Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Kevin Kemana?


__ADS_3

"Aku gak bisa Raf,lepasin". Ucap Lily sambil melepaskan tangan Raffa dengan sekuat tenaga


"Lily, kenapa kamu jadi kaya gini. Aku udah minta maaf buat kesalahan aku,tapi kenapa kamu gak mau lanjutin hubungan kita lagi...?"


"Aku mohon jawab aku. Jelasin ke aku".


"Oke. Oke aku jelasin alasannnya. Tapi lepasin dulu tangan kamu". Ucap Lily


Raffa melepaskan tangannya dari pinggang Lily


"Apa,apa alasannya sayang?" .


Lily mengambil nafas panjang lalu membuangnya


"Aku udah menikah". Ucap Lily


"Apa? Hahaha kamu bercanda?". Tanya Raffa sambil tertawa getir.


"Aku gak bercanda. Aku serius".


"Kamu hami-"


"Enggak enggak,aku menikah bukan karna itu". Ucap Lily


"Aku gak percaya kamu udah menikah. Mana buktinya?".


"Yahh,gue nunjukkin apa nih buat bukti?". Batin Lily


"Hmm.. Ini". Lily menunjukkan jari manisnya yang memakai cincin pernikahannya


"Hahaha itu cuma cincin. Orang yang belum menikah juga bisa pake cincin".


Lily melepaskan cincinnya dan menunjukkan ukiran yang terdapat didalam cincin tersebut.


Terdapat nama dan tanggal pernikahan mereka


Raffa meraih dan memperhatikan cincin itu dengan seksama


"Ini?". Tanya Raffa


"Iya,itu nama suami dan tanggal pernikahan aku". Jawab Lily


Raffa mengembalikan cincin itu ke Lily .


"Aku tetep gak percaya".


"Yaudah terserah kamu,intinya aku gak bisa lanjutin hubungan kita,karena aku gak mungkin khianatin suami aku..."


"Aku pergi dulu". Ucap Lily lalu pergi meninggalkan Raffa yang masih mematung di tempatnya.


"Lily..."


"Lily jangan pergi". Ucap Raffa namun tidak ditanggapi oleh Lily.


--


Lily berjalan kedalam gedung untuk menemui Kevin yang katanya akan menunggunya Di lobby tetapi nihil,Kevin tidak ada disana.


"Kevin kemana sih". Batin Lily


Lily keluar gedung dan bertanya kepada security yang berjaga di depan pintu utama


"Pak, liat cowok yang pake seragam SMA nggak yang tadi duduk di lobby?". Tanya Lily


"Tadi saya liat dia sudah pergi nona dengan mobilnya".


"Oh,makasih pak".

__ADS_1


"Maaf nona, kalau nona mau pulang nona bisa diantar supir kantor". Ucap security tersebut.


"Ngga usah pak,terimakasih"


"Sama-sama nona". Ucap security itu sambil membungkukkan badannya.


"Ya Allah Kevin ninggalin aku?". Ucap Lily sambil melangkah ke parkiran


Lily mencoba menelfon Kevin tetapi tidak terhubung.


"Naik taksi aja deh". Batin Lily


Lily menuju ke tepi jalan dan menyetop taksi lalu pulang kerumah.


--


"Aarrghhh bangs*t!!". Kevin mengamuk didalam basecampnya,menendang segala sesuatu yang ada disana untuk meluapkan amarahnya


"Lu kenapa tol*l dateng-dateng ngamuk". Ucap Rian yang sedang memainkan ponselnya


Kevin mengepalkan tangannya dan meninju tembok berkali-kali sampai tangannya memar dan terluka mengeluarkan darah.


Sementara anak-anak disana hanya memperhatikan Kevin dengan tatapan bingung


"Woy Vin, apa-apaan sih lu". Tommy menahan tangan Kevin agar tidak dihantam ke tembok lagi


"Lepasin gue!!!". Kevin menarik tangannya dan kembali meninju tembok.


"Liat tangan lu gobl*k". Ucap Tommy kembali menahan tangan Kevin


"Minggir gak lu!! mau gue tampol?!!".


"Terserah lah". Tommy membiarkan Kevin terus meninju tembok hingga menyisakan noda darah yang menempel di tembok


"Lagi ada masalah sama kak Lily kali". Ucap Rian


"Aargghhh anjiiiingg!!". Kevin bersandar pada tembok lalu menangis histeris.


"Kenapa sih Vin? Gak biasanya lu begitu". Tanya teman Kevin yang lainnya


"Ssstt diem ntar kena bogem lu". Ucap Rian


Entah kenapa hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi Kevin,tak pernah terbayang sebelumnya kalau dia akan kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


Kevin menangis sekencang-kencangnya. Meskipun dari luar Kevin terlihat galak dan sangar,tetapi soal hati Kevin tetaplah laki-laki yang lemah,apalagi menyangkut istri kesayangannya.


"Kamu kenapa tega sama aku,apa kamu bakal balik sama dia dan ninggalin aku".


"Aku gak mau kehilangan kamu. Jangan tinggalin aku sayang". Batin Kevin sambil menangis sesegukan


--


Dirumah Lily


Lily sudah sampai rumah dan segera masuk


Tetapi dia tidak melihat adanya mobil Kevin terparkir dihalaman rumah


"Loh Kevin gak ada? Kemana sih?". Batin Lily


Lily segera masuk dan menuju kamar untuk mencari Kevin


"Beneran gak ada? Sebenernya kemana sih,tadi ninggalin,sekarang gak ada dirumah".


Lily mencoba menghubungi Kevin lagi tetapi masih tidak aktif .


"Ya Allah, kamu kemana sayang". Batin Lily.

__ADS_1


--


Di basecamp


Semua anak-anak sudah pulang meninggalkan basecamp. Hanya tersisa Kevin dan Rian saja disana.


"Vin,gak balik lu? Nanti kak Lily nyariin". Ucap Rian


"Males". Jawab Kevin


"Gue cabut ya. Gue tinggal sendiri gapapa kan?". Tanya Rian


"Gapapa lah,cabut sono".


"Ok". Rian meninggalkan Kevin yang sedang berbaring disofa


"Maafin aku sayang,aku gak mau makin sakit hati kalo ngeliat kamu". Batin Kevin


--


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,tapi Kevin belum pulang juga


Lily semakin cemas karna sedari siang Kevin tidak bisa dihubungi.


"Ya Allah,Kevin kenapa belum pulang".


"Biasanya dia kemana sih... "


"Basecamp?"


"Apa Kevin disana? Mending coba cari kesana deh".


Lily segera bersiap untuk ke basecamp menggunakan taksi.


--


Sesampainya di basecamp


Lily melihat mobil Kevin yang terparkir di depan basecamp.


Lily segera turun dan berjalan masuk kedalam


"Kayaknya sepi,gak ada suara apa-apa". Batin Lily


Lily melangkah sampai pintu dan melihat Kevin sedang berbaring di sofa sambil menutup matanya dengan lengannya


"Kevin tidur?". Batin Lily


"Sayang..?". Panggil Lily dengan suara yang sedikit kencang


Kevin sontak terduduk dan menatap Lily


"Lily?".


--


.


.


.


Bersambung...


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


__ADS_2