
"Mau apa sih". Batin Kevin
"Woy, buru-buru banget, berhenti dulu lah". Teriak Daniel dari mobilnya
Kevin tidak mempedulikan ucapan Daniel, ia malah menutup kaca mobilnya dan pergi dengan kecepatan penuh
Daniel pun tidak mau kalah, ia segera menyusul Kevin dan menyerempet sisi kanan mobilnya hingga membuat Kevin oleng dan menghentikan mobilnya
"Aarghh sial!".
"Udah males ngeladenin kaya gini, tapi lama-lama ngelunjak". Batin Kevin sambil melepas seatbelt nya
Kevin pun turun dari mobil dan menghampiri Daniel yang sedang tertawa-tawa didalam mobilnya
"Hahahaha kenapa? Kesel?". Tanya Daniel
"Sebenernya udah males berurusan sama lu, tapi lu gak pernah kapok ya cari masalah..."
"Mau lu apa sih? Turun lu". Ucap Kevin
Daniel pun turun dan bersandar pada pintu kemudinya
"Lu sengaja?". Tanya Kevin
"Yoi hahaha mana nih Kevin yang dulu, yang jagoan, yang sadis, sekarang gue liat-liat jadi lembek...."
"Emang ya, bucin tuh bikin ilang jati diri, Kevin yang sangar tiba-tiba lemah hahaha..."
"Udah jadi penakut? Hahaha". Tanya Daniel sambil tertawa meledek
"Penakut? Gue gak pernah takut sama siapa pun, apalagi cuma orang kaya lu". Ucap Kevin
"Ok, ntar malem". Ucap Daniel
"Apa?". Tanya Kevin
"Gue tunggu di fly over, ayo lah gue kangen jaman SMA nih, lu gak kangen megang samurai kebanggaan lu?". Tanya Daniel
"Udah gue bilang, gak penting". Ucap Kevin
"Hahaha kenapa? Gara-gara cewek lu? Siapa namanya, Lily ya? Lu dilarang sama dia? Haha dah kaya bocah". Ucap Daniel
"Gak usah sebut-sebut Lily". Ucap Kevin
"Hahaha lu masih jadian sama Lily? Si cantik sexy".
Bugh
"Eh bangs*t!!". Daniel mengumpat saat Kevin meninju pipinya dengan kencang
"Berani nyebut Lily gue robek mulut lu". Ucap Kevin
"Anji*g! Kurang ajar". Ucap Daniel sambil melayangkan pukulannya, namun sayang tangannya dapat ditahan dengan sigap oleh Kevin
"Pikir lagi kalo mau cari masalah sama gue, gue bisa patahin tangan lu". Ucap Kevin sambil menghampaskan tangan Daniel dengan kasar
"Bocah tengil! Gue tunggu jam 2!". Ucap Daniel
"Kenapa harus nanti? Kalo mau sekarang gue ladenin, nanggung...kesabaran gue udah abis". Ucap Kevin
"Hahaha gak asik lah". Ucap Daniel
"Keliatan siapa yang penakut, lu tuh gak lebih dari pecundang yang beraninya keroyokan". Ucap Kevin
Kevin tersenyum sinis dan segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian pergi dari tempat tersebut
"WOYY ANJI*G GUE TUNGGU NANTI MALEM!!". Teriak Daniel
***
Dirumah
Setibanya dirumah, Kevin menghampiri Lily yang sedang membuat minuman dingin di dapur
Ia peluk istri mungilnya dari belakang sambil membenamkan kepalanya dibahu sang istri
"Kenapa? Capek ya?". Tanya Lily dengan lembut
"Hmmm".
"Minum dulu nih, biar seger". Ucap Lily
Kevin pun beralih duduk di kursi makan, meraih gelas yang berisi minuman dingin yang sangat menyegarkan
"Oh iya, ini pesenan kamu". Ucap Kevin sambil memberikan bungkus makanannya
"Yah, mama udah pulang". Ucap Lily
"Mama pulang?". Tanya Kevin
"Iya, katanya mau belanja buat persiapan arisan dirumah..."
"Itu kan mama yang minta, tapi kamu nya lama". Jawab Lily
"Yah, maaf ya, restorannya ngantri banget". Ucap Kevin
Sebenarnya bukan karna menunggu makanan ia jadi telat pulang, tetapi karna pertemuannya dengan Daniel yang menyita waktu perjalanannya
"Gapapa, yaudah buat kamu aja, makan". Ucap Lily
"Gak ah, aku capek. Temenin aku tidur sayang".
"Yaudah, ayo ke kamar".
Mereka berdua pun berjalan menuju tangga, saling merangkul seolah tidak ingin ada jarak diantara mereka
"Kok Keisha bobo terus sayang?". Tanya Kevin
"Baru bobo, tadi bangun kok sebelum mama pulang".
"Yaah, padahal pengen main".
"Nanti sore, yaudah kamu tidur dulu, sini aku buka".
Lily melepas jaket Kevin dan membuka pengait celana abu-abu yang Kevin pakai
"Hayo tangannya nakal". Ucap Kevin
"Cuma bukain hehe, katanya capek".
"Hmm udah pinter modus".
"Ih modus apaan, kalo modus udah aku pegang-pegang".
Setelah membuka pengait dan menurunkan sletingnya, kini beralih Kevin yang melepaskan celana tersebut dari kakinya
"Gimana tadi? Silvi udah bebas?". Tanya Lily sambil meraih pakaian bekas Kevin kenakan
"Udah, dia tanda tangan perjanjian diatas materai, diselesain secara kekeluargaan..."
"Padahal bukan keluarga". Ucap Kevin
"Haha yaudah gapapa, semoga Silvi berubah".
"Hmmm..."
"Sayang sini dong". Ucap Kevin yang sudah berbaring diatas ranjang
"Sebentar bapak Kevin, naro baju kotor dulu". Ucap Lily
Setelah menaruh pakaian kotor di keranjang kamar mandi, Lily segera menyusul Kevin keatas ranjang,
"Yuk tidur". Ucap Lily
"Kelonin". Ucap Kevin
Kevin pun segera mengambil posisi, ia menurunkan tubuhnya dan memeluk Lily dengan erat
CUP, Lily mendaratkan kecupannya di pucuk kepala Kevin
"Tidur ya, nanti sore aku bangunin". Ucap Lily
"Iya, aku mau mandi bareng Keisha". Ucap Kevin
"Gak boleh, mata Keisha masih suci gak boleh liat yang aneh-aneh".
"Hahaha yaudah bareng mamanya aja deh".
"Iya iya, tidur dulu".
"Hmm".
Lily mulai mengusap-usap punggung Kevin sambil sesekali menyisir rambutnya sampai ia tertidur pulas.
"Nah, mumpung pada tidur bisa nyantai dulu sebentar, sambil nonton drakor hihi".
Dengan perlahan, Lily menjauhkan tubuhnya dari Kevin dan turun dari ranjang, kemudian duduk di kursi belajarnya untuk menonton serial favorite di laptopnya
Tok tok *suara ketukan pintu
Lily yang baru memulai acara menontonnya seketika terdiam, mencoba menajamkan pendengarannya,
"Ada yang ngetok ya?".
tok tok
"Lily".
"Hah, suara Hana bukan sih?".
Lily segera bangun dan membuka pintu kamarnya
Ceklek
"HAIII".
Lily terkejut saat tiba-tiba Hana berteriak di depannya
"Ssssttt jangan berisik, lagi pada tidur". Ucap Lily
"Siapa?". Tanya Adel
"Tuh anak sama bapak, pada ngapain kesini gak bilang dulu". Ucap Lily
"Hehehe abisnya lu pulang gak ngomong ke kita, kita nanya ke Tommy katanya lu pulang". Ucap Hana
"Iya soalnya buru-buru Keisha rewel hehe gue juga gak ngeliat kalian..."
"Mau duduk dimana? Di dalem apa dibawah?". Tanya Lily
"Bawah aja deh, gak enak ada Kevin". Jawab Adel
"Yaudah bentar, gue matiin laptop dulu". Ucap Lily
Lily kembali kedalam untuk mematikan laptop kemudian kembali menemui kedua sahabatnya
"Kevin tidur aja ganteng ya". Ucap Hana
"Heh, kebiasaan asal jeplak aja". Ucap Adel pada Hana
"Iya sorry, emang ni mulut gak bisa di kontrol". Ucap Hana sambil menepuk bibirnya
"Hahaha gapapa, emang ganteng kan, yaudah ayo turun, mumpung Keisha pules". Ucap Lily
"Yuk". Ucap Hana
Mereka bertiga pun menuruni tangga menuju ruang keluarga
"Mau minum apa? Bikin sendiri sana". Ucap Lily
"Yaudah gue yang bikin ya". Ucap Hana
"Iya". Ucap Lily
"Mau nonton Tv gak Del?". Tawar Lily pada Adel
"Ih gue jarang nonton Tv, ada film ngga?". Tanya Adel
"Ada dong, nih bebas pilih". Ucap Lily sambil memberikan remot tv kepada Adel
"Lily, ini susu kedelai? Banyak banget". Tanya Hana dari arah dapur
"Hah? Yang mana?". Tanya Lily
"Ini yang di botol kaca kan". Jawab Hana
"Hahaha bukan, itu susu nya Keisha". Ucap Lily.
"Oh, susu lu gitu?". Tanya Hana
"Iya hahaha untung gak lu minum". Ucap Lily
"Hampir hehe". Ucap Hana
"Cemilannya keluarin semua Han, biar seru nontonnya nih". Ucap Lily
"Siap bu Kevin". Ucap Hana
"Ini baru pada balik dari sekolah?". Tanya Lily
"Iya, Hana gak mau pulang nih, betah banget...trus minta kesini". Jawab Adel
"Nonton drama nya ngga?". Tanya Lily
"Nonton, gue baper banget pas adegan cium kening". Jawab Hana yang masih fokus membuat minuman
"Huh untung bukan Kevin ya". Ucap Lily
"Hah? Emang tadinya siapa?". Tanya Adel
"Kevin yang jadi pangerannya, tapi dia nolak". Jawab Lily
"Hmmm gue juga mau jadi putri tidur kalo Kevin pangerannya..."
"Eh keceplosan hehe". Ucap Hana
"Udah jelas Kevin nolak, ngehargain elu lah istrinya". Ucap Adel pada Lily
"Uuhh tipe-tipe cowok setia ya". Ucap Hana
"Buruan kek minumannya, ngoceh mulu". Ucap Adel pada Hana
"Ih bantuin sini kalo gak sabaran". Ucap Hana
"Lagian lama, ada orang ngomong ikut nyeletuk aja". Ucap Adel
"Nyebelin, masa gue diem aja emangnya patung". Ucap Hana
"Ya ampun masih suka ribut ya". Ucap Lily
__ADS_1
"Lu tau gak sih, gue capek ngadepin temen lu nih, lu enak lulus sekolah gak ketempelan lagi". Ucap Adel
"Ih Adel emangnya gue setan". Ucap Hana
"Hahaha udah udah". Ucap Lily
Lily pun bangun dan membantu Hana membuat minum dan mengambil makanan ringan
"Gitu kek bantuin, jangan ngomel aja bisanya". Ucap Hana
"Iya Hana, udah gak usah ikutan ngomel". Ucap Lily
30 menit berlalu, saat Lily cs sedang asik menonton film Kevin menghampiri mereka sambil menggendong Keisha
"Lily sayang, gak denger Keisha nangis ya". Ucap Kevin pada Lily
"Eh...aku gak denger hehe maaf..."
"Sini anak mama....aus ya". Ucap Lily sambil mengambil alih Keisha
"Kayaknya kita berisik deh makanya Keisha nangis". Ucap Hana
"Ya lu ketawanya gak kira-kira". Ucap Adel pada Hana
"Hehe abis lucu filmnya..."
"Eh Kevin gabung sini, gue bikinin minum mau ngga?". Tanya Hana pada Kevin
"Gak, mau tidur lagi". Jawab Kevin sambil melangkah kakinya kearah tangga,
"Ditolak guys". Ucap Adel
"Apaan sih cuma nawarin minum doang". Ucap Hana
"Hahaha udah sih...kecilin dikit Del...". Ucap Lily
"Ok..."
"Lu ketawanya jangan kenceng-kenceng, Keisha takut denger ketawa lu". Ucap Adel pada Hana
"Udah Del ngeledek mulu ih, ntar anak orang ngambek minta pulang". Ucap Lily
"Adel emang gitu nyebelin". Ucap Hana
"Permisi non, ada mas Reyhan". Ucap mbok Minah saat menghampiri Lily
"Eh mana mbok?". Tanya Lily sambil celingukan
"Diruang tamu non".
"Aduh, mbok angetin susu ya, Lily temuin Reyhan". Ucap Lily
"Baik non".
"Reyhan siapa?". Tanya Hana penasaran
"Itu, yang kerja di kantor bokap..."
"Gue nitip Keisha ya, nanti kasih susunya". Ucap Lily sambil menaruh Keisha di stroller nya
Lily segera merapihkan pakaiannya dan menemui Reyhan diruang tamu
"Hai ibu". Sapa Reyhan sambil tersenyum
"Hai, apa kabar Rey?". Tanya Lily
"Baik bu, ibu gimana kabarnya?". Tanya Reyhan
"Yaa begini, masih pemulihan hehe, ayo duduk..."
"Mau minum apa?". Tanya Lily
"Gak usah bu, saya kesini cuma mau ngambil arsip dokumen kantor yang di Cirebon bu, disitu ada data penting soal pembangunan gedung yang sudah 5 tahun mangkrak..."
"Saya dan klien terkait berencana melanjutkan proyek tersebut, tapi pak Wawan bilang datanya ada sama pak Rama". Ucap Reyhan
"Yang mana ya, kayaknya saya gak pernah liat dokumennya...."
"Gini aja deh, kamu ikut saya keruangan ayah, kamu yang cari ya, gimana?". Tanya Lily
"Gak apa-apa bu?".
"Gapapa, saya gak tau dokumennya yang mana, saya juga baru denger soal proyek itu..."
"Yaudah ayo". Ucap Lily sambil bangun dari posisinya, begitu pun dengan Reyhan
Mereka berjalan menuju ruang kerja Rama yang terletak disamping ruang keluarga, tentu saja kedatangan Reyhan membuat Hana dan Adel yang sedang menonton film jadi memperhatikannya
"Oh iya kok bukan Andika yang kesini? Dia gak masuk?". Tanya Lily
"Masuk, lagi survey lokasi sama pak Adnan". Jawab Reyhan
"Ooh..."
"Masuk Rey, saya tunggu diluar ya". Ucap Lily
"Baik bu". Ucap Reyhan
Lily pun meninggalkan Reyhan didalam ruang kerja sang ayah, dan kembali duduk di sofa
"Udah mimi susunya sayang. Kenyang ya". Ucap Lily pada Keisha
"Lily, ganteng banget". Ucap Hana
"Siapa?". Tanya Lily
"Itu pegawai lu". Jawab Hana
"Bukan sembarang pegawai guys, CEO". Ucap Lily
"Oh my God, perfect...udah punya cewek belum?". Tanya Hana penasaran
"Kebiasaan, gak bisa liat yang ganteng dikit". Ucap Adel
"Gak usah ikut ngomong lu..."
"Eh dia jomblo ngga?". Tanya Hana
"Setau gue jomblo". Jawab Lily
"Udah ada yang punya kali, udah tua gitu". Ucap Adel
"Gak tua, ya beda 4 tahun sih sama kita". Ucap Lily
"Tuh, masih muda anjir, kenalin dong Ly". Ucap Hana
"Hahahaha kayaknya susah, dia orangnya cuek". Ucap Lily
"Hmm mampus, gak ada harapan, mundur mundur". Ucap Adel pada Hana
"Cuek bukan berarti gak suka cewek kan?". Tanya Hana
"Trus menurut lu kenapa dia jomblo? Ya karna cuek juga sama cewek". Ucap Adel
"Sok tau lu..."
"Comblangin dong Ly". Ucap Hana
"Hahaha jangan ngarepin dulu Han, kenalan aja belum". Ucap Lily
"Udah Rey?". Tanya Lily pada Reyhan
"Coba saya liat, duduk dulu sini". Ucap Lily
Reyhan pun menangguk dan mengambil posisi duduk di sebelah Lily
"Ibu, ini anak ibu?". Tanya Reyhan sambil memperhatikan Keisha
"Iya, lucu ngga?". Tanya Lily sambil membuka lembaran berkas dokumennya
"Iya, plus cantik". Jawab Reyhan
"Oh iya katanya waktu itu kamu kesini ya sama Andika, maaf ya saya masih dirumah mertua, makasih juga buat hadiahnya, repot-repot segala". Ucap Lily
"Hehe iya gapapa bu, sama-sama". Ucap Reyhan
"Kok ayah saya belum tanda tangan?". Tanya Lily sambil menunjuk kertas ditangannya
"Iya, beliau belum setuju bu, karna waktu itu banyak problem dan sengketa tanah, jadi beliau menunda pembangunannya...tapi sekarang udah selesai". Jawab Reyhan
"Yaudah, ketik ulang aja bagian ini, ganti nama kamu". Ucap Lily
"Baik bu". Ucap Reyhan
"Ini". Ucap Lily sambil memberikan dokumennya
"Terimakasih bu, kalo gitu saya permisi...."
"Mari". Ucap Reyhan sambil tersenyum dan pergi meninggalkan rumah Lily
"Melting banget gue....arrghhh sumpaaaah Lily, lu bisa banget bikin gue klepek-klepek sama dia..."
"Keren parah pake jas gitu". Ucap Hana sambil memeluk bantal sofa
"Alay". Ucap Adel
"Demi apa gue grogi banget bisa sedeket tadi sama dia, pengen ngajak kenalan aja kaku banget ni mulut". Ucap Hana
"Halah kaya berani aja". Ucap Adel
"Haha usaha sendiri ya kalo mau kenalan, semoga berhasil". Ucap Lily
"Yaelah, lu gak liat dia cuek gitu, dia gak tertarik". Ucap Adel pada Hana
"Bodo amat, belum juga usaha". Ucap Hana
"Yaudah silahkan". Ucap Adel
"Hahaha jangan nyerah Han, gue dukung". Ucap Lily
"Tuh, Lily selalu dukung, emangnya elu". Ucap Hana pada Adel
"Ya ya ya, up to you". Ucap Adel
***
Sore Harinya,
tok tok tok
"Non". Ucap mbok Minah dari balik pintu
Lily yang sedang memakaikan pakaian Keisha meminta tolong pada Kevin untuk membukakan pintu
"Ada apa mbok?". Tanya Kevin
"Anu den, dibawah ada den Devan". Jawab si mbok
"Suruh pulang". Ucap Kevin
"Maaf den, mbok gak berani". Ucap si mbok
Kevin pun menghela nafas dalam dan segera turun untuk menemui sang kakak.
"Ngapain lu?". Tanya Kevin
Devan yang sedang duduk pun bangkit dari posisinya
"Gue kangen sama Keisha, gue boleh ketemu ngga?". Tanya Devan
"Alesan". Ucap Kevin
"Ayolah Vin. Keisha ponakan gue, masa gue gak boleh ketemu". Ucap Devan
"Tunggu". Ucap Kevin dan segera berjalan menaiki tangga menuju kamar
"Bang Devan ngapain?". Tanya Lily
"Mau ketemu Keisha". Jawab Kevin
"Yaudah lah kasih, jangan dilarang, masa Kei gak boleh main sama om nya".
"Iya, sini aku bawa..."
"Kamu disini aja, awas kalo turun". Ucap Kevin
"Iya iya".
Kevin pun mengambil Keisha yang sedang berbaring dan membawanya menuruni tangga
"Mbok, siapin susu Keisha". Ucap Kevin pada mbok Minah
"Baik den".
Kevin pun membaringkan Keisha di stoller dan membawanya pada Devan
"Haii baby Kei, om kangen banget sama kamu sayang". Ucap Devan pada Keisha
"Jagain, gue mandi dulu". Ucap Kevin
"Iya". Ucap Devan
Kevin meninggalkan Devan dan Keisha menuju kamarnya, setibanya dikamar Kevin mengunci pintunya dan menghampiri Lily yang sedang merapihkan tempat tidur Keisha
"Loh, kok dikunci?". Tanya Lily
"Gapapa, mandi yuk". Ajak Kevin
"Hmm pantesan bang Devan dibolehin ketemu Keisha, sekalian ngejagain biar bisa mandi bareng?". Tanya Lily
"Iya lah, kalo ada waktu buat pacaran gunain sebaik mungkin". Jawab Kevin
CUP, Kevin pun mendaratkan ciumannya pada bibir Lily
"Udah lama gak mandi bareng, kangen". Ucap Kevin
"Iyaa..ayo". Ucap Lily sambil tersenyum
Kevin kembali menciumi bibir Lily dengan lembut, begitupun dengan Lily, ia membalas ciuman yang selalu membuatnya mabuk kepayang
"Ayo mandi jangan lama-lama kasian Keisha". Ucap Lily
"Gapapa sih ada bang Devan ini, jagain Keisha sampe malem juga dia mau". Ucap Kevin sambil tersenyum nakal
"Hahaha ayo ah". Ucap Lily
"Udah gak tahan ya?". Tanya Kevin
"Apaan coba, gak jelas". Ucap Lily sambil berjalan memasuki kamar mandi
__ADS_1
"Tunggu aku my darling". Ucap Kevin
"Hahahaha alay". Ucap Lily
"Ayo, tunjukin keahlianmu sayang". Ucap Kevin sambil mengusap bibir Lily dengan ibu jarinya
"Apa?". Tanya Lily
"Gak usah ditanya dong". Jawab Kevin sambil menuntun tangan Lily menuju juniornya
"Hehehe aneh, masa tiba-tiba begini?". Tanya Lily
"Iya lah, karna dia tau siapa pemiliknya". Jawab Kevin
"Emang siapa?". Tanya Lily
"Kamu, cuma milik kamu seorang". Jawab Kevin
"Hihihi bisa aja ngerayu nya". Ucap Lily
Tanpa basa-basi lagi, Kevin kembali menautkan bibir mereka, saling memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat gairah keduanya memuncak,
1 jam telah berlalu, setelah Kevin puas dengan 'service' yang Lily berikan pada junior nya, mereka berdua bergegas membasuh tubuh mereka
"Kamu jago banget sih, belajar dari mana?". Tanya Kevin sambil mengusap pipi Lily
"Otodidak lah, terbiasa". Jawab Lily
"Wih, ini baru istri idaman, sempurna luar dalam".
CUP, Kevin mendaratkan kecupan lembutnya di kening Lily
"Eh sayang, leher kamu merah-merah". Ucap Lily
"Gapapa, ini tanda cinta dari istri aku..."
"Duduk sini, aku sampoin". Ucap Kevin sambil mendudukan Lily di pinggir bath up
"Bisa gak berdirinya jangan di depan aku, ini pas banget loh depan muka". Ucap Lily
"Gapapa, siapa tau aja masuk lagi ke mulut kamu". Ucap Kevin
"Katanya udah?". Tanya Lily
"Hehehe iyaa udah kok". Jawab Kevin
Kevin pun mengubah posisinya menjadi berdiri di dalam bath up, dan kembali fokus pada rambut panjang milik Lily
"Enak, serasa creambath di salon". Ucap Lily
"Hahaha dasar". Ucap Kevin
"Oh iya dua hari lagi olimpiade, kamu udah siap?". Tanya Lily
"Siap, hadapin aja dulu hasilnya belakangan hahaha". Jawab Kevin
"Nanti latihan soal lagi ya". Ucap Lily
"Siap kakak". Ucap Kevin
Setelah puas berlama-lama dikamar mandi, mereka segera keluar dan berpakaian, setelah itu Kevin kembali kebawah untuk menemui Devan sementara Lily berbaring sambil memainkan ponselnya
"Keisha tidur?". Tanya Kevin
"Iya". Jawab Devan
"Lu mau balik?". Tanya Kevin lagi
"Iya, besok boleh kesini lagi kan?". Tanya Devan
"Boleh". Jawab Kevin
"Yaudah gue balik ya...."
"Baby Kei, om pulang dulu ya. Besok main lagi". Ucap Devan sambil mengusap lembut pipi Keisha
"Thanks". Ucap Devan
"Sama-sama". Ucap Kevin
Devan pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama sementara Kevin menggendong Keisha menuju kamarnya
***
Hari Minggu pun tiba, hari dimana Kevin akan mengikuti olimpiade matematika yang sejak kemarin menghantui pikirannya
Lily membantu Kevin bersiap memakai seragam sekolah dan merapihkan penampilannya agar terlihat rapih dan sempurna
"Udah, kan makin ganteng kalo pake dasi, keliatan rapih". Ucap Lily sambil menepuk kedua bahu Kevin
"Ngga pake topi sekalian? Biar kaya upacara". Ucap Kevin
"Hahaha gak usah". Ucap Lily
Kevin meraih sebelah tangan Lily dan menaruhnya diatas dadanya
"Sumpah deg-degan banget, kaya mau ijab kabul". Ucap Kevin
"Hahaha rileks aja sayang...ayo turun". Ucap Lily
Mereka berdua pun turun kebawah untuk bersiap menuju lokasi olimpiade
"Udah rapih kan, sana berangkat nanti telat". Ucap Bastian
"Semangat ya sayang, semoga lancar". Ucap Anita
"Aamiin, makasih ma". Ucap Kevin
Anita pun memeluk dan mengecup kedua pipi Kevin
"Kei...doain papa". Ucap Kevin pada Keisha
"Pasti papa, tenang aja". Ucap Anita
"Berangkat ya pah". Ucap Lily sambil mencium tangan Bastian dan Anita
"Hati-hati sayang". Ucap Bastian
"Hati-hati ya". Ucap Anita
"Iya ma". Ucap Lily
Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan rumah
"Sini aku yang nyetir, ntar kamu gak konsen lagi". Ucap Lily
"Pengertian banget, tau aja aku lagi grogi". Ucap Kevin sambil memberikan kunci mobilnya
"Santai aja sayang, anggap aja ujian sekolah". Ucap Lily
***
30 menit berlalu, akhirnya mereka tiba di sebuah Universitas ternama tempat dilaksanakannya babak penyisihan olimpiade
Memang baru tahap awal, tapi bagi Kevin ini hal yang sangat menegangkan, ia seperti deja vu seolah merasakan ketegangan saat mengucap ijab kabul saat menikahi Lily waktu itu
"Sayang, kok bengong...udah nyampe". Ucap Lily
"Eh, cepet banget...aku deg-degan". Ucap Kevin
"Duuh rileks sayang, sampe keringetan gini". Ucap Lily sambil mengusap keringat di dahi Kevin
Lily pun beralih menggenggam tangan Kevin yang terasa lebih dingin, tidak sehangat biasanya
"Hahaha bisa ngompol di celana nih". Ucap Lily
"Ngaco, dah lah ayo turun". Ucap Kevin
"Lah ayo". Ucap Lily
Mereka pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju gedung Audiotorium Multikultural yang ada di Universitas tersebut
"Hai Lily..kamu Lily kan?". Tanya seorang pria yang sepertinya panitia dalam acara kali ini,
"Iya kak". Jawab Lily
"Wah, kamu dateng lagi kesini? Nganter siapa?". Tanya pria tersebut
"Hmm...nganter-"
"Adek". Ucap Kevin dengan cepat
"Hehe iya, adek saya kak". Ucap Lily
"Oh good luck ya, semoga berhasil kayak kakaknya hehe". Ucap pria tersebut sambil menepuk bahu Kevin
"Hmm, makasih". Ucap Kevin
"Yaudah masuk gih, 30 menit lagi dimulai, rileks dulu didalem".
"Iya kak, permisi ya". Ucap Lily
Mereka kembali melanjutkan langkah menuju gedung tersebut
"Yang tadi siapa?". Tanya Kevin
"Gak tau aku lupa...yang pasti panitia..."
"Dah sana masuk, aku tunggu disini". Ucap Lily
"Doain aku". Ucap Kevin
"Iya sayang, jangan lupa berdoa juga".
"Siipp".
"Selamat pagi kak, boleh tunjukkan kartu pelajarnya?". Tanya petugas yang berjaga di depan pintu ruangan
Kevin pun menunjukkan kartunya dan segera masuk kedalam, sementara Lily menunggu di koridor ruangan bersama pendamping siswa yang lain.
***
2 jam 30 menit telah berlalu, selama menunggu Kevin yang sedang berjuang di dalam ruangan, Lily menghabiskan waktunya di kantin Universitas untuk sekedar memakan snack dan minuman menyegarkan sambil berbincang dengan salah satu mahasiswa yang baru saja ia kenal, Elvano
"Oh iya denger-denger dari panitia disini kamu yang juara 3 tahun kemarin? Wah pinter dong, kenapa gak lanjut kuliah?". Tanya Elvano
"Gak bisa kak, soalnya sibuk ngurus perusahaan". Jawab Lily
"Oh, bukan orang sembarangan dong hehe coba kamu kuliah disini, udah pasti viral karna pernah juara olimpiade haha". Ucap Elvano
"Engga kak, lagian cuma juara 3 kok, bukan juara 2 atau 1". Ucap Lily
"Hmm merendah". Ucap Elvano
"Lily, dicariin malah disini". Ucap Kevin saat menghampiri Lily di kantin
"Eh iya...udah selesai?". Tanya Lily sambil merapihkan rambut Kevin
"Udah". Jawab Kevin
"Ini minum dulu, kasian sayangku". Ucap Lily sambil memberikan minuman dingin
"Ehem, aku ke kelas ya, sampai ketemu lagi, Lily". Ucap Elvano
"Iya kak". Ucap Lily
Elvano pun pergi meninggalkan Lily dan Kevin
"Kak Lily, aku pusing didalem kamu malah enak-enakan berduaan sama cowok". Ucap Kevin
"Berduaan apaan orang rame kok banyak orang hehe". Ucap Lily
"Alesan, ayo pulang. Pusing banget pala aku". Ucap Kevin sambil menarik tangan Lily
"Iya iya sabar". Ucap Lily
Mereka berdua pun berjalan meninggalkan gedung menuju parkiran
"Gampang ngga soalnya?". Tanya Lily
"Susah woy, gak beda jauh sama yang kamu ajarin, bikin kepala mau pecah". Jawab Kevin
"Hahahha masih awal, masih ada semifinal sama final". Ucap Lily
"Liat dulu lah hasil yang ini aku lolos apa engga". Ucap Kevin
"Pasti lolos..."
"Ini aku yang nyetir lagi ya?". Tanya Lily
"Iya lah, sehari jadi supir aku". Ucap Kevin
"Gapapa, let's go". Ucap Lily sambil melajukan mobilnya
"Ngomong-ngomong udah tukeran nomer belum sama cowok yang tadi?". Tanya Kevin
"Gak kok, ngobrol doang". Jawab Lily
"Hmm iya iya percaya...."
"Hasilnya di umumin kapan ya?". Tanya Kevin
"2 atau 3 hari lagi, diumumin di sekolah". Jawab Lily
"Hah? Harus banget di sekolah? Malu kalo ngga lolos". Ucap Kevin
"Gapapa lah, emang yang ikutan kamu doang, ada 9 orang, hasilnya bakal keliatan nanti siapa yang lolos siapa yang engga". Ucap Lily
"Mampus, gimana dong". Ucap Kevin
"Hahahaha gak usah panik gitu sih, kalo gak lolos gapapa". Ucap Lily
"Kamu gak marah?". Tanya Kevin
"Engga, kenapa marah, kamu kan udah usaha". Ucap Lily
"Hehe makasih ya udah ngajarin aku". Ucap Kevin
"Sama-sama". Jawab Lily
***
Bersambung...
*
*
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~
__ADS_1