
Kevin mengusap wajahnya dengan kasar
"Terus kenapa dia bilangnya pacar kamu?". Tanya Kevin
"Ya aku gak tau, aku juga kaget".
"Yaudah lah, besok temuin orangnya". Ucap Kevin lalu berjalan ke meja makan meninggalkan Lily yang masih dalam posisinya
Sedangkan Dina masuk kedalam kamarnya sambil tersenyum tipis.
Tapi tanpa sengaja Mbok Minah melihat ekspresi Dina yang terlihat senang
"Kayaknya ada yang gak beres". Batin mbok Minah
"Non, ayo mbok antar ke kamar". Ucap mbok Minah
"Gak usah mbok, Lily sendiri aja". Ucap Lily yang langsung pergi menuju tangga
Pikiran Lily seketika kacau, baru saja bersenang-senang dengan Kevin, tetapi sudah ada masalah lagi yang muncul
"Mau kemana kak, sini". Ucap Rian pada Lily
Lily hanya menoleh dan kembali menaiki tangga
"Kasian kak Lily Vin". Ucap Tommy
"Lu percaya kalo itu cowoknya? Gue aja gak percaya anjirr". Ucap Rian
"Sama. Lu harus percaya sama kak Lily Vin...."
"Tapi tadi Kak Lily nyebut siapa sih?". Tanya Tommy
"Raffa..."
"Yang gue tau dia itu mantannya. Lily sih bilang dia nolak Raffa pas ngajak balikan". Ucap Kevin
"PHO anjirr.. ayo temuin,biar gue yang hajar". Ucap Rian lalu meneguk kembali minumannya yang terakhir
Rian pun langsung menjatuhkan kepalanya ke meja. Rasa pusing sudah menjalar di kepalanya
"Ikut campur aja lu..."
"Ayo cabut". Ucap Tommy sambil membawa botol milik Rian
"Ntar dulu kek. Pusing gue". Ucap Rian
"Teler kan lu. Liat nih ampe abis". Ucap Tommy
"Bacot lu ah..."
"Yaudah gue balik Vin..bilang kak Lily jangan sedih mulu, kalo dia butuh gue suruh telfon aja". Ucap Rian
"Banyak omong lu". Tommy menarik tangan Rian keluar rumah Lily
"Vin kita cabut ya". Ucap Tommy
Kevin hanya menoleh dan mengangguk
Kevin masih dalam posisinya, terduduk sambil memikirkan sesuatu, ia merasa bingung, bukankah waktu itu Lily bilang kalo dia telah menolak Raffa.
Tetapi kenapa hari ini Raffa datang dan mengatakan kalau dirinya adalah pacar Lily
Kevin mengacak-ngacak rambutnya frustasi
Tidak lama kemudian Dina datang menghampiri Kevin
__ADS_1
"Den".
Kevin tersentak dan menoleh ke samping. Ternyata sudah ada Dina yang berdiri di sampingnya
"Kenapa?". Tanya Kevin tanpa melirik kearah Dina
"Den perlu sesuatu? Mau saya buatin kopi atau teh manis anget den?".
"Gak usah". Kevin bangun dari kursi nya dan ingin melangkah menuju tangga, namun langkah nya terhenti saat Dina memegang tangan Kevin
"Maaf..maaf den saya lancang...". Ucap Dina yang langsung melepas tangannya dari tangan Kevin
"Saya gak bermaksud mau ikut campur den, tapi dalam pernikahan selingkuh itu hal yang biasa, saya juga ngalamin. Mantan suami saya selingkuh dibelakang saya. Tapi maaf den, ada kemungkinan kalo non Lily memang selingkuh tapi nutupin itu dari den Kevin".
Rahang Kevin seketika mengeras mendengar ucapan Dina
Tidak mau tersulut emosi, Kevin langsung meninggalkan Dina menuju tangga
"Maksudnya apa ngomong gitu? Dia mau ngomporin gue?". Batin Kevin
Sekali lagi sebuah senyuman mengembang di bibirnya. Ia senang karna sudah menghasut Kevin
--
Di kamar
Kevin melihat Lily yang sedang duduk melamun memandang layar TV yang menyala
Kevin memperhatikan Lily dari tepi ranjang
"Aku tau kamu jujur sayang, aku percaya kamu gak mungkin duain aku. Mungkin emang ada orang yang mau hancurin hubungan kita. Tapi aku yakin itu bikin hubungan kita makin kuat". Batin Kevin
Kevin menghampiri Lily dan duduk disebelahnya,tetapi Lily tidak menyadari kehadiran Kevin
Dengan pelan Kevin merapihkan anak rambut Lily,menyelipkannya ke belakang telinga Lily
"Kenapa ngelamun?". Tanya Kevin dengan lembut
"Gapapa". Jawab Lily
"Sini". Ucap Kevin sambil merentangkan tangannya kedepan
Lily segera mendekat dan memeluk Kevin
"Vin..aku gak selingkuh".
"Iya, aku percaya sama kamu sayang". Ucap Kevin sambil mengusap rambut Lily
"Yang bener?".
"Iya....".
Kevin melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Lily
"Kita jalan-jalan yuk. Mau ngga?". Tanya Kevin
Lily mengangguk cepat seraya tersenyum
"Ganti baju dulu yaa". Ucap Kevin
"Iyaa".
Mereka pun berganti pakaian dan bersiap untuk kencan malam minggu.
--
__ADS_1
"Udah sayang?". Tanya Kevin yang memperhatikan Lily di meja rias
"Udah". Ucap Lily sambil melirik Kevin dari pantulan cermin
"Cantik banget sih..."
"Sini aku gendong". Kevin tersenyum dan berjalan menghampiri Lily
Kevin memposisikan dirinya sedikit lebih rendah dari Lily dan HAP. Lily sukses berada dalam gendongannya
"Kenapa kalo gendong aku didepan mulu gak pernah dibelakang?". Tanya Lily
"Biar bisa..."
CUP . Kevin mengecup bibir Lily sekilas
"Cium kamu".
CUP
CUP
CUP
Kevin mengecup bibir Lily bertubi-tubi
"Iihh ayo turuuunn". Ucap Lily sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya
"Hehe gemeesss".
Kevin pun berjalan keluar kamar dan menuruni tangga
"Sayang aku pengen deh sekali-kali naik motor sama kamu". Ucap Lily
"Yahh motor aku di rumah Papa sayang, besok aku ambil yaa".
"Oh iya motor aku masih di kantor ya?". Tanya Lily
"Iyaa...aman kok. Kalo motor kamu sampe ilang kamu bisa pecat mereka sayang hahahha".
"Ihh jahaattt". Ucap Lily
"Hahaha bercanda..."
"Kamu mau kemana sayang? Aku anterin kemana pun kamu mau". Ucap Kevin saat mereka berjalan kearah pintu utama
"Hmm ke jurang". Jawab Lily
"Dih jangan dong, aku belum bahagiain kamu, kita juga belum punya anak-anak yang lucu".
"Hmmm bisa aja deh". Ucap Lily sambil mencubit hidung Kevin
Sementara disisi lain, sudah ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
Merasakan hawa panas yang menjalar di sekitarnya saat mendengar percakapan antara suami-istri tersebut
"Kok mereka baik-baik aja? Masih mesra?".
--
Bersambung..
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~