
"Hai Kevin".
"Silvi". Ucap Kevin
"Oh god, ada Silvi juga". Batin Lily.
"Boleh gabung ngga?". Tanya Silvi
Lily, Kevin dan Rian tidak ada yang menjawab pertanyaan Silvi, tetapi Silvi tetap duduk di sebelah Kevin
"Lu yang waktu itu di tongkrongannya Kevin kan?". Tanya Silvi pada Rian
"Hmm". Rian berdehem menjawab pertanyaan Silvi
"Mau aku ambilin minum sayang?". Tanya Kevin
"Hmm boleh". Jawab Lily
Kevin pun bangun dan menuju meja tempat minuman, Silvi pun juga bangun dan mengikuti Kevin
"Sabar kak, ini ujian buat pernikahan kakak". Ucap Rian
"Hahaha apaan sih". Ucap Lily
Tetapi ada benarnya ucapan Rian, kesabaran Lily kembali diuji dengan melihat suaminya kembali ditempeli oleh perempuan lain
"Jangan ngerusak suasana Ly, ini hari bahagianya mama sama papa". Batin Lily
Kevin pun sudah kembali dengan membawa 2 gelas air berwarna merah untuk dirinya dan Lily
Acara pun dimulai, Mc mulai membuka acara dan satu persatu rangkaian acara dilaksanakan
Dan tak henti-hentinya suara tepukan tangan dari para tamu undangan memenuhi seisi taman bahkan terdengar sampai keluar
Lily, Kevin dan Rian pun juga turut menikmati acara tersebut, sambil sesekali mengobrol dengan santai, sementara Silvi sudah tidak tahu kemana.
"Sayang, aku ke toilet dulu ya". Ucap Kevin
Lily mengangguk dan tersenyum
Kevin pun masuk ke dalam rumah untuk menuju toilet yang terletak dibawah samping dapur, tentunya hanya Kevin yang boleh memasuki toilet didalam rumahnya, sementar untuk tamu undangan, memakai toilet yang berada di pavilun di samping taman.
"Kevin". Silvi memanggil Kevin yang baru keluar dari toilet
Kevin pun menghentikkan langkahnya dan menatap Silvi
"Kenapa?". Tanya Kevin
Tiba-tiba Silvi mendekat dan memeluk Kevin
"Apa-apaan sih, lepas ngga". Ucap Kevin sambil melepaskan tangan Silvi yang melingkar di pinggangnya dan berhasil
"Vin, kenapa sih lu gak pernah mandang gue? Apa gue kurang cantik dari cewek lu?". Tanya Silvi
"Gak jelas". Ucap Kevin
"Gue suka sama lu, dari SMP". Ucap Silvi
"Tapi gue gak suka sama lu". Ucap Kevin
"Kenapa? Apa yang kurang dari gue? Gue gak menarik kaya cewek lu? Lagian apa sih yang lu liat dari dia? Dia gak ada apa-apanya". Ucap Silvi
__ADS_1
"Dijaga kalo ngomong". Ucap Kevin
"Gue sayang sama lu Vin". Ucap Silvi.
Silvi mendekat dan meraih tangan Kevin tetapi Kevin buru-buru menepisnya
"Lu sama sekali gak suka sama gue? Sedikit pun?". Tanya Silvi
"Gak". Jawab Kevin
Silvi menghela nafasnya, ia berjinjit dan mengecup bibir Kevin sekilas.
CUP
Brak
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh, Kevin dan Silvi kompak menoleh ke sumber suara
"Lily".
Lily buru-buru mengambil ponselnya yang terjatuh dan segera berlari meninggalkan rumah Bastian
"Gara-gara lu". Ucap Kevin
"Kevin tunggu Vin".
Kevin pun segera berlari mengejar Lily.
--
Sakit, rasanya sangat sakit. Itu lah dirasakan oleh Lily, Lily memaksa berlari dengan kaki yang menggunakan heels. Ia berlari keluar rumah sampai hampir menabrak mobil yang baru datang, mobil tersebut pun berhenti mendadak
Mobil tersebut kembali melaju dan menyusul Lily yang sedang berlari
Tin tin
"Lily!!".
"Tommy".
"Tom bawa gue pergi Tom".
Tommy pun menghentikan mobilnya, dan Lily pun bergegegas masuk kedalam mobil Tommy
Didalam mobil Tommy, tangis Lily pecah, Lily menangis sejadi-jadinya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Ada apa Ly, kenapa lari-lari?". Tanya Tommy
"Gue liat Kevin ciuman". Jawab Lily
"Hah? Serius lu?".
"Iyaaa, sama temennya".
"Cewek yang waktu itu ke sekolah?".
"Hmmm".
"Anji*g, gak ada otaknya".
Lily meraih ponselnya dan menonaktifkan Gps serta ponselnya agar Kevin tidak bisa menghubunginya
__ADS_1
"Sumpah sakit banget Tom, gak nyangka gue dia bisa sejahat ini".
"Sabar Ly, gue kasih pelajaran nanti, lama-lama makin kurang ajar, gue ingetin dari kemarin tapi apa, iya iya doang, sampe kejadian kaya gini". Ucap Tommy
"Gue nyerah Tom, Kevin udah gak sayang sama gue, setelah anak ini lahir gue minta pisah". Ucap Lily
"Pikirin baik-baik Ly, jangan ngambil keputusan disaat lu lagi marah, emosi".
"Ini yang terbaik Tom, temen lu tuh udah kelewat batas, gue gak bisa terima lagi".
"Kalo lu udah tenang lu pikirin lagi, jangan buru-buru ngambil keputusan..."
"Udah jangan nangis lagi, lu mau kemana? Pulang?. Tanya Tommy
"Gak mau, gue mau ke danau, mau tenangin diri". Jawab Lily
"Yaudah, gue anterin".
Tommy pun membawa Lily ke danau, setelah tiba disana Lily takjub melihat danau yang terlihat bagus pada malam hari, banyak lampu warna-warni serta lampu taman yang berjejer disekitar danau
Lily mendudukan bokongnya di kursi panjang, sementara Tommy berdiri di belakangnya, memperhatikan Lily yang kembali menangis
"Hufftt"
"Katanya mau nenangin diri, malah nangis lagi". Batin Tommy
"Kasian banget, lagi hamil malah di sakitin terus-terusan". Batin Tommy
Tommy mengusap wajahnya dan berjalan menghampiri Lily, mengusap-ngusap punggung Lily agar sedikit lebih tenang
Lily pun mendongak dan menatap Tommy, sahabat suaminya ini sangat baik, dia yang selalu ada untuk Lily disaat Lily dan Kevin sedang berada dalam masalah, Tommy lah yang paling dewasa dan selalu mengingatkan hal-hal yang baik untuk hubungan Lily dan Kevin
"Tom".
Lily bangun dan memeluk Tommy, menangis sampai membasahi kaos yang dipakai Tommy
"Udah, jangan nangis lagi". Ucap Tommy sambil mengusap punggung Lily
"Gue mau pisah, gue udah gak kuat".
"Jangan, ini bisa diomongin baik-baik, kasian anak lu nanti Ly...tenang dulu".
Lily melepaskan pelukannya dan menatap Tommy,
"Tom".
"Kenapa? hahaha liat tuh, cemong banget". Ucap Tommy sambil melirik ke wajah Lily
"Hmm".
Lily menghapus air matanya dengan tangannya, sementara Tommy mengeluarkan sapu tangan dari saku jaketnya
"Ngapain sih dandan begini, aneh tau ngga, gue apus ya". Ucap Tommy
Lily mengangguk dan membiarkan Tommy menghapus riasan yang rusak diwajahnya
--
Bersambung...
.
__ADS_1