
Pagi hari
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi
Tapi Lily dan Kevin belum terbangun dari tidur nyenyak mereka
Sementara pagi ini, Bastian dan Anita kedatangan anak mereka Devan, Kakak tiri Kevin yang semula ingin di jodohkan dengan Lily tapi dia menolak karena belum bisa melupakan Almh. kekasihnya yang sudah meninggal.
"Gimana disana Van, pasti suasananya masih asri banget ya, sejuk gitu". Tanya Anita
"Iya ma, masih seger udaranya. Bikin betah. Sebenernya Devan gak mau pulang tapi kan urusan Devan udah selesai disana". Jawab Devan
Devan baru saja menyelesaikan KKN nya di suatu desa di pegunungan daerah Jawa Barat
"Oh iya, Kevin kok tumben tidur disini ma, kata papa dia tinggal dirumah mertuanya". Tanya Devan
"Iya, mereka tuh ada masalah semalem, istrinya kabur kesini hahahha tapi kayaknya udah baikan sih. Buktinya sekarang belum muncul tuh. Kevin nyiram kali semalem hahahah". Ucap Bastian kemudian tertawa
"Papah ih ngomongnya". Ucap Anita.
"Ya gak apa-apa ma. Yang penting Kevin tau batasannya ke Lily".
"Lily? Namanya Lily pa? ". Tanya Devan
"Iya".
"Kayak gimana sih istrinya pa, sayang banget ya waktu itu Devan gak dateng ke nikahan mereka karena masih KKN".
"Pokoknya dia itu anaknya cantik, baik, sopan,bisa masak, rajin, Pinter. Menantu idaman deh". Ucap Anita
"Gue penasaran, gue ke kamarnya Kevin aja kali ya". Batin Devan
"Pah, ma, Devan naik dulu ya ke kamar. Sekalian mau kasih oleh-oleh ke pengantin baru". Ucap Devan
"Iya sayang". Ucap Anita
--
Devan berjalan menuju lantai atas sambil membawa kopernya
Saat Devan melewati kamar Kevin, Devan berpikir untuk melihat seperti apa sosok Lily yang dipuji-puji oleh mamanya .
Devan mengetuk pintu kamar Kevin
Tok tok tok
"Vin, masih tidur lu? ". Ucap Devan
Tok tok tok
Tok tok tok
Lily yang mendengar suara ketukan pintu berkali-kali pun kaget dan segera menuju pintu kamar
Saat pintu kamar terbuka, Devan melihat Lily dengan rambut yang sedikit berantakan khas bangun tidur, sedang mengucek matanya dan hanya memakai kaos sebatas setengah paha
Saat Lily tersadar sepenuhnya Lily segera melihat sosok yang berdiri di hadapannya
"Hahh? ".
Lily mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memperjelas penglihatannya
"Lily yaa..? ". tanya Devan
"Oh iya, kenalin aku Devan, kakaknya Kevin". Devan mengulurkan tangannya dan disambut oleh Lily
"Hehe iyaa Lily". Ucap Lily kikuk
Kevin pun bangun karena merasa Lily sudah tidak ada dipelukannya lagi
Saat Kevin melihat kearah pintu, ia melihat Lily sedang bersalaman dengan Devan
"Loh, bang Devan?".
"Astaga Lily cuma pake kaos doang di depan bang Devan". Batin Kevin
"Bang Devan". Ucap Kevin
Lily pun melepaskan tangan Devan
Kevin segera menghampiri mereka
Kevin mendorong Lily kebelakang tubuh Kevin agar Devan tidak bisa berlama-lama menatap paha Lily yang sangat terbuka
"Istri lu...imut banget Vin hahaha". Ucap Devan
Kevin tidak membalas ucapannya. Malah mengalihkan pembicaraan
"Lu kapan nyampe bang?".
"Baru aja,gue juga bawa oleh-oleh buat pengantin baru". Ucap Devan
__ADS_1
"Oh yaudah nanti aja,gue sama Lily mandi dulu". Ucap Kevin dan langsung menutup pintu padahal Devan masih berdiri disana
"Loh kok ditutup? Emang udah pergi?". Tanya Lily berbisik
Kevin mendorong Lily masuk ke kamar mandi
"Kamu ngapain pake kaya gini di depan bang Devan? ".
"Lah kan aku tidur cuma pake ini, terus bang Devan ngetok pintu ya aku bukain lah. Mana sempet pake celana panjang dulu". Jawab Lily
"Jangan pake yang seksi-seksi lagi kalo bukan di depan aku". Ucap Kevin
"Aku gak sengaja".
"Iya iyaa. Yaudah ayo mandi". Ucap Kevin
"Eh, kamu mau mandi sama aku? ".
"Iya emang kenapa? Boleh kan?".
"Hmm, aku malu Vin". Ucap Lily
"Hahahhha bercanda kok, yaudah kamu mandi duluan". Ucap Kevin meninggalkan Lily dikamar mandi
Kevin duduk di sofa sambil memainkan ponselnya
Tok tok tok
"Vin, mama masuk ya". Ucap Anita diluar kamar Kevin
"Iyaa ma masuk aja".
"Lily mana Vin? ". Tanya Anita
"Mandi ma".
"Oh iya, Lily gak ada baju ganti kan, ini mama bawain dress buat Lily,masih baru. Sama underware,masih baru juga".
"Hah? Emang mama tau ukuran Lily? ". Tanya Kevin berbisik
"Hmm mama sih kira-kira aja. Tapi kayaknya muat sih. Kamu kasih ke Lily ya, trus kalo udah selesai kalian kebawah, kan belum sarapan". Ucap Anita
"Iya ma".
Anita pun keluar kamar Kevin
Kevin memegang underware bagian atas yang diberikan Anita tadi
"Ah gobl*k. Kenapa pikiran gue jadi gini". Batin Kevin lagi
--
Lily telah selesai mandi. Lily keluar hanya menggunakan handuk yang mini ditubuhnya
"Hmm Vin, aku lupa bilang ke mbok Minah buat anterin baju, aku pake apa dong".
Kevin yang sedang memainkan ponselnya menoleh ke arah Lily
"Anjirr, gue gak bisa liat Lily kaya gini". Batin Kevin
"Ini, tadi mama kesini bawa ini buat kamu. Pake". Ucap Kevin yang segera berjalan kekamar mandi
"Eh". Lily menerima totebag dari Kevin dan melihat kearah Kevin yang berjalan seperti buru-buru ke kamar mandi
"Mama ngasih baju? ".
"Wah, ini dress, sama... daleman? ". Batin Lily
Lily segera mencoba daleman bagian atas dan ternyata sangat cocok di dada Lily
"Eh kok bisa pas gini yaa, gak sempit".
Lily meneruskan berpakaian lalu menyisir rambutnya
Kevin sudah selesai mandi dan berjalan menghampiri Lily
"Muat gak? ".
"Eh, hehe iyaa muat". Jawab Lily kikuk
"Aku kebawah duluan ya Vin. " ucap Lily
"Iyaa sana, nanti aku nyusul".
Lily mengangguk dan berjalan keluar kamar
--
Lily berjalan menuruni tangga, sudah ada Anita dan Bastian sedang duduk di sofa ruang keluarga
"Sayang, tuhkan pilihan mama gak salah. Dressnya cocok banget di kamu. Ohiya gimana,pas gak? ". Tanya Anita sambil menunjuk kearah dada Lily dengan dagunya
__ADS_1
"Hehe". Lily hanya memberikan jempol
"Makasih ya ma".
"Iya sayang".
"Kevin mana Ly". Tanya Bastian
"Lagi pake baju Pa".
"Kamu sama Kevin baru bangun?". Tanya Bastian
"Iyaa".
Bastian hanya tersenyum sambil manggut-manggut.
Tidak lama kemudian Kevin turun menghampiri Lily, Bastian dan Anita
"Sayang, sarapan yuk. Aku laper". Ucap Kevin
"Iyalah laper, semalem abis olahraga kan". Ledek Bastian
"Huss papa". Ucap Anita sambil menatap tajam kearah suaminya
Kevin dan Lily hanya menatap Bastian dengan tatapan bingung
"Udah udah jangan dengerin papa kamu, sana sarapan. Tadi mama mau bangunin kalian buat sarapan bareng tapi gak jadi".
"Ayo sayang".
Kevin menggandeng Lily menuju meja makan
"Tuh ma liat, ke meja makan aja gandengan kaya mau nyebrang, Kalo kamu yang papa gandeng yang ada di geplak tangan papa". Ucap Bastian
"Hahahaha bisa aja kamu Pa". Ucap Anita
--
Lily dan Kevin sedang menikmati sarapan mereka, duduk bersebelah dan sesekali saling menyuapi.
Tiba-tiba Devan datang menghampiri mereka di meja makan
"Wihh ada pengantin baru". Ucap Devan sambil duduk di sebrang ,berhadapan dengan Lily
"Oh iya Ly, abang boleh tanya gak, eh enaknya manggil apa ya? Abang? Apa kakak? Abang aja ya biar sama kaya Kevin".
"Apaan sih". Batin Kevin
"Abang mau nanya, kamu mau kuliah dimana abis lulus nanti? ".
"Hmm pengennya di UI bang". Jawab Lily
"Wah, nanti bareng dong sama abang. Abang juga di UI nih".
"Oh ya? "
"Iya, asik dong ya nanti satu kampus".
"Hehe". Lily hanya nyengir kuda(?) sambil mengangguk
"Jangan ngarep". Batin Kevin
"Sayang,abisin makannya abis itu kita pulang. Kasian ayah sendirian". Ucap Kevin
"Iyaa". Ucap Lily yang kembali menyuap makanannya
"Boleh gak kapan-kapan abang main kerumah kamu?". Tanya Devan
"Boleh". Ucap Lily
Devan hanya tersenyum sambil memperhatikan Lily yang sedang makan
"Jangan sampe abang gue sendiri jadi saingan gue". Batin Kevin.
--
"Ma,Pa....hmm bang Devan, Lily sama Kevin pamit ya". Ucap Lily
"Iya sayang,salam buat mas Rama ya". Ucap Anita.
Kevin dan Lily segera masuk ke mobil dan mobil Kevin pun pergi meninggalkan rumah Bastian.
"Gue tau banget Kevin itu cuek sama cewek,apa dia nerima istrinya?"
"Kayaknya penyesalan gue dateng,andai aja gue gak nolak perjodohan itu". Batin Devan
Sepertinya Devan berencana untuk mendekati Lily,karena yang Devan tau, Kevin itu tidak mudah dekat dengan cewek. Dan bisa saja Kevin terpaksa menerima perjodohan ini karena alasan orang tua
"Harusnya gue yang jadi suami Lily". Batin Devan
--
__ADS_1
Jangan lupa di Like :)