
Setelah Anita keluar dari kamar, Lily menghampiri Kevin yang sedang berdiri membelakanginya
Meraih tangan Kevin yang sedang membuka kancing seragamnya, ia tahu kalau suaminya sedang salah paham dengannya
"Kamu marah sama aku?". Tanya Lily
"Gak inget ya udah punya Keisha? Bukannya dijagain malah ketemuan sama cowok diluar rumah".
"Ya Allah ngga gitu sayang, aku aja gak kenal. Baru ketemu tadi".
"Keliatannya udah deket".
"Deket dari mananya sih, baru ketemu tadi".
"Oh, dia ngapain?".
"Gak ngapa-ngapain".
"Yang bener?".
"Hmm dia ngajak kenalan, sama minta nomer".
"Kamu kasih?".
"Engga lah, dia maksa tapi gak aku kasih, makanya jangan marah dulu".
Kevin menghela nafasnya dan duduk di tepi ranjang, Lily pun mengikutinya dan duduk disebelah Kevin
"Makanya kalo mau kemana-mana tunggu aku, aku bakal nganterin kamu kok".
"Iya maaf, aku buru-buru soalnya lupa udah gak punya stok pembalut, jadinya pergi sendiri".
"Beli pembalut?".
"Iya, aku mau ganti tapi lupa pembalutnya abis, yaudah beli dulu.."
"Aku juga beli es doger tapi tumpah pas aku jatoh tadi".
Kevin tersenyum mendengar jawaban istrinya
"Es doger? Malah ngomongin es, terus kenapa jatoh? Ditabrak?".
"Engga, dia tiba-tiba berhenti di depan aku ya aku kagok, kaki aku gak siap kebawah jadinya jatoh".
"Ada yang luka?".
"Gak ada...aku minta maaf ya. Beneran aku gak kenal sama cowok itu".
"Gapapa, aku kira kamu sengaja ninggalin Keisha buat ketemuan sama cowok tadi".
"Gak mungkin lah sayang Ya Allah".
"Iya maafin aku udah salah sangka, yaudah ganti dulu gih".
"Sekalian mandi deh, kamu tungguin Keisha sebentar ya, nanti gantian mandinya".
"Iya sayang".
Lily segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya
Sementara Kevin menghampiri putri kecilnya yang sedari tadi memperhatikan hiasan bulan dan bintang berwarna-warni yang bergantungan diatas box tidurnya
"Tuan putri anteng banget..."
"Mau kemana sih kok udah cantik".
Kevin pun mengangkat Keisha dengan perlahan dan ia dekap dalam gendongannya
"Besok pagi kita berjemur ya biar sehat".
CUP, Kevin mendaratkan kecupan lembut di kening putri kecilnya
Setelah hampir 10 menit menggendong Keisha, Kevin menidurkannya di ranjang,
Bergantian dengan Lily yang sudah selesai mandi dan siap memberikan susu untuk Keisha
"Anak pinter, gak rewel". Ucap Kevin
"Hehe anteng ya digendong papa". Ucap Lily sambil mengusap pipi Keisha
"Aku mandi dulu ya, masa putri-putrinya udah cantik udah wangi, tapi pangerannya masih bau asem". Ucap Kevin
"Ciee katanya bukan pangeran". Ucap Lily
"Pangeran, tapi pangeran buat tuan putri yang paling cantik". Ucap Kevin sambil mengecup tangan Lily
"Ih gombal".
"Gombalin istri gapapa dong hehe".
"Yaudah sana mandi dulu".
"Baik tuan putri".
***
Malam harinya
Setelah makan malam bersama, Kevin dan Lily kedatangan Rian dan Tommy yang berkunjung membawakan hadiah untuk Keisha
Mereka berempat mengobrol diarea rooftop sambil memakan camilan dan bermain billiard milik Devan
"Wihh kok kamu bisa sih".
Lily bertepuk tangan heboh saat melihat Kevin berhasil memasukkan bola kedalam lubang disisi meja
"Aku kan jago kalo soal masukin". Bisik Kevin ditelinga Lily, membuat Lily reflek menutup mulut dengan tangannya
"Hahahaha lucu banget mukanya...."
"Sini aku ajarin mau ngga". Ucap Kevin
"Hmm gak ah..aku nonton aja".
"Semangatin gue aja kak". Ucap Rian
"Halah daritadi aja gak masuk-masuk". Ucap Kevin
"Iya dah beda sama yang udah pengalaman masuk-masukin". Ucap Rian sambil melirik Lily
"Hahahaha jangan gitu, Lily malu tuh". Ucap Tommy
"Gak jelas". Ucap Lily
"Tapi iya kan, daritadi Rian sama Tommy gak masuk-masuk, gak ada pengalaman kali ya". Ucap Kevin pada Lily
"Pengalaman apaan sih, ngaco deh". Ucap Lily
"Pengalaman masukin ke lobang..."
"Lobang ini kak, di meja". Ucap Rian sambil menunjuk lubang di meja billiard
"Dih gak beres nih omongan laki-laki". Ucap Lily
"Kamu pasti mikirnya mesum ya, hayo ngaku". Ucap Kevin
"Tau ah, mau kekamar".
"HAHAHA".
Kevin, Rian dan Tommy menertawakan Lily yang sedang berjalan cepat kearah pintu rooftop
"Oh my.....".
Tiba-tiba Lily terkejut saat melihat Devan dan teman-temannya masuk kearea rooftop
Lily segera memutar tubuhnya dan berlari kearah Kevin, bersembunyi dibelakang tubuh tinggi suaminya tersebut karna ia melihat sosok pria yang bertemu dengannya di komplek, yaitu Billy
"Sayang, itu orang yang tadi sore". Ucap Lily dengan suara pelan
"Kenapa de?". Tanya Devan saat menghampiri Lily
"Hai, ketemu lagi". Ucap Billy pada Lily
"Ini siapa bang?". Tanya Kevin
"Temen-temen gue di kampus". Jawab Devan
"Yang ini?". Tanya Kevin sambil melirik kearah Billy
"Iya ini temen gue, Billy. Kenapa sih?..."
"Kamu kenapa de?". Tanya Devan pada Lily
"Gapapa bang". Jawab Lily
"Lu tadi sore ngapain minta nomer istri gue?". Tanya Kevin pada Billy
Semua yang ada disana pun terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Kevin
"Minta nomer, minta kenalan". Ucap Kevin
"Lah? Serius?". Tanya Devan pada Billy
"Bentar deh, istri?". Tanya Billy
"Hahaha ini adik gue Bil, yang ini istrinya". Ucap Devan sambil menunjuk Kevin dan Lily
"Buset udah nikah? Sumpah gue gak tau..."
"Eh sorry ya". Ucap Billy pada Lily
"Hmmm..."
"Kebawah yuk". Ucap Lily
Kevin pun mengangguk dan membawa Lily keluar dari area rooftop diikuti dengan Rian dan Tommy
"Adik lu yang cowok? Gue gak pernah liat?". Tanya Billy pada Devan
"Iya emang gak tinggal disini, sama istrinya di Cempaka, dia disini semenjak istrinya abis lahiran aja, biar gak repot ngurus anaknya sendirian". Jawab Devan
"Anjirr udah punya anak?". Tanya Billy
"Hmm, baru lahiran". Jawab Devan
"Sumpah gak keliatan, gue pikir anak SMA". Ucap Billy
"Wah untung lu gak digebukin Bil, setau gue adeknya tuh berani, abangnya aja pernah digebukin hahaha". Ucap salah satu teman Devan
"Dah gak usah dibahas". Ucap Devan
Devan dan teman-temannya pun berjalan kearah meja, mengeluarkan beberapa botol minuman dan makanan ringan untuk dinikmati bersama sambil bermain billiard
****
"Vin, mau kemana?". Tanya Bastian pada Kevin
"Duduk situ pah". Jawab Kevin sambil melirik kearah ruang tamu
"Sini aja, udah lama papa gak main catur sama kamu". Ucap Bastian
"Nah, seru tu om". Ucap Rian
"Yaudah aku kekamar ya, nemenin Keisha". Ucap Lily
"Iya".
Lily pun berjalan menaiki tangga sementara Kevin cs menyusul Bastian diruang keluarga,
"Ambil makanan sana di kulkas". Ucap Bastian pada Rian
__ADS_1
"Gapapa ni om?". Tanya Rian
"Gapapa, sama minuman kalengnya buat kita berempat". Ucap Bastian
"Wah om terbaik emang". Ucap Rian
Rian segera berjalan kearah dapur, sementara Kevin dan Bastian pun mulai menyusun bidak-bidak catur diatas mejanya,
"Kamu bisa catur Tom?". Tanya Bastian pada Tommy
"Bisa om". Jawab Tommy
"Masa sih? Abis ini kita main". Ucap Bastian
"Siap om".
"Kakakmu sama temen-temannya ngapain?". Tanya Bastian pada Kevin
"Gak tau pah, main billiard kali". Jawab Kevin
"Ni om udah Rian ambil".
Rian datang membawa nampan yang sudah terisi penuh dengan minuman dan makanan ringan
"Nah kalo gini kan enak, ayo dimakan dimakan..."
"Kalian main PS aja daripada bosen ngeliatin doang...nyalain sana". Ucap Bastian pada Rian dan Tommy
"Ok om".
Tommy dan Rian saling membantu mengeluarkan PS yang ada didalam lemari dibawah TV
Sementara Kevin dan Bastian segera memulai permainan catur mereka
Baru 10 menit bermain catur sepertinya Kevin dan Bastian terganggu dengan suara berisik Rian dan Tommy yang sedang asik bermain sepak bola di PS
"Udahan pah, gak bisa konsen". Ucap Kevin
"Sama, kayaknya papa salah nyuruh mereka main PS hahaha.."
"Mama masih dikamar kamu?". Tanya Bastian
"Kayaknya iya. Papa kekamar aja, ini biar Kevin yang beresin". Ucap Kevin sambil merapihkan bidak dan papan catur diatas meja
"Yaudah".
Bastian pun naik keatas tangga menuju kamarnya
"Lah udahan bro?". Tanya Rian pada Kevin
"Gak konsen anjirr berisik". Ucap Kevin
"Haha sorry, si om kemana?".
"Kamar".
***
Sementara disisi lain, kamar Lily dan Kevin
Lily dan Anita sedang fokus menatap layar laptop milik Kevin, melihat-lihat tas, sepatu dan fashion branded di sebuah situs internet
"Kamu punya model ini sayang?". Tanya Anita sambil menunjuk kearah sepatu heels berwarna merah
"Punya ma, tapi beda punya Lily gak ada tali disininya". Jawab Lily sambil menunjuk layar laptop
"Mau mama beliin yang ini?". Tanya Anita
"Eh gak usah ma, Lily jarang pake heels kaya gini juga, kan sekarang pake nya yang buat ngantor". Jawab Lily
Ceklek
Lily dan Anita kompak menoleh kearah pintu, melihat Bastian yang masuk kedalam kamar menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa
"Aku kira kamu dikamar". Ucap Bastian pada Anita
"Hehe lagi liat-liat". Ucap Anita
"Udah tidur si kecil". Ucap Bastian
"Kenyang nyusu ya tidur lah pah". Ucap Anita
"Ayo, biarin Lily istirahat kasian capek". Ucap Bastian
"Nanti dulu dong pah, lagi seru". Ucap Anita
"Iya pah, gapapa kok". Ucap Lily
"Istirahat sayang mumpung Kei tidur, nanti Kei ngajak begadang pasti". Ucap Bastian sambil mengedipkan sebelah matanya pada Lily
"Ooo". Lily mengangguk sambil menahan tawanya, ia paham apa maksud papa mertuanya ini
"Yaudah mama kekamar aja, papa minta dikelonin kali hehe". Ucap Lily
"Hish kamu nih, yaudah deh mama ke kamar ya". Ucap Anita
Bastian pun tersenyum sumringah dan membawa Anita keluar dari kamar
"Papa seneng banget kayaknya, mau bikin ade buat Kevin kali ya hihihi".
Lily mematikan laptopnya lalu mengganti pakaiannya dengan gaun tidur dengan potongan rendah pada bagian dadanya, agar mempermudah dirinya saat menyusui Keisha
Setelah berganti pakaian, Lily menyusul Keisha yang sedang tertidur pulas diatas ranjang
"Bobonya yang pules ya sayang, nen nya besok pagi aja hehe".
CUP, Lily mengecup lembut pipi Keisha
"Kamu kok mirip banget sama papa sih, apalagi pas bobo kaya gini".
"Hoam"
"Kevin kok belum naik ya, masih main dibawah?".
Lily bangun dari ranjang dan memutuskan untuk melihat Kevin dibawah
Ceklek
Belum sempat memegang knop pintu, Kevin sudah lebih dulu membuka pintunya dan masuk kedalam, Lily pun terkejut dan membuang nafas kasar
"Ngagetin, baru mau buka pintu". Ucap Lily
"Mau kemana?". Tanya Kevin
"Turun, mau liat kamu lagi ngapain".
"Turun pake baju kaya gini? Mau aku jewer kuping kamu? Tidur tidur".
Kevin membalikkan tubuh Lily dan mendorong pelan kearah ranjang
"Rian sama Tommy udah pulang?".
"Udah barusan..."
"Sayang, pindah ke tempat tidur kamu ya".
Kevin mengangkat Keisha dan memindahkannya di box bayi sebelah ranjang mereka
"Selamat malam tuan putri, bobonya yang anteng ya anak pinter, anak cantik".
CUP
Setelah mencium kening Keisha, Kevin menyusul Lily yang sudah meringkuk dibawah selimut, ia peluk tubuh Lily seerat-eratnya
"Kok udah selimutan sih, mau tidur?". Tanya Kevin
"Belum..."
"Bang Devan masih diatas?". Tanya Lily
"Masih, dia kalo nongkrong lama, bisa sampe subuh temen-temennya baru balik". Ucap Kevin
"Masa sih? Ngapain aja?".
"Ya gitu-gitu aja, main billiard, ngopi, ngegame, ngerokok, main gitar nyanyi-nyanyi, mabok".
"Mabok? Bang Devan mabok?".
"Iyalah, kamu kira engga?".
"Hmm pantesan aja adiknya juga ngikutin".
"Apaan sih sayang, udah ngga lagi".
"Kok berani mabok dirumah? Emang mama papa gak tau?".
"Tau, tapi mau gimana, dari SMA dia kaya gitu, kalo dibilangin marah".
"Ooh".
"Yaudah gak usah diomongin..."
"Oh iya aku mau nanya deh, kira-kira aku libur sampe kapan?". Tanya Kevin
"Libur apaan? Emang kamu udah ujian lagi?". Tanya Lily
"Hahaha bukan libur sekolah sayang, tapi libur ini...dibawah". Jawab Kevin
"Oh haha libur dapet jatah?".
"Hmm, emang kamu gak kangen apa?".
"Sabar sayang, aku masih nifas, tunggu 40 hari".
"Hah serius? Lama banget".
"Ya emang gitu, makanya sabar, sambil nunggu kita rawat Kei dulu".
"Hmm malang banget nasib junior".
"Hahaha jangan sedih, kan bisa pake mulut sama tangan".
"Tapi gak seenak dimasukin langsung".
"Ya tapi gapapa lah daripada kepalanya puyeng kan?".
"Haha sok paham banget kepala puyeng".
"Hehehe emang kamu lagi pengen?".
"Hmm sekarang sih belum, gak tau kalo nanti".
"Waduh".
"Kenapa haha tidur aja dulu, aku usap-usap".
Kevin pun mengusap-usap punggung Lily seperti biasa, sampai Lily tertidur pulas
***
Jam menunjukkan pukul 12 malam, Kevin terbangun saat mendengar tangisan Keisha, buru-buru ia mengangkat Keisha dan membaringkannya di sebelah Lily
"Sayang bangun, Keisha nangis". Ucap Kevin sambil menepuk pelan pipi Lily
"Hmm...mana Keisha? Ambil".
"Udah sayang, ini".
Lily mengerjapkan matanya dan melihat sang putri sudah berada di sampingnya,
Ia pun segera menurunkan gaun tidurnya dan mengeluarkan 'senjata' untuk membuat Keisha terdiam dari tangisannya
__ADS_1
Sementara Kevin menaruh guling diantara dirinya dengan Keisha, jujur Kevin sangat takut tidur satu ranjang dengan putri kecilnya.
Ia takut sang putri akan terkena tangan atau bahkan tertimpa tubuhnya jika tidur berada disebelahnya
Setelah Keisha kembali pulas, mereka berdua kembali memejamkan matanya,
Dan selang 2 jam kemudian, Lily kembali terbangun dan memberikan susu untuk Keisha, berangsur sampai matahari mulai terbit
***
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Kevin sudah terbangun karna silaunya cahaya matahari yang masuk melalui celah jendelanya
Segera ia menoleh ke samping dan mendapati sang anak yang sedang meminum susu dan sudah terbangun dari tidurnya
"Eh anak papa udah bangun, selamat pagi tuan putri..."
"Kita duduk diluar yuk, berjemur". Ucap Kevin
Seperti paham dengan ucapan sang papa, Keisha segera melepaskan 'empeng' milik Lily dari mulutnya.
"Anak pinter, tunggu sebentar ya". Ucap Kevin sambil merapihkan gaun tidur yang Lily kenakan
Kemudian buru-buru Kevin ke kamar mandi, membasuh wajahnya dan setelah itu kembali menghampiri Keisha
"Buka bajunya ya sayang".
Dengan gerakan pelan dan penuh hati-hati, Kevin melepaskan pakaian panjang Keisha, menyisakan dalaman kaos tipis dan diapers nya
Diangkat lah Keisha dan ia bawa ke balkon kamarnya, duduk dikursi sambil menikmati hangatnya sinar matahari pagi
"Tuan putri berjemur dulu biar sehat".
Kevin membolak-balikkan Keisha dengan sangat hati-hati, dan terakhir ia telungkupkan tubuh mungil itu di atas dadanya, sambil menciumi pucuk kepalanya berkali-kali
Setelah hampir 15 menit menjemur Keisha, Kevin kembali masuk kedalam dan melihat Lily yang sedang menyiapkan pakaian untuk Keisha
"Kirain belum bangun, gak ada suaranya". Ucap Kevin
"Terus aku harus meong-meong gitu biar ada suaranya".
"Hahaha lucu banget sih kamu, air buat mandinya udah siap?".
"Udah, kamu mau mandiin?".
"Kamu aja deh, aku gak berani...aku mandiin kamu aja".
"Heh gila".
"Hmm udah ada Kei sok jual mahal, padahal kemarin-kemarin pasrah aja tuh aku mandiin".
"Iihh masih pagi gak usah ngaco, udah sini aku mandiin dulu".
"Tapi abis ini mandi bareng ya".
"Gak".
"Hmm pelit".
Kevin pun memberikan Keisha pada Lily untuk dimandikan, setelah itu ia menunggu sambil memainkan ponselnya diatas ranjang.
Setelah memandikan Keisha, Lily memakaikan minyak dan wewangian untuk bayi di tubuh Keisha dengan lembut
Sementara Kevin hanya fokus memperhatikan kegiatan istrinya. Sepertinya ia harus belajar memandikan, memakaikan baju, dan mengganti popok untuk Keisha, agar bisa bergantian membantu istrinya
"Tinggal bedakan...."
"Nah udah, cantik". Ucap Lily
"Kaya mamanya". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Iya lah kalo aku ganteng kamu kalah saing dong". Ucap Lily
"Haha bisa aja, yaudah Kei kasih ke mama gih, giliran kita yang mandi". Ucap Kevin
tok tok tok
"Sayang, udah pada bangun belum? Ayo turun sarapan". Ucap Anita dari balik pintu
"Nah pas banget mama dateng haha".
Kevin tersenyum sumringah dan langsung menggendong Keisha menuju pintu
"Loh udah bangun, Keisha udah mandi?". Tanya Anita
"Udah, mama bawa Kei, Kevin mau mandi sama Lily". Ucap Kevin sambil memberikan Keisha pada Anita
Anita pun terbelalak dan langsung menerima Keisha dalam gendongannya
"Udah punya anak tetep maunya nempel sama istrinya". Ucap Anita
"Harus dong ma".
"Ya ya terserah kamu deh".
Anita pun membawa Keisha menuruni tangga, menghampiri Bastian yang sedang meminum teh diruang keluarga.
"Loh anak-anak gak turun?". Tanya Bastian
"Mau quality time, nih aku disuruh gendong". Jawab Anita
"Waduh, namanya anak muda masih menggebu-gebu hahaha...sini ma biar sama aku". Ucap Bastian
Anita pun memberikan Keisha kepada Bastian
"Halo cucu opa yang cantik, udah mandi kamu nak...."
"Coba kalo Rama sama Elisa masih ada, pasti dia seneng punya cucu cantik kaya Keisha". Ucap Bastian
"Ah papa bikin sedih deh, mereka ada kok, cuma Keisha yang bisa liat..."
"Ya kan sayang...Kei liat opa Rama sama oma Elisa kan". Ucap Anita sambil mengusap lembut pipi Keisha
"Kamu angetin Asi yang di kulkas ma, laper kayaknya nih ngemutin tangan terus". Ucap Bastian
"Iya sebentar".
***
Disisi lain, ada sepasang orang tua muda yang sedang menghabiskan waktu berdua didalam kamar mandi, berawal dari ciuman mesra kini berakhir dengan Lily yang sedang melayani nafsu suaminya yang sudah berhari-hari ia tahan.
Ia meminta Lily memanjakan sang junior dengan keahlian permainan mulut dan lidahnya
Kevin benar-benar dibuat melayang di udara atas perlakuan istri mungilnya, baru 10 menit permainan, Kevin sudah menyemburkan cairan pertamanya
Tapi tidak cukup sampai disitu, sampai 3 kali semburan Kevin baru merasa puas dan menyerah dengan permainan yang diberikan istrinya
Kevin terkulai lemas di dalam bathup, sementara Lily segera membasuh tubuhnya karna ia merasa tidak enak terlalu lama menitipkan Keisha pada kedua mertuanya.
"Buru-buru banget sih sayang". Ucap Kevin
"Iya takut Keisha nangis".
Lily memakai handuknya dan segera keluar dari kamar mandi
Bruk
"Aawww pan..tat..ku....".
Lily meringis saat dirinya tiba-tiba terpeleset, Kevin pun terkejut dan segera bangun untuk membantu istrinya berdiri
"Hmm enak kan...makanya santai aja napa".
"Gapapa, kamu mandi sana".
Sambil menahan sakit pada bokongnya Lily berjalan keluar kamar mandi untuk bersiap sementara Kevin segera membasuh tubuhnya
***
"Pa, Keisha mana?". Tanya Lily pada Bastian
"Tidur dikamar mama, udah dikasih susu kok". Jawab Bastian
"Ya ampun maaf pah lama, baru selesai mandi".
"Gapapa, papa paham kok namanya juga anak muda, apalagi suami kamu Kevin, ya begitulah anaknya".
"Hahaha papa...jadi malu".
"Mana anaknya? Tidur lagi?".
"Lagi mandi pah".
"Oh, sarapan sana, mama papa udah sarapan duluan tadi".
"Iya nanti pah, nunggu Kevin".
"Gimana perusahaan kamu, lancar?".
"Lancar pah, Lily mantau setiap hari lewat laporan dari email".
"Syukurlah, oh iya apa kamu kenal sama Raffa Mahendra?".
"Hmm? Raffa Mahendra pah?".
"Iya, dia seusia kamu sudah memimpin perusahaan, papa baru seminggu jalin kerjasama dengan perusahaannya".
"Ooh.. gitu pah hehe".
"Raffa bilang dia kenal kamu? Dan pernah kerjasama juga. Kalian teman sekolah ya?".
"Iya pah temen SMP, pernah kerjasama juga, tapi setelah itu Lily putusin sepihak karna ada masalah".
"Masalah pribadi? Ya kan? Papa tau sayang dia itu mantan pacar kamu, cuma Rama sama Antoni gak setuju sama hubungan kalian kan?".
Bastian bertanya dengan sangat tepat, Lily sudah tahu pasti Raffa sengaja menceritakan ini ke papa mertuanya
"Papa kenal sama om Antoni juga?".
"Ya, rekan bisnis papa, sudah 10 tahun papa kenal sama Antoni".
"Raffa cerita semua ke papa ya?". Tanya Lily
"Hmm gimana ya, waktu itu kita meeting di restoran, ya meeting santai lah sambil ngobrol, bahas macam-macam, saling bertanya tentang keluarga juga, dari situ dia tahu kalau papa ini papanya Kevin, dan dia kaya meyakinkan papa benar gak nih Kevin anak papa itu sama dengan Kevin yang dia maksud...."
"Dan ternyata sama, papa juga baru tau kalau kalian pernah punya masalah, Kevin dituduh mengambil kamu dari Raffa, ya akhirnya kita saling bicara dan papa jelasin semua kalo itu bukan salah Kevin..."
"Kalo menurut papa, kayaknya dia belum terima kamu menikah sama Kevin". Ucap Bastian
"Gapapa pah, selama dia gak ganggu Lily gak masalah kok, waktu Lily masih dirumah sakit dia dateng, kita baik-baik aja".
"Siapa? Raffa?".
Tiba-tiba Kevin muncul dan berjalan menghampiri Lily dan Bastian
***
Bersambung
.
.
.
Bingung mau ngasih judul apa buat BAB ini😖
.
Yaudah lah kan yang penting ceritanya wkwkwk
Jangan lupa likenya~
__ADS_1