Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Mengembalikan Berlian


__ADS_3

"Hahahaha ngakak".


"Kamu beneran deketin Aldo? Kan kamu udah janji buat jauhin dia sayang". Ucap Kevin


"Hehe aku bercanda. Mana mungkin sih aku deketin cowok lain". Ucap Lily lalu tersenyum kearah Kevin


"Oh iya Vin...aku pengen seblak deh". Ucap Lily


"Hah sejak kapan kamu makan seblak? Emang doyan?". Tanya Kevin


"Ih ini makanya mau nyobain. Kalo dijalan ada yang jualan berhenti dulu ya Vin".


"Iyaa sayangku". Ucap Kevin lalu mengecup punggung tangan Lily


Sekitar 10 menit perjalanan, Lily melihat abang-abang dengan gerobak seblak sedang menepi dibawah pohon.


"Vin Vin ituu..ituuu di sebrang ada yang jual seblak". Ucap Lily sambil menunjuk-nunjuk seperti anak kecil yang melihat makanan favorite nya


"Hahaha dasar..."


"Aku yang turun ya, kamu disini aja". Ucap Kevin


"Iihh gak mauuu. Aku ajaaaa". Ucap Lily terburu-buru membuka seat belt dan membuka pintu mobil


"Sayang jangan buru-buru. Abangnya gak bakal kabur..."


"Udah aku aja deh, kamu tunggu sini". Ucap Kevin


"Ih engga". Lily segera turun dari mobil dan menyebrang jalan


"Ya Allah nyebrangnya aja asal-asalan". Ucap Kevin lalu mengusap wajahnya


Kevin memperhatikan Lily yang sedang menunggu pesanan seblaknya.


Kevin merasa was was melihat cara menyebrang Lily yang kurang memperhatikan kondisi jalan.


Dirasa Lily sudah selesai menunggu, Kevin turun dari mobil dan menyebrang menyusul Lily


"Vin..kamu ngapain? Kamu mau beli juga?". Tanya Lily


"Enggak. Ayo". Kevin menggandeng tangan Lily dan membawanya menyebrang jalan


Setelah membukakan pintu untuk Lily Kevin berjalan menuju pintu kemudinya dan melanjutkan perjalanan pulang


"Kamu ngapain sih gandeng aku nyebrang? Emangnya aku nenek-nenek?". Tanya Lily


"Bukan nenek-nenek, tapi anak kecil. Sembarangan aja kalo nyebrang. Aku takut ngeliatnya". Ucap Kevin


"Hehehe". Lily hanya cengengesan sambil menunjukkan deretan giginya yang rapih dan bersih.


"Kamu pernah makan seblak ngga Vin?".


"Sekali". Jawab Kevin


"Masa sih? Sama siapa?". Tanya Lily


"Sama siapa? Ya sendiri lah".


"Hehe kasian. Nanti makan lagi ya sama aku". Ucap Lily


"Dih kirain kenapa hahaha.."


"Makan nasi dulu. Jangan langsung makan itu".


"Iyaa sayang". Ucap Lily lalu melihat kearah jendela


--


Sesampainya dirumah, mobil Kevin segera masuk ke halaman, tetapi dilihatnya sudah ada mobil yang terparkir disana


Lily dan Kevin bertanya-tanya dalam hati mereka


"Mobil siapa tuh? Kayaknya bukan mobil papa, mobil mama atau mobil bang Devan". Batin Lily


"Sayang. Kamu tau itu mobil siapa?". Tanya Kevin

__ADS_1


"Eng..engga Vin. Kita liat aja didalem ada siapa". Ucap Lily


Lily dan Kevin pun segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


"Selamat siang nona Lily". Ucap seseorang lalu melepaskan kacamata hitamnya dan menatap kearah Lily


DEG


"Raffa...". Batin Lily


Lily berjalan mendekat kearah Raffa. Sedangkan Kevin masih mematung di posisinya.


"Gimana makanan yang aku kirim tadi? Udah kamu makan kan?". Tanya Raffa


"Kamu ngapain kesini?". Tanya Lily


"Aku cuma mau pastiin kalo makanannya dimakan sama kamu atau engga".


"Engga, yang makan temen-temen aku. Kamu silahkan pergi dari rumah aku".


Raffa memperhatikan Kevin dengan seksama


"Kamu bilang ke aku udah menikah. Apa ini suami kamu?".


"Iya dia suami aku".


"Ohh satu sekolah". Ucap Raffa sambil manggut-manggut


"Tunggu disini". Ucap Lily lalu segera naik keatas menuju kamarnya


"Hebat lu ya bisa dapetin Lily, gue yang udah bertahun-tahun pacaran sama dia sekarang malah kehilangan". Ucap Raffa namun tidak ditanggapi oleh Kevin


Tidak berselang lama, Lily menuruni tangga dengan membawa sebuah bingkisan


"Ini aku balikin ke kamu. Gak seharusnya aku nerima pemberian dari cowok lain". Ucap Lily sambil menyodorkan bingkisannya pada Raffa


"Engga sayang-"


"Maksud aku, Lily. Aku beli buat kamu, aku gak mau kamu balikin ini ke aku".


Lily meraih tangan Raffa dan meletakkan bingkisannya ditelapak tangan Raffa


"Kamu bisa pergi sekarang Raf". Ucap Lily lalu berjalan kearah Kevin


"Ayo sayang". Lily menggandeng tangan Kevin menaiki tangga. Meninggalkan Raffa yang masih terdiam memperhatikan mereka.


"Maafin aku Raf, tapi aku lebih ngehargain suami aku dibanding pemberian kamu". Batin Lily


Raffa terduduk di sofa, memikirkan tindakan Lily yang kali ini menolak pemberiannya.


Raffa mengacak-acak rambutnya lalu pergi meninggalkan rumah Lily membawa kembali satu set berlian yang telah dikembalikan oleh Lily.


--


Di kamar


Lily melihat Kevin yang langsung terduduk di sofa. Dihampiri lah Kevin dan Lily mengalungkan tangannya dileher Kevin


"Sayaang..."


"Kamu kenapa?". Tanya Lily


"Gapapa.. "


"Emang bener dia ngirimin kamu makanan?". Tanya Kevin


"Iya, tapi jujur aku gak makan sama sekali. Yang makan Adel sama Hana".


"Iya sayang aku percaya". Jawab Kevin


Lily membuka satu persatu kancing seragam Kevin. Membuat mata Kevin kini fokus memperhatikan Lily


"Mau ngapain sayang?". Tanya Kevin dengan lembut


"Hehe gak ngapa-ngapain".

__ADS_1


"Kamu nggak marah kan gara-gara cowok tadi?". Ucap Lily yang kini sudah menatap mata Kevin


CUP


Kevin mengecup sekilas bibir Lily


"Aku nggak marah, aku seneng kamu balikin hadiah dari dia". Ucap Kevin sambil tersenyum


"Trus kenapa kamu diem aja?".


"Aku cuma mikir, udah ada beberapa cowok yang deketin kamu. Aku gak bisa bayangin gimana pernikahan kita kedepannya. Apa bakal kaya gini terus. Ada yang ganggu?". Ucap Kevin


"Maafin aku ya Vin".


"Kenapa minta maaf sayang..kamu gak salah. Kamu tuh terlalu cantik, wajar banyak yang mau deketin kamu. Tinggal aku nya aja yang harus jagain kamu hehe". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily


"Yuk ganti baju sayang, abis itu makan". Ucap Kevin


Lily dan Kevin pun berganti baju santai dan segera turun kebawah untuk makan siang.


SKIP


--


Setelah makan siang, Lily segera mengambil mangkok dan menuang seblak yang telah dibeli tadi.


"Pelan-pelan nanti tumpah". Ucap Kevin


"Udah..."


"Yeayy".


Lily segera mengambil sendok dan menyuapi sedikit demi sedikit seblaknya


"Hmmm enaaakkk". Ucap Lily


Kevin terkekeh melihat sikap Lily yang sangat antusias memakan seblak untuk pertama kalinya.


"Kamu mau ngga?".


"Aaa". Ucap Lily


Kevin pun membuka mulutnya menerima suapan dari Lily


"Okhh okhh". Seketika Kevin terbatuk dan wajahnya sedikit memerah


"Pedes banget sayang". Ucap Kevin yang langsung menuang air mineral dan meminumnya.


"Kata abangnya kalo pedes makin enak". Ucap Lily


"Tapi ini pedes banget. Jadi gak enak, cuma berasa pedes doang... "


"Awas sakit perut nanti mules-mules..."


"Aku ke atas ya, mau charger hp". Ucap Kevin


"Ih kamu gak mau lagi?".


"Engga engga. Abisin aja". Ucap Kevin


"Hmmm yaudah". Ucap Lily sambil menyuap seblaknya.


"Orang enak gini kok apanya yang gak enak". Ucap Lily dengan suara pelan


5 menit berlalu, Lily menyudahi makannya dan segera minum lalu kembali ke kamar.


--


Bersambung..


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


--


__ADS_2