Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Kejutan Berujung Bencana


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Lily dan Kevin sedang bersiap untuk jalan-jalan ke pasar malam, ini adalah bagian dari rencana Lily menuju kejutan ulang tahun untuk Kevin, yaitu mengajak Kevin berkeliling pasar malam


"Duh yang mau ultah ganteng banget sih". Batin Lily


Lily pun menghampiri dan memeluk Kevin yang sedang memakai arlojinya


"Kenapa sayang?". Tanya Kevin dengan lembut


"Hehe gapapa".


Lily sedikit berjinjit dan mencium bibir Kevin sekilas


CUP


"Yuk jalan". Ajak Lily


"Yuk, sini aku gendong". Ucap Kevin sambil mengangkat Lily kegendongannya


Mereka pun keluar kamar dan turun kebawah menuju mobil Kevin.


SKIP


--


Di pasar malam


Lily dan Kevin baru tiba dipasar malam, mereka segera turun dari mobil dan melangkah memasuki area pasar malam


"Jangan dilepas, kalo kamu ilang susah nih nyari nya, rame banget". Ucap Kevin sambil menggenggam tangan Lily


"Hehehe iyaa sayang".


Mereka pun masuk dan mengelilingi pasar malam, melihat-lihat sambil membeli jajanan untuk menemani kencan mereka


"Sayang beli itu yuuk". Ajak Lily sambil menunjuk jajanan sosis bakar jumbo


"Hahaha makan mulu".


"Iihh aku pengeeen".


"Iyaa iyaa...ayok kesana". Ucap Kevin


Sudah hampir 1 jam setengah mereka berada dipasar malam, dan sudah banyak jajanan yang mereka makan disana. Dan saat ini mereka sedang duduk dikursi di dekat parkiran pasar malam


"Sayaang malem ini kamu jajan banyak banget loh". Ucap Kevin


"Hehe laper".

__ADS_1


"Ya ampun padahal dirumah udah makan".


"Iihh emang kenapa sih, aku kan baru nyoba jajanan disini, namanya juga penasaran". Ucap Lily dengan nada sewot


"Hahaha yaudah iyaa, mau beli apa lagi?". Tanya Kevin


"Hhmmm.." Lily mencoba mengedarkan pandangannya ke sudut pasar malam


"Itu, permen kapas". Tunjuk Lily


"Ayo kesana". Ajak Kevin


"Iihh kamu aja, aku capek".


"Lah mau nunggu sini? Ntar ilang".


"Engga, ilang apaan sih. Lagian kan deket sayang, rame juga". Ucap Lily


"Yaudah, janji jangan kemana-mana ya".


"Siap boss". Ucap Lily sambil tersenyum


Kevin pun meninggalkan Lily menuju tukang permen kapas, sambil menunggu Kevin, Lily membuka kembali ponselnya untuk mengecek persiapan terakhir di lokasi kejutan pertama


Saat sedang asik dengan ponselnya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di hadapan Lily, dan turunlah 3 orang yang ingin membawa Lily masuk kedalam mobil tersebut


"Gak usah takut cantik"


"Iya, ayo ikut abang daripada sendirian"


"Pergi ngga, gue teriak nih".


"Bawa". Ucap salah satu diantara mereka yang memberi kode untuk membawa Lily kedalam mobilnya


"Aarghh gak mauuu"


"Lepasiinn!!!"


"Arrgghh"


"Toloooonngg!"


"Keviinnnn toloongg!!!"


"Siapapun tolooong!!!!"


"Ya Allah". Kevin pun menoleh kearah Lily dan langsung berlari untuk menolong Lily

__ADS_1


"Woy diculik diculik". Ucap seorang pengunjung pasar malam yang melihat Lily dipaksa masuk kedalam mobil


Beberapa orang pun juga berlari menghampiri mobil tersebut untuk menolong Lily tetapi terlambat. Mobil itu sudah pergi dengan cepat meninggalkan pasar malam


Kevin pun juga terlambat untuk menolong Lily, Kevin segera berlari menuju mobilnya dan mengejar mobil yang sudah menculik Lily


"Kasian mas nya"


"Iya harusnya jangan ditinggal"


"Bener, lagi rawan penculikan disini"


Ucap beberapa warga sekitar yang berada diarea pasar malam.


--


"Aarghh tol*l". Kevin berteriak dan memukul stirnya


"Maafin aku sayang, lagi-lagi aku gak bisa jagain kamu hikss hikss". Kevin terus menangis sambil menyetir mobilnya


Kevin kehilangan jejak mobil tersebut karna sempat terhalang truk besar di hadapannya


Ponsel Lily pun juga tidak dapat dihubungi, sungguh ini membuat Kevin kalut dan hancur


"Hiks hikss aku harus cari kamu kemana".


Entah harus kemana lagi Kevin melajukan mobilnya, yang pasti sudah satu setengah jam Kevin berkeliling,


Bahkan Kevin sempat kembali ke pasar malam barangkali Lily sudah kembali kesana dan sedang menunggunya , tetapi tidak ada, bertanya pada warga sekitar pun tidak ada yang melihat keberadaan Lily


"Arrghh". Kevin berteriak karna sudah merasa pusing akibat terus menangis


Dia benar-benar bingung kemana penculik itu membawa istrinya pergi


"Kalian bakal mati di tangan gue kalo berani macem-macem sama istri gue". Batin Kevin


--


Bersambung..


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


__ADS_2