Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Cuma Pura-Pura


__ADS_3

"Hah?". Kevin terlihat bingung dengan semua ini


"Kamu baik-baik aja sayang?". Tanya Kevin


"Iya, aku baik-baik aja". Jawab Lily


Ceklek *pintu kamar hotel terbuka, keempat pria bertubuh besar tersebut masuk dan berpamitan untuk pergi


"Tugas kami sudah selesai nona, kami permisi". Ucap salah satu pria tersebut


"Terima kasih". Ucap Lily


Mereka berempat kompak membungkuk dan segera keluar dari kamar hotel


Setelah menyadari kalau ini semua adalah rencana Lily, Kevin terduduk dan menangis, bagaimana bisa istrinya melakukan ini, sengaja membuatnya panik setengah mati karna mencari dirinya kemana-mana


"Sayaang, jangan nangis dong hehehe ". Ucap Lily sambil memeluk Kevin


"Kamu ngerjain aku saayaang? Hikss hikss"


"Hehe maaf, ayo bangun". Ucap Lily sambil membantu Kevin berdiri dan membawanya duduk di tepi ranjang


"Ya Allah kamu tau nggak gimana paniknya aku, aku takut, khawatir, pusing nyari kamu kemana-mana". Ucap Kevin dengan suara yang sudah serak karna terus menangis sedari tadi


"Iyaa aku tau sayang, maaf yaa..udah jangan nangis lagi". Lily pun menghapus sisa air mata di pelupuk mata Kevin


Kevin memperhatikan seluruh sudut kamar Hotel saat ini, kamar yang terlihat elegan dan mewah, dilengkapi dengan fasilitas yang bagus serta lengkap, pantas saja Kevin sempat berfikir jumlah kamar di lantai ini sangat sedikit karena ini adalah lantai untuk kamar-kamar termahal.


Kamar mahal ini disulap oleh Lily menjadi kamar yang romantis, hangat dan intim


Tidak lupa dengan dekorasi cantik untuk mempermanis kamar ini dan kelopak mawar merah yang bertaburan di ranjang berukuran king size


Tok tok


Terlihat seorang pelayan Hotel wanita serta 4 orang pelayan pria masuk kedalam untuk mengantar kue ulang tahun serta menyiapkan makan malam romantis untuk Lily dan Kevin


"Selamat malam nona"


Lily mengangguk untuk mempersilahkan kelima pelayan tersebut untuk melakukan tugasnya didalam


Setelah selesai, kelima pelayan tersebut membungkuk dan keluar dari kamar mereka


"Sayang, kalo semua ini rencana kamu, penculik tadi siapa? Kamu bayar mereka?". Tanya Kevin


"Iya, mereka bukan penculik, mereka itu anak buahnya ayah, tapi sekarang mereka jaga di proyek. Aku nyuruh mereka buat pura-pura culik aku hehe".


"Ya Allah, bener-bener kamu ya, niat banget dan aku sama sekali ngga tau soal ini, ulang tahun aja aku gak inget".


"Hehehe sengaja...oh iya kamu bawa uang 50 juta nya?". Tanya Lily

__ADS_1


"Bawa sayang, itu". Ucap Kevin sambil melirik tas yang berada di karpet


"Eh aku kira gak bawa, kan cuma ngetes doang hahaha".


"Mana mungkin gak bawa, aku bakal kasih apa aja asalkan kamu kembali sama aku". Ucap Kevin


"Hihi so sweet..."


"Tapi akting aku keren ngga sih? Pura-pura nangis hehe". Ucap Lily


"Keren sayang, bagus. Cocok jadi penyanyi". Jawab Kevin


"Haaa gak nyambung hahaha.."


"Aku aja nahan tawa akting begitu, sebenernya om-om tadi juga pengen ketawa, cuma gak berani kali, jadinya senyum-senyum doang". Ucap Lily


"Ya iyalah mana berani ngetawain boss nya, tapi aku denger ada yang bilang mau pake kamu? Kok berani banget?". Tanya Kevin


"Aku yang nyuruh, biar kamu makin panik hehe".


"Ya Allah, ada-ada aja kamu nih".


"Oh iya tiup lilin yuk". Ajak Lily


"Yukk".


"Huh". Tiba-tiba Kevin meniup wajah Lily


"Katanya tiup lilin". Ucap Kevin


"Hah?...."


"Diihh lilin bukan Lily". Ucap Lily


"Hahaha lemot".


Lily tersenyum dan menggandeng tangan Kevin menuju meja tempat kue ulang tahun bertingkat 2.


"Hah jadi suami aku baru 17 tahun? Gak kebalik? 71 kali". Ucap Lily saat melihat lilin berwarna biru diatas kue dengan angka 17


"Hahaha ngeledek". Ucap Kevin


Lily pun segera menyalakan lilin nya dan meminta Kevin untuk membuat harapan


"Make a wish". Ucap Lily


"Harapan aku cuma satu, bahagia sama kamu selamanya". Ucap Kevin


"Aamiin". Ucap Lily sambil tersenyum

__ADS_1


Kevin pun memejamkan matanya dan berdoa dalam hati, setelah itu meniup lilin yang ada di hadapannya


"Huuhh".


"Horee". Lily bertepuk tangan saat Kevin sudah meniup lilinnya


Kevin mendekat kearah Lily dan memeluknya dengan erat


"Makasih sayang buat semuanya, kamu berhasil bikin aku panik, marah, sedih, bahagia, terharu jadi satu..."


"Ini ulang tahun yang gak bakal pernah aku lupain, ulang tahun pertama aku bareng kamu, istri kesayangan aku..."


"Makasih sayaang".


"Iya sama-sama". Ucap Lily sambil mengusap-ngusap punggung Kevin


"Oh iya sayang, kamu harus bikin KTP sama SIM". Ucap Lily


Seketika Kevin melepaskan pelukannya dan tertawa ngakak


"Hahaha ampuuunn...tiba-tiba bahas KTP sama SIM hahaha".


"Eh potong kue nya dulu yuk, gak afdol kalo kue nya gak di potong hahaha". Ucap Lily


Kevin pun menghampiri kue tersebut dan memotongnya, setelah itu menyuapi Lily dan bergantian dengan Lily yang menyuapi Kevin


"Nah kalo kaya gini kan enak hehe.."


"Sekali lagi selamat ulang tahun yaa Kevin ganteng suami aku". Ucap Lily sambil memeluk Kevin


Kevin pun tersenyum dan membalas pelukan Lily dengan erat.


"Hehe iyaa makasih sayaaaang".


"Kamu ngga marah kan di kerjain kaya gini?". Tanya Lily


"Hmm gimana mau marah, malah aku seneng, terharu kamu sampe siapin ini..dan pake kamar mahal? Padahal dirumah kan bisa sayang". Ucap Kevin


"Hehe gapapa, aku pengen suasana yang beda di ulang tahun suami aku".


Kevin kembali memeluk Lily, Kevin merasa sangat bahagia malam ini, pertama kali dalam hidupnya ia mendapatkan kejutan tak terduga di hari ulang tahunnya dan istrinya lah yang memberikan ini semua.


--


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya~


__ADS_2