
"Hoaaam".
"Ngantuk lagi". Ucap Lily
"Ganti baju dulu kalo mau tidur". Ucap Kevin yang baru keluar dari kamar mandi
"Oh iya". Lily segera bangun dari ranjang dan mengganti seragamnya
"Mau makan sekarang apa tidur dulu?". Tanya Kevin
"Mau makan dulu, tapi nunggu dibawah udah rapih". Jawab Lily
"Ohh yaudah..."
"Sini sayang". Ucap Kevin sambil menepuk pahanya
Lily pun mengampiri Kevin dan duduk di pangkuannya
"Kenapa?". Tanya Lily sambil menyisir rambut Kevin
"Gapapa...cuma kangen". Ucap Kevin
"Kangen aku?".
"Iyaa". Kevin mengeratkan pelukannya pada pinggang Lily
"Tumben, lagi pengen nih pasti?". Tanya Lily
"Hmm iya...kalo boleh". Ucap Kevin lalu menyembunyikan wajahnya di dada Lily
"Tapi masih siang, nanti malem aja ya". Ucap Lily
"Serius?". Tanya Kevin yang langsung mengangkat kepalanya menatap Lily
Lily mengangguk dan tersenyum
"Yeeayy". Kevin kembali memeluk Lily sambil tersenyum gembira
Lily terkekeh melihat Kevin yang begitu senang akan mendapat jatahnya nanti malam
"Tapi gak terpaksa kan?". Tanya Kevin dengan suara pelan
"Engga sayang". Ucap Lily
Drrt drttt
Drtt drttt
Suara getaran dari ponsel Kevin, Lily dan Kevin kompak menoleh kearah meja kecil di depan sofa
Lily segera bangun dan berpindah kesebelah Kevin, sementara Kevin meraih ponselnya
"Siapa yang nelfon?". Tanya Lily
"Rian". Jawab Kevin dan segera mengangkat telfon dari Rian
"Halo Vin, gue dirumah sakit nih. Si Tommy kecelakaan".
"Lah kok bisa?".
"Kejar-kejaran ama Daniel".
"Anji*g, yaudah gue kesana. Lu sharelok rumah sakitnya".
__ADS_1
"OK".
-tut
Kevin memutus sambungan telfonnya dan berjalan mengambil jaketnya
"Sayang mau kemana?". Tanya Lily
"Kerumah sakit yuk, Tommy kecelakaan".
"Hah? Kok bisa?..."
"Yaudah ayooo". Ucap Lily sambil berjalan keluar kamar
"Eehhh sayaang ganti celana dulu, masa kaya gitu". Ucap Kevin sambil memperhatikan celana Lily yang hanya sebatas bokong
"Oohh iyaa". Lily segera berjalan menuju lemari dan mengganti celananya.
"Ayo sayang". Ucap Lily dan mereka pun segera turun ke bawah
SKIP
--
Setibanya dirumah sakit, Kevin dan Lily segera mencari kamar tempat Tommy dirawat.
Setelah ketemu mereka langsung menghampiri teman-temannya yang sedang duduk diluar kamar
"Kok bisa gini sih?". Tanya Kevin pada teman-temannya
"Tadi balik barengan Vin, si Tommy paling depan, ketemu mobil Daniel di pertigaan base camp, eh kejar-kejaran tu berdua gak tau masalahnya apaan..."
"Kita ikutin tapi gak ke kejar anjiirr, tau-tau mobil Daniel udah ilang trus mobil Tommy nabrak trotoar ke guling ke arah danau". Ucap Rian
"Anji*g Daniel". Ucap Kevin lalu mengusap kasar wajahnya
Dan disetujui dengan anggukan oleh anak-anak yang lain
"Gue ikut". Ucap Kevin
Mendengar jawaban Kevin, Lily terkejut dan menoleh kearah Kevin.
"Please, aku gak terima temen aku diginiin". Ucap Kevin pada Lily
Lily hanya membuang nafas kasar lalu memalingkan wajahnya
Ceklek *pintu kamar Tommy terbuka
Terlihat kedua orang tua serta seorang dokter yang keluar dari dalam ruangan Tommy
"Kalo begitu saya permisi". Ucap dokter tersebut pada orang tua Tommy setelah itu pergi meninggalkan koridor
"Kevin, om nitip Tommy ya, om sama tante ada urusan, nanti ada mbak yang kesini jagain Tommy ". Ucap Ferdy, papa nya Tommy
"Ohh iya om". Ucap Kevin
Mereka pun segera pergi meninggalkan koridor.
"Hah? Masih sempetnya ngurusin yang lain". Ucap Rian dengan suara pelan
"Ayo masuk, liat si Tommy". Ucap anak-anak yang lain
"Gantian lah, jangan semua". Ucap Rian
__ADS_1
"Ayo masuk". Ucap Kevin pada Lily
"Ntar aja. Duluan sana". Jawab Lily
"Ah kelamaan, masuk-masuk". Ucap Andre sambil mendorong tubuh Kevin kedalam kamar Tommy
Sedangkan Lily masih duduk diluar bersama yang lain
Setelah semua teman-teman mereka menjenguk Tommy dan pamit pulang, kini giliran Lily yang masuk kedalam.
Hanya tersisa Kevin, Rian dan Lily
Lily merasa prihatin dengan apa yang menimpa Tommy, kondisinya cukup menyedihkan, dengan perban dikepala, hidung yang menggunakan oksigen, menggunakan penyangga leher serta sebelah kaki dan tangan yang juga di perban.
"Hai...Tom". Lily menyapa Tommy sambil tersenyum
Tommy hanya bisa tersenyum tipis menjawab sapaan Lily
"Makanya kalo nyetir gak usah ngebut, kejar-kejaran. Jadi kaya gini kan". Ucap Lily
Tommy hanya tersenyum dan mengangguk kecil
"Oh iya, bokap nyokap lu cabut Tom, katanya mbak lu yang kesini nungguin lu". Ucap Rian
Sekali lagi Tommy hanya mengangguk
"Kasian, lagi sakit malah ditinggal-tinggal". Ucap Lily
"Mau pulang sayang?". Tanya Kevin pada Lily
"Nanti aja, nunggu mbak nya Tommy dateng".
"Tapi kamu belum makan". Ucap Kevin
"Ayo kantin dulu Vin beli makan". Ucap Rian
"Yaudah aku ke kantin dulu ya sama Rian, kamu tunggu disini".
"Iyaa". Jawab Lily sambil mengangguk
Kevin dan Rian pun meninggalkan kamar Tommy untuk ke kantin rumah sakit.
Lily terdiam sambil memperhatikan luka-luka yang dialami Tommy, sungguh malang nasib sad boy ini. hehe
"Li..ly". Ucap Tommy dengan suara pelan
Lily sontak menoleh dan menatap Tommy
"Eh iya kenapa? Ada yang sakit? atau butuh apa? minum?". Tanya Lily
Tommy tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Pulang aja..gapapa. Biar Rian yang disini..."
"Gue gak enak...sama Kevin.. takut marah". Ucap Tommy
--
Bersambung..
.
.
__ADS_1
--
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~