
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Lily sudah tiba di depan rumahnya.
"Thanks ya Del". Ucap Lily lalu turun dari mobil Adel
"Byeee Ly". Hana melambaikan tangannya ke Lily
"Bye... Hati-hati ya". Ucap Lily sambil membalas lambaian tangan Hana
Lily segera masuk kedalam rumah dan melihat Kevin sedang duduk dimeja makan sedang meminum soft drink.
"Sayaaang". Lily memanggil Kevin dengan lembut
Kevin menoleh dan langsung menghampiri Lily dan memeluknya
Cup. Seperti biasa, tidak pernah lupa kecupan dibibir keduanya
"Kok lama?". Tanya Kevin
"Iyaa, kan mobilnya mogok, trus agak macet dijalan, jadi lama". Ucap Lily sambil bergelayut manja di leher Kevin
"Ayo kekamar". Kevin menggendong Lily naik ke tangga menuju kamar mereka
"Kamu belum mandi kan Vin?". Tanya Lily
"Belum sayang, nungguin kamu".
"Tadi mobil Adel dibenerin siapa?". Tanya Kevin
"Hmm ada bapak-bapak yang bantuin, untung bisa nyala". Jawab Lily
"Tadinya mau aku jemput tapi kata kamu gak usah".
"Buka pintunya sayang". Ucap Kevin dan Lily segera membuka pintu kamar mereka
Kevin mendudukkan Lily di ranjang dan melepas sepatu Lily
"Capek ngga?". Tanya Kevin
"Engga sih".
"Mau mandi sekarang?". Tanya Kevin
"Iyaa ayoo..". Lily bangun dan menarik tangan Kevin masuk kekamar mandi
Mereka berdua pun mandi bersama seperti biasanya.
--
Malam hari, Lily sedang membaca dokumen perusahaan Rama yang sudah ia ambil dari ruang kerja sang ayah.
Walau sebenarnya berat untuk Lily, tetapi ini adalah amanah dari sang ayah dan Lily harus menjalankannya dengan baik.
"Sayang, udah belum?". Tanya Kevin yang sedari tadi sudah bosan karena menunggu Lily menyelesaikan bacaannya.
"Kenapa sayang?". Tanya Lily
"Sini boboan. Lama banget ih daritadi".
"Bentar lagi yaa".
"Hmmm. Jangan lama napa"
"Hihihi kenapa sih tu anak". Batin Lily sambil tersenyum
10 menit kemudiaan, Lily menyelesaikan bacaannya dan segera menyusul suaminya yang sedari tadi sudah uring-uringan di ranjang
"Sayang, kenapa sih?". Ucap Lily sambil menyisir rambut Kevin dengan jarinya
"Besok aku futsal".
"Yaa terus?". Tanya Lily
"Ishh kasih semangat gitu kek". Ucap Kevin
"Kasih semangat? Hmmm..."
"Semangat Keviiinn semangaaattt". Ucap Lily sambil mengepalkan kedua tangannya di udara
"Dih gak peka". Ucap Kevin
"Lah? Hahaha aku harus ngapain?".
"Ya Allah". Ucap Kevin
__ADS_1
"Haha apaan sih Vin, yang bener coba".
"Sayang, masa gak tauu?". Tanya Kevin
"Engga".
Tiba-tiba Kevin membaringkan tubuh Lily dan mengurungnya dalam kungkungannya
"Greget ih, gak peka sama kemauan suaminya". Ucap Kevin
"Hahaha aku udah tau kali, tapi pura-pura gak tau aja".
"Hiihhh, aku abisin malem ini loh".
"Ayoo, siapa takut". Ucap Lily
"Heeee nantangin".
Cup Kevin mengecup bibir Lily sekilas
"Tapi sayaang, besok kan kamu tanding, jadi malem ini gak boleh kecapean". Ucap Lily sambil mengelus wajah Kevin
"Iyaa gapapa, yang penting malem ini aku dapet semangat dari kamu".
Lily tersenyum lalu menangkup wajah Kevin yang ada diatasnya
"Love you Vin".
"Love you too Ly".
Kevin mencium bibir Lily dan ********** dengan lembut.
Selanjutnya terjadilah pergulatan panas diantara mereka dan berakhir dengan semburan cinta milik Kevin di dalam rahim Lily.
"Makasih sayangkuu". Ucap Kevin lalu mengecup kening Lily
"Sama-sama sayang". Lily mengusap pipi Kevin dengan lembut
Kevin melepaskan tautan nya lalu segera berpindah ke samping Lily dan memeluk Lily dengan erat
"Sayang aku mau nanya,2 kali aku ngeluarin di dalem. Emang gapapa?". Tanya Kevin
"Dih gak ada pertanyaan lain apa?".
"Ya emang kenapa? Semua istri pasti pengen hamil lah sayang..."
"Lagian bentar lagi aku lulus, kalo dikasih cepet ya syukur" .
"Aamiin". Ucap Kevin
Lily tersenyum mendengar jawaban Kevin
"Emang kamu mau masih sekolah tapi udah punya anak? hehe". Tanya Lily
"Yaa gapapa,aku siap kok". Jawab Kevin percaya diri
"Hmmm... berdoa aja ya sayang". Ucap Lily
"Iyaa,yaudah bobo yuk". Ucap Kevin sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka
"Good night suamiku".
"Good night istriku...yang sexy hehe".
Lily terkekeh mendengar ucapan Kevin
Mereka pun segera memejamkan mata karena merasa lelah setelah pertempuran panas yang mereka lalui.
--
Pagi hari.
Lily bangun tidur pukul 4.30. Sengaja bangun lebih awal untuk melakukan mandi wajib dengan Kevin
"Sayaang bangun.."
"Iihh bangun, mandi dulu".
"Sayaanggg".
"Eunghh..apaa". Ucap Kevin sambil mengerjapkan matanya
"Udah subuh, mandi dulu abis itu sholat".
__ADS_1
"Iyaa iyaa bentar, nyawanya belum ngumpul". Ucap Kevin sambil bangun dari posisi tidurnya
"Aku duluan yaa".
"Diihh bareengg". Ucap Kevin
"Yaudah bangun".
"Nih udah bangun". Ucap Kevin
"Mana orang masih duduk".
"Nihh".
Tiba-tiba Kevin menyingkap selimutnya dan memperlihatkan pusakanya yang sudah tegak sempurna hingga membuat Lily terbelalak.
"Vin,serius iihh".
"Apa sayaang,kamu mau ngga?Nih".
"Tau ah,aku duluan.."
"Masih subuuhhh udah mesum". Gumam Lily sambil berjalan menuju kamar mandi
"Hahaha tungguin". Kevin berlari kecil menyusul Lily kedalam kamar mandi.
--
Lily dan Kevin sudah selesai mandi dan sholat subuh. Saat ini mereka sedang bersiap memakai seragam dan segera turun kebawah.
"Sayang, jangan cantik-cantik nanti banyak yang naksir". Ucap Kevin sambil mengelus rambut Lily yang sedang di sisir
"Lahh terus kamu maunya aku jelek gitu?".
"Mau jelek atau cantik, aku tetep sayang sama kamu". Ucap Kevin sambil mencium puncak kepala Lily
"Kata seekor buaya". Sambung Lily
"Hahaha serius sayang... "
"Ayuk turun, aku gendong". Ucap Kevin
Lily langsung merentangkan tanggannya dan disambut oleh Kevin yang menggendong Lily menuju keluar kamar
"Kamu berani gak gendong aku kaya gini di sekolah?". Tanya Lily
"Berani, kamu mau aku gendong sampe kelas?".
"Hmm engga sih.. malu ntar banyak yang liat hehe".
Lily menyisir rambut Kevin dengan jarinya
"Ganteng banget sih, di sekolah gak ada yang naksir sama kamu?".
"Kayaknya gak ada, ketutup sama imej aku yang jelek kali, jadi gak ada yang suka.... "
"Beda sama kamu, sempurna banget". Ucap Kevin lalu tersenyum dan
Cup
Kevin mengecup bibir Lily sekilas
"Kamu gak mau turun sayang?". Tanya Kevin
Lily melihat sekeliling ternyata mereka sudah sampai di meja makan
"Hahaha gak nyadar aku". Ucap Lily sambil turun dari gendongan Kevin
"Saking terpesonanya yaa". Ucap Kevin tersenyum meledek
Sementara Dina hanya tersenyum melihat mereka berdua
"Silahkan non ,den, saya permisi ke belakang dulu". Ucap Dina yang meninggalkan Lily dan Kevin setelah mengantar gelas untuk mereka
Sementara Lily dan Kevin menikmati sarapan mereka dan segera berangkat sekolah.
--
.
.
--
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~