucap Lily


"Dih males".


"Hahahaha liat aja nanti kalo gak percaya". Ucap Lily


Lily tersenyum dan memandang kearah luar jendela sambil mengusap-usap perutnya dengan lembut


"Oh iya buku aku ketinggalan di mobil Vicky". Ucap Lily


"Yahh, beli lagi aja". Ucap Kevin


"Jangan lah, paling besok dianter sama Vicky di sekolah". Ucap Lily


"Oh iyaa makan dulu yuk sayang, aku laper bangeeet".


"Iyaa, makan dimana?". Tanya Kevin


"Terserah". Jawab Lily


"Kamu mau makan apa?". Tanya Kevin


"Apa aja, terserah".


"Hah? Beneran apa aja?". Tanya Kevin lagi


"Iyaa sayang, apa aja aku makan hahahah". Jawab Lily

__ADS_1


"Okeee".


Kevin pun melajukan mobilnya menuju rumah makan khas sunda, Lily tersenyum sumringah dan segera masuk kedalam rumah makan tersebut


"Bumil paling seneng kalo urusan makan". Batin Kevin sambil tersenyum


Lily segera memesan beberapa menu makanan untuk dirinya dan Kevin, setelah hampir 1 jam dirumah makan tersebut, mereka pun kembali ke mobil dan pulang kerumah


--


Setibanya dirumah, mbok Minah memberikan tas belanja berisi buku-buku Lily yang tadi tertinggal di mobil Vicky, siapa lagi kalau bukan Vicky yang mengantarnya kemari, dan juga ada 3 batang coklat didalamnya


"Eh kok ada coklatnya". Batin Lily sambil tersenyum


"Vicky doang yang selalu ngasih gue coklat, Raffa sama Kevin mana pernah". Batin Lily


Lily pun tersenyum dan segera menaiki tangga sementara Kevin hanya memperhatikan tingkah istrinya yang senyum-senyum sendiri


Setibanya dikamar, Lily langsung melepas seluruh atasannya, Lily merasa perutnya sangat sesak karna makan terlalu banyak


"Sayang masih sore, mau main sekarang?". Tanya Kevin


Kevin pun tersenyum nakal dan menghampiri Lily yang berdiri didepan lemari pakaiannya


"Aku mau ganti daster, sempit pake seragam".


"Masa sih, alesan". Ucap Kevin sambil memeluk Lily dari belakang.


Kevin membenamkan kepalanya di bahu Lily dan mengelus-ngelus perut Lily yang sedikit mengembung


"Kenapa sayang?". Tanya Lily


"Gapapa".


Lily membalikkan badannya menghadap kearah Kevin


"Huuhh". Kevin membuang nafas kasar


"Kenapa sih?". Tanya Lily


"Kamu gak pake baju sayang, maksudnya apa coba". Ucap Kevin sambil melirik dada Lily yang terbuka


"Hahahaha".


Lily mengalungkan tangannya dileher Kevin dan berjinjit untuk mencium lembut bibir Kevin


"Udah". Ucap Lily sambil tersenyum


"Hahaha apaan coba, main nyosor aja".


"Hehe ayo mandi". Ucap Lily


Mereka pun mandi bersama seperti biasa dan setelah itu naik ke ranjang untuk beristirahat.


--


Bersambung...


.


.


.


Jangan lupa likenyaa

__ADS_1


__ADS_2