
Sejak kepergian Lily dari basecamp, Kevin terus merasa gelisah. Dia menyesali perbuatannya yang sudah mengusir Lily dari basecamp.
Tak seharusnya Kevin bersikap acuh pada Lily,membiarkan istrinya pulang sendiri malam-malam. Padahal Kevin tau,tempat di sekitar basecamp nya ini termasuk sepi dan jauh dari keramaian.
Kevin segera meraih kunci mobilnya dan menyusul Lily.
--
"Ah gue capek jalan terus". Batin Lily sambil menghentikkan langkahnya sejenak
Lily celingukan mencari tempat yang enak untuk duduk dan mengistirahatkan kakinya sebentar.
"Kevin jahat banget". Batin Lily
Lily kembali melangkah menyusuri jalan yang sepi sambil terus berharap semoga ada kendaraan lewat yang bisa mengantarnya pulang .
Dari arah belakang, tampak ada cahaya lampu kendaraan.
Lily segera membalikkan tubuhnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya
"Ya Allah semoga itu taksi". Batin Lily
Tetapi saat makin dekat, Lily menyadari kalau itu adalah mobil Kevin
Sontak Lily langsung berbalik dan berjalan dengan langkah yang cepat.
Namun langkahnya terhenti saat mobil Kevin menyerong dan menghadang dirinya.
Kevin segera turun dari mobil dan memeluk Lily.
"Sayang,maafin aku udah kasar sama kamu". Ucap Kevin
"Kamu jahat Vin jahat,jahat". Ucap Lily sambil menangis dan memukul-mukul dada Kevin
"Aku minta maaf sayang,kita pulang ya".
Kevin menuntun Lily masuk ke mobil dan memasangkan seat beltnya.
__ADS_1
Selama di perjalanan Lily masih saja menangis. Baginya kali ini Kevin sudah keterlaluan padanya mengusir dan membiarkannya pulang sendiri malam-malam
"Sayang,jangan nangis lagi aku minta maaf". Ucap Kevin sambil memegang sebelah tangan Lily
"Hikss hikss kamu gak sayang sama aku Vin, kamu jahatin aku".
"Sayang..nggak gitu. Aku sayang sama kamu."
"Tapi kamu tega banget bentak aku, cuekin aku, ngusir aku..."
"Kaki aku sakit jalan terus, aku gak dapet taksi, kamu gak mikirin".
"Aku nyesel". Ucap Kevin
Lily terdiam, Lily sudah tidak mau membuang sisa tenaganya untuk menangis.
Dihapus lah sisa air matanya dan memandang kearah jendela.
Sementara Kevin kembali fokus menyetir mobilnya
Tidak ada yang berbicara lagi. Semua fokus pada pikirannya masing-masing
--
Brakk
Kevin yang tersentak menoleh kearah Lily yang sudah meninggalkannya ke dalam rumah
"Sayaaang...."
"Huhhh". Kevin mengusap wajahnya kasar dan segera turun dari mobil
--
Di Kamar
Kevin melihat Lily yang sedang meringkuk diranjang dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"Kenapa lagi sih. Ntar aja lah ngurusinnya". Batin Kevin
Kevin segera masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya sebentar.
Seusai mandi, Kevin menyusul Lily ke ranjang untuk menyelesaikan masalah mereka hari ini.
Tapi niatnya diurungkan karena melihat Lily yang sudah tertidur.
"Maafin aku sayang".
"Harusnya gak kaya gini, cuma gara-gara cemburu aku jadi marah ke kamu. Aku gak mau kehilangan kamu sayang. Aku takut kamu ninggalin aku". Batin Kevin sambil mengusap kepala Lily
Malam ini,tidak ada ucapan dan pelukan tidur seperti biasa. Kevin juga memberikan jarak diantara mereka.
Kevin merasa aneh saat tidur tanpa memeluk istri kesayangannya itu. Tetapi mau bagaimana lagi. Ini semua akibat kesalahannya.
Kevin segera memejamkan matanya menyusul Lily yang sudah berada di alam mimpinya.
--
.
.
.
Bersambung
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
.
.
.
__ADS_1
(maap yaa baru update~)
--