
Situasi tetap hening, setelah memandikan dan memakaikan baju Keisha, Lily segera masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Keisha tanpa sepatah kata pun pada Kevin
Kevin yang sedang memainkan ponselnya di sofa hanya melirik kemudian menghampiri Keisha yang sedang anteng menjilat sebelah tangannya
"Laper ya sayang, sebentar ya nunggu mama mandi".
Kevin meraih tangan mungil Keisha, membiarkan Keisha menggenggam jari telunjuknya sambil mengajak ngobrol Keisha dan mengajaknya bercanda
"Tuan putri anteng banget sih, pinter ya"
Setelah hampir 10 menit bermain-main dengan Keisha, Kevin bangun dari ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi
Bergantian dengan Lily yang akan memberikan susu untuk Keisha
Situasi tetap sama, keduanya masih sama-sama terdiam, tidak ada yang mau memulai pembicaraan, entah sampai kapan keduanya akan 'bersitegang' seperti ini
Setelah menyusui Keisha, Lily menyiapkan pakaian ganti untuk Kevin lalu membawa Keisha turun kebawah, menghampiri Anita, Bastian dan Devan diruang keluarga
"Kevin mana sayang?". Tanya Anita
"Mandi ma". Jawab Lily
"Sini Keisha sama papa aja". Ucap Bastian
Lily mengangguk dan memberikan Keisha pada Bastian
"Karna ulah kamu Lily sama Kevin berantem semalem, Kevin sampe tidur disini". Ucap Anita pada Devan
"Iya ma Devan salah".
"Udah minta maaf sama Lily?". Tanya Anita
Devan pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Ya minta maaf lah". Ucap Anita
"Abang minta maaf Ly". Ucap Devan pada Lily
"Iya". Jawab Lily tanpa memandang Devan
"Udah tau adikmu emosian, masih aja nyari masalah...dia gak mandang orang, kalo kesel ya hajar". Ucap Bastian
"Iya pah Devan tau".
"Lagian ngapain sih mabok terus? Jadi hilang kesadaran dan ngelakuin hal yang aneh-aneh kan". Ucap Bastian
"Udah deh pah, gak usah bikin pusing...semua nyalahin Devan".
Devan pun bangun dan meninggalkan ruang keluarga,
"Devan sarapan dulu sayang". Ucap Anita
"Gak usah".
Devan menaiki tangga dan berdampingan dengan Kevin yang sedang menuruni tangga
Lily, Anita dan Bastian memperhatikan kakak beradik yang sama-sama memasang wajah dingin dan tatapan membunuh
"Hey awas ya kalau berantem lagi". Ucap Bastian
Kevin dan Devan hanya diam sambil meneruskan langkah mereka
"Ayo sarapan pah". Ajak Anita pada Bastian
"Devan gak kamu ajak ma?". Tanya Bastian
"Lagi ngambek, nanti aku aja yang anter makanan ke kamarnya..."
"Ayo sayang sarapan". Ajak Anita pada Lily
Mereka bertiga pun berjalan kearah meja makan diikuti dengan Kevin
"Keisha tidurin disini aja pah". Ucap Anita
Anita menarik stroller bayi yang ada di sudut sofa dan menaruh Keisha di dalamnya
Sementara Lily dan Kevin sudah duduk di kursi makan,
Lily meraih piring dengan niat ingin menyajikan makanan untuk Kevin seperti biasa, namun Kevin menolak
Kevin terlebih dahulu mengambil piring dan menyajikan makanan untuk dirinya sendiri, hingga membuat Lily menghentikan tangannya
Bastian dan Anita pun saling menatap dengan heran
Mereka mulai menyantap makanan masing-masing, hening tanpa obrolan dan candaan seperti biasanya
Anita dan Bastian yang mencoba mencairkan suasana pun hanya di respon sekedarnya oleh Lily dan Kevin
"Masih marahan nih?". Tanya Anita tanpa melihat kearah anak dan menantunya.
Lily dan Kevin hanya terdiam, mereka masih fokus melahap makanannya
"Bayi peka loh sama perasaan orang tuanya..."
"Apalagi perasaan mamanya, kalo mamanya sedih Keisha juga ikut sedih". Ucap Anita
"Kaya orang pacaran marahannya diem-dieman". Ucap Bastian
Tak berselang lama, terdengar suara Keisha yang mulai rewel dan diakhiri dengan tangisan melengking
Lily segera pamit kepada Anita dan Bastian untuk kekamar menyusui Keisha
"Yah makannya belum selesai anaknya udah nangis". Ucap Anita
"Liat tuh Vin, ibu itu selalu ngutamain anaknya, perut masih laper aja ditinggal buat nyusuin anak..."
"Kamu suapin Lily sana, emang ngga kasian? Dia nyusuin anak kamu loh, bukannya di support, temenin, malah dicuekin, dibikin sedih...kan ngaruh ke Keisha juga, rewel terus". Ucap Bastian
"Iya, lagian kamu marah kenapa sih? Kan bukan salah Lily, kamu ajak omong dia dong jangan acuh gitu, ibu menyusui itu harus happy biar asinya lancar, gak mau kan Keisha kekurangan asi?". Tanya Anita
Kevin terdiam sambil mencerna ucapan orang tua, ada benarnya. Dia menjadi egois karna rasa kesal dan cemburu yang ia rasakan sejak semalam.
Padahal jelas itu bukan kesalahan istrinya, tapi istrinya lah yang harus menanggung akibat dari keegoisannya
Kevin menaruh sendok dan garpunya dan beralih meraih piring dan gelas milik Lily, membawanya menaiki tangga menuju kamarnya
Anita dan Bastian yang melihatnya hanya bertatapan sambil menahan tawa mereka
***
Setibanya dikamar, Kevin menghampiri Lily yang sedang duduk bersandar di sofa sambil menyusui Keisha, ia peluk Lily sambil mengusap kepalanya dengan lembut
Lily dibuat bingung dengan sikap Kevin yang tiba-tiba berubah, padahal sejak tadi ia mengacuhkannya
"Makan lagi ya, aku suapin". Ucap Kevin
"Hmm...nanti aja, aku makan sendiri...gapapa".
"Jangan nolak, kamu nyusuin Keisha sambil makan, ya".
Lily pun menganggukan ucapan Kevin
Sambil menyuapi Lily, Kevin meminta maaf atas sikapnya yang berlebihan dan kekanak-kanakan
Lily yang paham dengan sikap Kevin akhirnya memaafkan dan memakluminya, Kevin juga berjanji untuk tidak akan membuat istrinya bersedih lagi
***
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Lily dan Kevin baru tiba dirumah setelah diantar oleh Anita dan Bastian
Mereka pun duduk sejenak di ruang keluarga, berbincang sebentar sebelum Anita dan Bastian pamit dari rumah Lily
"Masya Allah non Keisha cantik sekali, seperti non Lily waktu kecil". Ucap mbok Minah
"Jadi sekarang Lily udah ngga cantik mbok?". Tanya Lily dengan wajah cemberutnya
"Hehehe non Lily tetep cantik sampai sekarang". Jawab mbok Minah
"Hmm si mbok bisa aja deh..."
"Oh iya, selama Lily dirumah papa ngga ada yang kesini mbok?". Tanya Lily
"Ada non, non Hana dan non Adel, sama dua orang teman kantor non Lily..."
"Hmm mbok lupa namanya siapa ya". Ucap mbok Minah
"Haha paling Andika sama Reyhan". Ucap Lily
"Ah iya benar non, bawa kado buat non Keisha, sudah mbok taro di kamar non Lily". Ucap mbok Minah
"Iya iya makasih ya mbok".
"Sayang, inget ya kalo butuh apa-apa atau pengen mama kesini telfon aja". Ucap Anita
"Iya ma".
"Mbok kalau lagi senggang tolong bantu Lily ya, takut Kevin sekolah trus Lily kerepotan entah mau mandi atau apa, bantu jaga Keisha". Ucap Anita pada mbok Minah
"Iya nyonya". Ucap mbok Minah
"Yaudah papa sama mama pulang ya, baik-baik dirumah..."
"Yang akur Vin, awas kalo nanti Lily dateng kerumah mukanya sedih, papa jewer kamu". Ucap Bastian
"Iyaa paaah". Jawab Kevin
"Cucu oma, oma sama opa pulang dulu ya, nanti kesini lagi, kita main ya".
CUP, Anita mengecup lembut pipi Keisha bergantian dengan Bastian
Mereka pun mengantar Anita dan Bastian sampai depan pintu utama setelah itu kembali masuk kedalam
"Ayo den mbok bantu bawa tasnya keatas". Ucap mbok Minah
"Iya mbok, makasih".
Kevin pun meraih koper dan tas besar sementara mbok Minah membawa 2 tas berukuran sedang
Mereka bertiga berjalan menaiki tangga menuju kamar
Ceklek
Lily membuka pintu kamar dan segera masuk kedalamnya
"Waduh, ini kado banyak banget mbok? Dari siapa?. Tanya Lily saat melihat banyaknya kado yang menumpuk disofa
"Oh iya non, kiriman dari pegawai non Lily dikantor, maaf non mbok lupa bilang".
"Datengnya sekaligus sebanyak ini?".
"Iya non, sehari setelah non Lily melahirkan".
"Oh...yaudah deh...makasih ya mbok, mbok balik ke kamar aja".
"Baik non".
"Makasih ya mbok".
"Sama-sama den".
Mbok Minah pun segera keluar dari kamar Lily
Kevin menepikan tas dan koper mereka kemudian berjalan kearah box bayi berwarna putih di sebelah ranjang
"Sayang, udah rapih nih, Kei boboin disini aja". Ucap Kevin
"Yaudah".
Lily pun membaringkan Keisha di tempat tidurnya, kemudian merapihkan kelambu yang berada diatasnya
"Capek ngga?". Tanya Kevin
"Engga, kenapa?". Tanya Lily
Kevin mendekat dan memeluk erat Lily dari belakang
"Aku capek, mau bobo ngantuk banget". Ucap Kevin
"Yaudah bobo lah". Ucap Lily
"Sama kamu".
"Aku ganti baju dulu ya".
"Iya".
Lily berjalan ke lemari pakaian yang berada di sebrang ranjang, meraih daster pendek tanpa lengan kemudian melepas pakaiannya satu persatu
Sementara Kevin duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Lily dari belakang, membuat iman nya goyah dan kejantanannya diuji melihat pemandangan indah didepan matanya
"Sayang..."
"Makin seksi aja". Ucap Kevin
"Kamu ngeledek? Liat nih perut aku kendor hahaha...mau olahraga biar kenceng lagi".
"Tapi aku suka kamu apa adanya, kaya gini aja aku suka".
"Hehe aku nya gak pede".
Lily segera memakai dasternya dan naik keatas ranjang, diikuti dengan Kevin
"Kangen banget sama kamar ini ,kangen tidur disini". Ucap Lily sambil menyapu sprei yang ditidurinya dengan telapak tangannya
"Tempat bersejarah ya, saksi bisu terciptanya Keisha". Ucap Kevin
"Ih lebay banget kata-katanya hahaha..."
"Katanya capek mau tidur, merem lah". Ucap Lily
"Gak bisa tidur kalo ada yang bangun".
"Bangun? Siapa yang bangun?".
"Ini".
__ADS_1
Kevin menuntun tangan Lily untuk memegang juniornya yang sudah tegang dan sangat keras
"Eh kok bisa gini? Kenapa?". Tanya Lily
"Gak tahan liat kamu buka baju tadi..."
"Sayang ayo dong sekali aja biar aku bisa tidur".
"Ayo apa?".
"Keluarin, nyut-nyutan nih".
"Hmm gimana yaaa".
"Aah sayang, sekali aja".
"Hahaha payah...liat cewek telanj*ng aja connect".
"Heh sembarangan, kesannya kaya aku suka liat cewek telanj*ng gitu? Cuma liat kamu kok".
"Hahaha ya aku kan cewek".
"Yaudah buru, sekali aja...please".
"Iya sayang".
Lily mendudukkan tubuhnya di sebelah Kevin yang sedang berbaring
Membuka ikat pinggang dan melepaskan seluruh bawahan yang dikenakan Kevin
Lily pun terkesima memperhatikan junior suaminya yang sepertinya semakin hari semakin besar ukurannya
"Haha kenapa?". Tanya Kevin
"Eh...engga...gapapa". Jawab Lily
"Sini sayang, tengah-tengah". Ucap Kevin sambil membuka lebar kedua pahanya
Lily segera mengambil posisi bersimpuh diantara kedua paha Kevin
Membelai lembut junior Kevin kemudian menggenggamnya dengan erat sambil ia maju mundurkan sesuai keinginannya
"Aahh baru tangannya aja udah enak".
Lily tersenyum dan kembali melanjutkan kegiatannya
10 menit telah berlalu tetapi Kevin belum sampai pada klimaksnya, tentu saja Lily harus lebih 'bekerja keras' memanjakan benda tumpul favoritenya ini
"Oekk..."
"Oek..."
Kegiatan Lily terhenti saat mendengar sang anak yang menangis di box tidurnya, sementara Kevin berdecak kemudian menghela nafas kasar
Ia hanya bisa pasrah, disaat lagi diambang kenikmatan tiba-tiba tangisan sang anak membuatnya harus jatuh seketika
"Astaga Keeeeeii...kenapa harus sekarang". Ucap Kevin sambil mengacak-acak rambutnya
"Hahaha aku nyusuin Kei dulu". Ucap Lily sambil berjalan menghampiri box bayi
"Tau ah".
Kevin mendadak bad mood,
Ia menarik selimut kemudian berbalik memunggungi Lily yang sedang duduk ditepi ranjang
"Tuh Kei papanya ngambek hahaha". Ucap Lily
"Gak usah ketawa. Gak lucu". Ucap Kevin
"Hahaha ngakak".
Setelah menyusui Keisha, Lily menaruh Keisha dan berjalan ke sisi ranjang tempat Kevin berbaring
Ia pandangi wajah suaminya yang ternyata sudah memejamkan matanya
"Ih kok tidur sih".
Lily membiarkan Kevin yang sedang tertidur kemudian berjalan menuju koper dan tas, lebih baik ia merapihkan pakaian ke dalam lemari mumpung sang anak sedang tertidur pulas
***
Jam menunjukkan pukul 1 siang. Lily baru selesai membuka satu persatu kado yang menumpuk diatas sofa setelah merapihkan pakaiannya tadi
"Nah beres, gak berantakan deh".
Setelah memasukkan barang-barang tersebut kedalam lemari, Lily masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci tangannya
"Ehem".
Lily menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Kevin yang sedang bersandar di tembok kamar mandi dengan tangan yang ia lipat di atas dadanya,
"Astaga, ngagetin ih....itu kenapa gak pake celana dulu sih". Ucap Lily
"Buru-buru, keluar sana, kebelet nih". Ucap Kevin
"Iya iya"
"Ambilin celana aku".
"Iya"
Lily pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjang, meraih celana pendek serta underw*re nya dan ia berikan kepada Kevin
"Kenapa sih bangun tidur manyun?".
"Gapapa".
"Masih bete gara-gara tadi gak sempet keluar? hahaha".
"Gak usah dibahas, aku mau makan, laper".
"Aku juga laper, aku kebawah ya ngambil makan".
"Aku aja".
"Hmm yaudah".
Kevin pun keluar kamar mengambil makan siang untuk dirinya dan Lily, sementara Lily menunggu di sofa ruang TV sambil membuka ponsel Kevin
"Hp nya bersih ya, gak nyimpen kontak cewek selain gue sama mama hihi"
"Tapi cewek-cewek di grupnya genit, modus banget ngechat pura-pura nanyain pelajaran".
"Lagi ngapain?".
Tiba-tiba Lily dikejutkan dengan suara Kevin dari arah belakangnya, dengan cepat Lily menaruh ponsel Kevin diatas meja
"Suka muncul tiba-tiba nih, ngagetin mulu". Ucap Lily
"Tiba-tiba gimana sih, kamu nya aja yang fokus banget sama hp, nyari apaan?". Tanya Kevin
"Gak nyari apa-apa". Jawab Lily
"Ooh, nih".
****
Keesokan Harinya
Rutinitas Kevin kembali dimulai, setelah menghabiskan weekend dirumah bersama istri dan anaknya, kini ia harus kembali bersekolah, dengan berat hati ia pun harus meninggalkan Lily dan Keisha dirumah,
"Om nitip Lily ya". Ucap Kevin kepada kedua pengawal Lily
"Siap mas, tenang aja". Jawab salah satu pengawal
Kevin pun segera menaiki motornya dan menuju sekolah
Skip
Setibanya disekolah, Kevin sudah dihampiri oleh Rian dan Tommy yang sedang membawa selembaran kertas ditangannya
"Bro, buat lu nih". Ucap Rian sambil memberikan kertas tersebut kepada Kevin
"Apaan?". Tanya Kevin
"Baca aja". Ucap Rian
Kevin pun membaca dengan seksama tulisan-tulisan yang ada di kertas tersebut
"Olimpiade matematika? Apa hubungannya ama gue?". Tanya Kevin
"Ya siapa tau lu mau ikut". Jawab Rian
"Dih ngapain". Ucap Kevin
"Lumayan hadiahnya aja 35 juta buat juara 3, lu liat dong juara 1 nya dapet berapa". Ucap Rian
"Bodo amat". Ucap Kevin
"Oh jadi kamu Kevin yang ngambil brosur di mading". Ucap Bu Agnes saat menghampiri Kevin Cs
"Hah? Brosur yang mana bu? Yang ini?". Tanya Kevin sambil mengacungkan kertas ditangannya
"Iya, itu ibu yang nempel di mading, kenapa kamu ambil?". Tanya bu Agnes
"Lah bukan saya bu, Rian yang ngasih". Jawab Kevin
"Hahahaha cabut ah". Ucap Rian
Rain pun berlari menuju gedung ruang kelasnya
"Kelakuan". Ucap bu Agnes sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Nih kalau kamu mau yang foto copyan nya aja, yang asli biar ditempel di mading, soalnya cuma dikasih satu sama penyelenggara nya". Ucap bu Agnes
Bu Agnes pun memberikan kertas foto copyan kepada Kevin bergantian dengan Kevin yang memberikan kertas aslinya pada bu Agnes
"Ini buat kamu Tom, siapa tau kamu mau daftar". Ucap bu Agnes
"Hehe makasih bu". Ucap Tommy
Mereka berdua pun segera berjalan menuju kelas
"Temen lu gila ya? Brosur di mading di cabut?". Tanya Kevin
"Hahaha gak usah heran lah..."
"Mau ikut ngga lu?". Tanya Tommy
"Apaan? Ini?". Tanya Kevin
"Iya, lu kan pinter, ikut aja kali". Jawab Tommy
"Hahaha pinter apanya".
"Halah gak usah ngerendah..."
"Oh iya tahun kemarin Lily ikut ya?".
"Iya, juara 3".
"Buset gokil lah, tingkat nasional coy".
"Ya dia emang pinter".
"Yaudah pendaftarannya cuma 2 hari, gue yakin anak sini cuma beberapa doang yang ikut".
"Lu daftar juga lah".
"Anjirr ngeledek".
"Yee kan ada penyisihannya dulu, gak langsung ke final".
"Hahaha baru penyisihan aja gue dah nyerah".
Setibanya dikelas, Kevin dan Tommy segera menuju kursinya masing-masing, sepertinya beberapa teman dikelasnya juga sedang membahas soal olimpiade, terlihat dari selembaran kertas ditangan mereka
"Bro ikut olimpiade ngga lu?". Tanya Rian pada Kevin
"Gak tau". Jawab Kevin
"Masa sih bocah tawuran gini ikutan olimpiade, yang ada kalah, makin malu-maluin". Celetuk salah satu siswa dikelas Kevin
Kevin yang mendengarnya hanya melirik siswa tersebut sambil tersenyum sinis
"Lah gak ada hubungannya bro sama tawuran, coba dah lu kan anak baik-baik nih, anak teladan kesayangan bu Agnes, lu aja yang ikutan biar gak malu-maluin..."
"Gue ingetin nih, lu ama Kevin aja pinteran Kevin, jauuuuh". Ucap Rian
"Hahaha ngaca dulu kalo mau ngebacot". Ucap Tommy
"Nah, ngaca bro, gak usah belagu...lu ngerendahin temen gue yang jelas-jelas jauh diatas lu". Ucap Rian
"Dah jangan diladenin". Ucap Kevin dengan santai
***
Jam istirahat
Setelah mengisi perutnya di kantin, Kevin kembali ke kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi
Ia membuka ponselnya dan mengirim sebuah pesan untuk Lily
^^^"Hai kak Lily, lagi ngapain?"^^^
Terkirim
5 menit kemudian Lily baru membalas pesan dari Kevin
"Kok kak sih? Kirain Rian yang ngechat wkwk"
"Abis nyusuin Kei lah, ngapain lagi".
^^^"Keisha tidur?".^^^
__ADS_1
"Iya *Lily mengirim sebuah foto"
^^^"Lagi tidur aja cantik banget kaya mamanya😝"^^^
"Hehe kalo ganteng kaya papanya dong, kamu udah makan?"
^^^"Udah barusan, kamu?"^^^
"Belum, aku kenyang makan brownis".
^^^"Emang ada?"^^^
"Ada, tadi Vicky kesini bawain brownis, sekalian main sama Keisha"
^^^"Ooh, kalo bang Devan kerumah jangan temuin ya, pokoknya aku ngelarang kamu ketemu sama dia"^^^
"Iya sayang"
^^^"Oh iya aku mau ngasih tau ini *Kevin mengirim sebuah foto"^^^
"Wah, olimpiade? Kayaknya yang tahun kemarin aku ikutan deh, ya ngga sih?"
^^^"Yap, menurut kamu aku ikutan ngga?"^^^
"Wajib! Sumpah seru banget"
^^^"Seru darimana nya woy, bukannya pusing ngitung-ngitung gini?"^^^
"Iya sih, tapi seru kok hehehe daftar aja sayang, aku dukung"
^^^"Takut, kayaknya penyisihan aja gak lolos"^^^
"Yeee belum apa-apa udah optimis"
^^^"Pesimis sayang wkwkwk"^^^
"Oh iya salah haha yaudah daftar aja dulu, itung-itung nambah pengalaman"
^^^"Iya deh yang punya pengalaman menang olimpiade 3 kali..."^^^
^^^"Terbaik, pinter banget 😍"^^^
"Haha lebay"
^^^"Aku masuk dulu ya kak, udah bel.."^^^
^^^"Kak Lily jangan lupa makan".^^^
"Ya ampun jangan kak kak gitu napa, aneh"
^^^"Wkwk yaudah, see you❤ titip cium buat tuan putri"^^^
"Iya, semangat ❤"
***
Sore hari
Setelah memandikan Keisha, Lily turun kebawah untuk menitipkan Keisha sebentar kepada mbok Minah
"Ini susunya ya mbok kalo Keisha nangis". Ucap Lily sambil memberikan botol susu pada si mbok
"Iya non".
Gluduk gluduk *Suara gemuruh petir
"Yah mau ujan ya". Ucap Lily
"Iya non, langitnya udah gelap daritadi, angin juga kenceng..."
"Non mau keluar?". Tanya mbok Minah
"Engga mbok, yaudah Lily mandi dulu sebentar".
"Iya non".
Lily segera naik keatas tangga menuju kamarnya
"Kevin bawa motor lagi, pasti ujan-ujanan tu anak".
Sebelum masuk kedalam kamar mandi, Lily sempatkan dulu untuk mengirim sebuah pesan kepada Kevin
^^^"Kalo disana ujan jangan pulang dulu, awas kalo ujan-ujanan"^^^
Terkirim
Lily segera menaruh ponselnya dan bergegas mandi
***
Disisi Lain
Derasnya hujan juga turut mengguyur sampai ke wilayah sekolah Kevin, Kevin yang hari ini sedang membawa motor terpaksa harus menunda kepulangannya sampai hujan berhenti
Sementara Tommy dan Rian sudah pulang terlebih dahulu menggunakan mobilnya
Kevin meraih ponsel disaku jaketnya dan membalas pesan dari Lily, setelah itu kembali menatap kearah lapangan, memperhatikan hujan yang semakin lama semakin deras
"Vin, belum pulang?". Tanya Citra
Kevin hanya menoleh sejenak kemudian kembali menatap kearah depan, mengabaikan Citra yang mengambil posisi duduk di sebelahnya
"Emang lu gak bawa mobil?". Tanya Citra
"Engga". Jawab Kevin
"Hmm tumben".
"Kevin, Citra, sini dulu, bantu ibu". Ucap bu Agnes dari depan pintu perpustakaan
Mereka berdua pun bangun dan menghampiri guru mereka
"Maaf ya ibu ganggu kalian, ibu minta tolong Vin kamu bawain buku-buku yang di ruang komputer ke dalam ya. Ada di box biru...ibu gak kuat bawanya berat banget...."
"Kamu yang susun di rak ya. Sekalian kamu data. Nanti ibu balik lagi". Ucap bu Agnes pada Citra
"Iya bu". Ucap Citra
"Maaf ya ibu minta tolong kalian, abisnya tadi nyuruh anak kelas satu tapi dia kabur..."
"Yaudah Vin kamu ambil box nya diruang komputer, kamu tunggu didalam". Ucap bu Agnes pada Kevin dan Citra
Kevin hanya mengangguki ucapan gurunya dan segera berjalan menuju ruang komputer. Sementara Citra masuk kedalam ruang komputer
Kevin berjalan menyusuri koridor sambil sesekali menoleh kearah samping, melihat hujan tak kunjung berhenti,
Pikiran Kevin tak lepas dari Lily, Kevin tahu pasti sang istri sedang menunggunya sejak tadi
Setelah mengambil box berisi tumpukan buku-buku. Kevin segera masuk ke dalam perpustakaan, sepi, hanya ada dirinya dan Citra
Kevin memberikan box tersebut kepada Citra yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya
"Nih. Lu bisa kan nyusun sendiri? Gue keluar". Tanya Kevin pada Citra
"Yah. Gue sendirian dong? Takut".
"Takut apaan sih orang terang gini".
"Tapi suasana nya serem, ujan, petir, lu disini aja".
"Yaudah, buruan".
Kevin pun duduk di kursi dan membuka ponselnya, kembali mengirim pesan untuk istrinya
^^^"Hujan nya gak berhenti, aku pulang aja ya".^^^
Tak berselang lama. Lily pun membalas pesannya
"Jangan, dirumah juga masih ujan, deres banget, jangan dipaksa nanti kamu sakit"
^^^"Bosen, tau gini aku bawa mobil aja tadi"^^^
"Aku suruh om Jun jemput kamu ya, motor kamu taro di sekolah aja, besok berangkat dianter lagi sama om Jun".
^^^"Aduh kenapa gak daritadi"^^^
"Kamu nya gak sabaran sih nunggu ujan berhenti, yaudah aku bilang dulu sama om Jun. Tunggu ya"
^^^"Iya sayang".^^^
"Vin, gue gak nyampe nih. Tinggi banget". Ucap Citra
"Naik kursi lah". Jawab Kevin
Citra pun menarik kursi untuk menaruh buku dirak paling atas
"Aaaah"
BRUK
"Awww saakiiittt"
Seketika Kevin mengalihkan pandangannya kearah Citra yang sudah terjatuh ke lantai
"Kok jatoh sih?". Tanya Kevin
"Ih bukannya bantuin, kaki gue sakit banget nih Vin"
Dengan malas Kevin pun bangun dan membantu Citra berdiri
"Sakit Vin, kayaknya keseleo". Ucap Citra
"Aduh gimana ya". Ucap Kevin
"Aaahh sakit banget sumpah, nyeri".
"Naikin kaki lu kesini, lurusin".
Citra pun meluruskan kakinya keatas kursi yang sudah didekatkan oleh Kevin
"Sorry ya, gue urut sebentar". Ucap Kevin
Citra mengangguk menjawab ucapan Kevin
Dengan ragu, Kevin melepaskan sepatu Citra dan mulai memijit area kakinya
"Aaww sakit Vin".
"Tahan, ini bisa bengkak kalo gak diurut".
"Tapi sakit banget...2 hari lagi pentas, gimana kalo kaki gue masih sakit gini".
"Besok juga sembuh".
Setelah hampir 5 menit mengurut kaki Citra, Kevin pun melanjutkan mendata buku-buku dan menyusunnya di rak, sementara Citra hanya duduk sambil menunggu Kevin selesai dengan kegiatannya
"Dah selesai nih, ayo cabut". Ucap Kevin
"Bantuin gue jalan". Ucap Citra
"Emang ngga bisa?". Tanya Kevin
"Engga, sakit banget, gak kuat berdiri".
"Yaudah ayo, gue cuma papah sampe depan ya, mau langsung balik".
"Iya gapapa".
Citra pun melingkarkan tangannya pada leher Kevin saat Kevin membantunya berdiri dari kursinya
"Jangan deket-deket Cit". Ucap Kevin sambil menjauhkan wajahnya
"Eh iya sorry".
BRUK
CUP
"Citra!".
Kevin memekik saat dirinya dan Citra jatuh bersama kebawah, posisi Citra yang berada diatas Kevin membuat Citra tidak sengaja mencium pipi Kevin
"So...sorry Vin...gue gak kuat berdiri jadinya jatoh"
Kevin pun buru-buru mendorong Citra kemudian keluar dari ruang perpustakaan
"Vin, tungguin gue gak bisa bangun".
Kevin tidak menanggapi ucapan Citra dan tetap melanjutkan langkahnya
"Arghh tol*l, kenapa bisa gini sih". Umpat Kevin sambil mengusap kasar pipi nya
Ia kembali duduk di depan kelasnya, tak berselang lama, pengawal Lily pun datang dengan payung yang ada ditangannya
"Maaf mas nunggu lama". Ucap om Jun
"Gapapa om, ayo balik". Ucap Kevin
Mereka berdua pun berlari kecil menuju parkiran dengan payung ditangan masing-masing,
Selama perjalanan pulang, Kevin terus memikirkan kejadian buruk yang menimpa dirinya saat di perpustakaan tadi, ia menyesal, seharusnya ia tak membantu Citra berjalan kalau tahu kejadiannya malah seperti itu.
"Aarghh sial, CCTV".
Tiba-tiba Kevin teringat pada CCTV di perpustakaan, dapat dipastikan kalau CCTV tersebut menangkap jelas kejadian yang ia alami tadi
Kevin pun mendadak cemas dan takut, ia berharap jangan sampai ada orang yang tahu bahkan sampai salah paham dan berfikir buruk tentang rekaman di kamera pengintai tersebut.
****
Bersambung....
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~