Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Kecelakaan


__ADS_3

"Hoaaam".


"Ngantuk lagi". Ucap Lily


"Ganti baju dulu kalo mau tidur". Ucap Kevin yang baru keluar dari kamar mandi


"Oh iya". Lily segera bangun dari ranjang dan mengganti seragamnya


"Mau makan sekarang apa tidur dulu?". Tanya Kevin


"Mau makan dulu, tapi nunggu dibawah udah rapih". Jawab Lily


"Ohh yaudah..."


"Sini sayang". Ucap Kevin sambil menepuk pahanya


Lily pun mengampiri Kevin dan duduk di pangkuannya


"Kenapa?". Tanya Lily sambil menyisir rambut Kevin


"Gapapa...cuma kangen". Ucap Kevin


"Kangen aku?".


"Iyaa". Kevin mengeratkan pelukannya pada pinggang Lily


"Tumben, lagi pengen nih pasti?". Tanya Lily


"Hmm iya...kalo boleh". Ucap Kevin lalu menyembunyikan wajahnya di dada Lily


"Tapi masih siang, nanti malem aja ya". Ucap Lily


"Serius?". Tanya Kevin yang langsung mengangkat kepalanya menatap Lily


Lily mengangguk dan tersenyum


"Yeeayy". Kevin kembali memeluk Lily sambil tersenyum gembira


Lily terkekeh melihat Kevin yang begitu senang akan mendapat jatahnya nanti malam


"Tapi gak terpaksa kan?". Tanya Kevin dengan suara pelan


"Engga sayang". Ucap Lily


Drrt drttt


Drtt drttt


Suara getaran dari ponsel Kevin, Lily dan Kevin kompak menoleh kearah meja kecil di depan sofa


Lily segera bangun dan berpindah kesebelah Kevin, sementara Kevin meraih ponselnya


"Siapa yang nelfon?". Tanya Lily


"Rian". Jawab Kevin dan segera mengangkat telfon dari Rian


"Halo Vin, gue dirumah sakit nih. Si Tommy kecelakaan".


"Lah kok bisa?".


"Kejar-kejaran ama Daniel".


"Anji*g, yaudah gue kesana. Lu sharelok rumah sakitnya".

__ADS_1


"OK".


-tut


Kevin memutus sambungan telfonnya dan berjalan mengambil jaketnya


"Sayang mau kemana?". Tanya Lily


"Kerumah sakit yuk, Tommy kecelakaan".


"Hah? Kok bisa?..."


"Yaudah ayooo". Ucap Lily sambil berjalan keluar kamar


"Eehhh sayaang ganti celana dulu, masa kaya gitu". Ucap Kevin sambil memperhatikan celana Lily yang hanya sebatas bokong


"Oohh iyaa". Lily segera berjalan menuju lemari dan mengganti celananya.


"Ayo sayang". Ucap Lily dan mereka pun segera turun ke bawah


SKIP


--


Setibanya dirumah sakit, Kevin dan Lily segera mencari kamar tempat Tommy dirawat.


Setelah ketemu mereka langsung menghampiri teman-temannya yang sedang duduk diluar kamar


"Kok bisa gini sih?". Tanya Kevin pada teman-temannya


"Tadi balik barengan Vin, si Tommy paling depan, ketemu mobil Daniel di pertigaan base camp, eh kejar-kejaran tu berdua gak tau masalahnya apaan..."


"Kita ikutin tapi gak ke kejar anjiirr, tau-tau mobil Daniel udah ilang trus mobil Tommy nabrak trotoar ke guling ke arah danau". Ucap Rian


"Anji*g Daniel". Ucap Kevin lalu mengusap kasar wajahnya


Dan disetujui dengan anggukan oleh anak-anak yang lain


"Gue ikut". Ucap Kevin


Mendengar jawaban Kevin, Lily terkejut dan menoleh kearah Kevin.


"Please, aku gak terima temen aku diginiin". Ucap Kevin pada Lily


Lily hanya membuang nafas kasar lalu memalingkan wajahnya


Ceklek *pintu kamar Tommy terbuka


Terlihat kedua orang tua serta seorang dokter yang keluar dari dalam ruangan Tommy


"Kalo begitu saya permisi". Ucap dokter tersebut pada orang tua Tommy setelah itu pergi meninggalkan koridor


"Kevin, om nitip Tommy ya, om sama tante ada urusan, nanti ada mbak yang kesini jagain Tommy ". Ucap Ferdy, papa nya Tommy


"Ohh iya om". Ucap Kevin


Mereka pun segera pergi meninggalkan koridor.


"Hah? Masih sempetnya ngurusin yang lain". Ucap Rian dengan suara pelan


"Ayo masuk, liat si Tommy". Ucap anak-anak yang lain


"Gantian lah, jangan semua". Ucap Rian

__ADS_1


"Ayo masuk". Ucap Kevin pada Lily


"Ntar aja. Duluan sana". Jawab Lily


"Ah kelamaan, masuk-masuk". Ucap Andre sambil mendorong tubuh Kevin kedalam kamar Tommy


Sedangkan Lily masih duduk diluar bersama yang lain


Setelah semua teman-teman mereka menjenguk Tommy dan pamit pulang, kini giliran Lily yang masuk kedalam.


Hanya tersisa Kevin, Rian dan Lily


Lily merasa prihatin dengan apa yang menimpa Tommy, kondisinya cukup menyedihkan, dengan perban dikepala, hidung yang menggunakan oksigen, menggunakan penyangga leher serta sebelah kaki dan tangan yang juga di perban.


"Hai...Tom". Lily menyapa Tommy sambil tersenyum


Tommy hanya bisa tersenyum tipis menjawab sapaan Lily


"Makanya kalo nyetir gak usah ngebut, kejar-kejaran. Jadi kaya gini kan". Ucap Lily


Tommy hanya tersenyum dan mengangguk kecil


"Oh iya, bokap nyokap lu cabut Tom, katanya mbak lu yang kesini nungguin lu". Ucap Rian


Sekali lagi Tommy hanya mengangguk


"Kasian, lagi sakit malah ditinggal-tinggal". Ucap Lily


"Mau pulang sayang?". Tanya Kevin pada Lily


"Nanti aja, nunggu mbak nya Tommy dateng".


"Tapi kamu belum makan". Ucap Kevin


"Ayo kantin dulu Vin beli makan". Ucap Rian


"Yaudah aku ke kantin dulu ya sama Rian, kamu tunggu disini".


"Iyaa". Jawab Lily sambil mengangguk


Kevin dan Rian pun meninggalkan kamar Tommy untuk ke kantin rumah sakit.


Lily terdiam sambil memperhatikan luka-luka yang dialami Tommy, sungguh malang nasib sad boy ini. hehe


"Li..ly". Ucap Tommy dengan suara pelan


Lily sontak menoleh dan menatap Tommy


"Eh iya kenapa? Ada yang sakit? atau butuh apa? minum?". Tanya Lily


Tommy tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Pulang aja..gapapa. Biar Rian yang disini..."


"Gue gak enak...sama Kevin.. takut marah". Ucap Tommy


--


Bersambung..


.


.

__ADS_1


--


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~


__ADS_2