
"Kenapa pah?".
"Kemarin kamu ribut sama kakak kamu?".
"Gak pah".
"Kenapa Devan sampe marah-marah dirumah?".
"Ya Kevin gak tau lah pah". Jawab Kevin
"Pah udah lah,namanya juga kakak adik wajarlah ada ribut ribut". Ucap Anita
"Pasti ada apa-apa ma. Gak mungkin Devan sampe marah begitu, diajak kesini aja gak mau kan".
"Papa mau tau? bang Devan mau ngerebut Lily dari Kevin".
Pernyataan Kevin membuat Lily, Anita dan Bastian terbelalak
"Maksud kamu apa sayang?". Tanya Anita
"Ma, asal mama tau, bang Devan itu suka sama Lily, dia nyuruh Kevin lepasin Lily dan bang Devan juga bilang kalo dia nyesel nolak perjodohannya sama Lily, makanya dia mau ngerebut Lily dari Kevin, bahkan setiap ketemu Lily dia selalu cari perhatiannya Lily".
"Disini yang harusnya marah tuh Kevin, bukan bang Devan".
Kevin berbicara sambil menahan amarahnya.
Sedangkan Lily hanya terdiam mendengar pernyataan Kevin. Merasa tidak percaya dengan ucapannya
"Udah udah, ayo pah kita pulang. Biarin mereka istirahat.."
"Sayang, mama papa pulang ya. Kalian istirahat".
"Iyaa ma,hati-hati". Ucap Lily
Anita menggandeng Bastian keluar dari rumah Lily
"Vin,kita ke kamar ya".
Kevin hanya diam dan berjalan ke kamar duluan meninggalkan Lily di belakangnya.
--
Di kamar
Kevin melepas baju koko dan celana panjangnya
Menyisakan kaos polos dan celana pendek saja
Kevin berjalan menuju sofa dan mengacak rambutnya sambil berteriak
"ARGHH!! ".
Lily yang baru masuk kamar pun kaget mendengar Kevin berteriak
"Vin, kamu gapapa? ". Tanya Lily yang duduk disebelah Kevin
Kevin pun menoleh dan menatap mata Lily
"Lily....".
"Iya? ".
"Aku gak akan pernah lepasin kamu kesiapa pun".
Pernyataan Kevin membuat Lily terenyuh.
Lily merasa bahagia sekaligus terharu.
"Iyaa aku tau. Aku juga gak akan ninggalin kamu". Ucap Lily
"Kamu serius? ". Tanya Kevin
Lily mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
Kevin memeluk Lily dengan erat
"Resiko punya istri cantik, ada aja saingannya". Ucap Kevin
"Tapi cuma kamu yang bisa dapetin hati aku Vin". Batin Lily yang membalas pelukan Kevin dengan erat
"Aku mau ganti baju dulu ya Vin" .
"Iya sayang".
Lily berjalan kearah lemari sedangkan Kevin pindah menuju ranjang
Kevin memperhatikan Lily yang sedang melepas bajunya
Sebenarnya Kevin sangat ingin 'menerkam' Lily sejak kemarin, tapi niatnya itu dia tunda karena ingin menghormati Lily, toh Kevin juga akan tetap mendapatkan haknya. Walau entah kapan.
"Vin.. Kamu ngeliatin aku buka baju?". Ucap Lily yang sudah berpakaian dan ingin berbalik arah menuju ranjang
"Hehehe iyaa".
"Apa Kevin lagi 'tersiksa'?". Batin Lily
"Yaudah tidur yuk". Ucap Kevin
"Aku mau turun dulu,aus". Jawab Lily
"Yaudah sana,jangan lama-lama".
"Iyaa". Lily pun berjalan keluar kamar
5 menit berlalu tetapi Lily belum kembali ke kamar
Kevin pun menyusul Lily kebawah
"Sayang, kok lama". Ucap Kevin
"Ohh ini, aku bikin susu, kamu mau? ". Tawar Lily sambil menyodorkan gelas susu ke Kevin
"Engga ah,aku kurang suka susu coklat".
"Engga sayang,ayo tidur".
Lily pun segera menghabiskan susunya
"Udah". Ucap Lily.
"Ayo".
"Gendong". Ucap Lily manja
Kevin pun menggendong Lily di depan
"Pegangan". Perintah Kevin dan Lily pun mengalungkan tangannya di leher Kevin
--
Di kamar
Kevin membaringkan Lily diranjang
Dan menjatuhkan dirinya disamping Lily
"Berat ngga?". Tanya Lily
"Lumayan, beda kaya kemarin". Jawab Kevin
"Aahh masa sih, aku gemukan dong?". Tanya Lily
"Gapapa, aku suka".
"Jadi lebih seksiiii". Ucap Kevin di telinga Lily
Lily hanya tersenyum menahan malu.
__ADS_1
Kevin mendekat kearah Lily dan memeluk Lily
"Vin? ".
"Apa sayang?"
"Sejauh ini perasaan kamu ke aku gimana? ". Tanya Lily
"Perlu ditanya? Emang kurang bukti? ".
"Buat apa aku cemburu liat kamu di deketin cowok lain".
"Jadi?". Tanya Lily
"Aku sayang sama kamu Lily, istri aku". Ucap Kevin kemudian mencium kepala Lily
"Kalo kamu gimana, udah sayang sama aku?". Giliran Kevin yang bertanya
"Hmm sedikit". Jawab Lily
"Lah, sedikit? ".
"Iya".
"Kenapa sedikit? Sisanya kemana? Sayang sama siapa? ".
"Aldo".
Jawaban Lily membuat Kevin melepaskan pelukannya dan berubah menjadi dingin
Kevin mengubah posisinya menjadi duduk dan memalingkan wajahnya dari Lily
"Eehhh aku cuma bercandaaa". Ucap Lily sambil memegang tangan Kevin tetapi Kevin hanya diam
"Kevin, jangan marah dong, cuma bercanda".
"Aku sayang sama kamu". Ucap Lily tetapi Kevin masih terdiam
"Sayang...".
"Apa, dia manggil gue sayang, wohoooo". Batin Kevin kegirangan
Karena Lily pikir Kevin marah karena candaan Lily tadi, akhirnya Lily memberanikan membelokkan wajah Kevin kearahnya dan mengecup bibir Kevin
Hanya kecupan singkat namun cukup membuat Kevin senang
"Dasar agresif". Batin Kevin terkekeh
"Sayang... Jangan diem aja dong".
"Aku minta maaf yaa". Ucap Lily sambil menggoyang-goyangkan tangan Kevin
"Sayang...".
"Sumpah gemes banget mukanya hahaha". Batin Kevin
"Sayang.. Aku minta maaf". Ucap Lily
"Gapapa sayang". Ucap Kevin dan segera membaringkan tubuhnya ke ranjang
"Aku gak marah. Ayo tidur".
"Serius?".
"Iyaa Lily sayang". Ucap Kevin dan tersenyum
Lily pun berbaring di samping Kevin dan memeluknya
Lily mengecup pipi Kevin sekilas
"Goodnight sayang". Ucap Lily
"Goodnight "
__ADS_1
Mereka pun sama-sama memejamkan mata dan tertidur
--