Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Obsesi


__ADS_3

Keesokan Harinya


Pukul 7 pagi, Kevin sudah duduk di kursi balkon, menyandarkan tubuhnya sambil mendekap Keisha di dadanya, membolak-balikkan tubuh mungil Keisha dengan pelan dan hati-hati,


"Sayang, airnya udah aku siapin, kamu mandi dulu sana nanti telat". Ucap Lily


"Hmm? Telat kemana?". Tanya Kevin


"Sekolah kan". Ucap Lily


"Kamu ngeledek aku? Aku kan di skors". Ucap Kevin


"Ah iya lupa hahaha..."


"Yaudah kamu tunggu ya, aku bikinin susu buat kamu". Ucap Lily


"Maunya susu kamu". Ucap Kevin sambil melirik kearah dada Lily


"Huushh". Lily mendorong wajah Kevin dengan tangannya


"Masih pagi gak boleh mesum". Ucap Lily


"Kalo malem boleh dong". Ucap Kevin


"Tau ah". Ucap Lily sambil berjalan keluar kamar


***


Siang Hari, jam 11 siang Lily dan Kevin sedang mengobrol santai diatas ranjang, membicarakan hal yang penting sampai yang bercanda sekalipun


"Kamu masih inget ngga dulu ada yang pernah bilang, hidup itu harus seimbang, ada baik ada buruk". Ucap Lily


"Siapa? Aku?". Tanya Kevin


"Menurut kamu siapa?". Tanya Lily


"Hehe iya aku, aku masih inget kok pernah ngomong kaya gitu". Ucap Kevin


"Baiknya kemarin abis juara olimpiade, mengharumkan nama sekolah, trus buruknya sekarang mencemarkan nama sekolah hahaha..."


"Bener-bener seimbang". Ucap Lily


"Keren kan aku?". Tanya Kevin


"Iya keren, luar biasa Kevin ini". Ucap Lily sambil menepuk bahu Kevin


Tok tok tok


"Permisi den, non, dibawah ada tuan dan nyonya". Ucap mbok Minah dari balik pintu


"Iya mbok, suruh tunggu". Ucap Kevin


"Baik den". Ucap mbok Minah


"Kamu nyuruh papa sama mama kesini?". Tanya Kevin


"Engga, bukannya papa ngantor, kok kesini..."


"Yaudah yuk turun". Ucap Lily


"Hmmm". Kevin mengangguki ucapan Lily


Kevin pun menggendong Keisha dan segera turun kebawah untuk menemui Anita dan Bastian


Diruang keluarga,


"Anak ini! Keterlaluan!". Ucap Bastian sambil melayangkan tangannya


Bastian ingin menampar Kevin namun dengan sigap Lily menahan tangannya


"Papa, papa....jangan pukul Kevin". Ucap Lily


"Pah...sabar". Ucap Anita sambil mengusap lengan Bastian


"Papa kenapa?". Tanya Kevin


"Kenapa? Kamu sekali bandel ya bandel terus, udah punya istri, punya anak, kelakuanmu gak berubah!". Ucap Bastian


"Papa, jangan teriak-teriak..."


"Sini sayang, biar Keisha sama mama". Ucap Anita sambil mengambil alih Keisha dari gendongan Kevin


"Maafin Kevin pah". Ucap Kevin


"Halah, dari dulu juga kamu begitu, dari SMP kelakuanmu gak berubah, cuma maaf yang bisa kamu omongin..."


"Tapi tetep aja dilakuin". Ucap Bastian


"Ma, kamu terlalu manjain anak kamu, kamu liat sekarang, dia gak akan berubah, kebiasaan jeleknya gak bisa hilang". Ucap Bastian pada Anita


"Maaf pah". Ucap Anita dengan pelan


"Papa pikir berbulan-bulan ini kamu sudah berubah, kamu jauhin tawuran, tapi kemarin papa dapat kabar lagi dari pak Herman..."


"Ingat Vin, kamu itu kepala keluarga, kamu punya istri dan anak yang harus kamu lindungi, kamu gak sayang nyawa? Kalau kamu kenapa-napa gimana? Siapa yang akan jaga istri dan anak kamu?". Tanya Bastian


"Iya pah Kevin tau, Kevin salah". Ucap Kevin


"Ini terakhir kalinya papa dapat kabar seperti ini lagi, kalau sekali lagi kamu kaya gitu, papa gak akan maafin kamu...papa akan larang kamu ketemu Lily dan Keisha". Ucap Bastian


"Jangan pah". Ucap Kevin


"Mau janji sama papa?". Tanya Bastian


"Iya, iya Kevin janji". Jawab Kevin


"Yasudah, papa mau ke kantor lagi..."


"Kamu mau pulang ma?". Tanya Bastian pada Anita


"Mama disini aja pah". Jawab Anita


"Yasudah, papa pergi dulu". Ucap Bastian


Bastian pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Lily


"Papa kesini cuma marahin Kevin". Ucap Kevin


"Sabar sayang, kayak gak tau papa aja kalau lagi marah". Ucap Anita sambil mengusap kepala Kevin


"Lagian kenapa baru sekarang marahnya". Ucap Kevin


"Papa baru pulang dari luar kota kemarin, jadi baru sempat kesini". Ucap Anita

__ADS_1


"Ooh".


"Jangan tawuran lagi ya sayang, papa kamu bener, sayangi nyawa kamu, Lily sama Keisha butuh kamu". Ucap Anita


"Iya ma". Ucap Kevin


"Lily bikinin minum ya ma". Ucap Lily


"Boleh sayang, makasih ya". Ucap Anita sambil tersenyum


"Iya ma".


Lily berjalan menuju dapur meninggalkan Kevin dan Anita yang sedang bermain bersama Keisha


"Ma, bulan depan Lily ulang tahun". Ucap Kevin sambil berbisik


"Masa sih, kasih kejutan sayang". Ucap Anita sambil mengguncang tangan Kevin


"Iya mama, tenang aja". Ucap Kevin


"Kalo butuh bantuan mama, bilang aja". Ucap Anita


"Siap hehe".


***


Satu bulan kemudian


Hari ulang tahun Lily pun tiba, hari ini Lily resmi menginjak usia 19 tahun


Pukul 12 malam, Kevin masuk kedalam kamar dengan kue di tangannya, ia ingin memberikan kejutan kecil untuk istrinya sebelum menuju kejutan yang istimewa


"Sayang...bangun". Ucap Kevin sambil mengguncang bahu Lily


"Hey...bangun...".


"Eungh...apa sih". Ucap Lily sambil mengucek kedua matanya


"Hah". Lily terkejut saat melihat Kevin sudah duduk di tepi ranjang sambil memegang kue, wajahnya pun bersinar karena cahaya lilin yang ada di kue tersebut


"Eh...ini kenapa?". Tanya Lily


"Lily bodoh, kamu lupa hari ini ulang tahun kamu?". Tanya Kevin dengan lembut


"Hmm..aku lupa...".


Lily segera bangun dan mengambil posisi duduk


"Hehe...selamat ulang tahun istriku". Ucap Kevin


"Makasih sayang". Ucap Lily


"Tiup lilin dulu". Ucap Kevin sambil tersenyum


Lily mengangguk, ia memejamkan mata dan berdoa sebelum meniup lilinnya


Fuuhh *meniup lilin


"Yeay". Kevin tersenyum gembira, ia menaruh kue tersebut diatas nakas kemudian memeluk Lily dengan erat


Mereka berpelukan, ada rasa senang sekaligus sedih yang Lily rasakan di ulang tahun kali ini, sedih karena biasanya ia merayakan ulang tahunnya bersama sang ayah, tetapi mulai kini ia harus melewatinya tanpa sosok tersebut


Namun Lily juga merasa senang, karena sosok ayah di gantikan dengan kehadiran sosok suami yang sangat ia cintai, tidak disangka kalau Kevin tahu dan mengingat hari ulang tahunnya, ini adalah kebahagiaan tersendiri untuk Lily


"Hari ini aku bakal temenin kamu kemana pun kamu mau pergi". Ucap Kevin sambil memegang tangan Lily


"Iya, kemana pun, asalkan kamu seneng". Jawab Kevin


"Kaya gini aja aku udah seneng, makasih ya udah inget ulang tahun aku". Ucap Lily


"Harus dong, aku tau kamu sibuk ngurus Keisha, boro-boro inget ulang tahun". Ucap Kevin


"Hehe makasih sayang". Ucap Lily


"Iya sama-sama...."


"Nanti malem kita dinner ya, aku udah siapin tempatnya, biar om Al yang anter kamu, aku nunggu disana". Ucap Kevin


"Hmm kenapa gak bareng aja?". Tanya Lily


"Gak bisa, nanti gak seru dong kalo kita dateng bareng". Ucap Kevin


"Yaudah aku sama om Al". Ucap Lily


"Gitu dong...soal Keisha tenang aja, udah ada yang urus". Ucap Kevin


"Siapa?". Tanya Lily


"Ada, banyak kok yang nemenin Keisha nanti, khusus hari ini kita habisin waktu berdua". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily


"Iyaa". Ucap Lily sambil memeluk Kevin


***


Di hari ulang tahun yang bertepatan dengan weekend ini, Kevin sudah berjanji akan membawa Lily kemana pun Lily ingin pergi


Mereka pun telah seharian menghabiskan waktu bersama berdua layaknya pasangan kekasih


Tentunya bukan hanya sampai disitu, selain makan malam di restoran, Kevin juga menyewa satu kamar mewah di sebuah hotel berbintang untuk ia gunakan sebagai tempat terakhir pemberian kejutan untuk Lily,


***


Malam hari, jam menunjukkan pukul 8 malam, Lily sedang berada di salon, mempersiapkan diri untuk berpenampilan paling cantik layaknya seorang putri


Menggunakan gaun merah maroon selutut dengan potongan dada sedikit rendah, Lily terlihat sangat anggun, elegan dan sexy, tentunya dengan riasan yang sangat berbeda dari biasanya dan juga sepatu heels berwarna silver dengan aksen kerlap-kerlip yang menghiasi kaki indahnya


Lily sengaja bernampilan sedikit mencolok untuk Kevin, ia ingin membuat Kevin pangling dengan penampilannya dihari-hari biasanya.


Diluar salon, om Al sudah menunggu. Om Al membukakan pintu dan segera melajukan mobilnya menuju restoran tempat Kevin menunggu


**


Didepan pintu utama restoran,


Lily turun dari mobil, memperhatikan sekeliling area restoran yang terlihat sangat sepi


"Om, ini bener tempatnya?". Tanya Lily


"Benar bos". Jawab om Al


"Tapi kok sepi". Ucap Lily


"Iya bos, khusus malam ini hanya ada bos dan mas Kevin di restoran ini". Ucap om Al

__ADS_1


"Ya ampun, Kevin booking restoran ini". Batin Lily sambil tersenyum


"Yaudah Lily masuk ya om". Ucap Lily


"Baik bos". Ucap Lily


Kedatangan Lily sudah ditunggu oleh seorang pelayan restoran, Lily disuguhkan dengan segelas minuman, tanpa ragu Lily meminumnya dan mengembalikan gelas tersebut diatas nampan yang dipegang oleh pelayan tersebut


"Silahkan nyonya, tuan Kevin sudah menunggu".


"Terimakasih".


Lily dibawa menuju meja tempat Kevin menunggu, namun saat sedang berjalan, kepala Lily merasa pusing, ia memperlambat langkahnya sambil memegangi kepalanya


Sang pelayan menoleh ke belakang, memperhatikan Lily yang semakin tidak berdaya untuk melangkah


"Arghh kepala ku...sakit..."


Lily terhuyung ke depan dan ke belakang, mencoba menahan keseimbangannya agar ia tidak jatuh, namun karna sudah tidak berdaya lagi, akhirnya Lily ambruk


Dengan sigap ada seorang pria yang menangkap tubuh Lily, ia adalah Raffa, Lily berusaha membuka matanya, melihat siapakah sosok yang menangkap tubuhnya ini


"Arghh..."


"Sayaaaang". Lily tersenyum menggoda dengan tatapan mata yang sudah sayu


Raffa buru-buru membawa Lily kearah pintu belakang di restoran tersebut lalu memasukkan Lily kedalam mobilnya, dan Raffa segera melajukan mobilnya meninggalkan restoran


"Kerja bagus". Ucap Raffa dibalik sambungan telfonnya


Hanya dua kata yang Raffa sampaikan, Raffa menghubungi pelayan restoran tadi yang sudah memberikan Lily segelas minuman yang ternyata sudah dicampur dengan obat pe rang sang


"Sa...yang...panas". Ucap Lily


Raffa tersenyum, rencananya berjalan lancar, obat yang Lily minum bereaksi dengan cepat, ia melajukan mobilnya lebih cepat menuju apartemennya


"Aku selalu ingat ulang tahun kamu sayang, aku akan beri hadiah yang gak akan kamu lupain seumur hidup kamu". Batin Raffa sambil mengusap pipi Lily


Grep


Lily menangkap tangan Raffa, ia taruh tangan Raffa di pipinya, Lily merasakan dinginnya tangan Raffa yang sangat menyejukkan


Berbanding terbalik dengan badannya merasa sangat panas dan bergairah. Lily membutuhkan sentuhan, ia usap tangan Raffa di pipinya dan berpindah ke pahanya, Lily menuntun tangan Raffa untuk mengusap pahanya, sangat dingin, Lily merasa nyaman


Lagi-lagi Raffa kembali tersenyum


"Kamu cantik banget sayang...."


"Maafin aku, aku gak bisa lepasin kamu lagi, kamu cinta matiku". Batin Raffa


Brak


"Aarghh". Raffa memukul stirnya mobilnya


Ia dikejutkan dengan sebuah tabrakan dari belakang mobilnya, mata Raffa menyipit, ia melihat dari kaca spion siapakah yang berani mengganggu rencananya ini


"Vicky..."


"Mau apa dia". Batin Raffa


Tok tok tok


"Buka! Gue tau lu bawa Lily!". Ucap Vicky sambil mengetuk kaca mobil Raffa


Raffa pun menurunkan kaca mobilnya


"Ngapain sih lu?". Tanya Raffa dengan sinis


"Lu udah gila ya!-".


"Iya gue gila karna cewek ini, lu gak usah ikut campur". Ucap Raffa


"Sini lu". Ucap Vicky


Vicky meraih kerah kemeja yang Raffa gunakan dan menarik paksa Raffa sampai keluar dari mobilnya


"Sadar Raf! Lu gak boleh lakuin ini!". Ucap Vicky


"Kenapa? Gue cinta sama Lily, gue pengen dapetin Lily!..."


"Lu tau gue cinta sama dia tapi kenapa lu gak pernah bantu gue!!!". Ucap Raffa dengan suara lantang


"Udah Raf, sampe kapan pun lu gak bisa milikin Lily!!". Ucap Vicky


"Gue bakal dapetin Lily dengan cara apapun". Ucap Raffa


"Lu nggak cinta sama Lily, lu itu terobsesi". Ucap Vicky


"Ahh...panaass".


"Ssshhh"


Mereka berdua terdiam sejenak dan kompak menoleh kearah mobil untuk melihat Lily


"Lily". Vicky terkejut saat Lily sedang membuka gaunnya dari bahu


"Sayang". Ucap Raffa saat melihat Lily


Vicky memandang Raffa, ia tidak senang Raffa memanggil Lily seperti itu, ia mendorong Raffa sampai jatuh dan setelah itu menghampiri Lily di kursinya


Dengan segera ia merapihkan gaun Lily dan berusaha menyadarkan Lily


"Lily...Lily...sadar". Ucap Vicky sambil menepuk pipi Lil


"Sayaaang". Ucap Lily sambil tersenyum tipis


Lily menangkup wajah Vicky, Lily ingin mencium Vicky namun Vicky menghindar


"Lily sadar Ly, ini gue". Ucap Vicky


"Awas lu, gak usah ngerusak rencana gue!". Ucap Raffa sambil mendorong bahu Vicky, namun Vicky balas dengan mendorong kembali bahu Raffa


"Gue mau bawa Lily ke suaminya!". Ucap Vicky


"Gak bisa! Lu gak bisa bawa Lily!". Ucap Raffa


***


Bersambung...


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~


__ADS_2