
Disisi Lain
Kevin sedang pusing menghadapi tante dari istrinya yang sangat keterlaluan. Bagaimana tidak, Eva berani memasuki kamar mereka saat Kevin sedang berada di kamar mandi, Kevin memergoki Eva yang terlihat mencari sesuatu di laci-laci kecil yang ada di kamar mereka
"Kamu gak usah ikut campur urusan saya, Lily itu ponakan saya, jadi saya bebas mau lakuin apa aja". Ucap Eva
"Saya suaminya, saya juga berhak lakuin apa aja, saya akan jaga apa yang seharusnya, termasuk milik Lily, tante gak bisa sembarangan sentuh-sentuh, apalagi lancang masuk kamar dan buka semua laci yang ada disini".
"Mamaa udah dong maaa, keluar yuk". Ajak Alin pada Eva
"Nanti, suaminya Lily ini udah kurang ajar, berani-beraninya kurang ajar sama mama..."
"Saya sumpahin kamu kualat, pernikahan kamu hancur". Ucap Eva
"Sebaiknya tante lihat cermin sebelum ngomong, disini siapa yang pernikahannya hancur sampai diusir dan maksa numpang tinggal dirumah ponakannya".
"Kamu bener-bener keterlaluan ya".
"Maaa udah maa, kalo Lily tau kita bisa diusir maaa, ayo keluar".
Alin pun menarik paksa tangan Eva agar keluar dari kamar mereka
"Hah gila seumur-umur baru pertama gue adu mulut ama emak-emak, harusnya gue aduin sama mulutnya si Rian nih..."
"Ya Allah... punya keluarga gini amat sih sayaaang". Batin Kevin
Daripada makin terasa pusing dirumah, Kevin mengambil kunci mobilnya dan segera keluar rumah, mengunjungi cafe kakaknya Tommy dan berkumpul dengan teman-temannya disana.
SKIP
--
"Nah ini yang ditunggu-tunggu". Ucap Andre
"Apaan". Ucap Kevin sambil menarik kursi disebelah Tommy
"Menurut lu gimana? Cewek yang lagi gue deketin nih". Andre menunjukkan sebuah foto perempuan pada Kevin, Kevin pun sedikit mencondongkan kepalanya dan memperhatikan foto tersebut
"Cantik gak?". Tanya Andre
"Gak ada yang cantik selain Lily". Jawab Kevin
"Lah iya gue salah orang kalo nanya beginian". Ucap Andre
"Haha udah tau dia bucinnya Kak Lily". Ucap Gibran
"Mau minum apa lu?". Tanya Tommy pada Kevin
"Biasa". Jawab Kevin
"Sal, biasa, buat Kevin!". Ucap Tommy pada karyawannya cafenya
"Gobl*k si Kevin Ndre, ketauan mabok sama kak Lily hahaha". Ucap Rian
"Hahahaha trus Lily marah?". Tanya Andre
"Marah lah". Jawab Rian
"Udah baikan tol*l". Ucap Kevin
"Tobat dong nih?". Tanya Gibran
__ADS_1
"Yoi, demi Lily gue rela lakuin apa aja". Jawab Kevin
"Anji*g, sekalinya ada cewek bucin banget". Ucap Andre
"Harus". Ucap Kevin
"Lu emang beruntung Vin dapetin Lily, sedangkan gue, lagi nyoba buat tau diri, gak mungkin Lily mandang gue lebih dari temen". Batin Tommy
--
"Terimakasih atas waktunya Ibu Lily, saya sangat berharap kerjasama kita ini akan berjalan dengan baik tanpa kendala apapun". Ucap Pak Adnan sambil menjabat tangan Lily
"Terimakasih kembali pak, tentunya saya juga berharap demikian". Balas Lily sambil tersenyum
"Baik kalau begitu, saya permisi"
"Silahkan".
Pak Adnan dan sekretarisnya pun pergi meninggalkan ruangan Lily
"Apa nona butuh sesuatu?". Tanya Andika
"Tidak, terimakasih". Jawab Lily
"Baik, saya permisi".
Lily menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya di sofa,
"Bentar lagi jam makan siang, tapi gue maunya makan sama Kevin, bisa kali ya gue keluar sendiri". Batin Lily
Ceklek,
Pucuk dicinta ulam pun tiba, sosok Kevin sudah muncul dari balik pintu, Kevin tersenyum dan segera masuk kedalam ruangan Lily
"Kangen".
"Uuh sayaaang".
"Kamu kok bisa disini...duduk". Lily menggandeng tangan Kevin menuju sofa
"Kamu bawa apa?". Tanya Lily saat melihat 3 paper bag ditangan Kevin
"Makan siang buat kamu sama aku..."
"Hmm aku datengnya pas nih jam nya makan siang, makan dulu ya...". Ucap Kevin sambil melirik arlojinya
"Aku juga bawa vitamin sama susu, tadi pagi kamu kelupaan ya..kok gak di minum".
"Oh iyaa, saking gugupnya kali ya sampe gak inget hehe".
"Kamu kok bisa kesini sayang? Dari mana masuknya?". Tanya Lily
"Dari pintu lah sayang".
"Hahahaha salah nanya, maksudnya kok bisa masuk, gak di cegah di bawah?". Tanya Lily
"Engga, kan bareng papa haha". Jawab Kevin
"Hmm pantesan".
"Yaudah makan dulu, aku suapin yaaa".
__ADS_1
"Boleh, makasih ya sayang".
"Iyaa sama-sama..."
"Aaaa". Kevin menyodorkan sesuap demi sesuap nasi pada Lily
Begitu pun dengan Lily yang bergantian menyuapi Kevin
--
"Aku pulang ya, nanti sore kamu dianter sama...."
"Ammar, namanya Ammar". Ucap Lily
"Hmm sebenernya aku cemburu, tapi mau gimana lagi". Ucap Kevin
"Tenang sayang, cuma sebatas pekerjaan, gak lebih".
"Yaudah kalo gitu aku pulang yaa".
"Tapi aku masih kangen".
"Iya aku juga...nanti dirumah kita kangen-kangenan sepuasnya". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Iyaa hehe".
Mereka kembali berpelukan untuk beberapa saat
"Sayaaang, katanya mau pulang". Ucap Lily
"Gimana mau pulang kamu meluk aku kenceng banget, kayaknya aku gak boleh pulang nih". Ledek Kevin
"Hmmm iya, aku pengen sama kamu terus".
"Hehe gemes banget sih".
Lily pun melepaskan pelukannya dan mendongak kearah Kevin
"Makasih udah nemenin aku makan, aku seneng banget". Ucap Lily
"Iyaa istriku sayangku cintaku".
Kevin menggesek-gesekan hidungnya pada hidung Lily dan mengakhirinya dengan kecupan lembut di bibirnya
"Hati-hati ya sayang". Ucap Lily
"Iyaa sayang, semangat". Ucap Kevin sambil tersenyum
Kevin pun segera pergi meninggalkan ruangan Lily
"Hufftt"
Lily menghela nafasnya lalu berjalan kursi kebesarannya, menopang dagunya dengan kedua tangan yang di tautkan sambil memandang lurus ke depan
"Baru hari pertama udah segini kangennnya, gimana besok-besok". Batin Lily
--
Bersambung
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya
Thanks