Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Terpilihnya Sang Pangeran


__ADS_3

Malam hari pun tiba, setelah menidurkan Keisha, Lily berbaring sambil memainkan ponselnya, sementara Kevin sedang mengerjakan tugas sekolahnya di sofa sambil sesekalu mengajak ngobrol Lily


"Sayang, kamu tau ngga tadi aku telat ke sekolah?". Tanya Kevin


"Tau. Kan kamu chat aku".


"Nah trus kamu inget aku bilang apa?". Tanya Kevin


"Engga, aku lupa".


"Yang itu..hukuman buat kamu". Ucap Kevin


"Hahaha bodo amat". Ucap Lily


"Karna hari ini kamu abis lahiran, mungkin masih sakit, jadi-"


"Bukan mungkin, emang sakit tau..."


"Masih sempet-sempetnya mikirin itu". Ucap Lily


"Hahaha bercanda, jadi kapan nih Keisha punya adik?". Tanya Kevin


"Secepatnya, tapi kamu yang hamil kamu yang ngelahirin". Jawab Lily


"Dih haha mana bisa".


"Udah ih jangan berisik, nanti Kei bangun".


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan dari balik pintu ruangan Lily, Lily dan Kevin kompak menoleh ke arah pintu, ternyata ada sosok Vicky yang muncul dari sana


"Lah Vicky..."


"Raffa".


Lily tertegun melihat Raffa yang juga berjalan masuk kedalam, ia baru bertemu lagi dengan Raffa setelah berbulan-bulan lamanya


Mereka berdua pun berdiri di sebelah ranjang dan seketika Lily langsung mengubah posisinya menjadi duduk bersandar


"Hmm gak ngabarin gue kalo udah lahiran". Ucap Vicky sambil mencubit hidung Lily


"Aduh..iya maap, lupa". Ucap Lily


Kevin tetap duduk sambil memperhatikan mereka dari arah sofa


"Hai Ly, selamat ya buat kelahirannya..."


"Ini ada kado buat anak kamu, aku taro sini ya". Ucap Raffa sambil menaruh paper bag berukuran besar di atas sofa samping ranjang Lily


"Iya makasih".


"Gue juga nih bawa kado buat Lily mini". Ucap Vicky


"Hehehe makasih ya". Ucap Lily


"Woy ngapain lu?". Tanya Vicky pada Kevin


"Biasa, tugas".


Kevin pun kembali fokus mengerjakan tugasnya


"Gue balik ya". Bisik Raffa pada Vicky


"Lah, buru-buru amat".


"Gak enak kelamaan..."


"Ly, aku pulang ya, sekali lagi aku ucapin selamat, semoga kamu cepet pulih dan anak kamu sehat terus". Ucap Raffa


"Iya, makasih Raffa"


Raffa pun tersenyum dan segera keluar dari ruangan Lily,


"Haha kenapa tu orang?". Tanya Kevin


"Tau, dah biarin..."


"Eh ni bocah mirip banget ama lu Vin". Ucap Vicky sambil menarik kursi di sebelah ranjang Lily


Vicky memperhatikan Keisha yang tertidur pulas di sebelah Lily


"Iyalah anak gue". Ucap Kevin


"Namanya siapa?". Tanya Vicky


"Keisha". Jawab Lily


"Hmmm...Keisha...bangun dong, main yuk sama uncle". Ucap Vicky


"Uncle, sok inggris lu". Ucap Kevin


"Eh kok lu tau gue udah lahiran, terus tau dari mana dirumah sakit ini?". Tanya Lily


"Dari si mbok, tadi sore gue kerumah lu nganter kue dari nyokap, eh katanya lu nginep dirumah Kevin trus disini lahiran".


"Hmm...tapi kok Raffa bisa ikut kesini?". Tanya Lily


"Gue ajak". Jawab Vicky


"Ooh".


"Ini kapan bangunnya? Gue kira lagi melek". Ucap Vicky


"Ntar juga bangun sih kalo aus..."


"Eh kalo gue udah balik lu kerumah aja, kalo main sama Kei". Ucap Lily


"Iya gampang deh, yaudah gue cabut ya, mau ke bengkel".


"Kok buru-buru sih, baru juga dateng...nanti main aja kerumah".


"Iya bawel...Vin gue cabut ya".


"Iya sip".


"Uncle pulang dulu ya, nanti kita main okey". Ucap Vicky sambil mengusap lembut pipi Keisha


"Hati-hati uncle, makasih udah nengok Keisha". Ucap Lily


"Iyaa cantik".


Vicky tersenyum dan segera keluar dari kamar Lily.


"Sayang tugasnya belum selesai?". Tanya Lily


"Belum, tinggal Mtk". Jawab Kevin


"Sini aku bantuin, biar cepet selesai". Ucap Lily


"Jangan, aku aja. Mending kamu bobo".


Kevin bangun dari sofanya dan menghampiri Lily, mengecup pipi Keisha dan beralih mengecup bibir Lily dengan lembut


"Bobo ya, mumpung Kei lagi pules, nanti kalo tengah malem Kei bangun kamu gak terlalu ngantuk". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Yaudah, aku bobo".


Lily merapihkan selimutnya dan segera memejamkan matanya, sementara Kevin kembali ke sofa untuk menyelesaikan tugasnya.


****


"Oeekk..oeekk"


"Oeek..."


Lily terbangun karna mendengar suara tangisan Keisha, ia mengubah posisi tidurnya menghadap sang anak dan segera memberikan asinya untuk Keisha


"Cup cup cup anak mama...jangan nangis ya sayang".


Setelah Keisha kembali tertidur pulas, Lily merapihkan piyamanya dan kembali ke posisi semula, ia sempatkan untuk menoleh ke sofa yang ada di belakangnya


Terlihat suaminya yang sedang tertidur pulas dengan buku yang ada di atas dadanya


"Ya ampun, itu ketiduran kali ya".


Lily pun bangun dan berjalan menghampiri Kevin, memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya, setelah itu mengambil selimut di lemari kecil untuk Kevin


"Pasti capek ya seharian nungguin aku".


CUP, Lily mengecup bibir Kevin sekilas


"Hmppp...sayaaang".


Lily dibuat terkejut saat tiba-tiba Kevin bergerak dengan cepat dan menahan kepalanya saat ia sedang mencium bibirnya


"Lagian cium-cium". Ucap Kevin


"Ih kamu kok bangun? Kaget tau". Ucap Lily


"Hmm kalo mau cium*n bangunin aja kali gak usah nyuri kesempatan". Ucap Kevin


"Dih siapa juga yang mau cium*n". Ucap


"Yakin ngga mau?". Tanya Kevin sambil memajukan bibirnya


"Gak jelas...ini udah selesai kan tugasnya? Kok gak langsung di beresin?". Tanya Lily


"Ketiduran haha". Jawab Kevin


"Hmm yaudah, tidur lagi sana, masih malem". Ucap Lily sambil berjalan ke ranjangnya


Namun dengan cepat Kevin menahan tangan Lily dan menuntunnya duduk di sebelahnya


"Ih sayang, aku ngantuk mau tidur lagi". Ucap Lily


"Kamu abis nyusuin Kei kan, sekarang gantian aku". Ucap Kevin


"Dih gak mau...udah udah tidur, nanti di sekolah ngantuk".


"Hmm sayaang yaudah deh, cium aja".

__ADS_1


Lily menghela nafasnya dan menciumi kedua pipi Kevin


"Udah, sekarang tidur". Ucap Lily


"Makasih ma".


Kevin meraih tangan Lily dan mengecupnya dengan lembut


"Ma, ma, emangnya aku mama kamu". Ucap Lily


"Hahaha kan kamu mamanya anak aku...yaudah tidur lagi sana, nanti subuh bangunin aku ya".


"Iya sayang"


Lily kembali ke ranjang dan segera memejamkan matanya begitu pun dengan Kevin yang kembali terlelap di atas sofa


*****


Pagi Hari


"Ma, Lily pulang pagi aja ya, kelamaan kalo nunggu sore, lagian udah gak sakit banget kok". Ucap Lily pada Anita


"Yaudah nanti mama coba bilang dulu sama dokternya ya, abisin dulu sarapannya...Kei rewel nih minta susu".


"Kalo gak jadi pulang sore kabarin aku ya, biar aku gak kesini". Ucap Kevin pada Lily


"Iyaa..."


"Sini ma Kei nya, Lily udah sarapannya".


"Ini sayang".


Anita pun memberikan Keisha pada Lily untuk diberikan asi


"Udah sarapannya sayang?". Tanya Anita pada Kevin


"Udah ma, mau berangkat". Jawab Kevin


"Hih gemes ya kalo liat kamu, penampilannya masih SMA ternyata udah punya buntut hihihi..."


"Anak mama udah jadi orang tua". Ucap Anita


"Tapi masih keliatan kaya lajang kan ma?". Tanya Kevin


"Maksudnya?". Kali ini Lily yang bertanya


"Ya dirumah jadi papa, tapi diluar jadi lajang hahahahaha". Kevin tertawa meledek sementara Lily memasang wajah datarnya


"Bercanda sayang". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily


"Kamu nih ngeledek mulu, dah sana berangkat nanti telat". Ucap Anita pada Kevin


"Tuan putri, papa tinggal dulu ya, nanti sore kita main, okeee".


Cup cup, Kevin mendaratkan kecupan lembutnya pada kedua pipi Keisha


"Ma, mama nengok kesana dulu ma, ada yang manyun nih minta di-"


"Apaan sih kamu". Ucap Lily


"Ya ya sana". Ucap Anita sambil memalingkan wajahnya


Kevin tersenyum jahil dan mencium bibir Lily, sekilas namun sangat dalam


"Kalo gak ada mama udah aku abisin tu bibir kamu". Bisik Kevin ditelinga Lily


"Ih sana berangkat". Ucap Lily


"Hehe iya iya..."


"Mama mau Kevin cium juga?" . Tanya Kevin pada Anita


"Engga". Jawab Anita


"Haha maunya dicium papa ya...."


"Yaudah Kevin berangkat ya".


CUP, Kevin mendaratkan kecupannya sekilas di pipi Anita sebelum keluar dari kamar Lily


"Assalamualaikum". Ucap Kevin.


"Waalaikumsalam". Jawab Lily dan Anita kompak


Setelah kepergian kepergian Kevin dari ruangan Lily, Lily kembali menidurkan Keisha setelah itu masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya


***


Siang harinya


Lily di perbolehkan pulang kerumah setelah mengurus pemberkasan kelahiran untuk Keisha


Setibanya dirumah, ia segera menuju kamar Kevin untuk beristirahat


Kamar yang semula di dominasi warna hitam putih kesukaan Kevin kini berubah menjadi warna cerah, dengan sedikit gambar hewan dan warna-warni bunga untuk menyambut putri kecil penghuni baru kamar mereka.


"Kei nya tidurin dimana sayang?". Tanya Anita pada Lily


"Di ranjang aja ma". Jawab Lily


Anita pun membaringkan Keisha di ranjang mereka dan menyelimutinya dengan selimut kecil


"Mama minta bi Sari buat bawain kamu makan siang ya sayang". Ucap Anita


"Iya ma, makasih ya ma". Ucap Lily


"Sama-sama sayang".


Setelah Anita keluar dari kamar mereka, Lily segera berbaring di sebelah Keisha yang sedang tertidur pulas sambil memainkan ponselnya


^^^"Sayang, aku udah pulang".^^^


Sent, sebuah pesan terkirim ke ponsel milik Kevin


"Alhamdulillah, tuan putri lagi ngapain?"


^^^"Biasa hehe *Lily mengirim sebuah foto"^^^


"Bobo mulu, kenyang mimi susu ya"


^^^"Iya hehe lagi istirahat ya?"^^^


"Iya sayang, nanti pulangnya mau aku beliin apa?"


^^^"Gak usah, kamu pulang aja aku udah seneng"^^^


"Duh jadi gak sabar mau pulang, yaudah tunggu aku ya"


^^^"Iya sayang, semangat"^^^


Tok tok tok


"Non, bibi mau nganter makan siang". Ucap bi Sari dari balik pintu


"Iya bi".


Lily buru-buru bangun dan menuju pintu untuk menerima makan siang dari bi Sari


"Makasih ya bi".


"Sama-sama non, bibi permisi".


Lily pun mengangguk dan segera menutup pintunya. Menuju sofa di sebelah jendela balkon dan menyantap makan siangnya


***


Disisi Lain


Di sekolah


Kevin, Rian dan Tommy sedang berada di kantin, mengisi perut mereka sambil bermain game online bersama


"Vin, lu mau gak jadi pangeran buat pementasan drama nanti?". Tanya Lisa, teman seangkatan Kevin yang juga menjabat sebagai ketua osis di sekolah mereka


"Gak salah lu nanya Kevin?". Tanya Rian pada Lisa


"Ya....emang kenapa?".


"Harusnya lu udah tau jawabannya Lisaa. Nih si Tommy aja, daripada gak kepake". Ucap Rian


"Males". Ucap Tommy


"Orang gue nanya Kevin...."


"Gimana lu mau ngga Vin?". Tanya Lisa


"Gak".


"Hehe tapi nama lu udah gue masukin ke nama-nama calon pemeran pangeran, sama Kiki, Bram, Niko, Gibran". Ucap Lisa


"Hahaha Gibran, gak salah lu?". Tanya Rian


"Ngga, Gibran juga cocok kali, tapi hasil voting yang nentuin". Jawab Lisa


"Kenapa lu masukin nama gue? Gak ngomong ke gue dulu". Ucap Kevin


"Ya karna lu punya pengaruh di sekolah, jadi gak salah dong..."


"Plus gue nyari yang good looking hahaha". Ucap Lisa


"Parah lu, pilih kasih". Ucap Rian pada Lisa


"Yaelah, ini peran pangeran, tampang harus nomer satu". Ucap Lisa


"Kemarin ceweknya siapa yang kepilih?". Tanya Kevin


"Buat peran putrinya?". Tanya Lisa


"Hmmm"


"Si Citra,". Jawab Lisa

__ADS_1


"Oh".


"Nanti gue koordinir sama ketua kelas buat pemungutan suaranya, ok". Ucap Lisa kemudian pergi dari meja Kevin


"Bac*tnya enak amat ya, nama orang asal di masukin aja". Ucap Tommy


"Paling yang kepilih Niko, lu jangan vote gue". Ucap Kevin pada Rian dan Tommy


"Ya ngga lah". Ucap Tommy


"Gue mau vote Gibran hahahaha". Ucap Rian


Kringg *bel masuk berbunyi


Seluruh murid segera masuk kedalam kelas masing-masing


***


"Ini udah semua nih?". Tanya ketua kelas Kevin


"UDAH"


"Ok, gue kasihin ke Osis".


Sang ketua kelas pun membawa hasil voting tersebut keruang Osis


"Vin, sorry ya gue pilih lu".


"Gue juga haha".


"Sama, gue juga". Ucap beberapa teman sekelas Kevin


Kevin hanya merespon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


"Haha iseng-iseng berhadiah Vin, kali aja lu yang kepilih". Celetuk salah satu teman Kevin


"Selaw, lu gak bakal kepilih, lu emang pinter tapi lu kalah tenar ama Niko haha". Ucap Rian pada Kevin


"Yoi, kan dia lagi naik daun gara-gara juara badminton kemarin". Sambung Tommy


"Tapi gue pengennya si Gibran yang kepilih, penasaran". Ucap Rian


"Hahaha ama cewek aja kaku njirr gimana mau peran jadi pangeran". Ucap Tommy


"Vin, penghitungan hasil votingnya nanti balik sekolah diruang Osis". Ucap sang ketua kelas saat menghampiri meja Kevin


"Hmmm". Kevin hanya berdehem sambil memainkan ponselnya


SKIP


****


Kring *bel pulang sekolah telah berbunyi,


Kevin, Rian dan Tommy membereskan peralatan praktek mereka sebelum keluar dari ruang Lab


Setelah itu Kevin pun segera menuju ruang Osis diikuti dengan kedua sahabatnya,


"Nah, calon pangeran nih". Ucap Rian pada Gibran


"Anji*g, gue gak tau apa-apa tapi nama gue asal ditulis aja". Ucap Gibran


"Gue juga". Ucap Kevin


"Dah ayo masuk, di dalem udah ada yang lain". Ucap Lisa


"Sana, kita nunggu disini". Ucap Rian


Kevin dan Gibran pun segera masuk ke dalam ruang osis dan duduk menghadap ke papan tulis yang sudah tertulis nama-nama calon pemeran pangeran di dalam sebuah tabel


"Oke ya langsung aja, ini real tanpa ada kecurangan, voting ini gue ambil dari 5 kelas dan seperti tahun-tahun sebelumnya, siapa pun yang kepilih diantara berlima ini, gak boleh ada yang nolak". Ucap Lisa


Keempat calon pangeran menganggukan kepalanya, kecuali Kevin


Lisa meraih satu kotak pertama, ia mengambil gulungan demi gulungan kertas kecil yang berisi nama-nama calon pemeran, sementara sekretaris osis menghitung nama yang di sebutkan ke dalam tabel tersebut


"Niko"


"Niko"


"Niko"


"Bram"


"Kevin"


"Kevin"


"Bram"


"Gibran"


"Kevin"


"Kevin"


"Kevin"


"Kevin"


"Kevin"


"Anjiirrr gue mulu". Ucap Kevin dengan suara pelan


"Kevin"


"Kevin"


"Niko"


"Kevin"


"Kiki"


"Kevin"


"Kevin"


"Niko"


"Niko"


"Niko"


"Bram"


"Gibran"


"Gibran"


"Kevin"


"Kevin"


"Kevin"


Kevin mulai was-was, ia menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tidak percaya kalau namanya yang mendapat voting terbanyak, hanya berbeda 2 suara dengan Niko


Kini Lisa bergantian dengan sang wakil ketua, ia lah yang melanjutkan membaca satu persatu nama didalam kertas kecil tersebut sampai selesai


"Oke ini yang terakhir ya...."


"Kevin". Ucap sang wakil ketua Osis


Satu garis pun kembali bertambah di tabel sebelah nama Kevin, dengan demikian Kevin lah yang terpilih menjadi pangeran saat pentas seni nanti


Beberapa anggota Osis pun bertepuk tangan atas terpilihnya Kevin


"Oke, kita udah dapet siapa yang berperan sebagai pangerannya..."


"Ris, tulis nama Kevin dan tampilin daftar semua pemeran drama". Ucap Lisa kepada rekan Osis nya


"Oke"


Tak berselang lama, terlihatlah daftar pemeran drama yang terpampang di layar proyektor, mulai dari pemeran utama sampai pemeran pendukung semua terlihat di layar tersebut.


"Oke Vin, besok gue kasih naskahnya, plus latihan di aula tiap pulang sekolah". Ucap Lisa


"Gantiin aja deh, males gue". Ucap Kevin pada Lisa


"Gak bisa dong, buat apa capek-capek voting kalo ujung-ujungnya di gantiin". Ucap Lisa


"Terserah". Ucap Kevin sambil keluar dari ruang Osis


"Oke, makasih ya buat semua yang udah sempetin waktunya dateng kesini". Ucap Lisa


"Gimana bro? Siapa yang kepilih?". Tanya Rian


"Gue". Jawab Kevin


"Hah, serius lu?". Tanya Rian


"Iya, dah lah gue mau balik". Ucap Kevin


"Trus lu terima bro?". Tanya Rian


"Gak lah gila, besok gue omongin lagi". Jawab Kevin


Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil masing-masing dan segera meninggalkan sekolah


****


Bersambung


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf guys baru update, aku harus bed rest karna alasan kesehatan, sebisa mungkin aku bakal update kalo sempet ya dan doakan kondisi aku membaik.


Terimakasih~


__ADS_2