
10 menit Kevin menunggu, akhirnya pesanannya pun telah selesai, Kevin segera membayar dan kembali menuju mobilnya
"Hehe lama ya ngantrinya, maaf ya aku ngerepotin kamu". Ucap Lily saat Kevin memasuki mobilnya
"Gak ngerepotin sayang, yang penting kamu makan, kan buat dede juga". Ucap Kevin sambil tersenyum
Kevin pun kembali melajukan menuju rumah.
SKIP
--
Setelah mendapat penjelasan dari Lily, Vicky yang tadinya ingin pulang, kembali ke kamar Raffa untuk membicarakan soal Lily
"Lu kenapa gak bilang kalo Lily udah nikah?". Tanya Vicky
"Lu udah tau?".
"Gue tau dari dia, lu kenapa gak ngasih tau gue?". Tanya Vicky
"Ya lu kan musuhan sama suaminya, gue gak mau lu beberin soal Lily ke anak-anak lu dan mereka bocor ke orang-orang..."
"Bahaya buat Lily, bisa dikeluarin dari sekolah. Kalo suaminya gue gak peduli". Jawab Raffa
"Hah...lu mau tau ngga, gue ketemu sama Lily di depan, dia abis cek kandungan, dia hamil". Ucap Vicky
"Lu serius?". Tanya Raffa
"Serius. Gue sendiri yang liat foto kandungannya. Lu bisa apa kalo udah kaya gini?". Tanya Vicky
"Aarghh kurang ajar!". Ucap Raffa sambil memukul ranjangnya
"Lu jangan bocorin status Lily, kasian dia". Ucap Raffa
"Ya nggak lah, gue juga ngerti". Jawab Vicky
"Udah gak ada harapan, Lily udah hamil, gak mungkin ninggalin suaminya". Ucap Raffa
Sementara Vicky hanya terdiam mendengar ucapan Raffa
--
Sesampainya dirumah, Lily sudah disambut oleh kedua mertuanya yang sudah menunggu diruang keluarga.
Anita membawa beberapa kaleng susu untuk ibu hamil serta buah-buahan segar untuk menantunya
"Sayaaang". Anita langsung berhambur memeluk Lily
"Mama baru dateng?". Tanya Lily
"Iya sayang, baru aja..."
"Mama seneng banget, seneeeng bangeett, akhirnya mama punya cucu..."
"Oh iya mama bawain kamu buah dan susu hamil". Ucap Anita
"Aduh baru inget, kan katanya mau beli susu". Ucap Lily pada Kevin
"Iyaa lupa". Ucap Kevin
"Nahh pas banget mama udah beliin". Ucap Anita
"Makasih ya maaa".
"Sama-sama sayang..oh iyaa kita ke kamar yuk, mama mau ngobrol banyak sama kamu". Ucap Anita
__ADS_1
"Iyaa ma, tapi Lily mau makan dulu hehe". Ucap Lily sambil menunjukkan bungkus ketopraknya
"Yaudah kamu kasih mbok, biar mbok yang anterin ke kamar". Ucap Anita
Lily mengangguk dan berjalan menuju dapur setelah itu menaiki tangga bersama Anita
"Nanti kalo perut kamu udah gede, pindah kamar yang dibawah aja, biar gak capek naik turun tangga". Ucap Anita
"Iyaa ma".
"Teh nya tuan". Ucap mbok Minah sambil menaruh secangkir teh untuk Bastian
"Den Kevin mau minum apa? Biar mbok buatkan".
"Gak usah mbok". Jawab Kevin
"Baik den, mbok permisi". Mbok Minah pun pergi meninggalkan ruang keluarga
Kevin menemani Bastian sambil memainkan ponselnya
"Kamu gimana sih Vin? Katanya mau nunda?". Tanya Bastian
"Ya terus mau gimana pah? Kenyataannya kaya gini".
"Dari awal papah udah ingetin kamu buat jaga-jaga, ya kamu bisa akalin gimana caranya...."
"Lily gak akan fokus urus perusahaan kalo kaya gini". Ucap Bastian
Kevin terdiam mendengar ucapan Bastian
"Jadi orang tua gak gampang apalagi diusia semuda ini". Ucap Bastian
"Papah gimana sih, kan papah yang nikahin Kevin sama Lily, jadi apa salahnya kalo Lily hamil".
"Tapi harusnya kamu mikir gimana kedepannya". Ucap Bastian
Kevin pun bangun dan meninggalkan Bastian menuju tangga
"Kevin tunggu Vin".
Kevin tidak menggubris panggilan dari Bastian dan tetap berjalan ke kamarnya
"Anak ini, susah dibilangin". Ucap Bastian
--
Setibanya dikamar, Kevin menghampiri Lily dan Anita yang sedang mengobrol diruang TV, Kevin memilih meninggalkan Bastian karna tidak mau mendengar ucapan Bastian yang seolah-olah tidak senang kalau istrinya sedang mengandung.
"Kenapa sayang kok mukanya bete gitu". Tanya Anita pada Kevin
"Gapapa ma..."
"Udah makannya?". Tanya Kevin pada Lily
"Udah".
"Vin Lily dijaga kalo disekolah, hamilnya masih muda, rentan keguguran, diingetin juga jangan sampe kecapean". Ucap Anita
"Iyaa ma..."
"Mama seneng Lily hamil?". Tanya Kevin
"Ya seneng sayang, mama nunggu-nunggu loh". Jawab Anita
"Tapi papa gak seneng ya, malah nyalahin Kevin". Ucap Kevin
__ADS_1
"Udah sayang jangan dengerin papa kamu, kamu juga yaa, fokus sama kehamilan kamu, gak boleh stress". Ucap Anita sambil tersenyum
"Yaudah mama pulang ya, kalian istirahat deh".
"Lily anter kebawah yaa ma".
"Gak usah sayang, capek naik turun tangga, istirahat aja".
Anita pun berjalan menuju pintu diikuti dengan Lily dan Kevin
"Fokus sama kehamilan Lily, gak usah mikirin yang gak penting". Ucap Anita sambil mengusap pipi Kevin
Kevin mengangguk sambil tersenyum, mereka pun mencium tangan Anita setelah itu kembali duduk di sofa, menunggu adzan magrib.
"Sayang, emang papa gak seneng kalo aku hamil?". Tanya Lily
"Engga, gak gitu kok, gak ada orang tua yang gak seneng anaknya hamil". Ucap Kevin sambil mengusap rambut Lily
"Kamu lagi pengen apa sayang, biar aku beliin".
"Hmm gak ada...eh kamu kan belum makan". Ucap Lily
"Iya nanti abis magrib aku makan".
--
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan Lily kembali mengidam namun kali ini ia menginginkan spageti, tetapi Lily tidak mau memakan spageti buatan mbok Minah ataupun beli di restoran, tetapi spageti bikinan Adel
"Sayaang telfonin Adeeel". Ucap Lily sambil merengek
"Iya sayang, ini gak diangkat-angkat sama Adel nya, sabar yaa".
Kevin terus mencoba menelfon Adel sampai akhirnya Adel pun menerima telfon dari Kevin
"Halo, kenapa Ly?"
"Gue Kevin, lu bisa kerumah sekarang nggak, Lily butuh lu nih"
"Hah ngapain, udah malem njirrr"
"Please Del, Lily pengen makan spageti buatan lu"
"Dih gak salah?"
"Gak usah banyak tanya, buru kesini"
"Iya iya, gue otw"
Tut
Adel pun memutuskan sambungan telfonnya.
"Udah, katanya mau jalan". Ucap Kevin
"Hehehe makasih sayaang". Ucap Lily sambil memeluk Kevin
"Yaudah kamu tunggu Adel dong dibawah". Pinta Lily
"Iyaa iya, aku kebawah".
Kevin pun menunggu Adel diruang tamu sambil memainkan ponselnya
--
Bersambung..
__ADS_1
.