
Di sisi lain, Kevin sedang berada di bengkel milik teman sekelasnya untuk memperbaiki bemper dan lampu yang pecah
Kevin tidak tahu kalau Lily menelfonnya karena ponsel Kevin berada di dalam mobil
"Nih mobil gue tinggal ya, kalo udah kelar chat aja". Ucap Kevin
"Ok siap. Ntar gue chat". Ucap teman Kevin
Kevin meraba-raba saku jaket dan celananya untuk mengambil ponselnya
Namun dirasa ponselnya tidak ada, Kevin pun menuju mobil dan mengambilnya
Melihat ada notifikasi 3 panggilan tak terjawab dari Lily, membuat Kevin panik seketika
"Ya Allah, kenapa nih". Batin Kevin
Kevin mencoba untuk menghubungi Lily dan syukurlah Lily menerima panggilannya
"Halo sayang kamu gak kenapa-napa kan?". Tanya Kevin
"Gapapa, aku mau pulang tapi mobilnya mogok nih keabisan bensin, gimana nihh. Pom masih jauh".
"Kamu dimana biar aku susul".
"Aku di..jalan merdeka di depan showroom motor".
"Oke tunggu ya, di dalem mobil aja jangan keluar, aku kesana sekarang".
"Iya sayang hati-hati".
-tut
Lily memutus sambungan telfonnya dan masuk kedalam mobil menunggu Kevin
Tetapi sudah hampir 10 menit Kevin belum juga muncul.
Lily yang sudah merasa bosan pun memutar musik di mobilnya sambil bernyanyi-nyanyi
Tok tok *suara ketukan dari kaca mobil Lily
"Mbak saya mau antar bensin mbak". Ucap bapak-bapak dari luar mobil Lily
Lily yang tidak begitu jelas mendengar ucapan bapak tersebut segera mematikan musik dan menurunkan kaca jendelanya
"Kenapa pak?".
"Saya disuruh mas Kevin mengantar bensin untuk mbak". Ucap bapak tersebut sambil menunjukkan jerigen serta corong minyak
__ADS_1
"Ooh, orangnya mana?". Tanya Lily
"Saya kurang tau mbak, kayaknya mas Kevin lagi dijalan mau kesini mbak.. "
"Saya isi bensin nya ya mbak".
"Oh iyaa pak".
Tidak berselang lama, dari pantulan kaca spion Lily melihat Kevin yang baru turun dari taksi
Lantas sebuah senyuman terukir di bibir Lily, gak terpikirkan oleh Lily kalau Kevin akan menyuruh orang untuk membawakannya bensin.
Padahal yang ada bayangan Lily yaitu Kevin akan mendorong mobilnya sampai menemukan pom bensin.
Setelah mengisi bensin, Kevin memberikan uang kepada bapak tersebut dan menghampiri Lily di kursi kemudinya
"Udah beres nona, silahkan lanjutkan perjalanannya". Ucap Kevin sambil mencondongkan badannya kearah pintu kemudi Lily
"Iihh sini masuk". Ucap Lily
Kevin tersenyum dan berlari kecil menuju kursi disamping Lily
"Makasih sayang". Ucap Lily
"Makasih doang, imbalannya mana". Ucap Kevin
"Ntar malem aja dikasur". Ucap Kevin
"Iihh mulai deh". Ucap Lily sambil mencubit pinggang Kevin
"Awww sakit banget kalo nyubit". Ucap Kevin sambil mengusap pinggangnya
"Rasain..."
"Kok kamu nyuruh orang sih, aku kira bakal kamu dorong mobilnya sampe ke pom hahahaha".
"Ya kali sayang, bisa rontok tulang aku". Ucap Kevin
"Hahaha lebay".
"Ayo pulang, aku mau tagih imbalannya sekarang". Ucap Kevin
"Iihh rese". Ucap Lily
"Hahaha biariinn".
Lily pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah
__ADS_1
"Gimana tadi? Pasti oma nya nyuruh kamu balikan deh". Ucap Kevin
"Kok tau?". Tanya Lily
"Udah pasti itu, tapi di tolak kan sama kamu?".
"Iya".
"Alhamdulillah". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Kerumah papa dulu yuk sayang". Ucap Lily
"Boleh boleh".
"Okey". Lily pun melajukan mobilnya menuju rumah Bastian.
--
Sesampainya mereka dirumah Bastian, ternyata sepi. Bastian dan Anita tidak ada dirumah. Sedang ada acara bersama relasi bisnis mereka
Akhirnya mereka pun menunggu dikamar Kevin, menidurkan diri mereka di ranjang sambil bermain ponsel masing-masing.
"Kamu laper ngga sayang?". Tanya Kevin
"Engga". Jawab Lily sambil fokus pada ponselnya
"Aku kebawah dulu yaa, mau makan". Ucap Kevin
"Iyaaa".
Kevin pun meninggalkan Lily dikamarnya dan segera turun kebawah untuk mengisi perutnya
Sementara Lily yang sedari tadi sibuk pada ponselnya, lama-lama merasakan ngantuk dan akhirnya tertidur.
Tidak sampai 10 menit, Kevin sudah kembali ke kamarnya dan menyusul Lily di ranjang
"Dih malah tidur, baru aja mau di unboxing hehe". Batin Kevin sambil tersenyum memandang Lily.
--
Bersambung..
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
__ADS_1
--