Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Terus Terang


__ADS_3

Kevin membaringkan tubuhnya ke ranjang


Kevin melirik jam sudah menunjukkan hampir pukul 7 pagi


Kevin pun mengambil ponsel di nakas samping tempat tidur dan membuka pesan


"Vin kemana lu"


Ternyata sudah ada pesan masuk dari Tommy


"Dirumah. Gue sakit". Balas Kevin


"Lah si anji*g. Bisa sakit juga lu". Balas Tommy


"Bangs*t. Gue mau tidur dulu. Gue di alpa-in aja gapapa. Gue males izin ke guru". Balas Kevin


"Wwkwk terbaik emang lu". Balas Tommy


--


Di kelas Kevin


"Hahhaa si Kevin sakit katanya nih" . Ucap Tommy tertawa


"Lemah anji*g gitu doang sakit. Semalem balik ujan-ujanan sama gue". Ucap Rian


Kriiingg *bel masuk sekolah berbunyi


Pelajaran segera dimulai


--


Sementara di kelas Lily


"Del, Lily kemana?". Tanya Hana


"Gue gak tau, tumben gak masuk. Sakit kali?". Sambung Hana


"Masa sakit. Kemarin ke mall gak apa-apa tu dia". Jawab Adel


Hana hanya mengangkat kedua bahunya


--


SKIP


Jam istirahat


Adel dan Hana berjalan ke kantin


Dan bertemu Aldo di koridor kelas


Mereka bertiga pun berjalan ke kantin dan duduk di warung bakso


Gak sampai 5 menit bakso pesenan mereka pun datang, mereka pun melahap bakso sesekali ngobrol


"Lily gak ikut ke kantin? ". Tanya Aldo


"Dia gak masuk. Gak tau kenapa. Gak ada keterangan lagi" . Jawab Hana


"Oh iya, kita kan kemarin ke mall Do, naik taksi bertiga,pas banget Lily duduk samping gue, trus gue ngintip Lily lagi chat-an sama cowoknya. Namanya.. Kevin" . Ucap Adel dengan suara pelan saat menyebut nama Kevin


"Hah? Kevin? ". Ucap Hana


"Ooh jadi namanya Kevin". Ucap Aldo manggut-manggut


"Kevin yang mana anjiir? Se-angkatan sama kita?". Tanya Hana penasaran


Adel pun hanya mengangkat kedua bahunya.


"Gimana kalo nanti pulang sekolah kita kerumah Lily, gue kepo kenapa Lily gak masuk. Apa dia sakit". Usul Adel


"Lu ikut gak Do? ". Tanya Hana pada Aldo


"Ah gak deh, nanti malah jadi masalah lagi". Jawab Aldo


Mereka pun melanjutkan kegiatan makan mereka


--


SKIP


Kriingg *suara bel tanda pelajaran berakhir


"Yuk jadi gak?" . Tanya Adel


"Ya jadi lah, ayo naik".


Hana pun naik ke motor Adel dan mereka pun menuju rumah Lily


--


20 menit perjalanan. Mereka pun tiba dirumah Lily


Penjaga rumah Lily membukakan pintu gerbang, Adel pun segera memasuki motornya ke halaman rumah Lily


Tok tok tok


"Assalamualaikum".


Adel mengetuk pintu utama rumah Lily


Terlihat Mbok Minah yang membukakan pintu


"Waalaikumsalam...eh non Adel, non Hana".


"Hehe iya mbok. Lily ada gak mbok? ".


"Ada non, mari silahkan masuk". Ucap Mbok Minah


"Mau mbok antar ke kamar non Lily, non? ". Tawar mbok Minah pada Adel dan Hana


"Hmm gak usah Mbok, kita sendiri aja". Jawab Hana


"Ohh yaudah, kalo gitu mbok ke dapur dulu". Ucap mbok Minah lalu menunduk dan segera ke dapur


"Yuk naik". Adel menunjuk tangga dengan dagu nya


Hana hanya mengangguk


"Sepi banget, bokapnya mana? ". Tanya Hana berbisik


"Gak tau, dikamarnya kali". Jawab Adel dengan berbisik juga


Adel dan Hana pun sudah sampai di depan pintu kamar Lily


Tok tok tok


"Ly, ini kita dateng". Ucap Adel

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari dalam


Jelas saja tidak ada yang menjawab, karena Kevin sedang tidur dan Lily pun sedang berada didalam kamar mandi ,jadi suara dari luar kamar tidak terdengar oleh Lily


"Gak dijawab". Ucap Adel


Adel pun mencoba memutar kenop pintu


"Eh gak dikunci". Ucap Adel


"Yaudah buka". Ucap Hana


Saat Adel membuka pintu, mereka terbelalak


"HAAHHH". Adel dan Hana kompak membuka mulutnya


Mereka melihat Kevin yang sedang tidur di ranjang Lily dengan posisi menghadap arah pintu


"Del, ada cowok". Ucap Hana sambil menyikut-nyikut Adel


"Iya iya gue liat". Ucap Adel dengan suara pelan


Lily pun keluar dari kamar mandi dan melihat pintu kamar terbuka


Posisi Adel dan Hana tidak terlihat oleh Lily


"Loh kok pintu kebuka? Kevin kan tidur? Apa tadi Mbok Minah masuk trus lupa tutup kali ya". Batin Lily


Saat Lily berjalan kearah pintu betapa terkejutnya Lily melihat kedua sahabatnya sedang berdiri mematung memperhatikan ke dalam kamar


"Hah? Adel? Hana??!! " . Ucap Lily setengah berteriak


Lily pun menoleh ke ranjang tempat Kevin tidur


"Astaga, mampus gue, mereka ngeliat Kevin" . batin Lily cemas


Dengan takut Lily menatap Adel dan Hana


"Ly? Lu nyembunyiin sesuatu dari kita? ". Ucap Adel penuh selidik


"Oh my God. Apa ini waktunya mereka tau semuanya". Batin Lily


Lily menengadah kepalanya ke atas dan membung nafas kasar


"Ly, ini ada apaan sih. Tu cowok siapa? Jelasin Ly". Ucap Hana


"Huufftt" .


"Ayo masuk dulu, gue jelasin di dalem". Ucap Lily


Mereka bertiga pun masuk ke dalam. Adel dan Hana duduk di sofa sedangkan Lily menarik kursi di meja belajarnya ke dekat sofa


Adel dan Hana terus saja memperhatikan Kevin sejak masuk ke kamar tadi


"Ly sumpah,gue kepo banget. Dia siapa" . Tanya Hana sambil mengguncang-guncang tangan Lily


Lily menarik nafas dalam-dalam


"Dia suami gue". Ucap Lily


"APAAA??!!!!!". Adel dan Hana kompak berteriak


Karena suara mereka yang cukup kencang,Kevin pun terbangun dan menoleh ke belakang ke arah sofa tempat Lily, Adel dan Hana duduk


"Loh ada temen-temennya Lily. Gimana ini". Batin Kevin panik


Kevin pun menatap wajah Lily yang terlihat pasrah dengan keadaan


Kevin mengangguk


"Kata Aldo- ". Ucap Hana kemudian segera di senggol oleh Adel


"Aldo? Dia bilang apa? " . Tanya Lily


"Dia bilang apa Han? Del? ". Tanya Lily lagi


"Eumm gini Ly, kemarin dia cerita kalo dia di... hajar sama... " . Ucap Adel lalu menunjuk ke Kevin dengan dagu


Kevin pun beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi


Adel dan Hana pun memandang Kevin yang sedang berjalan ke kamar mandi


"Ly, lu serius gak sih? Dia beneran suami lu? Kata Aldo dia satu sekolah sama kita? Tapi kok gue gak pernah liat? ". Tanya Hana


"Iya bener,dia anak kelas 2. Ya mungkin kalian gak pernah liat". Jawab Lily


"Oh My...adik kelas lu nikahin?". Ucap Adel tidak percaya


"Ya gue di jodohin sama bokap,gue juga gak tau kalo cowoknya tuh dia". Jawab Lily


"Hmm tapi kalo boleh jujur ya, dia ganteng juga Ly, badannya juga bagus tinggi gitu". Ucap Hana


Pletak


Adel menjitak kepala Hana


"Suami sahabat lu aja masih lu puji-puji. Bener-bener genit lu ya" . Ucap Adel


"Aduuhh.. Ya kan gue ngomong jujur" . Ucap Hana sambil mengusap kepalanya


"Siapa namanya Ly? ". Tanya Adel pura-pura gak tau.


"Kevin".


Adel hanya manggut-manggut


Ceklek *pintu kamar mandi terbuka


Kevin pun berjalan keluar kamar


"By the way, udah berapa lama lu nikah sama dia?" .Tanya Adel


"Baru kok, belum ada seminggu". Ucap Lily


"Lah, minggu kemarin dong". Sambung Hana


"Iya, pas gue gak dateng kerumah lu Del, itu hari pernikahan gue sama Kevin".


"Astagaa". Ucap Adel


"Dan ini...cincinnya. Kevin juga pake". Ucap Lily menunjukkan jarinya kepada sahabatnya


Adel dan Hana manggut-manggut


"Eh eh gue penasaran deh, lu udah di unboxing belum sama dia hehehe". Tanya Hana


"Hann, gak sopan nanya-nanya gituan. Biarpun Lily sahabat kita tapi itu kan urusan pribadi Lily". Ucap Adel menoleh ke Hana


Hana pun memanyunkan bibirnya

__ADS_1


"Ya sorry, kalo gak mau jawab juga gak apa-apa". Ucap Hana


"Hahahaha santai aja kali, btw belum kok. Gue masih tersegel. Lagian Kevin juga ga pernah minta. Dia ngehargain gue. Dia tau kalo gue belum siap". Jawab Lily


"Tuhkan, udah ganteng, pengertian lagi". Ucap Hana


"Ly, lu tabok deh mulut si Hana nih. Kalo dibiarin lama-lama suami lu embat sama dia". Ucap Adel


"Yeeee apaan sih lu. Gue gak kaya gitu ya". Ucap Hana dengan wajah kesal


"Hahahaha udah- udah... ".


"Bye the way sorry ya kalo gue gak ceritain ini dari awal ke kalian. Tadinya gue belum siap,gue butuh waktu. Eh ternyata waktunya dateng dengan sendirinya". Ucap Lily


"Iya santai aja lah". Jawab Adel


"Tapi,kalian bisa kan rahasia-in ini. Gue gak mau anak-anak di sekolah atau guru ada yang tau,termasuk Aldo". Ucap Lily


"Sama gue sih pasti aman Ly,tapi gak tau deh kalo Hana,dia kan asal ngomong aja mulutnya. Bisa-bisa keceplosan" . Ucap Adel milirik Hana dengan tatapan tajam


"Apaan lu liatin gue gitu. Udah lu tenang aja Ly,percaya sama gue,gue bisa jaga rahasia". Ucap Hana meyakinkan Lily


"Hahha iyaa iyaa gue percaya. Thanks bestie". Ucap Lily


"Oh iya kenapa kemarin Kevin mukulin Aldo? Lu tau gak sih,pagi-pagi muka si Aldo masih merah-merah". Ucap Adel


"Hah masa sih. Aduhh... Kevin tuh salah paham. Dia kira gue lagi ciuman sama Aldo di depan toilet belakang. Dia ngamuk, langsung hajar si Aldo sampe jatuh". Ucap Lily


"Waaww galak juga ya suami lu. Cemburu dia tuh". Sambung Hana


"Iyalah, suami mana yang gak marah liat istrinya sama cowok lain. Sampe dikira ciuman pula". Ucap Adel


"Kevin juga ngamuk ke gue. Gue harus jauhin Aldo,gue udah janji sama Kevin". Ucap Lily


"Tapi Aldo tuh kayaknya suka sama lu Ly". Ucap Adel


"Yaaa Kevin juga bilang gitu".


"Iyalah,suami itu tau siapa aja cowok yang mau deketin istrinya". Ucap Adel lagi


"Hahhhaa lebay lu". Ucap Lily


"Yaudah kalo gitu gue aja deh yang deketin Aldo,biar dia gak deketin lu lagi Ly". Ucap Hana


Adel pun menoleh sinis ke arah Hana


"Apa lagi sih Del salah mulu gue". Ucap Hana


"Lah lu kenapa gak masuk tadi Ly? Gak ngasih keterangan lagi ,lu di alpa-in tadi". Ucap Adel


"Ohh, Kevin sakit, semalem kehujanan. Dia minta gue buat dirumah ngurusin dia,dia gak mau ditinggal". Jawab Lily


"Lah dia lagi sakit? Kita ganggu dia istirahat dong . sorry Ly". Ucap Adel


"Lagi sakit aja masih perfect gitu, apalagi pas sehat". Ucap Hana asal lagi


"Dah lah ayo balik. Makin gak jelas mulut lu".


Adel menarik tangan Hana menuju pintu kamar


"Eh mau kemana sih?". Tanya Lily


"Gue mau bawa dia balik Ly. Udah lu urusin suami lu". Ucap Adel


Lily pun mengantar sahabatnya ke depan pintu utama rumah Lily


"Kita balik dulu ya Ly". Ucap Adel


"Dadaahhh". Ucap Hana sambil melambaikan tangan ke Lily


Lily pun tersenyum dan membalas lambaian tangan Adel


Lily pun masuk ke dalam rumah dan menuju ruang keluarga


Lily melihat Kevin berbaring di sofa


"Vin. Ayo ke kamar". Ucap Lily sambil merentangkan tangan ke arah Kevin


Kevin pun terduduk dan mengalungkan tangannya ke leher Lily sedangkan Lily memeluk pinggang Kevin


"Udah pada pulang? ". Tanya Kevin


"Iyaa udah kok" . Jawab Lily sambil memapah Kevin kekamar.


Lily pun membaringkan Kevin di kasur


"Kenapa malah keluar kamar?". Tanya Lily


"Ya gue gak enak lah, gue tau kalian ngomongin gue kan" .


"Hehe iya, gue juga udah cerita semua ke mereka. Tenang aja mereka bisa di percaya kok". Ucap Lily


Kevin manggut-manggut


"Ly, peluk gue dong". Ucap Kevin


"Hmm manja. Mana nih Kevin yang jagoan, yang suka hajar-hajar orang". Ledek Lily


"Lilyyyy... " . Rengek Kevin seperti anak kecil


Lily terkekeh dan membaringkan tubuhnya di samping Kevin


Kevin pun sedikit menurunkan tubuhnya. Hingga posisi kepala Kevin tepat berada di depan dada Lily


Lily yang posisinya berbaring miring mengahap Kevin pun terkejut


"Ehhh Vin.. "


"Hehe, gak apa-apa kan Ly?". Tanya Kevin mendongak ke arah wajah Lily


Entah kenapa Lily tidak bisa menolak suaminya, apalagi dengan kondisi Kevin yang pucat begini membuat Lily tidak tega .


Lagipula Kevin kan suaminya. Jadi gak masalah kalo Kevin ingin memeluk Lily seperti ini


"Iya, gapapa. Udah tidur lagi". Ucap Lily sambil menyisir lembut rambut Kevin.


Tidak perlu waktu lama, hanya 5 menit saja Kevin sudah kembali terlelap


Sepertinya pelukan Lily adalah benar obat tidur bagi Kevin


"Cepet sembuh ya" . Ucap Lily berbisik dan mencium rambut Kevin


--


Lily membiarkan Kevin tertidur sampai benar-benar pulas


Setelah itu Lily beranjak pelan-pelan tanpa suara dari ranjangnya


Dan keluar kamar untuk menuju dapur karena Lily merasa haus.

__ADS_1


--


__ADS_2